Di tengah kegalauannya karena belum dikaruniai anak, Zora melakukan yang seharusnya tidak dilakukannya.
Akhirnya Zora melahirkan Agni, ada beberapa versi cerita beredar di sekitar mereka tentang identitas Agni, tidak ada satupun yang pasti tahu siapa ayah dari Agni, hanya Zora yang tahu. Namun Zora mengalami musibah dan rahasia itu hampir tidak akan mungkin terungkap.
Agni tumbuh jadi anak yang pintar dan cantik. Sampai dia terjerumus ke dunia hitam, dia belum juga menemukan apa yang dia cari. Akankah Agni akan tahu siapa ayah biologisnya?
Ikuti kisahnya dalam cerita "Zora's Scandal" - Skandal Zora. Skandal itu melahirkan banyak rahasia di dalam rumah tangga Zora dan Aditya. Mohon jangan galau setelah baca novel ini.
NB: Visual ada di episode 73 Pembuktian!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amelia Tahu Sebuah Rahasia
Amelia sangat kesal pada Jono karena dia tidak mau melayaninya malam itu. Namun dia juga senang, karena dia tahu jika kemungkinan anak yang ada di kandungan Zora, istri Aditya laki-laki pujaannya itu adalah anak Jono.
Amelia sangat yakin, jika dia memberitahukan hal ini kepada Aditya pasti Zora akan diceraikannya. Dengan demikian, dia punya kesempatan yang lebih besar lagi untuk menikah dengan Aditya.
Setelah Jono pergi dari kamar itu, Amelia mencoba menghubungi Aditya.
Aditya melihat ponselnya berdering, ada gambar Amelia muncul di layar ponselnya. Dia menolak panggilan itu. Beberapa kali Amelia mencoba menelpon Aditya, tetapi Aditya tetap menolak.
Aditya tidak bisa dihubungi, ponselnya dimatikan, dia tidak ingin mendapat telpon dari siapapun saat itu apalagi Amelia.
Akhirnya Amelia mengirim beberapa pesan meminta bertemu kepada Aditya, tetapi pesannya tidak masuk, dia berharap besok pagi, saat Aditya menghidupkan ponselnya dia akan melihat pesannya itu.
Namun malam itu Amelia sudah tidak bisa menahan dirinya untuk segera memberitahukan bahwa anak yang ada di dalam kandungan Zora bukanlah anaknya. Dia mengendarai mobilnya menuju rumah Aditya.
---
Bel berbunyi, ada seseorang yang ingin masuk ke dalam rumah itu. Zora melihat dari layar CCTV, ada Amelia di luar gerbang mobil. Zora mengabarkan kepada Aditya bahwa Amelia ada di luar hendak bertamu. Aditya menyuruh Jono membuka gerbang dan menanyakan keperluannya apa. Dia berbisik kepada Jono agar dia mengatakan bahwa Aditya dan Zora sedang tidak ada di rumah.
Malam itu sudah terlalu larut untuk bertamu. Zora bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Amelia datang berkunjung selarut itu.
Aditya tidak mau bertemu Amelia di rumah itu apalagi ada Zora di sana. Belum lagi mengingat pengalaman Aditya disiksanya di suatu tempat dan membuangnya di pinggir jalan, dia belum bisa bertemu dengan Amelia. Dia belum sempat juga untuk membalaskan dendamnya pada Amelia.
Sedangkan Jono, Jono tahu apa maksud Amelia datang ke sana. Dia juga tidak mau jika Amelia mengatakan apapun kepada Aditya perihal anak yang ada di dalam kandungan Zora. Dia tidak mau Amelia mengacaukan semuanya saat itu.
Jono bingung bagaimana caranya agar Amelia pergi dari sana. Dia berjalan menuju gerbang untuk berbicara kepada Amelia. Dia mengambil kunci manual, dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya agar Amelia tidak gegabah.
---
Jono membuka gerbang dan langsung menguncinya kembali. Zora dan Aditya melihat Jono dan Amelia berdebat agak lama di depan gerbang, kemudian Amelia dan Jono masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah itu.
“Ternyata Jono dan Amelia sudah saling kenal. Atau jangan-jangan Amelia itu pacarnya Jono, ya?” Zora dan Aditya sedang melihat layar CCTV dari atas springbed mereka. Zora bersyukur karena Jono akhirnya bisa menemukan perempuan seperti Amelia. Tapi jauh di lubuk hatinya ada perasaan cemburu melihat Jono dengan perempuan lain.
“Iya, mungkin mereka saling kenal saat syukuran 4 bulanan. Amelia datang, mungkin dia melihat Jono!” Aditya sependapat dengan istrinya. Dia juga bersyukur sekaligus curiga, jangan-jangan Amelia dan Jono bersekongkol untuk menyiksanya kala itu. Tapi, kalau Jono sampai pingsan begitu, apa mungkin? Aditya bertanya-tanya dalam hatinya. Dia ingin menyelidikinya lebih lanjut.
“Syukurlah, kalau Jono akhirnya mendapat calon istri di Jakarta ini, dia tidak punya siapa-siapa selain kita di sini.” Zora menggenggam tangan Aditya, dia tersenyum pada Aditya. Mereka melihat layar CCTV itu seperti sedang menonton sinetron percintaan. Para pemainnya adalah orang-orang yang mereka kenal.
“Iya, Yang, syukurlah, akhirnya Jono bisa move on dari pacarnya dahulu.” Aditya membalas senyum Zora. “Dia tampak sedih setelah bertengkar lewat telepon dengan pacarnya itu.” Sambung Aditya.
“Oh, Jono curhat ya? Kok dia gak pernah ngomong ya?” Zora kaget karena suaminya itu tahu banyak tentang Jono.
“Iya dia pernah cerita. Tapi dia nggak cerita kenapa mereka akhirnya putus. Hahaha, bukan urusanku juga kan?! Jadi aku tidak banyak tanya.” Aditya berusaha seceria mungkin, dia tidak sabar Ingin menanyakan Jono perihal kejadian 4 bulan lalu.
Zora juga ikut tertawa. Dia juga berusaha tertawa selepas mungkin.
---
Sementara di kamar hotel, Amelia dan Jono sudah saling berciuman. Amelia melepas ciumannya, melihat mata Jono.
“Kenapa kau tiba-tiba menawarkan diri untuk menginap di sini malam ini?” Amelia tersenyum penuh kemenangan.
“Aku tidak mau kau berbuat mesum di rumah itu.” Jono berbohong.
“Aku tidak ingin berbuat mesum, aku hanya ingin berbicara dengan Aditya, sekelasku waktu SMA.” Amelia membela diri.
“Aku sudah bilang Aditya tidak ada di rumah.” Jono berbohong lagi. Dia mencium Amelia agar dia tidak banyak tanya lagi. Amelia menikmati ciuman Jono.
Amelia mendorong tubuh Jono ke springbed. Diangkatnya kaki kanannya di atas springbed itu dan kini wajah mereka hadap-hadapan.
Jono tidak memberi kesempatan untuk Amelia berbicara. Dipagutnya lagi bibir Amelia. Dia rela malam ini menjadi santapan Amelia asalkan dia tidak berbicara kepada Aditya perihal kandungan Zora.
Amelia membuka kaos yang dikenakan Jono. Dia mendorong tubuh Jono, kini Jono telentang di atas springbed sementara kakinya menyentuh lantai, kaki kiri Amelia ada di antara kaki Jono. Amelia membuka gaun yang dipakainya.
“Aku tahu Aditya ada di sana, kau terlalu cinta dengan Zora, kau rela menderita hanya demi kebahagiaan Zora. Kau rela mengorbankan dirimu demi kebahagiaan orang lain. Begitu besarnya cintamu pada Zora. Kau bukan pahlawan, Jon. Jangan berusaha menjadi pahlawan di siang bolong!” Amelia mulai ngoceh, menggurui Jono.
Jono menarik tubuh Amelia ke pelukannya. Dia menindih tubuh Amelia sekarang, dia cium semua bagian tubuh Amelia agar dia tidak berbicara lagi. Dia sudah terlalu muak dengan apa yang dibicarakan Amelia saat itu. Hanya dengan itu mungkin Amelia akan diam dan tidak menggurui lagi.
Jono sampai pada bagian tubuh yang paling sensitif Amelia. Dia menghembuskan nafasnya yang hangat di sana. Amelia bergeliat, dia menahan kepala Jono dengan kedua kakinya. Jono megap, dia berusaha melepaskan diri dari sergapan itu.
Dia mundur ke belakang dan menarik kaki Amelia. Kini dia ingin menuntaskan permainan mereka namun Amelia menendang tubuh Jono ke belakang, dan dia berdiri menghadap Jono.
“Atau kau takut jika kau dan Zora, perempuan kesayanganmu itu akan dilempar dari rumah itu?” Amelia meraih pinggang Jono dan menengadah ke atas. Jono langsung menyergap bibir seksi Amelia. Dia tidak ingin bibir itu mengeluarkan kata-kata lagi. Jono menarik tubuh Amelia, kini Jono duduk di kursi. Dia mengangkat tubuh Amelia dan memangkunya, dia kecup semua bagian tubuh Amelia dengan kasar.
Bersambung 😍😍😍 Vote dong, eh like aja, eh komen aja, eh, terserah dah. Semuanya dah 😂😂
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌹🌹🌹💐💐💐
Ukir karya
Raih segala asa
Sukses selalu buat Author
👍👍👍👏👏👏
⭐⭐⭐⭐⭐
Era Berdarah Manusia
I Firmo
⭐⭐⭐⭐⭐
🌹🌹🌹🌹🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
nambah dukungan ya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹💐💐💐💐💐💐
bikin ngeri 😂😂😂