Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
"Nak kamu sudah mempersiapkan perlengkapan bayi nya belum??" tanya Bu Kiki yang dari tadi belum melihat perlengkapan bayi 1 pun.
"Belum Bu" ucap Liana sambil menunduk
"Ya udah yuk kita beli sekarang aja!!!" Ajak Bu Kiki pada Liana
"Tapi Bu aku... " ucap Liana yang tak meneruskan ucapan nya itu.
"Tapi apa nak???" tanya Bu Kiki heran
"Aku beli nya nanti saja ya Bu, nunggu Mas Alex gajian" ucap Liana sambil malu-malu
"Ibu kira ada apa??? Enggak papa sekarang aja Ibu yang beliin buat cucu Ibu!!" ucap Bu Bu Kiki menenangkan Liana.
"Ayo antar Ibu sama Liana belanja perlengkapan bayi!!!" ucap Bu Kiki pada Alex dan Agus.
"Baik Bu" jawab Agus singkat
"Mau pada belanja di mana Bu???" tanya Alex sambil bangun dari duduknya.
"Terserah kalian yang mengantar, yang penting lengkap dan bagus!!" ucap Bu Kiki sambil menuntun tangan Liana agar mengikuti nya masuk ke dalam mobil.
Mereka ber'empat pun akhirnya mengunjungi sebuah mall terdekat, yang jarak nya tidak begitu jauh dari tempat tinggal Alex dan Liana.
Sesampainya di sana Bu Kiki dan Alex pun langsung memilih perlengkapan bayi, sementara Liana memilih duduk karena kelelahan.
Setelah selesai dan mendapatkan apa yang mereka cari, Bu Kiki pun langsung mengajak mereka makan di restoran favorit nya.
"Sayang mau makan apa??" tanya Alex sambil membuka daftar menu.
Liana pun ikut melihat daftar menu nya tetapi tidak ada 1 pun makanan yang membuat nya tertarik, lalu ia tetap memilih makanan nya karena merasa tak enak sama mertua nya.
Setelah selesai belanja dan makan Bu Kiki pun mengantar anak dan menantu nya itu kembali ke koss'an, saat Agus selesai mengeluarkan belanjaan nya Bu Kiki pun pamit pulang.
"Ibu pamit pulang dulu ya, ingat untuk memberi kabar pada Ibu kalau perut kamu sudah merasa mulas-mulas dan sakit pinggang ya!!!" ucap Bu Kiki sambil mengusap perut Liana.
"Baik Bu, terima kasih Bu sudah memberi ini semua!! " jawab Liana sambil tersenyum
"Sama-sama nak" ucap Bu Kiki lalu ia pun masuk ke dalam mobil
Setelah Bu Kiki pulang, Alex dan Liana pun masuk ke dalam kamar sambil menyimpan belanjaan nya.
"Baju nya lucu-lucu banget" ucap Liana sambil memegang beberapa baju bayi.
"Iya sayang, apalagi nanti jika udah di pake sama anak kita pasti tambah lucu" ucap Alex sambil menyimpan kasur Baby di atas lemari.
"Apa enggak papa mas semua belanjaan ini di bayar sama Ibu??" tanya Liana sedikit khawatir.
"Enggak papa kok sayang, Ayah enggak pernah tau Ibu sudah belanja nya apa aja!!" ucap Alex menjelaskan.
"Sayang pasti lelah, istirahat aja sana!! mas mau nunggu Agus kata nya mau balik lagi ke sini sesudah mengantar Ibu" ucap Alex yang masih membereskan perlengkapan Baby itu.
"Ya udah mas aku tidur dulu yah aku capek banget, apa karena perut nya tambah besar ya jadi gak bisa gerak bebas??" tanya Liana sambil melihat perut nya di kaca.
"Aku jadi gemuk ya mas!!" lanjut nya.
"Mau kamu gemuk atau kurus, aku gak peduli karena di mata ku hanya ada kamu seorang" ucap Alex sambil memeluk Liana.
"Sudah tidur sana istirahat, nanti kalo Agus udah datang mas ada di luar ya!!" ucap Alex sambil menyelimuti Liana
Tak lama kemudian Agus pun datang kembali setelah mengantar Ibu Kiki.
"Ada hal penting apa Gus??" ucap Alex yang penasaran
"Begini tuan, saya sudah mengantongi nama yang sudah menghancurkan bisnis tuan sampai membuat saham anjlok!!" ucap Agus sambil membuka laptopnya.
"Siapa Gus?? Sebenarnya sih aku sudah gak peduli lagi dengan perusahaan, karena aku merasa nyaman hidup seperti ini" ucap Alex sambil memperhatikan laporan Agus.
"Ini tuan pelaku nya!!" ucap Agus sambil memperlihatkan sebuah foto.
"Lho bukan kah itu tante Widia Mamy nya Novi Gus??" tanya Alex yang melihat foto itu lebih dekat.
"Benar tuan ini semua perbuatan Ibu Widia Ningsih, yang sudah bekerja sama dengan pihak musuh untuk menghancurkan bisnis tuan" ucap Agus menjelaskan.
"Ko bisa ya Gus Tante Widia tega seperti itu?? seingat ku Om Baskoro tidak akan pernah tega berbuat seperti itu!!" ucap Alex yang sedikit bingung.
"Pak Baskoro memang tidak akan melakukan hal seperti itu tuan, tapi tuan harus ingat yang memegang penuh kendali adalah istri nya Bu Widia!! Dan motif nya adalah beliau kecewa pada tuan, yang sudah membatal kan pertunangan dengan non Novi dan memilih menikah dengan nona Liana!!" ucap Agus menjelaskan pada tuan nya.
"Ya aku mengerti sekarang biarkan saja lah, apa Ayah dan Ibu juga sudah mengetahui nya Gus??" tanya Alex sambil meminum segelas kopi.
"Ibu sudah mengetahui nya, kalo tuan besar belum di kasih tau karena saya takut sakit jantung nya kumat tuan!!!" ucap Agus meyakinkan
"Baik terima kasih Gus, kamu benar-benar sudah menjaga Ayah dan Ibu ku dengan sangat baik kau juga pantas ko jadi anak Ayah" ucap Alex sambil tertawa.
"Terima kasih tuan, tapi maaf saya juga masih punya orang tua" jawab Agus tersenyum
"Kebayang apa yang akan terjadi jika Ayah tau perbuatan nekat sahabat nya itu" ucap Alex sambil menggelengkan kepala.
"Sudah pasti tuan besar akan masuk rumah sakit, jika mengetahui kebenaran nya" ucap Agus dengan serius.
"Ya kau benar Gus" ucap Alex membenarkan perkataan Agus.
Mereka berdua pun ngobrol kesana-kemari sambil bersenda gurau Alex menceritakan pengalaman nya, saat ia mencoba melamar ke beberapa perusahaan sampai ia mendapat pekerjaan baru nya meski pun hanya sebagai Sales Marketing.
Ia pun meminta tolong pada Agus untuk mencari kontrakan di kota Cirebon, yang posisi nya dekat dengan tempat ia bekerja karena ia khawatir pada Liana yang sebentar lagi akan melahirkan itu.
"Gus kalo kau ada waktu luang tolong cari kan aku kontrakan yang 1 rumah, Jangan besar-besar yang 2-3 kamar lah kasian Liana membersihkan nya kalau rumah nya besar" ucap Alex meminta tolong.
"Baik tuan, akan saya carikan" jawab Agus sambil memegang Hp nya untuk meng inbox anak buah nya itu.
"Kalau bisa udah lah panggil Alex aja, aku bukan Bos mu lagi gak usah panggil tuan-tuan malu aku mendengar nya" jawab Alex ketus
"Baik tuan, eh Lex" ucap Agus sedikit kaku
Alex pun tertawa mendengar nya.
Saat mereka sedang asik Liana pun datang menghampiri Alex dan Agus.
Sebenarnya Liana sudah bangun dari tadi dan mendengarkan semua obrolan itu tapi ia sengaja tidak keluar, karena kalau ia keluar Agus pasti tidak akan memberi tau apa yang terjadi pada Alex.