Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.
Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.
Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.
Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.
Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.
Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alergi
Joana menyeringai, kemarahan, benci, dendam yang selama ini terpendam. Kali ini berhasil menguasai dirinya. Sisi iblis Joana seakan bangun dari tidur panjangnya. Ia menyeringai tipis.
Inilah saatnya aku membalas perbuatanmu David! Batin Joana.
"Satu bulan?" Ulang Joana.
"Ya satu bulan!"
"Baiklah akan ku berikan kau waktu satu bulan! Dan kau harus membuktikan semuanya mulai hari ini!!"
David tersenyum sumringah ia bangkit dan ingin memeluk Joana. Joana yang melihat itu langsung mendorong tubuh David.
David tiba tiba oleng dan tersungkur. Ia terjatuh kelantai.
"Jangan bermimpi!" Joana berjalan melewati pria itu. Entah dengan sengaja atau tidak kaki wanita itu menendang nampan yang tergelak di lantai. Hingga membuat makanannya tercecer dan mengenai David.
David hanya tersenyum melihat itu.
"Itukah sisi Joana yang selama ini tidak ku tau? Baiklah aku harus kuat. Setidaknya ini demi mommy"
David bangkit lalu membersihkan bekas makanan yang mengenainya. Ia membersihkan lantai dan mangkuk serta gelas yang pecah.
Entah hilang kemana keberaniannya selama ini? Biasanya ia akan memaki dan menyiksa Joana tapi sekarang malah berbalik. Ia sama sekali tidak sanggup melakukan itu.
Inilah yang dinamakan karma? David selama ini telah menyiksa Joana, dan sekarang ia mendapatkan balasannya juga.
David menghela nafasnya, ia harus menerima semua ini. Nasibnya dan nyawa ibunya ada di tangan Joana. Ia tidak bisa berbuat apapun sekarang.
David turun dan berniat akan sarapan. Ia melihat mansion berbeda dari sebelumnya, tidak ada mommy dan daddy nya. Joana juga tidak ada di sana. Hanya ada maid yang tengah sibuk melakukan pekerjaan mereka.
"Ivy, dimana yang lain? Kenapa tidak ada mom atau dad di sini? Dan dimana Joana? Apa mereka tengah pergi ke suatu tempat?"
Ivy mengangguk sambil menundukkan kepalanya. "I..iya tuan. Tuan dan nyonya besar pergi ke London untuk beberapa hari. Nyonya muda juga pergi tuan. Saya tidak tau dia kemana."
"Kenapa tidak ada yang memberi tau ku?"
"Maaf tuan, saya tidak tau" David memutar bola matanya. "Ya sudah kau boleh pergi!"
Tidak ada pilihan lain, kali ini ia harus sarapan sendiri. Tapi ia merasa penasaran dimana perginya Joana.
Disisi lain
Joana tengah duduk sambil berbincang dengan seorang pria yang tidak lain adalah Kevan. "Jadi, kau tidak akan menceraikannya?" Joana mengerikan bahunya. "Aku memberinya waktu satu bulan, aku merasa ragu dengan ini semua."
"Joana, kau tidak seharusnya memberikan pria itu kesempatan. Dia terlalu bajing*n untuk di maafkan!" Kesal Kevan yang tidak terima dengan keputusan Joana. "Sudahlah, aku sedang tidak ingin membahasnya, lagi pula dalam satu bulan ini aku akan memberinya pelajaran yang berharga" cetus Joana
"Pelajaran?" Joana mengangguk. "Yah pelajaran. Pelajaran tentang bagaimana menempatkan diri di posisi orang lain. Aku ingin dia merasakan apa yang selama ini aku rasakan. Aku ingin dia tau bagaimana rupa seorang Joana yang sebenarnya." Kata Joana sambil terkekeh, melihat itu Kevan hanya terdiam. Pasalnya saat ini ia juga baru pertama kali melihat sisi lain dari Joana.
"Aku akan selalu mendukungmu Joana, ku harap keputusanmu akan membawa keberuntungan untukmu"
Mereka menyudahi perbincangan mereka. Kevan akan pergi untuk menyelesaikannya sedangkan Joana akan.. pulang? Tentu saja tidak!. Ia merasa pengap dalam mansion itu, ia akan mencari udara segar di luar mansion.
Joana memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan. Ia membeli apapun yang ia inginkan dan dengan jumlah yang banyak.
Beberapa jam kemudian. Joana pulang di jam yang sudah menunjukan pukul empat sore, itu artinya satu jam lagi mungkin David akan pulang.
Joana memasuki mansionnya, ia meregangkan otot ototnya sambil menatap sekeliling ruangan itu.
"Mansion ini lebih nyaman jika iblis itu tidak di sini" guam Joana sambil melihat belanjaannya. Ia memerintahkan Ivy untuk menyimpannya di kamar.
Sementara itu Joana duduk sambil memainkan ponselnya.
Hingga jam menunjukan pukul lima lewat. David akhirnya pulang dari kantor, ia melihat Joana yang tengah asik dengan ponselnya.
David memijat pelipisnya sambil terus berjalan. Akhir akhir ini ia menemui banyak masalah, mulai dari permasalahan di kantor, hingga di rumah tangganya.
David sempat terkejut melihat tagihan di ponsel nya, ia yakin pasti Joana tengah menggunakan uangnya.
Tagihan yang sangat besar membuat David kaget. Bukan karena tidak mampu membayarnya, tapi ia terkejut karena ini pertama kalinya Joana menggunakan uangnya sebanyak itu.
David memutuskan untuk mandi, dan bersiap untuk makan malam. Ia sangat lapar karena tidak sempat makan siang. David beranjak ke meja makan. Ia kaget tidak ada sedikit makanan pun disana.
"Joana kenapa tidak ada makanan disini?" Tanya David dengan suara lembut.
"Apa aku pembantu mu? Tanya saja kepada mereka!" Jawab Joana dengan nada ketus. David menarik nafasnya, ia lelah dan harus menghadapi Joana di rumahnya.
Selain tenaga, kesabarannya juga ikut terkuras.
"Tapi, bukankah selama ini kau yang memasak, setidaknya masaklah sedikit untukku, aku sangat lelah dan lapar setelah dari kantor" tidak ada tanggapan dari Joana, wanita itu hanya asik dengan ponselnya.
"So, apa aku peduli? Suruh saja kekasihmu untuk datang kesini dan masak untukmu!"
David mengepalkan tangannya, hingga buku buku tangannya memutih. Ia benar benar tidak tahan.
"JOANA! INI KAH SIKAPMU DENGAN SUAMIMU?"
Joana menatap sinis kearah David. "Kenapa? Apa kau tidak terima? Kalau tidak terima silahkan ceraikan aku!" David semakin murka mendengar jawaban Joana yang sangat santai itu.
Ia menggretakan rahangnya, Joana menatap David sambil melipat tangannya di dada dan menyeringai puas.
"Sudahlah aku lelah aku akan kekamar dulu," wanita itu melangkahkan kakinya menuju kamar, David menatap Joana dengan tatapan tajam. Ia berusaha mengontrol emosi nya.
"Sudahlah, tidak apa apa David, kau sangat kaya, jika tidak ada makanan di rumahmu. Kau bisa membeli sebuah restoran di luar rumah." Guam David menenangkan dirinya.
David memerintah beberapa maid untuk membuatkannya makanan.
Di kamar.
Joana tengah tersenyum gembira karena ia bisa mengendalikan pria itu. "Rasakan kau David, inilah akibatnya jika kau macam macam dengan ku" Joana terkekeh sambil mengambil barang barang yang baru ia beli.
Di sana ada tas, baju, dan banyak lagi barang barang dengan merek terkenal. Joana melihat pintu kamar terbuka, disana David tengah mematung sambil menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Joana, kau yang membeli semua ini?"
"Kalau iya kenapa? Kau marah?"
"Ti..tidak, aku hanya bertanya saja" Joana menyeringai. "Kalau begitu sudah jelas. Aku yang membeli semua barang barang ini, menggunakan uang mu" jawabnya santai sambil memperlihatkan semua barang belanjaannya. "Kau pasti kaget melihat total semua ini bukan?" David mengangguk lemah.
"Sembilan puluh lima ratus juta" jawab David dengan nada malasnya. Hal itu membuat Joana tertawa.
Joana mengeluarkan pewangi ruangan. Ia tersenyum mengingat ini adalah pewangi ruangan khusus yang ia beli untuk David, pria itu alergi dengan aromanya.
Dengan sengaja ia menyemprotkan keseluruh ruangan. David yang sedang tertidur di sofa akhirnya membuka matanya.
Aroma nya sangat menyengat di hidung David, ia sampai merasakan pusing dan mual mual.
"Apa yang kau semprotkan Joana?" Tanya David sambil menutup hidungnya. Joana menunjukan pewangi ruangan itu. "Aku hanya menyemprotkan ini," David membulatkan matanya.
"Joana aku alergi dengan aroma itu, kenapa kau ukhuk ukhuk malah mem..ukhuk membelinya?" David mulai batuk batuk dan kepalanya pusing.
"Ma..maaf David aku tidak tau" kata Joana sambil berlagak tidak tau.
David tidak menanggapi perkataan Joana, ia segera keluar dari kamarnya. Sampai di luar David segera menghirup banyak udara.
Tapi...
"David, aku juga memberikan nya di seluruh ruangan"
David tidak mampu lagi mendengar perkataan Joana, kepalanya pusing dan pengelihatannya menjadi buram.
Bruk
David langsung ambruk di depan Joana. Bukannya panik wanita itu malah tertawa keras.
"Ini baru permulaan David hahahaha..."
_____
Jangan lupa mampir di ' JOURNEY OF THE LOVE' ya... ❤️
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏