Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
API DAN ES DI LANGIT LUMINARIA
Gemuruh badai salju setinggi ratusan meter yang dibawa oleh Elena menghantam dinding pertahanan terluar Kota Suci Luminaria dengan daya hancur yang mengerikan.
Udara hangat yang biasanya menyelimuti kota suci itu terkikis habis dalam hitungan detik. Struktur bangunan marmer yang indah, mulai ditutupi oleh kristal es kelabu, sementara ratusan ribu prajurit Aliansi Setengah Juta di bawah sana mulai menggigil hebat di balik zirah mereka.
"Jangan panik! Tetap di formasi kalian!" teriak Kaisar Magnus dari atas dinding benteng utama. Aura api dari zirah naga merah miliknya berkobar, mencoba memberikan kehangatan bagi pasukan di sekitarnya. "Para pawang naga, lepaskan Naga Api! Biarkan mereka membakar badai sialan ini!"
ROAAAAAARRRRR!
Lima ekor Naga Api Jinak berukuran raksasa melesat ke langit dari barisan belakang Kekaisaran.
Sayap mereka yang membara membelah awan kelabu, menyemburkan lautan api murni yang sangat panas untuk menghalau badai salju yang dibawa Elena. Suhu di langit Luminaria seketika naik drastis, menciptakan benturan elemen yang mengerikan antara api ekstrem dan es absolut.
"Frost," ucap Elena datar dari atas tahta esnya yang ditarik oleh dua Ice Chimera. Matanya yang berwarna perak berkilat dingin. "Kadal-kadal merah itu mengira mereka menguasai langit. Tunjukkan pada mereka siapa penguasa udara yang sesungguhnya."
Frost mengeluarkan raungan rendah yang menggetarkan jiwa. Tubuh raksasanya yang sepanjang lima puluh meter melesat menembus awan badai, menyongsong kelima Naga Api tersebut. Sisik berlian es Frost yang kini telah diperkuat oleh energi sistem berkilau keperakan, memantulkan hawa panas naga api tanpa terluka sedikit pun.
BOOOMM!
Pertempuran udara raksasa pecah di atas langit Luminaria. Frost mengibaskan ekor berduri esnya, langsung mematahkan sayap salah satu Naga Api hingga makhluk itu jatuh terhempas ke tanah seperti meteor menyala. Dua Naga Api lainnya mencoba menyemburkan api dari kanan dan kiri untuk membakar Frost, namun dengan peningkatan kekuatannya setelah hibernasi, Frost menyemburkan Frost Breath purba yang tidak hanya memadamkan api mereka, tetapi langsung membekukan seluruh tubuh kedua naga api itu di udara hingga mereka pecah menjadi ribuan serpihan es saat menghantam bumi.
"Bagaimana mungkin?! Tiga Naga Api milikku mati dalam sekejap?!" Kaisar Magnus membelalakkan matanya dengan murka dan ketakutan yang bercampur aduk.
Sementara pertempuran udara berlangsung, Grand Magus Varian dari Menara Sihir Hitam mulai merapal mantranya dari balik bayang-bayang menara.
Tongkat sihirnya yang terbuat dari tulang manusia memancarkan uap hijau pekat yang sangat beracun.
"Elena von Silversnow! Kau mungkin telah mencapai Lingkaran 8, tapi mari kita lihat bagaimana jiwamu menahan ini! Sihir Kutukan: Jiwa Pembusuk Lingkaran 8!"
Varian mengarahkan tongkatnya ke arah Elena. Sebuah retakan spasial kecil terbuka di dekat Elena, dan sesosok hantu berwujud tengkorak hijau melesat cepat, langsung menembus dada Elena sebelum dia sempat menghindar. Kutukan ini menyerang langsung ke dalam inti mana dan jiwa target, membusukkan aliran energi dari dalam hingga musuh mati lemas.
"Hahaha! Kena kau!" Varian tertawa histeris, mengira kemenangannya sudah di depan mata.
Namun, tawa Varian terhenti ketika dia melihat Elena tetap berdiri tegak di atas tahta esnya tanpa ekspresi kesakitan sedikit pun. Di dalam dada Elena, jantungnya yang telah berevolusi memancarkan kilauan biru keperakan yang sangat murni.
[Sistem: Mendeteksi Serangan Kutukan Jiwa Lingkaran 8.]
[Kemampuan Pasif Aktif: Immortal Ice Heart (Kekebalan mutlak terhadap semua sihir elemen api, racun, dan kutukan di bawah tingkat Dewa).]
[Hasil: Kutukan dinetralkan sepenuhnya. Energi kutukan dikonversi menjadi sisa mana pengguna.]
"Hanya ini kemampuan penyihir hitam terbaik benua?" Elena menatap Varian dari kejauhan dengan pandangan penuh penghinaan.
"Kutukanmu terlalu lemah untuk menggores es dewa milikku."
"T-Tidak mungkin! Immortal Ice Heart?! Itu adalah kemampuan legendaris yang hanya dimiliki oleh para Dewa Kuno!" Varian mundur beberapa langkah dengan wajah pucat pasi.
Elena tidak memberikan waktu bagi mereka untuk pulih dari keterkejutan. Dia bangkit dari tahta esnya, melayang anggun di udara dengan jubah biru keperakannya yang berkibar hebat. Sisa setengah juta pasukan musuh di bawah sana adalah ladang poin sistem yang sangat luas, dan dia tidak berniat menyisakan satu pun dari mereka.
"Sistem, aktifkan menu perluasan makro dan siapkan perantauan mantra massal," perintah Elena dalam hati.
[Sistem: Menu Perluasan Aktif. Mengunci seluruh area Kota Suci Luminaria.]
[Menghitung Target: 420.000 Personel Pasukan Aliansi Tersisa.]
[Rekomendasi Sihir: Glacial Judgment Skala Penuh.]
"Kalian semua yang mengatasnamakan cahaya dan keadilan untuk menindas yang lemah... hari ini, tempat ini akan menjadi kuburan massal bagi kemunafikan kalian," suara Elena yang dingin dan berwibawa bergema di setiap sudut Kota Suci, meruntuhkan sisa keberanian terakhir para prajurit.
Elena mengangkat kedua tangannya ke langit. Lingkaran sihir es dewa berlapis delapan dengan diameter mencapai puluhan kilometer terbentuk di atas langit Luminaria, menutupi seluruh kota suci tersebut di bawah bayang-bayang kiamat es yang sesungguhnya.
"Paus Benediktus! Magnus! Varian! Satukan kekuatan kita untuk membentuk perisai, atau kita semua akan mati di sini!" teriak Kaisar Magnus yang mulai panik melihat ukuran lingkaran sihir di atas mereka.
Tiga penguasa Lingkaran 8 itu terpaksa membuang seluruh ego mereka. Paus Benediktus mengalirkan seluruh mana cahaya sucinya, Magnus mengobarkan api zirah naganya, dan Varian melepaskan seluruh energi hitamnya.
Tiga kekuatan tertinggi benua bersatu untuk menciptakan satu perisai raksasa tiga warna yang melindungi Kota Suci Luminaria.
Elena menatap pertahanan terakhir mereka dengan senyuman yang begitu dingin. Tangannya diayunkan ke bawah dengan tegas.
"Hancurlah, Luminaria.