NovelToon NovelToon
Salah Khitbah

Salah Khitbah

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anindyta

Rate bintang lima dulu yuk👉👉

IG// @anindyta.kh
***

Kenapa??? Kenapa harus dia?? Berhak kah aku membencinya ?? Kenapa harus orang yang aku sayangi??

***

Cinta, sebuah kata yang sudah tidak asing lagi bagi yang mendengarnya. Sebuah rasa yang muncul karena di dasari kekaguman yang berlebih hingga membuat sebagian orang berubah karenanya.

Jika pada umumnya orang jatuh cinta pada pandangan pertama, aku berbeda. Jatuh cinta pada saat mendengar suaranya pertama kali.

Suara yang membuat aku ikut terhanyut di dalamnya. Cinta pada suara yang berhasil menggetarkan hatiku.

~Zahwa Mary Equeena~

-

Jika Kakakku mencintai suaranya, makan aku mencintai lewat matanya. Lewat pandangannya saat pertama kali aku melihatnya.

Yang tanpa di sadari kami mencintai orang yang sama. Seorang pria yang berhasil memikat hati ini.

~ Zahra Asy-Syifa~

-

Ya, ini adalah kisah cinta segitiga. Kisah yang menceritakan tentang keikhlasan, ketabahan, dan kerelaan seorang Hafidzah muda. Seorang wanita cantik, pintar dan baik budi pekertinya, harus menjalani jalan taqdir yang sudah di gariskan padanya.


(Yakinlah, ketika kamu ikhlas dan menerima apa yamg di tetapkan padamu, itulah yang terbaik bagi mu. Dan jika kamu tidak mendapatkan seperti apa yang kamu inginkan, yakinlah Allah akan menggantikan yang lebih baik untukmu)

****

Ambil baik nya buang buruknya🙏🏻
Jangan lupa follow Author agar dapat notif saat novel ini up✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. SK : Umi Alya

...H A P P Y R E A D I N G...

Hari itu pun tiba, kini semua persiapan sudah selesai selepas subuh tadi, kini semua santri dan santriwati akan di giring menuju suatu Aula. Berbeda dengan santriwati lainnya Zahwa Mary Equeena justru sedang sibuk di suruh ini itu oleh mbak yang juga membantu di ndalem.

"Ukhty...ini anterin ke belakang dong ana ingin menyusul Umi Alya" ucap salah satu mbak santriwati abadi pada Zahwa. Ia memberikan ember yang penuh dengan piring yang seharusnya menjadi tugasnya untuk mencucinya kini ia serahkan pada Zahwa yang justru mendapat tugas menyusul Umi Alya.

Karena mbak santriwati ini terkenal galak dan tidak segan-segan, Zahwa memilih diam dan mengalah. Ia menerima ember besar itu dengan lapang dada. Dengan sedikit kesusahan karena tubuhnya yang mungil harus mengangkat sebuah ember besar yang bahkan ia masuk di dalamnya.

Zahwa berjalan tertatih, sampainya ia di belakang segera ia menurunkan ember berat itu dan meluruskan pinggangnya.

Ia mencari sebuah bangku kecil untuk dudukannya. Lalu meletakkannya di dekat ember tadi. Ia mengisi ember lain dengan air, dan mulai mencuci piring kotor tersebut.

Tangannya memegang beberapa garpu besi dan akan menyiramnya dengan air, tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya. Hingga sendok-sendok itu jatuh ke air dan mengenai bajunya.

"Ya Allah...basah kan..padahal batu ganti" lirih Zahwa

"Ukhty Mary....Ukhty Mary... Ukh~

Loh anti disini, Allah Kareem anti sudah di tunggu Umi di depan kenapa anti yang mengerjakan ini, harusnya kan si mbak abadi itu" pekik santriwati tesebut.

" Kan tadi mbaknya udah nyusul Umi" ucap Zahwa

"Sabar..sabar... Yang di tugaskan siapa?" Tanya santriwati tersebut mengelus dadanya

"Di tulis nama ana"

"Nah...kalau gitu kenapa ga kesana...Astaghfirulah..." Lalu santriwati tersebut menarik Zahwa yang hanya diam. Lalu menyeret Zahwa ke ruang tengah tempat Umi Alya berada. Zahwa diam saja mengikut kemana Santriwati itu akan membawanya.

"Afwan Umi, ini dia mbak Mary nya" ucap Santriwati tersebut melepaskan tangannya dari lengan Zahwa dan menunduk hormat pada Umi Alya.

" Zahwa...Umi sudah tunggu dari tadi. Loh ini bajunya kenapa basah?" Ucap Umi Alya lembut

Zahwa menunduk

"Afwan Umi tadi ana nyuci piring di belakang, dan ini tak sengaja terkena jipratan air saat menyiram~ "

"Hmm baiklah, Umi mengerti" ucap Umi Alya memotong ucapan Zahwa, karena sebenarnya ia tau apa yang terjadi.

"Mbak...tolong periksa di dapur yah" ucap Umi Alya pada mbak santriwati yang tadi menarik Zahwa.

"Njih Umi ,Mbak Mary... Assalamu'alaikum.."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"

Setelah kepergian santriwati tersebut Umi Alya mendekati Zahwa dan memegang pundaknya.

"Nak..ikut Umi yuk, baju kamu basah nanti masuk angin" ucap Umi Alya sambil tersenyum lembut pada Zahwa. Seketika ia teringat pada Bunda Fatimah, ia rindu.

"Ana balik ke asrama saja Umi" ucap Zahwa menunduk sopan.

Umi Alya meraih dagu Zahwa

"Kelamaan, keburu tamunya dateng. Yuk siap-siap" Umi Alya menarik tangan Zahwa lalu mengajaknya ke suatu kamar. Jelasnya ia tak tau pasti kamar siapa ini, karena tidak ada tanda di sana. Umi Alya mendudukkannya di kursi rias.

Dengan ragu Zahwa menurut.

"Tunggu sebentar yah.." Umi Alya meninggalkan Zahwa di kamar tersebut dan pergi entah kemana.

Zahwa memonitor setiap sudut ruangan itu, rapi dan bersih, kamar ini sangat nyaman. Di tambah ada pengharum ruangan yang sangat menenangkan. Sesekali Zahwa memejamkan matanya menikmati aroma lavender tersebut.

Tak lama Umi Alya datang dan membawa sebuah stelan gamis pada Zahwa.

"Ini, pakai ini ya. Ini adalah baju Umi karena kekecilan jadinya tidak terpakai. Sepertinya cocok buat kamu" ucap Umi Alya menyodorkan gamis itu pada Zahwa.

"Umi..ini.."

"Sstt...pakai saja yah. Umi tunggu di depan" ucap Umi Alya lalu keluar dari kamar itu tak lupa menutup pintunya.

Zahwa memperhatikan gamis itu, ia membentangkannya ia atas ranjang yang ada. Sungguh, gamis yang manis...Ternyata ada niqab nya juga. Simpel tapi manis.

Ia mengganti gamisnya yang basah tadi dengan gamis tersebut. Ia melihat pantulan dirinya di kaca, waah sangat cantik. Takut Umi Alya kembali menunggu lama, Zahwa segera keluar dari kamar itu dan menyusul Umi Alya keluar.

Tak lama..

"Umi..."

Umi Alya berbalik

"Iyaa...Ma Syaa Allah...sangat pas untuk mu nak. Ayo kita segera ke depan" ucap Umi Alya berbinar, setelah itu mengajak Zahwa ke depan untuk menyambut tamu serta memberikan tanda terimakasih.

Satu per satu tamu mulai berdatangan, rombongan dari pesantren lain sahabat Buya Firman juga sudah berdatangan.

Hingga akhirnya sebuah mobil masuk ke pekarangan pesantren, keluarga ndalem mendekat ke mobil itu. Hingga akhirnya Zahwa memutuskan untuk pergi dari sana.

"Umi...ana ke belakang dulu ya" ucap Zahwa hati-hati, mendengar itu Umi Alya langsung mengerti kalau akan ada kumpul keluarga inti disini. Karena merasa ia tidak berkepentingan jadi ia memilik mundur, padahal Umi Alya tidak masalah malah ia ingin Zahwa tetap berada di sampingnya, tapi karena Zahwa merasa tidak nyaman apa boleh buat.

"Tafaddholiy nak, tapi jangan jauh-jauh ya" pinta Umi Alya

Awalnya Zahwa bingung, tetapi pada akhirnya ia mengangguk.

Tanpa ia sadari seseorang yang baru turun dari sebuah mobil sedang diam-diam memperhatikannya. Walaupun Zahwa memakai niqab, ia yakin bahwa itu adalah si gadis kecil. Senyum kecil tampak dari bibirnya.

Setelah kepergian Zahwa ia kembali melanjutkan langkahnya dan bersalaman dengan seluruh anggota keluarga.

Zahwa kembali ke asrama, ia yakin kalau Dini dan Linda akan menunggunya terlebih dahulu. Benar saja, saat ia masuk ke kamar, ia melihat mereka sedang menepuk-nepuk bantal mereka seolah sedang bermain gendang sambil membaca nadhom Alfiyah.

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, ehh ini anti Zah? Udah dateng" ucap mereka

Mereka memperhatikan Zahwa dari atas sampai bawah lalu berdecak kagum

" Zah dari mana anti mendapatkan gaun indah ini?"

"Iya, bukankah saat pergi anti tidak memkai ini?" Tanya mereka beruntun

Ya memang benar. Lalu Zahwa mencaritakan semuanya pada mereka.

"O...owwwwoooo begitu, wahh Umi Alya baik. Mertua idaman hm" ucap Linda mesem-mesem

"Kang Fadil sama ana" ucap Dini memancing Linda

"Ehhh...ya..ya..jangan....ihh..malu." ucap Linda malu-malu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Ahahahaha" tawa Dini dan Zahwa pecah melihat ekspresi tak biasa itu dari wajah Linda

"Sudah..sudah..yuk kita pergi. Acara akan di mulai" ucap Zahwa

"Beik"

"Beik"

Mereka lalu mengambil niqab masing-masing lalu memakainya setelah selesai mereka pergi ke Aula.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Acara berjalan lancar, pengajian berlangsung dengan khidmat. Setelah pengajian selesai dan sudah pembacaan doa saatnya acara penutup apalagi kalau bukan makan. Linda dan Dini antusias menerima kotak makan mereka.

"Dasar tulang makan" julid seorang santriwati yang sejak tadi memperhatikan mereka

"Ga makan ga hidup!" Jawab mereka kompak lalu pergi meninggalkan santriwati tersebut dengan perasaan jengekel

"Awas saja kalian....uh.." ucapnya dengan tangan mengepal.

Berbeda dengan Linda dan Dini, Zahwa di tarik ke ndalem untuk makan duluan di sana. Karena setelah semua selesai makan tempat akan di bersihkan oleh Kang Santri.

Saat akan kembali ke dapur

BUGH...

Zahwa menabrak sesuatu.

1
Mayfi Ifriyanti
assalamu'alaikum mba anindya lanjut dong cerita salah khitbah perjalanan Akhtar sama anaknya 🙏😍
falea sezi
hmmm males punya adek kek zahra egoisss
Ika Komala
emang harus nya kamu yg minta maaf Akhtar karna g ngomong yg sejujurnya kalo punya adek angkat ,hmmmm
Maura
visual kak
kumala sari
kisahnya zahra gimana thor
Ig @ siska.myi
Afwan author! Menurut ana, judulnya kurang cocok sama alur. Kalau pemeran utamanya Zahwa dan Akhtar, harusnya jodoh dalam istihoroh. Kalau salah khitbah, harusnya Zahra sama Fatih kemudian mereka menikah dan merekalah yang menjadi pemeran utama. Afwan :)
Anah
nahnu itu kami atau kita bukan kalian
cibiyyyy
Biasa
Biduri Aura
ceritanya sedih banget 😔😔😔perjalanan hidup memang seperti itu,, kadang akhir bahagia,, kadang akhirnya sedih,, cerita ny menguras emosi
Kus Tiah
mampir thor
Biduri Aura
😔😔😔
Biduri Aura
sangat jelas nasehat ny🥰🥰🥰🥰
Biduri Aura
wah romantis ny,, kejar kejaran 🤭🤭🤭🤭
Biduri Aura
kok aku ikut deg-deg kn juga 🤭🤭🤭🤭
Tati Suwarsih Prabowi
sedih thor...
Tati Suwarsih Prabowi
ujian berat sedang Allah timpakan utk meningkatkan derajat ummatnya yg taat...semoga d berikan ketabahan kesabaran
Tati Suwarsih Prabowi
ko jadi sedih kisahnya thor
Tati Suwarsih Prabowi
kok zahwa aneh
Tati Suwarsih Prabowi
Alhamdulillah
Tati Suwarsih Prabowi
y Allah lindungi kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!