Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.
Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.
Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.
Bagaimana cerita selanjutnya?
Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.Aku Mencintaimu
Dua hari di rawat keadaan Anwar sudah membaik, hingga ia sudah di perbolehkan pulang sore ini. Khalisa ikut mengantar, entah kenapa ia nampak akrab dengan pria yang sudah berusia kira-kira empat puluh lima tahun itu.
Sesampai nya di rumah, Orland langsung menyuruh papah nya untuk istirahat setelah itu ia mengatar Khalisa kembali ke kedai nya. Orland langsung pulang, karena pria itu masih mengkhawatirkan keadaan papah nya.
Khalisa dan Davi masih sibuk menghitung pendapatan hari ini. Namun tiba-tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Luna.
"Wanita perusak rumah tangga orang!" ujar Luna meledek.
"Siapa yang kau maksud?" tanya Khalisa tidak suka.
"Harus nya kau sadar diri, dan mengerti siapa yang aku maksud." ucap Luna. "Aku sering melihat Adrian datang ke sini, kau pikir aku tidak tahu?"
"Kau salah alamat Luna! Aku bahkan sangat membenci mantan suami mu itu." balas Khalisa.
"Hahaha....benci? kau terlalu bodoh untuk menutupi kebusukan mu!"
"Kebusukan ku? entah kenapa kau senang sekali mengganggu ku, apa yang kau iri kan pada diri ku ini?" tanya Khalisa meledek.
"Kau lihat saja Lisa, aku akan membuat hidup mu sengsara dan kau tidak akan bisa mendapatkan Adrian."
"Apa itu sebuah ancaman? aah...aku sangat takut."
Luna mulai geram, "Kau lihat saja! dasar murahan!" umpat nya kemudian pergi.
Khalisa membuang nafas kasar lalu meneguk air mineral nya. Ternyata sedikit berdebat membuat tenaga terkuras.
"Siapa dia kak? kenapa bicara nya sangat kasar?" tanya Davi.
"Wanita ular, jangan berurusan dengan nya." jawab Khalisa.
Senja berganti Fajar, Khalisa mulai menata hidup nya sejak ia tak mendapatkan informasi yang bisa menjawab semua pertanyaan. Panti asuhan yang ia datangi pun tidak bisa memberi informasi karena kejadian itu sudah berada di atas dua puluh tahun lama nya.
Hanya bisa berpasrah, wanita mulai ikhlas menerima siapa diri nya dan tak menyalahkan takdir nya. Seperti hari ini, Khalisa dan Davi hanya fokus bekerja melayani pembeli yang membeludak. Hari minggu memang sangat ramai, apa lagi kedai Khalisa berada di tempat yang strategis yaitu alun-alun kota.
Khalisa berdecak geram saat melihat mobil siapa yang baru saja berhenti. "Mau apa kau kesini?" tanya Khalisa dengan nada tak suka.
"Kenapa? apa aku berbuat salah lagi?" tanya Adrian bingung.
"Sungguh aku sangat membenci mu Adrian, kau dan mantan istri mu sama saja." ucap Khalisa muak. Lalu menarik tangan Adrian agar pembicaraan mereka tidak di dengar orang.
"Lisa, kenapa kau membawa-bawa mantan istri ku?"
"Apa kau tahu? jika mantan istri mu datang menemui ku lalu menghina ku seperti biasa nya. Bahkan dia berani mengancam ku untuk tidak mendekati mu. Lucu! apa aku pernah mendekati mu? tidak kan!" ujar Khalisa bicara panjang lebar.
"Aku sungguh tidak tahu Khalisa, aku sudah lama tidak bertemu dengan Luna." kilah Adrian namun benar apa yang ia katakan.
"Ku mohon, jangan temui aku." pinta Khalisa.
"Aku tidak bisa!" tolak Adrian.
"Kenapa? apa kau senang mengganggu ku?"
"Karena aku mencintai mu." ucap Adrian mengungkapkan isi hati nya.
Khalisa mendecih." kau bukan hanya brengsek! tapi kau juga sangat menyebalkan." ujar Khalisa.
"Aku serius." ucap Adrian dengan sorot mata elang nya.
"Aku tidak menyukai mu apa lagi mencintai mu. Jadi pergilah, aku tidak punya waktu untuk mendengar bualan mu." usir Khalisa lalu wanita itu berlalu begitu saja.
Adrian tak mengejar, keadaan yang sangat ramai membuat pria itu mengurungkan niat nya untuk mengejar Khalisa. Adrian tahu, jika ia memaksa Khalisa akan sangat marah pada nya.
*****