Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga puluh Tiga
Yasmin keluar dengan Rachel setelah puas bermain. Rachel mengatakan jika perutnya lapar dan ingin coba masakan Yasmin.
"Bagaimana jika tante buatkan nasi goreng aja ya. Kamu mau"
"Mau tante...."
"Neng Rachel, biar bibi aja ya yang masakin..."
"Nggak mau , Rachel maunya tante cantik yang masakin. Pasti enak...."ucap Rachel
"Maaf non, jadi merepotkan non...."
"Nggak apa bi, aku cuma buatkan nasi goreng aja"
Yasmin minta bibi tolong siapkan semua bahan yang dibutuhkan, karena ia nggak tahu dimana letaknya.
Yasmin mulai memasak nasi buat Rachel. Akhtar dan Daniel yang baru keluar dari ruang kerja mrncium bau masakan.
Daniel melihat Rachel yang duduk di meja mini bar sambil melihat ke arah dapur.
"Sayang, sedang apa..." tanya Daniel menghampiri gadis ciliknya setelah terlebih dahulu mempersilakan Akhtar duduk.
"Lagi lihat tante cantik memasak"
Daniel melihat di dapur , Yasmin yang sedang asyik masak. Ia tak menyadari jika Daniel memperhatikannya.
Daniel mendekat dan berbisik ke telinga Yasmin.
"Apa boleh setiap hari aku dan Rachel makan masakan kamu"
"Kak...bikin kaget aja"
"Yasmin, aku kangen banget..." gumam Daniel.
"Hhhmmmm...."
"Apa kamu nggak kangen denganku"
"Kak, apa harus aku jawab"
Belum sempat Daniel bicara lagi ia mendengar suara Akhtar yang mendekat.
"Maaf Daniel, aku harus pamit. Aku ingin bertemu dengan keluargaku. Mumpung aku di Jakarta. Barusan ia menghubungiku"
"Oh, nggak apa. Lain kali kamu bisa lebih lama lagi di apartemenku"
"Yasmin, kamu mau ikut denganku atau aku antar ke hotel..."
"Tante cantik masih disinikan. Tante udah janji buatkan nasi goreng " ucap Rachel
"Akhtar, biar nanti Yasmin aku yang antar ke hotel"
"Bagaimana, Yasmin"
"Iya mas. Nanti biar kak Daniel yang antar"
"Oke, aku pamit dulu. Hubungi aku setelah sampai hotel"
"Baik mas. Hati hati...."
"Ya, kamu juga"
Daniel mengantar Akhtar sampai ke depan lift.
"Aku titip Yasmin...."
"Jangan kuatir, aku akan menjaganya lebih dari menjaga diri sendiri"
Akhtar masuk ke lift dengan sedikit lesu. Ia tadi berharap Yasmin akan ikut dengannya ke rumah saudara.
"Aku tahu Yasmin, masih ada banyak cinta buat Daniel dihatimu. Kamu tampak sangat bahagia bertemu kembali dengan Daniel walau kamu tahu ia telah memiliki seorang anak. Bahkan kamu bisa langsung akrab dengan anaknya Daniel"
Daniel kembali ke apartemen dan langsung menuju dapur. Ia sudah menahan dari tadi buat tidak memeluk Yasmin. Ia masih menjaga perasaan Akhtar. Ia tahu Akhtar juga sangat mencintai Yasmin.
"Sayang..." ucap Daniel langsung memeluk pinggang Yasmin dari belakang.
"Kak, lepasin.Nggak boleh begini,malu sama Rachel..." ucap Yasmin.
Daniel lalu melepaskan pelukannya. Dan ia memandangi wajah Yasmin tanpa kedip.
"Kak, kenapa memandangiku seperti itu. Aku jadi grogi nih. Nanti nasi gorengnya gosong"
"Yasmin, aku tak percaya bisa bertemu kamu lagi"
"Kenapa, apa kakak pikir aku telah mati"
"Yasmin, kenapa bicara begitu"
"Maaf...aku cuma becanda kak"
"Tapi aku nggak suka candaan kamu yang seperti itu. Karena setiap detik aku selalu berharap dapat bertemu kamu dan selalu mendoakan kamu dalam keadaan sehat terus...."gumam Daniel
"Terima kasih kak, selalu doakan aku sehat"
"Daddy, jangan ganggu tante cantik. Nanti nasi gorengnya gosong..." teriak Rachel
Yasmin menyiapkan ke piring nasi goreng yang telah di masaknya. Ia lalu menyuapi Rachel. Setelah selesai makan mereka bertiga menonton televisi di ruang keluarga.
"Apa kabar papa dan mama kakak..."
"Papa udah meninggal setahun yang lalu"
"Maaf kak, aku tak bermaksud membuat kakak sedih"
"Kamu nggak ingin tahu bagaimana pernikahanku"
"Nggak kak, karena aku tak ingin mengungkit sesuatu yang akan mmbuat kakak bersedih, kakak pasti sangat sedih saat kehilangan mommy Rachel"
"Hhhmmmm...."
Daniel melihat Rachel yang udah tertidur dipangkuan Yasmin. Ia menggendong Rachel dan memindahkan ke kamarnya.
Setelah memindahkan Rachel ke kamarnya, Daniel kembali duduk di samping Yasmin. Dan mulai bicara lagi.
"Yasmin....Kalau mau jujur, kakak tidak begitu sedih atas kepergian mommy Rachel. Kakak hanya kasihan dengan nasibnya. Sejak keluarganya tahu ia hamil, ia dibuang. Dan ia harus meninggal katika melahirkan Rachel anaknya"
"Maksud kakak apa, kenapa keluarga Arnetta tidak menerima kehamilannya. Bukankah seharusnya mereka bahagia atas kehadiran calon cucu mereka. Pernikahan kak Daniel dan arnetta atas persetuhuan orang tuanya jugakan" gumam Yasmin
"Rachel bukan anak kakak"
"Kakak bicara apa....."
"Rachel anak Arnetta dengan pria lain. Sampai detik ini kakak belum tahu siapa ayah kandungnya"
"Aku nggak mengerti kak"
"Arnetta ternyata telah hamil ketika menikah denganku. Dan itu aku ketahui ketika dua bulan pernikahan kami. Arnetta saat itu telah hamil tiga bulan lebih"
"Apa kakak yakin itu bukan anak kakak dan Arnetta"
"Tentu saja, sayang. Kakak nggak pernah menyentuh Arnetta sejak kami menikah. Kakak ingin perjaka kakak hanya buatmu di malam pertama kita nanti" bisik Daniel dengan senyum smirknya
"Kak, bicaranya kok mesum gitu. Apa kakak yakin aku akan kembali dan menikah dengan kakak. Semua sama saja kak, jika kita kembali menjalin hubungan. Kita nggak akan mungkin bisa bersama sampai kapanpun" ucap Yasmin dengan suara yang menahan tangis.
Daniel membawa Yasmin kedalam pelukannya.
"Yasmin kakak tahu sampai hari ini tak ada pria yang mengisi hatimu. Apa kakak salah jika masih berharap kamu menjadi milikku kembali"
"Tapi kak..."
Daniel menutup mulut Yasmin sebelum ia meneruskan ucapannya.
"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan cintamu kembali dan untuk dapat menikahimu. Akan aku hadapi semua rintangan, termasuk Akhtar"
"Maksud kakak apa, kenapa dengan mas Akhtar"
"Kakak tahu ia mencintaimu...."
"Kak, aku nggak mau kejadian dulu terulang lagi dan aku tak mau terluka lagi. Lebih baik kita tak usah memberi janji apa apa. Karena aku takut jika kali ini aku kembali terluka, pasti akan lebih sulit lagi buat menyembuhkannya"
"Yakinlah pada kakak Yasmin. Kakak saat ini sedang belajar menjadi imam yang baik dalam sholat. Paling tidak kakak bisa mengimami sholat antara kamu dan aku"
"Kak, apa ini berarti kakak...." ucap Yasmin terputus karena tangisannya dan ia memandangi wajah Daniel dengan intens
"Ya, sayang. Saat ini kakak sudah mualaf. Nanti sholat magrib biar kakak menjadi imammu dan Rachel. Sekalian belajar..."
"Kak aku tak tahu harus bicara apa..."
"Kita sholat bersama, kamu dan Rachel jadi makmumnya. Tapi maaf jika bacaan sholatku belum fasih"
"Kak...apa semua ini benar. Kakak nggak sedang bercanda. Apa ini bukan mimpi..." ucap Yasmin dengan menangis.
"Ya sayang" ujar Daniel dan menghapus air mata Yasmin.
"Sejak kapan kakak mualaf"
"Sudah dua tahun lebih"
"Apa sejak Arnetta meninggal dan kakak pisah dengannya...."
"Bukan sayang, pernikahan kakak dan Arnetta hanya dua bulan. Kakak bercerai setelah tahu ia hamil. Ia sengaja tak memberitahu kehamilannya karena berharap ketika kakak melakukan hubungan , ia akan mengatakan jika anak yang dikandungnya adalah anak kakak. Ia sebenarnya ingin menjebak kakak.Tapi itu semua gagal karena kakak tak pernah menyentuhnya. Walau ia menipu kakak , tapi kakak masih memberinya uang , buat hidupnya. Karena orang tuanya tak mau menerima dirinya. Orang tuanya malu karena Arnetta hamil diluar nikah. Ketika ia akan melahirkan, ia menghubungi kakak minta tolong diantarkan ke rumah sakit. Dan karena pendarahan hebat ketika melahirkan , nyawa Arnetta tak tertolong. Kakak mengabari orang tua Arnetta, jika Arnetta telah meninggal dan melahirkan seorang putri.Orang tuanya mengurus jenazah Arnetta. Tapi ia tetap tak bisa menerima putrinya dan meminta kakak menitipkan ke panti asuhan. Kakak kasihan melihat putri kecil itu. Ketika kakak menggendongnya ia tersenyum seolah minta perlindungan. Akhirnya kakak mengambil keputusan buat menjaganya. Dan kakak adopsi"
"Apa papa dan mama setuju saat itu"
"Sejak papa tahu jika Arnetta menipu kami, ia tak pernah mencampuri pribadi kakak. Ia setuju apapun yang menjadi keputusan kakak. Termasuk saat kakak memutuskan buat mualaf. Mama bilang, papa merasa berslah karena pernah memaksa kakak menikah dengan Arnetta. Kakak hanya kasihan lihat Arnetta. Ia mengatakan jika ayah dari Rachel tidak tahu jika ia hamil. Arnetta juga tak tahu harus melakukan apa. Ia takut jika pria itu tak mengakui bayi yang dikandungnya, itulah sebabnya Arnetta tak pernah mencari ayah Rachel. Kekasihnya pergi setelah tahu kami akan menikah"
"Kasihan Arnetta, pasti ia sangat menderita karena harus hamil seorang diri tanpa ada yang mendampingi."
"Itulah sebabnya kakak memberi ia uang buat kebutuhannya walau kami telah pisah"
"Kak... Sekarang mama di mana..."
"Masih dirumah lama. Kamu mau bertemu mama"
"Maaf kak, aku belum siap"
"Kakak mengerti sayang. Tapi kakak mohon, jangan pernah pergi dan menghilang lagi dari hidup kakak. Kamu segalanya bagi kakak sampai detik ini"
"Aku juga masih sangat mencintaimu kak. Kamu masih terus bertahta dihatiku sampai detik ini. Belum ada seorang priapun yang bisa menggantikan kamu dihatiku"
**********************
Terima kasih....
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭