Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#33. Serangan. II
Tidak ada yang mengetahui siapa pemuda yang tiba - tiba muncul dan ingin menghancurkan kelompok kalajengking merah.. baik itu dari pihak sekte kuda terbang atau dari sekte kalajengking merah. satu hal yang membangkitkan semangat para penjaga adalah cara kemunculan pemuda tersebut yang menunjukan kalau dia mempunyai kemampuan yang sangat tinggi.
Chen Khu mulai memainkan pedangnya, awalnya dia membantu penjaga yang sudah terdesak, hanya dengan satu tarukan nafas, Chen Khu sudah membunuh belasan pendekar Kalajengking merah yang terdiri dari pendekar level 3 dan 4.
Para penjaga yang semula terdesak mendapatkan waktu untuk menormalkan kembali nafas mereka yang sudah tersengal - sengal, dan tidak lama kemudian Ketua,wakil ketua dan para tetua lainnya juga sudah sampai di tempat ini.
Chen Khu yang sudah diliputi api dendam yang membara, tanpa henti membatai musuhnya.. sudah hampir seratus orang yang tewas diujung pedangnya, pakaiannya juga sudah basah oleh darah lawan - lawannya, dan dengan permainan pedang yang indah dan cepat, Chen Khu tarus maju dan membunuh siapa saja yang masuk dalam jangkauannya.
Anggota Sekte Kuda Terbang yang semual terpana dengan permainan pedang Chen Khu tersadar dan segera membuat formasi serangan untuk membantu Chen Khu.
Bao Yu memerintahkan anggota sekte yang terus berdatangan untuk menyerang menggunakan pisau beracun andalan sekte Kuda Terbang.
" Serang hanya dengan kunai kalian.. jangan mendekat bahkan pada pemuda itu.. meskipun dia dipihak kita, bisa saja kita menjadi korban keganasan pedangnya " ujar Bao Yu memberikan instruksi pada anggotanya.
Ratusan kunai meluncur dengan kecepatan tinggi mencari sasarannya masing - masing. Kombinasi serangan yang di lakukan oleh Chen Khu dan Sekte pedang tunggal sudah mengurangi hampir setengah kelompok kalajengking merah yang berjumlah sekitar 400 orang.
Dua orang Pendekar level 6 dari sekte kalajengking merah mencoba untuk menahan Chen Khu yang terus membunuh tanpa ada yang mampu menahan, sedangkan empat orang lainnya menyerang anggota sekte kuda terbang.
Meskipun kunai yang dilemparkan memiliki kecepatan yang sangat tinggi, tapi tidak terlalu efektif jika menghadapi pendekar level 6..Kunai - kunai tersebut hanya bisa membunuh pendekar level 3.
Chen Khu yang dihadang oleh dua pendekar level 6 menambah kecepatan serangannya,karena melihat empat pendekar level 6 lainnya akan berhadapat dengan 6 orang tetua sekte kuda terbang yang kekuatannya berada dibawah mereka.
Sedangkan anggota sekte kuda terbang lainnya yang sudah kehabisan kunai bersiap untuk pertarungan jarak dekat.
Chen Khu bisa mengetahui kemampuan kedua lawannya berada pada level 6 pertengahan, sedangan musuhnya belum bisa mendeteksi kemampuan Chen Khu karena Chen Khu memang belum menghilangkan manipulasi aura kekuatannya.
Tidak ingin berlama - lama bermain dengan lawannya karena melihat ketua Yu dan gurunya yang mulai terdesak karena dikeroyok oleh pendekar level 6 maka Chen Khu lebih meningkatkan serangannya.. Permainan pedangnya menjadi lebih tajam dan menusuk, kecepatan gerakan pedangnya menjadi lebih susah ditebak, dan benar saja dalam beberapa ayunan pedang kedua lawannya mulai mendapatkan beberapa luka yang cukup serius.
Salah seorang dari tiga pendekar level 6 yang mengeroyok ketua Yu segera membantu kedua rekannya yang sudah terluka dan meninggalkan ketua Yu yang juga sudah mendapatkan cukup banyak luka.
Serangan pendekar tersebut secara tiba - tiba mampu membuat Chen Khu melompat mundur agak jauh untuk menghindar.. kedua lawannya merasa mendapat angin segar segera mengalirkan tenaga dalam untuk menyembuhkan luka yang mereka alami..tapi dengan posisi tiga pendekar level 6 berkumpul berdekatan justru menjadi celah yang tidak disia - siakan oleh Chen Khu.
"PEDANG HALILINTAR TINGKAT TIGA..!! "
Chen Khu mengeluarkan salah satu jurus jarak jauh dari pedang halilintar.. dan sebuah gelombang energi besar dengan kecepatan tinggi menghantam ketiganya tanpa sempat mereka hindari...
BLAAARR..!!!
Sebuah ledakan besar menyisakan sebuah lubang besar dan tampak tiga sosok mayat yang sudah hangus terbakar ada di dasar lubang..
Para pendekar yang sedang bertarung sejenak menghentikan pertarungan hanya untuk sekilas melihat apa yang terjadi, dan untuk pertama kalinya mereka melihat tiga orang pendekar level 6 tewas secara mengenaskan hanya dalam sekali serangan jarak jauh.
Empat orang pendekar lain yang sudah mengungguli lawannya mulai mengatur jarak untuk mengantisipasi serangan yang bisa datang kapan saja dari Chen Khu yang sekarang tidak memiliki lawan.. pendekar - pendekar level 5 ke bawah memilih menjauh dari jalur yang dilalui Chen Khu, ketika Chen Khu mulai mengincar pendekar level 6 lainnya..
Pendekar - pendekar itu tidak mau menjadi korban keganasan Chen Khu, bahkan beberapa dari mereka ada yang mencoba untuk melarikan diri meskipun masih mempunyai empat pendekar level 6,tapi kepercayaan diri mereka sudah runtuh ketika melihat kematian tiga pendekar level 6 sekaligus.
"Kalian sudah datang jauh - jauh dan sekarang ingin pulang tanpa permisi..?? tidak semudah itu..!! " teriak Chen Khu..
Lalu......
"PEDANG PEMBELAH BADAI..!! "
Chen Khu kembali mengeluarkan jurus pedang halilintar lainnya untuk menghabisi penyerang lainnya yang mencoba melarikan diri..
DHUAAARRR..!!
Sebuah hantaman energi yang sangat besar menghasilkan ledakan yang sangat besar juga. Pendekar - pendekar kalajengking merah yang mencoba kabur, malah tewas secara mengenaskan, ada sebagian dari mereka tubuhnya terpisah menjadi dua bagian,dan ada juga yang tubuhnya hancur berkeping - keping sampai tidak bisa lagi dikenali.
Pertempuran tinggal menyisakan empat orang pendekar level 6 dari pihak penyerang, sementara para tetua dari sekte kuda terbang mengalami luka parah, bahkan tetua kaibo sudah menghembuskan nafas terakhirnya akibat pendarahan yang sangat serius.
"Kita harus melawannya dengan pertarungan jarak dekat, dengan begitu dia tidak bisa mengeluarkan jurus pedang jarak jauhnya " ucap salah seorang penyerang pada ketiga rekannya.
"kita harus mengalahkannya.. kalau kita bisa mengalahkannya maka kita akan memenangkan pertempuran i...... "belum selesai salah seorang dari mereka berbicara pada rekannya.. Chen Khu sudah sampai dihadapan mereka.
Keempat pendekar level 6 dari pihak kalajengking merah tersentak, mereka tidak menyangka kalau gerakan Chen Khu akan secepat itu dan tanpa banyak bicara Chen Khu langsung menyerang keempat pendekar tersebut secara bergantian. Keempat pendekar tersebut juga merasakan aura kekuatan yang besar yang dilepaskan Chen Khu bersamaan dengan kehadirannya. terlambat mereka menyadarinya, dan melarikan diripun bukan pilihan yang baik, satu - satu jalan adalah melawan meskipun dengan peluang menang hampir tidak ada.
Pertarungan jarak dekat yang tadi mereka rencanakan sekarang terjadi, tapi tidak ada keuntungan yang mereka dapatkan... efek kejut yang diberikan Chen Khu membuat mereka kehilangan fokus, dan dengan kecepatan permainan pedangnya, Chen Khu sudah memberi mereka beberapa luka serius, lalu dengan sebuah gerakan mematikan berkecepatan tinggi membuat salah satu dari mereka tidak mampu menghindarinya.
Kepalanya menggelinding di tanah.. ketiga rekannya hanya bisa melihat sambil menelan ludah, semangat bertarung ketiganya sudah redup menyaksikan empat orang pendekar level 6 tewas mengenaskan oleh satu orang, mereka terlambat menyadari kalau hari ini mereka telah salah dalam memilih lawan.
Tanpa menunggu,Chen Khu kembali memainkan pedangnya pada tiga pendekar yang tersisa, memanfaatkan kelengahan lawannya yang masih terpaku dengan kematian rekannya.. sebuah tusukan tepat mengenai jantung lalu diikuti dengan tebasan yang membuat tubuh salah satu dari tiga pendekar yang tersisa terbagi menjadi dua bagian. Bahkan anggota dari sekte kuda terbang yang hanya bisa menyaksikan tanpa berani mendekat dibuat menelan ludah.. tebasan demi tebasan pedang yang seolah tanpa mengenal ampun terus diberikan oleh pemuda yang tiba - tiba muncul secara misterius.
Wakil Ketua Sekte Kuda Terbang, yang juga guru Chen Khu yang baru saja selesai memulihkan lukanya,mencoba untuk membantu Chen Khu melawan dua orang pendekar yang tersisa, tapi belim sempat kakinya bergerak, niatnya sudah dihentikan oleh Bao Yu.
"Kamu hanya hanya akan memecah konsentrasinya jika ikut dalam pertarungannya " ucap Bao Yu sambil memegang pundak Xie Jiang. dan benar saja.. dua pendekar yang tersisa tidak lagi mampu bertarung menggunakan teknik yang mereka miliki, dan saat itu terjadi...
"PEDANG PEMBELAH BADAI...!!!
BLAAARRR...!!!
Sebuah ledakan besar mengakhiri pertarungan hari itu yang tidak berlangsung terlalu lama.. kedua pendekar tersebut meregang nyawa dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian dan dengan mata terbelak, seolah mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka alami sendiri hari ini.
Chen Khu langsung membersihkan pedangnya dengan menggunakan pakaian milik lawannya yang terbunuh setelah memastikan seluruh penyerang tidak lagi ada yang bernyawa. pertarungan melawan kelompok kalajengking merah seolah membuat Chen Khu Kesurupan, dia baru menyadari telah membunuh banyak orang setelah menyimpan kembali pedangnya dalam kantong ajaib..
Chen Khu merasakan perutnya mual setelah melihat banyak mayat yang bergelimpangan, kepalanya tiba - tiba terasa pusing, Chen Khu kemudian muntah - muntah lalu terjatuh tidak sadarkan diri.
Wakil Ketua Jiang yang melihat keadannya muridnya segera bergerak cepat untuk menahan Chen Khu sebelum kepalanya membentur tanah, dan disaat yang tepat Xie Jiang berhasil menahan tubuh Chen Khu.
"Segera bawa dia ke rumahku.." perintah Xie Jiang pada beberapa murid sekte kuda terbang.
"Sepertinya dia belum terbiasa membunuh " ucap Bao Yu pada Xie Jiang, dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Xie Jiang.
" Bersihkan tempat ini dari mayat - mayat itu.. Kuburkan mayat saudara - saudara kita terpisah " Bao Yu memberi perintah pada anggota sekte Kuda Terbang.
Saat sedang menyaksikan anggota sekte Kuda Terbang menguburkan mayat - mayat yang bergeletakan.. salah seorang murid senior menghadap Bao Yu.
"Ketua, mereka bukan dari Sekte Kalajengking Merah.. tato di pergelangan tangannya terhapus saat kami mengangkat mereka "
"hmm.. sepertinya ada kelompok lain yang mencoba menghancurkan kita dengan menggunakan nama Kalajengking merah " ucap Bao Yu sambil mengelus - elus janggut panjangnya.
-----@---
**Terima kasih buat kawan - kawan yang sudah mendukung PENDEKAR PEDANG NAGA LANGIT selama ini.
Jika ada yang meminta Creazy Up, saya sebagai penulis hanya bisa memohon maaf sebab keterbatasan waktu.
Dan jika kalian sudah merasakan Khasiat dari PENDEKAR PEDANG NAGA LANGIT.. jangan lupa untuk memberi Vote yaah..
Dan jangan lupa juga untuk like setelah membaca..
----------------------TERIMA KASIH**--------------------