NovelToon NovelToon
Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Adera mencintai Ezra selama dua tahun, tapi cintanya diremehkan dan ditolak mentah-mentah. Saat hatinya mati dan ia memilih fokus pada diri sendiri, Ezra justru menyesal dan panik.

Namun terlambat, karena kini hadir Damar pria yang jauh lebih sempurna yang ternyata adalah calon suaminya.

Akankah Damar mampu menghidupkan kembali rasa cinta Adera yang bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi?

Simak kisah cinta mereka bertiga, di novel ini akan disuguhi komedi yang lucu agar tidak terlalu mengantuk ketika membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Hari demi hari berlalu dengan penuh kesabaran dan doa yang tak henti-henti. Berkat keahlian tangan emas dari Dokter Damar dalam melakukan operasi serta perawatan intensif yang diberikan oleh tim medis terbaik, kondisi kesehatan Papa Nindy kini mulai menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan dan membesarkan hati.

Wajah lelaki paruh baya itu sudah tidak lagi pucat pasi dan lemah seperti dulu. Warnanya kini kembali merona segar, napasnya terasa lebih lega dan stabil, dan yang paling penting, kesadaran serta interaksinya dengan keluarga sudah jauh lebih baik dan responsif dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Rasa lega dan bahagia yang mendalam jelas terpancar dari wajah Mama Nindy dan tentunya Nindy sendiri. Beban berat yang selama ini menindih dada mereka perlahan mulai terangkat.

Namun, di tengah suasana yang mulai membaik dan penuh syukur itu, suasana di sudut ruangan justru terlihat sangat heboh, riuh rendah, dan penuh tawa canda.

Saat ini, Nindy tampak begitu sibuknya bukan main. Dengan semangat yang membara dan mata yang berbinar, dia sedang mendandani sahabatnya sendiri, Adera, seolah-olah gadis itu bukan sedang berada di ruang rawat inap rumah sakit, melainkan sedang bersiap untuk menghadiri sebuah pesta malam mewah atau sesi pemotretan majalah!

"Diem ya Der! Jangan banyak gerak dong! Pokoknya penampilan lo hari ini harus diubah total, jangan terlihat kayak gadis polos dan lelah melulu," seru Nindy dengan nada komando yang tegas namun ceria, sambil tangannya lihai menyisir dan menata rambut panjang Adera. "Nah gini kan cantiknya keluar! Rambutnya diurai gini aja lebih pas dan feminin, bikin kesan manisnya makin kelihatan!"

"Ih repot banget sih lo Nin!" protes Adera sambil terkekeh, wajahnya terlihat sedikit malas namun membiarkan sahabatnya berbuat sesuka hati. "Om lihat nih anaknya Om! Nindy ini mah lebay banget kan?!" tambahnya sambil berpura-pura mengadu pada Papa Nindy yang sedang berbaring.

"Ini semua demi kebaikan lo juga lho! Jangan nggak tahu terima kasih ah!" jawab Nindy ketus sambil tetap fokus mengatur letak rambut Adera.

Nindy benar-benar tidak main-main. Ia tidak hanya sekadar merapikan rambut, tapi juga memberikan sebuah baju yang rapi dan sopan namun tetap terlihat menarik pada Adera. Ia merapikan sedikit riasan wajah agar terlihat lebih segar, cerah, dan tidak terlihat pucat karena kurang tidur, hingga menyemprotkan sedikit parfum wangi agar aromanya tetap segar dan menawan.

Hasilnya sungguh luar biasa dan memukau!

Adera yang tadinya terlihat biasa saja, lelah, dan kusam, kini berubah total seolah ada tongkat ajaib yang menyentuhnya. Wajahnya tampak begitu bersih, cerah, dan manis memikat. Rambutnya tertata rapi dengan gaya yang simpel namun elegan, membuat kesan gadis itu terlihat semakin anggun, cantik alami, dan memancarkan aura kelembutan serta kedewasaan yang luar biasa.

"Nah... gimana? Setuju gak kalau lo itu sebenernya cantik banget dan berkelas?!" puji Nindy sambil memandang hasil karyanya dengan wajah bangga luar biasa. "Mantap! Sekarang lo udah siap memikat hati siapa saja yang melihat!"

"Dih hati siapa saja? Lo pikir gue wanita macam apa sih Nin? Jangan ngawur ah!" protes Adera sambil memukul pelan lengan sahabatnya, wajahnya memerah menahan malu.

"Kalian berdua ini ada saja tingkah dan ulahnya, bikin ribut terus," sahut Mama Nindy sambil tersenyum lebar melihat keriangan kedua gadis itu.

"Gimana Ma? Karya Nindy ciamik kan?" tanya Nindy bangga pada mamanya.

"Lumayan lah hasilnya," jawab Mama Nindy tersenyum. "Tapi kan si Adera ini emang sudah cantik bawaan dari sananya. Tanpa pakai make up pun dia tetap cantik kok."

"Mama ih, masa iya sih," celetuk Nindy manja. "Semua anak gadis itu kan harus pintar merawat diri, apalagi dibagian wajah biar makin percaya diri. Adera memang cantik sih, tapi tetap butuh sedikit polesan biar makin bersinar dan glowing kayak sekarang."

"Ngalahin matahari dong cerahnya," celetuk Papa Nindy tiba-tiba dengan suara yang sudah terdengar lebih kuat dan segar.

"Hahahahaha!"

Nindy dan Adera seketika kompak tertawa lepas mendengar guratan Papa Nindy yang ikut nimbrung. Suasana ruangan pun menjadi semakin hangat dan penuh kebahagiaan.

Waktu terus berjalan, dan kini waktu memang sudah menunjukkan jam di mana para dokter dan perawat biasanya melakukan rounding atau pemeriksaan rutin pagi hari.

Kriyk...

Pintu ruangan terbuka perlahan.

"Permisi, selamat pagi. Saya akan melakukan pemeriksaan rutin untuk Bapak Hadi," ucap suara seorang dokter yang terdengar cukup familiar di telinga mereka semua.

Dokter tersebut masuk dengan langkah tenang, membawa rekam medis dan alat pemeriksaan, wajahnya tampak serius dan fokus sesuai tugasnya.

Namun, saat dokter itu mengangkat wajahnya dan tatapan matanya bertemu langsung dengan sosok yang berdiri anggun di dekat jendela...

Langkah kaki Dokter Ezra seketika terhenti mati di tempat.

Matanya membelalak lebar tak percaya, mulutnya sedikit terbuka, dan seluruh gerakannya seakan membeku seketika seolah terkena mantra, terpaku melihat pemandangan indah di hadapannya.

Di sana, berdiri dengan sangat anggunnya adalah Adera.

Gadis yang selama ini dia kenal, gadis yang dulu selalu menghampirinya dengan penuh perhatian, kini tampak begitu berbeda dan jauh lebih memukau dari yang pernah dia bayangkan sebelumnya.

Pagi ini Adera terlihat begitu cantik, begitu manis, dan berseri-seri. Riasan wajah yang tipis namun pas, ditambah dengan tata rambut yang rapi dan busana yang sopan namun menarik, membuat kecantikan alami gadis itu terpancar sempurna. Aura yang dipancarkannya saat ini begitu lembut, tenang, namun sangat memikat hati dan sulit untuk dialihkan pandangannya.

Ezra benar-benar terpana tak berkutik. Jantungnya seakan berdegup kencang jauh lebih cepat dari biasanya, sebuah reaksi yang tak bisa ia kendalikan. Ia tidak pernah menyangka akan melihat Adera sekeren, secantik, dan seberkelas ini.

"Dia... dia Adera kan? Serius ini Adera?!" batin Ezra berdecak kagum setengah tak percaya, matanya tak bisa lepas sedetik pun menatap wajah gadis itu. "Gila... cantiknya bukan main. Adera... pagi ini kamu terlihat sangat berbeda dan luar biasa cantik sekali."

Ezra berdiri mematung di ambang pintu, seolah lupa dengan tugas dan profesinya sebagai dokter yang baru saja masuk untuk memeriksa pasien. Seluruh dunianya seakan berhenti berputar, dan seluruh perhatiannya saat ini tertuju sepenuhnya pada sosok cantik di hadapannya yang berhasil membuatnya terpukau tak terkira.

1
Perempuan
Alurnya bagus, gak menoton. Ada lucu²nya. Semangat update ya Thor biar pembaca tetap ingat alur ceritanya
Perempuan
lanjut Thor 👍👍
Alvi
bagus . semangat terus 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!