NovelToon NovelToon
Keinginan HQQ

Keinginan HQQ

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:90.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wanita Biasa

Anna adalah Seorang gadis berusia 25 thn, putri dari Pak Ahmad dan Ibu Yuni, Anna perempuan yang sangat Baik, Sholeh, tegas, dan Kekeh atas Pwndirian nya.

Devan, Devan (27 Thn) dia adalah calon Bos besar di perusahaan, yang sangat di Impikan oleh Anna, namun Devan aladah orang yang sangat tidak suka dengan cara berpakaian Anna yang tertutup Sempurna, Devan ingin Anna merubah Penampilan nya,

Akan kah Anna menuruti Kemauan Devan untuk Mengubah cara Berpakaian nya ?? hanya Karna Anna sangat menginginkan sekali , berkerja di perusahaan Devan.

Yo lanjut unguk Membaca, Semoga Suka dan di tunggu vote, like dan coment nya.

Kisah mereka sangat menguras air mata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Sulit.

Anna Mulai tidak bisa diam lagi, Resah pasti nya !! Tak sabar ingin tau, bagaimana keadaan suami nya saat ini. Anna terus melihat ke arah Pintu Ruangan Devan sedang di tangani saat ini.

"Pah, Ko Dokter nya lama ya ?? Gak keluar-keluar !! " Tanya Anna Penasaran, Pada Ayah mertua nya.

Sebelum Ayah mertua nya Menjawab, Anna mendengar Pintu Ruangan kamar Devan, mulai menunjukan Tanda-tanda akan ada Orang yang hendak keluar. Anna segera Menghampiri Pintu Ruangan itu, Karna Anna tau akan ada Seseorang yang akan keluar. "Mas Devan !! " Teriak Anna, Berharap itu adalah Suami nya.

Ternyata itu Dokter Heru.

"Dok, Bagaimana kondisi Suami saya ?? Apa Demam nya sudah Membaik !! " Tanya Anna Tergesa Pada Dokter Heru.

"Maaf Bu, Apahkah Bisa ikut keruangan saya sebentar ?? " Dokter Heru tidak menjawab pertanyaan Anna.

"Baik lah Dok. " Jawab Anna Cemas.

Tanpa ada ajakan, Ayah Mertua nya Anna pun mengikuti langkah Anna dan Dokter Heru, Sementara Ayah nya Anna hanya Memilih Diam di depan ruangan Devan.

Dokter Heru pun telah sampai di ruangan nya, "Silahkan Duduk, Bu, Pak. " Ujar Dokter Heru sangat sopan.

Hati Anna kini sangat terguncang, walau pun belum mendengar penjelasan dari Dokter Heru.

"Mohon maaf Bu, Dengan berat hati saya menyampaikan, bahwa Pak Devan saat ini sedang dalam keadaan Koma. Sesuai yang saya Takutkan. Pak Devan mengalami Penggumpalan cairan di Bagian kepala nya. Sehingga membuat Beliau harus segera melakukan tindakan Operasi. " Dokter Heru sangat Hati-hati sekali menjelaskan nya, karna setidak nya ini adalah kabar duka.

Anna dan Ayah mertua nya seketika kehilangan Harapan, Mereka terlihat sangat terpukul. Terutama Anna yang tidak bisa Berbicara Apa-apa lagi saat itu. Anna hanya mengusap Muka nya saja " Ya Alloh " Hanya kata itu saja, yang bisa Anna katakan.

Ayah Mertua Anna pun sangat gugup, Muka nya pun langsung Memerah. Setelah mendengar Kabar tentang Anak semata Wayang nya. "Terus bagaimana Dok, apa tindakan Dokter selanjut nya ?? "

Dokter Heru Bisa merasakan Ambruk nya Hati 2 orang yang saat ini sedang ada di hadapan nya. "Pak Devan harus segera melakukan tindakan Operasi, untuk mengangkat Gumpalan cairan tersebut, namun pihak Rumah sakit. Tidak bisa melakukan hal tersebut, tanpa Ada persetujuan dari Bpk dan Ibu. " ujar Dokter Heru.

Anna seketika melihat ke arah Ayah Mertua nya, dengan tatapan yang penuh dengan Air mata, dan menganggukan kepala nya secara perlahan.

Sebagai Ayah mertua dan Ayah dari Devan. Pak wijaya kini berada dalam posisi yang sangat sulit. di satu sisi dirinya tidak mau membiarkan Kepala Anak nya itu di bedah. Namun di sisi lain, sangat tidak mungkin Membiarkan kondisi anak nya di biarkan begitu saja, melihat tatapan menantu nya itu. Pak Wijaya bisa merasakan ke khawatiran pada diri nya. "Baik lah Dok, lakukan yang terbaik. " Ujar Pak Wijaya, dengan gugup.

Anna hanya bisa meratapi nasib yang kini menimpa Suami nya itu. "Kamu kuat Mas. " Anna berbicara sendiri.

"Baiklah, kalau begitu Bp bisa menandatangani surat Pernyataan, yang sudah kami siap kan, tolong Bpk, Ibu baca terlebih dahulu dampak Negatif dan Positif pasca Menjalankan Tindakan Operasi ini. Kami Pihak Rumah sakit hanya bisa berusaha yang terbaik untuk Pasien, selebihnya hanya Alloh yang menentukan. " Dokter heru sangat meyakinkan keluarga Pasien.

Anna dan Ayah mertua nya sangat teliti, membaca isi surat pernyataan itu, Di sana tertulis dampak Buruk dan baik nya Setelah Operasi di lakukan, kemungkinan untuk sembuh seperti biasa nya pun sangat lah tipis. Devan bisa terselamatkan, namun Devan tidak akan Pulih seperti biasa nya, butuh waktu dan Proses untuk Devan sembuh seperti sedia kala. namun apabila tubuh Devan menolak setelah Operasi ini. kemungkinan Devan pun tidak akan terselamatkan.

Anna langsung memberikan Surat pernyataan itu pada Ayah mertua nya. "Pah, Anna serahkan semua nya pada Papah, Anna hanya bisa berdoa. jika ini yang terbaik lakukan saja Pah. Anna tidak cukup kuat untuk menandatangani surat pernyataan ini. " Dengan hati yang hancur Anna mengatakan nya, takut rasa nya !!

"Baik lah Nak, mungkin ini yang terbaik. Apapun nanti resiko nya. ini yang terbaik untuk kita semua. " Ujar Pak Wijaya pada Anna.

Anna hanya menganggukan kepala nya saja, Dengan hati yang tak begitu cemas, Pak Wijaya langsung menandatangani surat Pernyataan tersebut.

Dokter Heru terbawa dalam suasana haru di Ruangan nya itu. "Baik lah Pak, kita berdoa saja yang terbaik. jika Bpk berkenan, Bpk bisa melihat saat kami Team Dokter melakukan Oprasi itu. Bpk bisa jadi saksi." Dokter Heru berusaha menenangkan keluarga Pasien.

"Baik lah Dok saya Bersedia. " Pak Wijaya memberanikan diri untuk ikut serta melihat tindakan Oprasi itu. tanpa bicara pada Anna pun, Pak Wijaya sudah tau jawaban Anna. Anna pasti tidak akan kuat melihat Proses itu.

Anna dan Pak wijaya pun beriringan keluar dari Ruangan Dokter Heru, dengan langkah dan perasaan yang sangat Hampa namun tidak luput dari Doa yang selalu di panjat kan dalam hati mereka berdua.

Ayah Anna pun melihat dari kejauhan, saat Anna berjalan mendekati nya. Ayah Anna sangat yakin ada sesuatu yang terjadi. Melihat Anak nya begitu lemas saat melangkahkan kaki mendekati dirinya.

Ayah Devan pun masuk keruang Ganti untuk memakai kain yang sudah di Steril kan untuk masuk ke ruang Oprasi.

Anna pun Ambruk di hadapan Ayah nya yang sedang duduk. Dengan Posisi duduk di lantai Anna memeluk kaki Ayah nya tersebut. Ayah Anna pun menenangkan Anna dan mengusap kepala Anna yang kini ada di pangkuan nya. Tangis Anna pun kini pecah, isakan nya begitu dalam. karana rasa sakit yang ia rasakan saat ini, bahakan lebih sakit dari yang di bayangkan.

"Nak, ada apa ?? Cerita sama Ayah !! " Ujar Ayah Anna penasaran. namun tetao tenang.

Anna tidak segera menjawab Pertanyaan Ayah nya tersebut, Anna hanya menangis tanpa suara, Anna sangat terpukul saat itu.

Tiba-tiba Pintu ruangan Devan pun terbuka Lebar, Anna langsung lari menghampiri ruangan Devan. Anna hampir terjatuh namun Anna tidak perduli, Anna hanya ingin melihat Kondisi Devan yang sedang koma saat itu.

Benar saja, Devan akan segera di pindahkan keruangan Operasi. Sebelum Perawat berhasil mendorong Brankar yang di tiduri Devan keluar dari ruangan itu. Anna menghentikannya, dan Perawat pun membiarkan nya beberpa Saat.

Anna langsung memeluk Tubuh Suami nya itu. menciumi dan membisikan kata pada telinga Suami nya, Anna yakin walau pun dalam keadaan Koma, Devan bisa mendengar kata-kata yang keluar dari mulut nya. Anna memegang pipi Devan dengan lembut dan Berbisik. "Pah, jangan takut. Bunda ada di sini, kita semua ada di sini. Papah yang kuat ya, Bismillah semua akan Baik-baik saja. " Anna pun segera memegang tangan Devan dengan erat. "Papah jangan khawatir, Bunda yakin Papah bisa melewati semua ini. Alloh selalu melindungi umat nya yang sholeh. " Anna pun mengecup kening dan Pipi Devan dengan lembut.

Benar saja Devan bisa merasakan dan mendengarkan perkataan Anna. Devan pun meneteskan air mata, Anna melihat nya dan langsung mengusap nya. Anna sangat rapuh melihat itu. namun Anna berusaha sekuat mungkin menahan air matanya untuk tidak jatuh di muka Suami nya tersebut. karna Anna tidak mau Suami nya tau kalau Anna saat ini sedang menangis, Karna Devan sangat tidak suka itu. "Papah jangan nangis. Papah harus semangat. Bunda dan Putri saya******ng sekali sama Papah. " Anna pun seketika menegakan tubuh nya dan menjauh dari Muka Devan, Karna tak kuat menahan tetesan Air mata nya. namun tangan Anna tidak melepas kan genggaman ny dari tangan Devan.

Sekali lagi Anna mengecup dan mengelus wajah Suami nya sebelum Anna membiarkan Perawat itu membawa Devan keruangan Oprasi. Anna berkata. "Bismillah. " Dengan berat Anna harus melepaskan genggaman tangan nya dari tangan devan secara perlahan, Air mata terus membasahi cadar yang ia kenakan.

Anna pun di rangkul oleh Ayah nya. Tanpa jawaban Ayah Anna pun tau apa yang akan di lakukan Team Dokter pada Anak menantunya itu. "Kuat Nak, Doa kan yang terbaik. Ayah yakin Alloh sudah merencanakan yang Terbaik untuk kita semua. Nak Devan orang yang sangat baik dan Sholeh. " Ayah Anna terus memegang Anna dengan kuat. karna dia tau Tubuh Anna sekarang tidak berdaya.

Anna terus memperhatikan langkah perawat itu saat membawa brankar Devan menuju ruang Oprasi. Sehingga kini sudah tidak terlihat lagi.

Tangis Anna pun semakin pecah. Anna di pegangi erat oleh Ayah nya untuk melangkah mendekati Ruang Oprasi tersebut. Langkah demi langkah Anna lewati dengan Perasaan yang sangat Hampa dan lemas. Anna pun tiba di depan Ruangan tersebut. Lampu berwarna Merah pun menyala di luar atas Pintu ruangan itu. Pertanda Oprasi sedang di lakukan. Anna semakin menangis Pilu.

Ayah Anna pun tidak berbicara banyak. Hanya bisa menengangkan Anna, dan berdoa untuk Menantunya tersebut.

1
Anis Rinah
Ceritanya bagus AQ suka....✌️....👍👍👍
Rika Azzahra
masyaa Allah... Anna
Diasita Duwihayati
😭😭😭😭
Diasita Duwihayati
😂😂😂
Lili Adelia
Devan gk bsa tegas,yah jalani aja
ani nurhaeni
wanita sholeha
Lisna Rahayu
lanjut thor
Lisna Rahayu
subhanalloh 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lisna Rahayu
lanjut
siti
lanjut ka
Quora_youtixs🖋️
hadir kak semangat 👍
Putri Handayani
semangatt kakak
mampir juga di karya ku kakak dan semoga bermanfaat kakak 🙏
Dewi Puspitayani
ceritax 👌👌👌
ditunggu kelanjutanx🙏🙏🙏
Neti Jalia
semangat kk🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Vie
lanjut tor...
salam dari kamulah harapanku
Andropist
Semangat Kakak,Jangan Lupa mampir dinovelku
BELUM SIAP MENIKAH(BADBOY VS GOODGIRL)
5 like untukkmu
Nona Kos Anjani
mampir kak author
mari kita lanjut baca lagiiiiii
Siti nurjanah: Siapp ... dukung juga karya ku yang lain ya ?? 🤗🤗
total 1 replies
Febriyanti🍫🍭
semangat yaa aku udah fedbeck sebelum mksih udah mampir di karya ku😉
Dindin Syarefudin
up truss
Neti Jalia
lanjuttt againnn
*HUJaN DIBALIK PUnGGUNg
*SUAMiKU CEO GANAS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!