Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Mentari pagi menyinari jendela kamar, menyebarkan cahaya ke seluruh ruangan. Cahaya itu perlahan menyentuh wajah Helena, membuatnya perlahan membuka mata.
Dia mengerjapkan matanya saat menyadari bahwa dirinya kini berada di atas tempat tidur kamarnya. Padahal seingatnya, semalam dia sedang duduk sendirian di sofa ruang tengah.
"Apakah mungkin Arjuna yang memindahkan aku kesini?" batinnya bertanya-tanya.
Seharusnya dia marah pada pria itu karena dia sudah melarang Arjuna untuk melakukan sentuhan fisik. Tapi entah mengapa dia tidak bisa melakukannya.
Apalagi... saat dia masih mengingat perkataan Zora yang mengatakan Arjuna sangat akrab dengan Calista, manajer di restoran tempat Arjuna bekerja. Jika mengingat hal itu, entah mengapa dia menjadi kesal.
"Apakah wanita itu tidak tahu kalau Arjuna sudah memiliki istri?" gumamnya pelan.
Helena segera bangkit dari tempat tidur, lalu melangkah menuju balkon kamar. Dia sangat ingin menikmati udara pagi yang segar, untuk menenangkan hatinya.
Dia pun memejamkan matanya sambil menghirup nafas dalam-dalam, rasanya sangat menyegarkan. Gadis itu semakin terlihat cantik.
Namun, saat dia membuka mata, pandangannya tak sengaja tertuju pada halaman di bawah sana. Dia melihat Arjuna sedang berlari-lari di jogging track.
Seluruh tubuh pria itu tampak basah dibasahi keringat, sehingga membentuk lekukan dada dan perutnya yang berotot terlihat dengan jelas. Tanpa sadar, Helena menelan salivanya.
Bukan hanya itu, Arjuna semakin tampan saat wajahnya berkeringat seperti itu, membuat matanya tak sanggup untuk berpaling.
"Helena!"
Tiba-tiba, dia dikagetkan dengan suara Arjuna yang sedang menengadah ke arahnya, sambil melambaikan tangan. Pria itu tersenyum lebar.
Helena menjadi salah tingkah, wajahnya langsung memerah, jangan sampai dia ketahuan telah memperhatikannya. Dengan jantung berdegup kencang, dia buru-buru berbalik, masuk kembali ke dalam kamar.
"Dia kenapa?" gumam Arjuna di bawah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Dia segera melanjutkan larinya. Dia menyadari betul, dia harus terus menjaga dan memperkuat kondisi fisiknya.
...****************...
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, kini keduanya sedang duduk berhadapan saat sarapan pagi.
"Pagi ini aku membuatkan nasi goreng," ucap Arjuna sambil menyodorkan piring kepadanya sambil tersenyum hangat.
Helena hanya menjawab singkat sambil memasang wajah datar. "Hm."
Walaupun sebetulnya dia sangat menyukainya masakan pria itu.
Dia memang tidak ingin banyak bicara dengan Arjuna, mungkin karena dia masih kesal saat mengingat perkataan Zora tentang Arjuna yang begitu akrab dengan Calista.
Diam-diam, Arjuna memandangi Helena yang sedang makan. Dia bertanya didalam hatinya, apakah Helena tahu bahwa semalam dia adalah orang yang telah melindungi Helena.
Tapi jika mengingat kepribadian gadis itu yang sangat angkuh, dia merasa Helena akan menganggapnya tidak begitu penting. Jadi, dia mengurungkan niatnya untuk bercerita.
"Aku ingin kamu berhati-hati dengan kakakmu," ucap Arjuna tiba-tiba.
Helena yang sedang makan, langsung menatap Arjuna dengan tatapan dingin. "Memangnya kenapa?"
"Semalam aku mencoba mencaritahu siapa pelayan yang menyajikan minuman di pesta itu. Karena itu, aku meminta bantuan pada Calista, sehingga aku berhasil mendapatkan datanya."
Helena langsung tertegun. Ternyata, itu alasan Arjuna tampak akrab dengan Calista, untuk mencaritahu siapa pelayan yang ditugaskan menyajikan minuman di pesta semalam.
Arjuna melanjutkan penuturannya dengan wajah yang serius. "Dan akhirnya aku mendapatkan datanya. Pelayan itu bernama Ferdy. Dia memang sengaja mencampurkan obat tidur ke dalam minuman kamu, atas perintah dari kakakmu."
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...