Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan Menur
Karena mobil Yoga tidak terlihat Dani mencoba bertanya pada Satpam, benar saja Yoga memang tadi sempat datang tapi kemudian pergi denga Seruni, mendengar penjelasan dari satpam Dani langsung menelpon Menur mengabari berita itu.
Menur sedang mengintip tapi rumah radanya sepi, sedang memasang telingga dan melihat lihat ponselnya berdering dari Dani, menur mengangkat, setelah menjawab kemudian telpon dimatikan.
" Nyari mbak Seruni mbak?", Tanya ibu sebelahnya.
" Iya bu, tapi sepertinya kosong rumahnya", Jawab Menur sopan.
" Iya mbak barusan mbak Seruninya pergi dengan pacarnya, tadi saya sempat tanya terus di jawab katanya mau ke dokter mbak, biasanya dokter dia yang di jalan Ontoseno dokter Pahlawan mbak, ada plangnya kok", Jawab ibu itu.
" Oh dia sedang sakit bu?", Tanya Menur.
" Tidak mbak setahu saya, dia memang sering rutin kedokter soalnya pekerjaannya kan begituan mbak", Jawab ibu itu dengan sedikit berbisik.
" Memang pekerjaannya apa bu Seruni?".
" Lho mbaknya kok ga tahu, lha mbaknya ini teman atau saudaranya sih?", tanya ibu itu heran.
" Hee.... hee... saya ini saudaranya, ya begitu bu jika saudara itu malah suka tidak tahu persis", jawab Menur berbohong.
" Iya mba, Mba Seruni itu tiap hari gonta ganti pasangan, tapi yang beliin rumah ini ya itu pacarnya yang sekarang nganterin ke dokter, masih atas nama pacarnya kok mbak rumah ini juga, kan saya yang ngurus jika bayar PBB, tapi mbak Seruni punya usaha juga mbak club malam yang di jalan Nangka, kalau tidak salah namanya Happy star", ibu itu pun menceritakan bsnyak hal pada Menur.
" Ibu terima kasih, saya permisi dulu, sudah sore bu, tidak usah di bilangin ke Seruni jika saya datang, saya mau menghubungi dia langsung saja, sekali lagi terima kasih", Menurpun salaman dengan ibu itu dan pergi menyusul Dani yang sudah menunggu di mobil.
" Lama banget.... kosong kan rumahnya?", Dani sedikit menggerutu.
" Eeh, namsnya juga jadi detektif ya sabarlah kita cari info dari banyak pihak biar beritanya makin akurat", Jawab Menur dengan senyum tipis.
" Kamu ga pa pa Nur?", Tanya Dani penuh perhatian.
" Aku harus jawab apa mas, kenyataan jika suamiku mendua dan lebih parahnya bukan dengan seorang yang terhormat, dokter, dosen atau politikus, pengusaha, model, artis atau apa... ini sama pelacur kelas kakap mas, bayangkan perempuan mana yang tidak takut berada diposisi aku saat ini?", Menur menarik nafas dalam setelah selesai berbicara rasanya paru parunya kosong kekurangan oksigen karena beratnya tekanan yang ia rasakan.
" Nur, menangislah jika itu bisa mengurangi rasa sedih mu, menangislah jangan malu", Dani mengenggam tangan Menur dengan lembut.
" Jika semua masalah bisa selesai dengan sebuah tangisan mas, sudah ku lakukan sedari tadi, tapi... aku hanya butuh teman yang bisa aku percaya untuk bercerita, terima kasih karena mas ada buat dengerin cerita ku yang memalukan ini", Menur tersenyum meski air matanya membanjiri pipinya yang halus.
" Siapa bilang kisah hidup mu memalukan, tidak ada yang memalukan Nur, kamu orang hebat, kamu orang kuat bahkan cerita hidup mu yang seperti ini tidak ada satupun orang di keluarga mu yang tahu, mereka tahunya kamu happy, kamu mulus saja hidup denga pak Yoga, nyatanya kamu memendam nya sendiri", Dani menggenggam tangan Menur kembali.
" Aku juga cape mas, tapi pantang mundur bagi ku mas, mungkin ini baru awalan, aku yakin kedepannya akan lebih dahsyat lagi", Menur menundukkan kepalanya.
" Jangan kawatir selagi aku bisa dan mampu, pasti aku akan menemani mu Nur, sabar ya".
" Berhenti mas, pelankan mobilnya".
" Ada apa?", Tanya Dani penasaran.
" Itu mobil mas Yoga, ternyata benar Seruni ke dokter dan Yoga menemani, atau jangan jangan seruni hamil?", Lirih Menur, sedih.
" Iya Nur, itu mereka, edan itu cewek udah kayak wewe gombel saja", Dani geleng geleng kepala melihat penampilan Seruni dengan celana jeans sobek sobek hingga hampir diselangkamgannya, pakai dalaman kaos tanpa lengan dengan tali kecil dan belahan sampai bawah sekali, diluarnya dia pakai hem tipis tanpa kancing, rambut tergerai dan di warna blonde, lipstik merah merona, seperti bibirnya habis di filer terlihat besar dan sedikit bengkak ditambah lipstik yang ngejreng.
" Sembarangan wewe gombel orang seksi kayak Jelo gitu, lihat bibirnya waowww.... seperti habis disengat mas Yoga", Seruni hatinya remuk tapi bibirnya tertawa renyah.
" Gila gila.... suami mu udah ga waras... huh", Umpat Dani.
" Body nya boo...",:Jawab Menur.
" Halah menang tinggi doang dari kamu Nur", Bibir Dani mencebik mensnggspi pujian Menur untuk Seruni. ( Semenjak Menur sering minta tolong Dani, mereka menjadi seperti dulu lagi saling memanggil dengan Nur saja untuk Dani dan Menur mas Dani, begitu).
" Sepertinya suami mu perlu periksa mata tuh Nur, jangan hanya test kesuburan saja, matanya bermasalah juga.... paraaahhh", Dani kembali geleng kepala dongkol dengan Yoga yang tidak bisa melihat kecantikan Menur yang alami, kulit yang kuning langsat, wajah oval, hidung mancung, rambut tebal dan hitam lurus, bibir Menur sensual parah menurut Dani, matanya bulat dan terpancar sinar keibuan, alis kecil namun tebal dan tegas, cantik dan sangattt manis seperti gadis india versi jawa, benar benar sempurna.
" Huffff.... mau kemana mereka kok?", Tanya Dani heran.
" Iya ini tempat usahanya Seruni, klub malam ini milik dia menurut informasi", Jawab Menur santai.
" Jiirrr.... Turunnya di bukain pintu sama suami mu Nur, Bagaimana Nur, apa kita harus masuk?", Tanya Dani lagi ragu ragu.
" Entahlah, apa harus kita ketempat laknat seperti ini... gilaaaa", Menur mengumpat kesal.
" Tenang dulu saja, biar aku yang fikirkan, sebaiknya kita cari makan dulu", Dani melihat Menur yang nampak srmakin frustasi merasa tidak tega.
Dani kembali melajukan mobilnya ke suatu tempat makan sederhana di jalan kecil yang tidak jauh dari club Seruni tadi.
" Nasi rames dua bu, yang satu pakai ayam goreng ksmu sama apa Nur?".
" Aku sama ikan bakar mas".
" Minumnya apa?", Tanya Dani.
" Jeruk panas", Jawab Menur.
" Nasi rames dua bu, satu pakai ayam goreng paha, satu pakai ikan bakar, minumnya jeruk panas dan es teh manis", ibu yang punya warungpun berlalu untuk menyiapkan pesanan Menur dan Dani.
Dretttt
Dreetttt
Suara ponsel Menur begetar, ada sebuah panggilan masuk dari bu Salim.
" Halo Assalamualaikum bu", Sapa Menur.
" Waalaikum salam, kamu dimana Nur kok ga berada di rumah, ini sudah malam, Yoga juga belum pulang".
" Owh maaf ibu Menur sedang berada di luar mencari barang pesanan pelanggan, maaf tadi ga pamit sama ibu, ibu tadi lagi arisan, sudah begitu kirain cuma sebentar bu, ga tahunya ban nya bocor jadi harus dorong mobil dulu bu untuk mencari tukan tambal ban... maaf bu, mungkin Menur pulang malam soalnya ini baru nemu tukang tambalnya mana ngantri lagi", Jawab Menur penuh dengan kebohongan.
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
bagus ceritanya
sukses
semangat