NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Semua bermula ketika Vanessa yang memaksakan keinginannya untuk mengikat Calvin dalam ikatan pernikahan, dengan harapan bahwa pria itu akan mencintainya. Tapi yang terjadi, pria itu malah membencinya dan berusaha selalu menjaga jarak dengannya, bertahun-tahun menikah, pria itu ternyata masih memikirkan mantan kekasihnya.

Sampai saat Vanessa sekarat karena kanker yang menggerogoti tubuhnya, dia melihat, suaminya yang menggandeng mesra tangan seseorang yang menjadi alasan kenapa pria itu tidak akan pernah mencintainya.

Di sisa nafasnya, dia pun menyesali keputusannya saat itu. "Andai saja aku tidak pernah memaksa Calvin menikah dengan ku, mungkin aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan."

Karena sejak awal, hati pria itu memang bukan miliknya.

Dan yah, Tuhan pun mengabulkan keinginannya. Apakah Vanessa akan merelakan Calvin bersatu dengan mantan kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Yang Hampir Selesai

*Jangan lupa like dan vote dulu sebelum lanjut membaca ☺️

.

Jake berjalan dengan langkah gontai saat memasuki perkarangan rumah Calvin, terlihat wajahnya yang kusut dengan bahu terkulai , jauh berbeda dari biasanya yang selalu usil dan percaya diri.

Dia meletakkan koper di sudut ruang tamu, lalu duduk lemas di sofa sambil mengusap wajahnya kasar.

"Haish sial." umpatnya kesal, dia mengusap rambutnya kasar, lalu menyandarkan tubuhnya di sofa, dia mendongak menatap atap rumah Calvin.

Tidak lama, pemilik rumah datang dengan baju kaos santai dan celana pendek, Calvin datang sambil membawa kopi hangatnya, sekarang masih pagi, bahkan jam enam pun belum ada.

“Kenapa mukamu? seperti habis di kejar bencong?” tanya Calvin sedikit bercanda, karena Jake juga suka sekali bercanda. Dia baru keluar kamarnya, mengingat bahwa sepupu istrinya kembali ke rumah subuh ini.

Jake mendengus panjang, suaranya terdengar kecewa. “Gagal total, Kak. Aku bahkan berusaha mendekati, mengajaknya bicara, bahkan berniat serius, ternyata wanita itu sudah punya suami. Aku malu sekali, rasanya ingin masuk ke dalam pasir saja.” gumam pria itu kesal.

Calvin mengerutkan keningnya. Dia masih tidak paham maksud ucapan Jake.

"Yang kau bicarakan tentang masalah di resort?" tanyanya memastikan.

Jake menatapnya kesal. "Itu nanti dulu, aku sedang curhat tentang gagalnya aku menggaet wanita bule itu."

Ahh

Calvin mengangguk lalu menyeruput kopi nya santai. Sementara Jake masih uring-uringan bahkan sampai berguling-guling di ruang tamu.

Calvin tertawa kecil melihat kelakuan pria itu, tapi dia segera menenangkan. “Sudahlah, itu bukan akhir segalanya, seperti dunia akan runtuh saja. Tujuanmu kesana kan untuk menyelamatkan resort milikku, yang penting kau berhasil menyelesaikan urusan itu, iya kan?” tanyanya memastikan.

Mendengar itu, raut wajah Jake berubah serius. Dia kembali bangkit lalu duduk disamping Calvin yang mendadak takut dengan tatapan pria itu.

Dengan cepat, Jake mengeluarkan berkas laporan dari tasnya dan menyerahkannya langsung kepada Calvin. “Ada beberapa hal yang ku temukan di sana. Selama aku memeriksa satu per satu laporan disana, aku menemukan sesuatu yang cukup mengganggu. Ada anggaran dana renovasi sebesar empat ratus juta rupiah yang dicairkan Deon. Tapi tidak ada kontrak pekerjaan, tidak ada bukti pembayaran ke tukang, dan fasilitas tetap rusak seperti yang kau lihat, seperti tidak ada yang di perbaiki olehnya.”

Calvin memeriksa kertas-kertas itu dengan wajah serius.

Jake menjelaskannya secara rinci, dia juga sudah memecat beberapa karyawan yang tidak disiplin dan suka mengambil keuntungan sendiri, tapi masalah utamanya ada pada dana yang hilang itu. “Semua petunjuk mengarah ke Deon. Dialah yang mengurus pencairan anggaran itu, dialah yang menandatangani semuanya. Sepertinya ini bukan kesalahan administrasi biasa, tapi memang sengaja disembunyikan.”

Calvin mengernyitkan dahi, tangannya mengepal sedikit. "Baiklah, terimakasih Jake, aku akan mengurus sisanya." ucapnya sambil menepuk pundak pria itu bangga.

....

Sesampainya di kantor, Calvin langsung menelpon Deon, meminta pria itu untuk datang.

Tidak lama. Akhirnya pria itu datang juga.

Srak....

Calvin melempar beberapa map di hadapan pria itu. dan Deon sudah paham apa yang ada di map itu.

“Aku salah, Vin. Uang renovasi itu memang aku yang mengambilnya.” ucap Deon dengan suara berat dan penuh rasa bersalah.

“Waktu itu Aurel membutuhkan banyak uang , katanya untuk membayar hutang dan mengurus berbagai keperluannya. Aku sedang buta oleh cinta, jadi tanpa berpikir panjang aku berikan uang itu padanya. Aku pikir nanti bisa diganti sebelum ketahuan, tapi ternyata semakin lama semakin sulit untuk menutupinya.” jujur Deon yang merutuki kebodohannya.

Dia mengangkat wajahnya dan memandang Calvin dengan ekspresi memohon. “Aku tidak bermaksud merugikan resor atau bisnismu. Sekarang aku sudah sadar dan menyesal sepenuhnya. Aku berjanji, uang itu akan aku ganti secara bertahap dari gaji dan aset pribadiku. Beri aku waktu, dan aku akan perbaiki semuanya sampai selesai.”

Calvin terdiam sejenak, dia memijat pelipisnya pelan, menimbang perkataan Deon. Melihat ketulusan dan kesungguhan pria itu, akhirnya dia mengangguk pelan. “Baik, aku percaya janjimu. Tapi ingat, ini kesempatan terakhir. Jika kau ingkar lagi, aku tidak bisa menolong mu lagi, dan terpaksa aku membawa masalah ini ke jalur hukum.”

.....

Beberapa hari kemudian, suasana di rumah sudah kembali tenang. Jake sudah pulih dari rasa kecewanya dan kembali dengan sifatnya yang usil.

Saat itu, dia duduk di ruang tengah bersama Vanessa yang sedang duduk santai sambil memegang perutnya yang semakin membesar. Calvin masih belum pulang dari kantor.

“Sudah tidak sedih lagi karena di Bali cuma sebentar?” tanya Vanessa sambil tersenyum melihat Jake yang mulai cerewet kembali. Dia mengira pria itu murung karena hanya sebentar di Bali. dan mungkin Jake rindu dengan lingkungan rumahnya.

Jake mengangkat bahu santai. “Sudahlah, walupun sebentar tapi aku bisa melepas rindu dengan kampung halamanku. Yang penting aku sudah menyelesaikan tugasku dengan baik. Ngomong-ngomong, ada satu kejadian lucu yang belum aku ceritakan.”

Vanessa menoleh penasaran. “Apa itu? Cepat ceritakan.”

Jake lalu menceritakan dengan gaya berceritanya yang berlebihan dan menghibur. Dia bercerita bagaimana ia mendekati wanita bule di pantai, menyapa dengan kalimat manis, bahkan menggodanya.

“Aku pikir saat itu kesempatan yang bagus, aku bahkan sudah menyiapkan kata-kata yang paling pas, sampai aku bilang kalau aku menyukainya dan berniat untuk menikahinya. Eh, belum selesai bicara, tiba-tiba dia mengangkat tangan kirinya, menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya lalu bilang kalau dia sudah menikah."

Mendengar itu, Vanessa terkejut sebentar lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Dia menutup mulutnya, tapi tawanya terus meledak, sampai perutnya terasa sedikit berdenyut karena menahan tawa. “Ya ampun Jake! Kau ini benar-benar tidak bisa diam. Mau menggoda orang, ternyata sudah ada yang punya. Pasti rasanya ingin tenggelam ke laut ya?”

“Rasanya mau lari saja, Ness!. Mukaku pasti merah sampai ke telinga.” jawab Jake sambil tertawa sendiri mengingat kejadian itu.

“Untung suaminya tidak ada di sana, jadi wajahku tidak babak belur karena di hajar suaminya, salahku lancang menggoda istrinya. Kalau pun ada dan dia tipe yang marah, bisa-bisa aku di lempar ke pantai itu juga.”

Vanessa masih tertawa sesekali, matanya berkaca-kaca karena terlalu terhibur. “Kau ini memang selalu punya cerita yang bikin perut sakit menahan tawa. Untung saja kau bisa pulang dengan selamat dan tidak bikin masalah lebih besar.”

“Sudah menjadi kebiasaanku, kan? Hidup harus ada tawanya, meski kadang malu sendiri.” jawab Jake santai.

Saat itu Calvin pulang dan mendengar suara tawa istrinya yang riang. Dia tersenyum lega melihat suasana rumah yang hangat dan penuh canda, setelah sebelumnya sempat dihantui berbagai masalah. Semua perlahan berjalan kembali seperti semestinya.

"Aku pulang."

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
kok dikit kak bab nya😭
Ari Peny
tamatkah
Ari Peny
kadang malas liat kelakuan celvin terlalu klo habis nglakuin kesalahan tp ttp mudah d godain
Uthie
Wahhh .. Jake dah punya gandengan 😍😍
Uthie
Nahhh.. gitu dong Vanessa 👍😏
meowww
kesel aku sama Calvin 😭
Ari Peny
bagus ness jgn lemah calvin emang bodoh
Uthie
Iya juga sihh... kenapa si Calvin jadi sekhawatir sama cewek yg jelas-jelas berusaha lagi meneror istrinya lewat kerjasama dgn si Rico, walau akhirnya dia menyelamatkan si Calvin juga... harusnya yaa udah suruh anak buah nya kek yg ke RS nya mahh 😌😌
Uthie
Hahaa... usaha makanya Jake 😂
Uthie
Dasar Jake buaya buntung 😂😂😂
Uthie
Dasar cewek gak tau malu... udah gila itu 😡
Uthie
Kocak.... saat si Jake dikira sudah lebih baik mau membantu Calvin, ujung-ujungnya niat nya itu untuk bisa melihat para bule juga 😂
Uthie
Aslii kocak banget kelakuan si Jake.. bikin ngakak /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Uthie
😂😂😂😂
Uthie
sukur dehhh 😡
Uthie
Cieee .. lengketnya 😁
Uthie
Wahhh.... banyak pengganggu nya niiii 😡
Uthie
Wahhh... di Aurel masih sok pede, padahal si Calvin lagi indehoy itu 😂😂
Uthie
Wahhh.. si Aurel tidak sebaik yg di puja - puji 😡
Uthie
sweet 😁😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!