"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."
Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.
Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.
Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.
Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.
Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengingat Akan Cerita
"Nggak ada hantu di sini yang ada hantu di sana. Liat coba di jendela ada hantu." ucap Rijal.
"Nggak ada hantu di sini. Bukannya di depan rumah kamu kata kamu ada rumah kosong ya. Di sana ada, coba aja kamu ke sana." ucap Claudia mengingat akan cerita Rijal kala itu.
"Nggak ada, lagi pada tidur sekarang hantu nya." ucap Rijal.
"Mana ada hantu tidur di malam hari. Ada-ada aja kamu." ucap Claudia tak habis pikir dengan ucapan Rijal.
"Ada in aja kalau nggak ada. Lagian aku udah sering liat mbak kun. Jadi nggak takut lagi." ucap Rijal.
"Hem... emang kamu liat mbak kun dimana?" ucap Claudia penasaran.
"Kalau pulang kerja kan kadang malem, aku sering liat mereka di jalan. Tiba-tiba ada di depan aja, ya udah di abaikan aja." ucap Rijal menjelaskan.
Hal ini bukanya membuat Claudia berhenti penasaran, justru ia kembali membuat pertanyaan di luar pemikiran.
"Kalau udah sering kaya gitu. Kenapa nggak kamu ajak kenalan aja mbak kun nya. Lumayan kan, dapet kenalan baru." ucap Claudia.
"Kalau mbak kun nya bisa jawab, aku juga ajak kenalan. Ini kan nggak bisa jawab, ntar kaya orang gila ngomong sendiri." ucap Rijal.
"Ya di coba aja, siapa tau nanti jawab." ucap Claudia.
"Nggak lah, wajahnya aja datar. Gimana kenalan nya." ucap Rijal.
"Masa datar, emang nggak kaya wajah biasanya. Kenalan aja nggak papa." ucap Claudia.
"Ya nanti aku kenakan deh kalau ketemu lagi. Terus bilangin ada yang mau kenalan juga namanya Claudia yang bawel." ucap Rijal.
"Ih... aku nggak bawel." ucap Claudia tak mau di katakan seperti itu oleh Rijal.
"Bawel juga dari tadi aja tanya terus, berati kamu itu bawel kaya mamah aku." ucap Rijal.
"Nggak bawel ih aku, yang bawel itu kamu." ucap Claudia masih tak ingin di katakan seperti itu oleh Rijal, sehingga ia membalikan ucapan Rijal.
"Hem... ya udah kita sama-sama bawel biar adil." ucap Rijal.
"Nggak mau, aku nggak bawel ya." ucap Claudia.
"Iya deh iya, aku aja yang bawel." ucap Rijal akhirnya mengalah.
"Gini kan baru bener." ucap Claudia.
"Oh iya, besok kamu ke kampus nggak?" ucap Rijal tiba-tiba.
"Iya ke kampus, kan belum libur." ucap Claudia.
"Jam berapa?" ucap Rijal.
"Em... masih nunggu informasi sih kalau yang pagi, belum ada jadwal pasti. Tapi kalau yang agak siang udah ada jadwal." ucap Claudia.
"Oh gitu, terus sekarang tidur mau tetep jam sepuluh?" ucap Rijal.
"Iya kaya biasa nya." ucap Claudia.
"Oh kirain mau gadang." ucap Rijal.
"Nggak atuh, aku kan nggak biasa gadang. Em... bentar aku liat jam dulu." ucap Claudia kemudian menjauhkan handphone miliknya dari telinga.
Kemudian ia menyalakan handphone miliknya itu dan melihat jam di handphone miliknya sudah jam 21.55 wib.
"Iya." ucap Rijal.
"Em... udah mau jam sepuluh ternyata, sekitar lima menit lagi." ucap Claudia mengingatkan Rijal tentang waktu saat ini.
"Iya mungkin soalnya nggak tau, aku nggak lagi liat handphone." ucap Rijal.
"Hem... kirain liat, tapi emang bentar lagi mau jam sepuluh kok." ucap Claudia.
"Iya deh, kamu mau tidur sekarang atau mau nanti aja jam sepuluh?" ucap Rijal.
"Nanti aja jam sepuluh." ucap Claudia.
"Ya udah kalau mau nanti." ucap Rijal.
Mereka berdua pun memanfaatkan waktu yang tersisa itu dengan mengobrol sampai tak terasa sudah lebih dari jam sepuluh. Dimana saat ini sudah jam 22.10 wib.
Itu artinya jadwal tidur Claudia sudah lebih sepuluh menit. Rasa kantuk pun Claudia rasakan karena kebiasaan nya itu yang sering tidur jam sepuluh.
"Huah... udah lebih dari jam sepuluh ternyata. Aku mau tidur dulu ya." ucap Claudia.
"Ya udah kalau kamu mau tidur, jangan lupa baca doa." ucap Rijal.
"Iya, selamat malam. Aku matiin dulu ya telponnya." ucap Claudia.
"Iya malam juga, mimpi yang indah. Datanya matiin." ucap Rijal.
"Iya ini juga mau aku matiin, kamu mau tidur juga?" ucap Claudia.
"Iya aku juga mau tidur, kamu nya kan juga tidur. Jadi tidur juga, besok kan masuk kerja." ucap Rijal.
"Ya udah, selamat tidur. Aku matiin telponnya. Assalamualaikum." ucap Claudia.
"Iya, wa'alaikumsalam." ucap Rijal.
Setelah itu, Claudia pun mematikan telponnya, ia kemudian mulai bersiap untuk mematikan data dan seperti biasa Rijal selalu kirim chat setelah telpon itu mati.
Sekitar dua sampai tiga menit chat berlangsung, akhirnya Claudia putuskan untuk langsung mematikan saja data handphone miliknya.
Karena jika ia terus jawab cha Rijal, itu artinya chat tersebut akan terus berlangsung sampai tak tahu akan berakhir kapan. Sehingga pilihan untuk langsung mematikan data handphone miliknya adalah pilihan terbaik.
Setelah data handphone miliknya mati, Claudia langsung berdoa sebelum tidur. Tak lama setelah itu, ia pun mulai tertidur dengan lelapnya.
Sampai tak terasa waktu berjalan begitu cepat, ia pun mulai bangun seperti biasa nya. Karena sering beribadah saat bangun tidur, Claudia pun hanya melihat jam di handphone miliknya tanpa menyalakan data terlebih dahulu sebelum ibadahnya selesai.
Barulah setelah ibadahnya selesai, ia akan menyalakan data handphone miliknya lagi. Seperti hari-hari sebelumnya saat Claudia menyalakan data handphone miliknya, ia akan mendapat notif chat dari Rijal. Sekitar 5-10 menit sebelum ia menyalakan data yang tertera dalam waktu pengiriman chat tersebut.
Claudia pun langsung menjawab chat Rijal, dua atau tiga menit kemudian, Rijal menjawab chat Claudia.
Di sana lah kembali terjadi chat sampai menjelang subuh, setelah adzan subuh mereka mengakhiri chat itu. Setelah selesai melaksanakan shalat subuh, mereka kembali melanjutkan chat sebelum melakukan aktivitas mereka lagi seperti bisanya.
Chat pun berlangsung sampai Rijal pamit untuk berangkat kerja. Sementara Claudia kembali melanjutkan aktivitas nya setelah chat dengan Rijal berakhir.
Ia pun kemudian menunggu informasi lagi dari kampus tentang Jdwal kuliahnya hari ini. Tiga puluh menit kemudian, ada informasi dari grup kampusnya yang memberitahu bahwa jadwal kuliah pagi ini tidak ada dosen. Sehingga mata kuliah di jam pertama tak ada dosen yang isi.
Itu artinya Claudia akan tetap di kosan sambil menunggu jam ke dua masuk sekitar jam sepuluh.
Ia pun mulai melihat handphone miliknya dan mulai melihat beberapa vidio lewat handphone miliknya itu.
Rasa bosan pun mulai di rasakan Claudia karena terus melihat vidio, ia pun mulai menyimpan handphone milik nya, namun baru saja ia simpan handphone milik nya. Terdengar suara notif chat dari handphone miliknya itu.
"Hem... dari siapa ya?" ucap Claudia sebelum ia melihat handphone milik nya.
"Dari pada aku tebak kaya gini, lebih baik aku liat aja deh." ucap Claudia kemudian melihat handphone milik nya.
Bersambung...