Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan es krim
Hari-hari berlalu dengan indah bagi pasangan kekasih yang sedang bucin.
Perjalanan cinta mereka untuk saat ini masih dalam keadaan aman tanpa ada gangguan dari mana pun. Bahkan ibunya Pras juga sangat menyambut hangat kehadiran Nadya di keluarga mereka. Sejenak melupakan ancaman yang dikatakan Shella.
Bahkan Shella sendiri pun tidak pernah muncul, menampakkan wajahnya di keluarga Pras.
Hari ini pertama kalinya Nadya menjemput Zylva di sekolahnya. Senyum sumringah tampak jelas diwajah imut bocah yang baru belajar beradaptasi dengan lingkungan pendidikan formal.
Nadya pun melambaikan tangannya ke arah Zylva. Zylva pun berlari menuju tempat Nadya berdiri.
"Hallo cantik, assalamualaikum..!" ucap Nadya menyambut Zylva.
" Hallo tante, waalaikumsalam. Kenapa bukan ayah yang jemput Zylva?" tanya Zylva.
"Ayah lagi ada meeting dadakan sayang. Jadi ayah minta bantuan tante buat jemput Zylva. Zylva nggak keberatan kan kalau tante yang jemput?" tanya Nadya balik.
"Ya nggak lah tante, malah Zylva seneng banget bisa dijemput sama tante," jawab Zylva.
"Ya, sudah kalau begitu ayo naik ke mobil."
Mereka langsung menaiki mobil sedan berwarna silver metalik yang terparkir di tepi jalan di depan sekolah Zylva.
"Tante, makasih ya buat hadiah yang tante kasih waktu itu. Zylva seneng deh," ucap Zylva.
"Beneran kamu suka? Alhamdulillah kalau kamu menyukainya. Jadi kita punya set piyama yang sama juga boneka yang sama juga," ucap Nadya.
"Oh ya?? seru dong. Tapi.. kapan kita bisa pakai bajunya samaan," ucap Zylva sembari menundukkan kepalanya merasa sedih.
"Kapanpun juga boleh..."
Belum lagi Nadya selesai bicara, Zylva langsung memotong ucapan Nadya.
"Beneran tante? hmm..gimana kalau malam ini tante tidurnya di rumah Zylva! kan kita bisa samaan pakai bajunya. Mau ya tante..," rengek Zylva kepada Nadya.
"Malam ini?? tante nggak bisa sayang, tante belum boleh tidur dirumah Zylva. Nanti kalau tante sudah resmi jadi ibu Zylva baru tante boleh tidur dirumah Zylva. Kamu ngerti kan sayang?" jelas Nadya.
Zylva hanya terdiam, menundukkan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun.
"Bagaimana kalau sekarang kita makan es krim dulu sebelum pulang ke rumah? es krim nya enaaaakk banget. Kamu mau kan sayang?" rayu Nadya kepada Zylva.
"Mau..mau, tapi kalau nenek marah bagaimana?" ucap Zylva.
"Nanti tante yang izin ke nenek dan ayah, kamu gak usah khawatir. oke!?"
" Oke tante, tante baik deh!?" Zylva kembali tersenyum.
Nadya segera menghubungi ibu, namun tidak ada jawaban sampai beberapa kali Nadya mencobanya tapi hasilnya tetap sama.
"kalau begitu aku hubungi mas Pras sajalah," batin Nadya sambil memencet nomor Pras.
Kriing..kriing..
Ternyata tidak ada jawaban juga. sampai berkali-kali Nadya mencoba hasilnya tetap tidak ada jawaban.
Akhirnya Nadya memutuskan untuk mengirimkan pesan lewat Wa.
*Nadya
Assalamualaikum, mas. Aku izin ya bawa Zylva makan es krim sebentar sebelum pulang ke rumah. Tadi aku coba menghubungi ibu tapi tidak ada jawaban.
Jadi aku izin sama kamu ya 😊*
Nadya pun menutup handphone nya dan melajukan mobilnya dengan santai.
"Tante, Zylva senang deh kalau Zylva punya mama kayak tante. Udah cantik, baik udah gitu sabar. Beliin Zylva hadiah, ngajak Zylva jalan-jalan juga."
"Ah yang bener? bukannya Zylva bilang tante Shella yang akan menjadi ibu Zylva?" tanya Nadya menyelidik.
"Itukan tante Shella yang bilang ke Zylva. "sayang tante ini bakalan jadi ibu kamu loh, jadi kamu harus nurut apa kata tante ya!" gitu kata tante Shella," terang Zylva sambil memperagakan gaya bicara Shella. Sementara Nadya hanya tersenyum.
"Jadi menurut Zylva, tante Shella baik nggak? tante Shella juga cantik kan?" Nadya masih menyelidiki bagaimana penilaian Zylva terhadap Shella.
"Tante Shella cantik, tapi tante Shella juga suka marah-marah sama nenek. Sama ayah juga pernah," jelas Zylva kembali.
"Oh ya?!!," jawab Nadya merasa terkejut dengan keterangan dari Zylva.
"Iya tante, makanya ayah tidak suka sama tante Shella, tante Shella galak," imbuh Zylva.
Nadya hanya tersenyum melihat wajah polos Zylva. Membuat Nadya gemes. Akhirnya mereka pun sampai di tempat yang dituju.
"Kamu mau es krim rasa apa sayang?" tanya Nadya.
"Kalau tante?" tanya Zylva balik.
"Coklat mix strawbery."
"Zylva juga.. coklat strawberry tante," jawab Zylva.
"Ya sudah mbak, coklat strawberry dua ya," ucap Nadya kepada pelayan toko.
Tak lama kemudian Pras menelpon Nadya.
"Hallo, assalamualaikum. Kamu masih bersama Zylva kan?" tanya Pras dari jauh.
"Waalaikumsalam, masih mas. Kami masih makan es krim. Memang nya kenapa, mas?" tanya Nadya kembali.
" Oh nggak, tadi ibu telpon aku. Panik karena Zylva belum juga pulang sekolah. Tapi aku udah jelasin ke ibu kok. Jadi kamu nggak perlu khawatir." jelas Pras masih dari seberang.
"Iya mas, nanti begitu selesai kami langsung pulang kok. Mungkin satu jam lagi."
"Ya sudah kalau begitu, kalian hati-hati ya. Dan aku juga berterima kasih sama kamu Nad." ucap Pras.
"Iya..iya, gak perlu terima kasih juga kali mas.." jawab Nadya.
"Ya sudah kalau begitu, assalamualaikum." Pras menutup teleponnya.
"Waalaikumsalam.." jawab Nadya.
"Sayang.. udah selesai belum? kalau sudah biar kita pulang. Nenek khawatir sama kamu," ucap Nadya.
"Sebentar lagi ya tante, sedikiiit lagi. Oh iya tante, boleh nggak Zylva beli lagi untuk dibawa pulang?" pinta Zylva seraya tersenyum.
"Boleh dong sayang.. kamu mau beli berapa? biar tante beliin," tanya Nadya.
"Beneran boleh, tante? kalau dua boleh nggak?" tanya Zylva sambil menunjuk kudua jemari kanannya.
"Ya boleh lah, Zylva mau sepuluh juga tante beliin," jawab Nadya.
"Makasih ya tante mau beliin es krim untuk Zylva. Zylva mau dua aja tan," ucap Zylva.
"Beneran nih dua aja cukup?" tanya Nadya meyakinkan Zylva.
Zylva pun mengangguk. Setelah mendapatkan apa yang dimau Nadya segera mengantarkan Zylva kembali ke rumahnya.
Selang beberapa waktu kemudian mereka tiba di rumah. Ibu sudah menyambut kepulangan Zylva.
Namun wajah marah ibu tidak bisa disembunyikannya.Nadya pun melihatnya, dan Nadya merasa tidak enak hati melihat sikap ibu.
"Bu, Nadya minta maaf ya. Terlambat mengantarkan Zylva pulang. Tapi, tadi Nadya sudah mencoba menghubungi ibu berkali-kali namun tidak ada jawaban. Jadi Nadya menghubungi mas Pras dan minta izin sama mas Pras. Sekali lagi Nadya minta maaf ya sama ibu. Nadya tidak bermaksud membuat ibu panik," jelas Nadya mendetail agar ibunya Pras mengerti dan tidak marah kepadanya.
"Iya nek, tadi tante sudah berkali kali nelpon nenek tapi tidak dijawab. Jadi tante Nadya nelpon ayah deh. Nenek jangan marahi tante Nadya ya?!" Zylva pun mencoba memberikan keterangan kepada neneknya.
Tapi neneknya tidak memberikan jawaban apapun dan berlalu masuk kedalam rumah sambil menggandeng tangan Zylva. Nadya pun merasa bersalah dan segera kembali pulang ke rumahnya.
Hai..
Apakah ibunya Pras akan terus marah kepada Nadya??
ikuti terus ceritanya yaa 😄😉
Jangan lupa tinggalkan jejak 💕💕💃
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️