Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.
Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].
Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!
Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Aldric dan Ujian Guild Ibukota
Gerbang Guild Penyihir Eldras menjulang setinggi 15 meter.
Bangunannya dari batu putih dengan ukiran rune yang berpendar biru. Di atasnya ada lambang: tongkat sihir ditusuk pedang.
Di dalamnya, ratusan penyihir lalu lalang. Ada yang berpakaian mewah, ada yang compang-camping habis dari dungeon.
Kael, Luna, dan Grom masuk.
Langsung jadi pusat perhatian.
"Lihat tuh... bawa Goblin."
"Rank D tapi auranya serem."
"Itu penyihir api yang ngebantai geng di perbatasan kemarin?"
Bisik-bisik terdengar di mana-mana.
Kael cuek. Dia langsung menuju meja resepsionis.
"Nona, kami mau lapor misi. Dan daftar ujian naik Rank C."
Resepsionis, seorang wanita berambut pirang, melirik mereka dari atas ke bawah. Matanya berhenti di Grom.
"Goblin dilarang masuk area inti Guild." Suaranya dingin.
"Dia timku." Kata Kael datar. "Kalau dia nggak boleh masuk, aku juga nggak."
Suasana jadi tegang.
Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar dari lantai 2.
"Tepuk tangan... tepuk tangan... Berani juga kau."
Seorang pria turun dari tangga.
Rambut perak. Jubah biru bordir emas. Di dadanya lencana Rank B. Di pinggangnya pedang sihir yang memancarkan cahaya.
Aldric.
Penyihir es nomor 1 di Guild cabang ini. Dan... teman masa kecil Kael.
Wajah Kael tidak berubah. "Aldric."
"Kael." Aldric tersenyum. Tapi senyumnya tidak sampai ke mata. "Lama tidak bertemu. Terakhir kita ketemu, kau masih 'sampah' yang nggak bisa nyalain api unggun."
Beberapa penyihir langsung tertawa kecil.
Luna mengepalkan tangan. "Jaga mulutmu."
Aldric mengabaikan Luna. Dia menatap Grom. "Dan ini? Peliharaan baru? Guild ini makin rendah standarnya."
Urat di leher Grom menegang.
Kael menahan bahu Grom. "Cukup."
Aldric berjalan mendekat. Berhenti 1 meter di depan Kael.
"Aku dengar kau naik Rank D dengan cepat. Bahkan mengalahkan Penyihir Bayangan." Aldric mencondongkan badan. Bisiknya hanya bisa didengar Kael. "Tapi kau tahu kan... di Ibukota ini, kekuatan bukan segalanya. Darah, keluarga, koneksi. Itu yang penting."
Kael tidak menjawab.
Aldric mundur dan bertepuk tangan lagi. "Baiklah. Karena kau mau ujian Rank C, aku akan jadi penguji pribadimu."
Resepsionis kaget. "Tuan Aldric, itu tidak sesuai prosedur..."
"Aku kepala divisi. Aku yang buat prosedur." Potong Aldric. "Ujiannya besok pagi. Di Arena Utara. Kalau kau kalah, kau dan 'peliharaanmu' diusir dari Guild."
Dia pergi, meninggalkan aura dingin.
*Malamnya - Penginapan*
Kael duduk diam. Di depannya 3 pecahan batu mata.
Luna gelisah. "Dia pasti curang besok!"
Grom membersihkan tombaknya. Diam.
Kael menutup mata.
Kilasan ingatan muncul.
_Lapangan salju. Dua anak kecil.
Yang satu pakai jubah mewah, dikelilingi pelayan.
Yang satu lagi pakai baju tambal-tambalan, sendirian.
Yang anak baju mewah tertawa, melempar bola salju ke arah anak satunya.
Anak baju tambal hanya menunduk, mengepalkan tangan, lalu pergi._
Tidak ada dialog. Hanya gambar.
Kael membuka mata. "Besok kita menang."
*Arena Utara - Pagi Hari*
Ribuan orang menonton.
Di tengah arena, Aldric sudah menunggu. Dia menciptakan patung es setinggi 3 meter dengan satu jentikan jari.
"Aturan sederhana." Kata Aldric keras. "Kalahkan aku. Atau menyerah."
Kael maju. Sendiri.
"Grom, Luna. Jangan ikut campur."
Pertarungan dimulai.
Aldric menyerang duluan. Hujan es. Tombak es. Badai salju.
Kael menangkis dengan api hitam. Tanah arena meleleh.
Mereka bertarung 20 menit. Imbang.
Aldric mulai frustasi. "Kenapa kau sekuat ini?! Dulu kau lemah!"
Kael tidak menjawab. Dia hanya mengangkat tangannya.
Urat hitam di lengannya muncul.
[Skill: Nyala Archmage - Fase 1]
Api hitam meledak. Menelan patung es Aldric.
Aldric terpental. Terpeleset di arena.
Dia tergeletak. Napasnya tersengal.
Kael berjalan mendekat. Mengulurkan tangan.
Aldric menepis tangan itu. "Aku... tidak butuh belas kasihan dari sampah."
Dia bangkit sendiri. Menatap Kael dengan campuran marah dan... sesuatu yang lain.
"...Kau lulus." Katanya pelan. "Rank C."
Sorak sorai meledak.
Aldric berjalan pergi. Sebelum keluar arena, dia berhenti. Tanpa menoleh.
"Musuh kita... bukan satu sama lain, Kael."
Lalu dia pergi.
*Setelah Ujian*
Di kantor Guild Master.
Seorang pria tua dengan janggut putih menatap Kael. "Selamat naik Rank C, Penyihir Kael. Dan..." Dia melirik Grom. "...Guild akan memberi pengecualian khusus untuk rekanmu. Karena jasamu."
Kael mengangguk.
Saat keluar, Luna berlari memeluk Kael. "Kita berhasil!"
Grom berdiri di belakang. Dia menatap lencana Rank C baru di dada Kael. Lalu dia menunduk hormat.
[Notifikasi Sistem]
[Rank Naik: D -> C]
[Reward: Akses Perpustakaan Terlarang Lv.1]
[Quest Baru: Selidiki Menara Hitam di Distrik 13]
Kael menggenggam lencana itu.
Langkah pertama di Ibukota... selesai.
Tapi perang yang sebenarnya... baru akan dimulai.