NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:775.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Darmaiyah

Istri yang Tak Dianggap

Sinopsis

Azkia gadis berlesung pipi, gadis penyuka warna abu-abu itu tidak bisa menolak, saat lelaki yang dipanggilnya ayah itu menjodohkannya dengan anak sahabatnya.

Lelaki bernama Herman mendatanginya dua hari sebelum pernikahannya digelar, dia meminta kepada Azkia, agar membatalkan perjodohan ini, Azkia yang ingin berbakti pada ayahnya, dan tidak ingin membuat malu keluarganya, tentu saja menolak keinginan Herman, Herman sangat kecewa dengan penolakan itu, dia pun akhirnya menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Anjeli gadis cantik, pacar Herman sekaligus sahabat Azkia, dia mendatangi Azkia, Anjeli sangat marah padanya, karena menganggapnya telah menjadi pengkhianat, di saat Anjeli menampar dan memakinya, Herman yang sudah sah menjadi suaminya, malah memaki dan menyalahkannya. Azkia hanya diam tertunduk atas tuduhan-tuduhan yang dihujatkan padanya. Anjeli bahkan mengacamnya, tidak akan membiarkannya hidup bahagia.

Bagaimana kehidupan Azkia selanjutnya
Ayo, kepoi di sini
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darmaiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan-Kejutan untuk Anjeli

"Pandangan matamu tiada mesra lagi, bercak rindumu sudah tak berwarna, tak adakah debar itu untuk ku lagi."

By Rajuk Rindu

💝💝💝💝

Malam semakin beranjak, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Herman dari sore tadi sejak pulang dari mencari Azkia, sampai sekarang belum ada keluar kamar. Dia berbaring di tempat tidur, tidak ada aktifitas yang dilakukannya, tubuhnya dian, tapi isi kepalanya seperti sedang demo. Berbagai pikiran melanglang buana hilir mudik.

"Bang! bang Herman! makan!" ujar Anjeli seraya duduk di tepi ranjang, dia bermaksud hendak menyuapi Herman. Herman bergeming, menoleh pun tidak. Entah apa yang sedang dipikirkannya sekarang. Kehadiran Anjeli sama sekali tak berpengaruh pada pikirannya.

"Nyonya, biar Wati saja, nyonya kan lagi sakit, sebaiknya nyonya istirahat saja." ujar Wati yang datang menyelonong tanpa permisi. Dia tak perduli dengan wajah cemberut Anjeli.

"Tapi a-ku..."

"Nyonya harus banyak istirahat, supaya cepat pulih, iya kan pak." ujar Wati lagi seraya mengambil piring yang ada di tangan Anjeli, dia tidak memberi kesempatan Anjeli bicara lebih banyak.

"Betul kata Wati, ini sudah jam 10, kamu istirahatlah." kata Herman membenarkan ucapan Wati.

Anjeli mendengus kesal, dari wajahnya terlihat jelas gurat kekecewaan itu, saat dia meninggalkan kamar Herman, sementara Wati mengutuknya dalan hati.

"Apa bapak mau saya suapi?" tanya Wati, sebenarnya dia enggan dan risih, jika harus berduaan dengan majikannya di dalam kamar.

Herman mengambil piring yang ada di tangan Wati. Wati duduk di kursi dekat lemari.

"Kamu kenapa duduk di situ?" tanya Herman saat melihat Wati tidak keluar, malah duduk di kursi.

"Mengawasi bapak, ntar saya tinggal, bapak nggak makan." jawab Wati polos.

"Dasar pembantu cerewet." maki Herman, dia pun memasukkan sendok berisi nasi kemulutnya.

Herman meletakkan piring di nakas, isinya sudah habis separoh, Wati menyodorkan air putih. Herman memberi kode dengan tangannya, kalau dia sudah kenyang dan tidak ingin menghabiskan nasinya.

Wati mengambil piring bekas minum Herman, Kemudian membalikkan tubuhnya hendak melangkah, begitu sampai ke depan pintu, dia membalikkan tubuhnya kembali.

"Kalau mau beristirahat dengan tenang, jangan lupa kunci pintunya dari dalam pak, jangan sempat disambangi kuntilak dari kamar sebelah." ujar Wati seraya menarik pintu kamar Herman.

"Kuntilanak? apa Anjeli maksud Wati, hehehe." Herman tersenyum geli mengingat kata-kata Wati.

"Benar juga kata Wati." Herman beranjak dari tempat tidur menuju pintu.

klik, dia memutur anak kunci dan mengunci pintu kamarnya, kemudian kembali berbaring di tempat tidur seraya meraih ponselnya. Dia mengecek pesan whatsapp yang dikirimnya ke Azkia empat hari yang lalu, masih ceklis satu, ini tandanya kalau nomor whatsapp Herman diblokir Azkia.

Jam di dinding kamar Herman, sudah menunjukkan pukul 12 malam, Herman sudah berusaha memejamkan mata, memindahkan berkali-kali posisinya, sebentar ke kiri, sebentar ke kanan, dan kadang menelentang, belum juga dia bisa tertidur. Bayangan Azkia terus saja memenuhi memorynya.

Herman bangun dari tidurnya, kemudian dia keluar kamar, suasana sangat sunyi dan sepi, pasti Anjeli dan Wati sudah tertidur lelap, dengan berjingkat pelan, Herman menuju kamar Azkia.

Klik.. dia membuka pintunya kemudian menutup kembali, matanya tertuju pada foto Azkia yang tergantung manis di dinding kamar, Herman menurunkan foto itu, meraba wajah Azkia yang tersenyum, dia kemudian naik dan merebahkan tubuhnya di kasur yang biasa ditiduri Azkia, memejamkan mata dengan posisi mendekap foto Azkia, entah mengapa dia merasa nyaman dan akhirnya tertidur.

"Ayah! ayah! bangun!" Herman terbangun saat mendengar suara putrinya.

"Kenapa ayah tidur di kamar bunda, ayah kangen bunda?" tanya Arta dengan polosnya. Herman hanya mengangguk.

"Arta juga kangen bunda, yah!"

"Bagaimana kalau kita susul bunda ke tempat kerjanya."

"Jauh sayang, kita berdoa saja ya, semoga kerjaan bunda cepat selesai, dan bunda lekas pulang." ucap Herman dengan kebohongan, entah yang keberapa kalinya.

"Maafkan ayah, nak." batin Herman seraya memeluk putrinya. Kemudian menggendong Arta membawa ke kamarnya.

Herman segera membersihkan diri dan berwudhu, kemudian melaksankan shalat subuh berjamaah dengan putrinya. Setelah shalat Herman pergi ke ruang kerjanya, menyiap berkas dan laptopnya, dia tidak boleh larut dalam kesedihan, kasian Arta yang masih membutuhkannya.

Wati menyiapkan sarapan untuk Herman dan Arta, semua sudah tersaji, aromanya sangat menggoda, Arta yang sudah menggunakan setelan sekolah, sudah duduk manis di meja makan, menunggu ayahnya.

Lima menit kemudian Herman muncul, di susul dengan Anjeli, wanita itu menarik kursi di samping Herman dan duduk manis.

"Anak mama sudah mau sekolah hari ini?" tanya Anjeli basa basi.

"Iya mama Anjeli, Arta sudah sehat." jawab Arta.

Wati yang mendengar basa basi Anjeli rasanya ingin muntah. Wati kemudian mendekati meja makan, dia menarik piring nasi di depan Anjeli yang sudah tergeletak sepotong ayam goreng.

"Wati, apa-apa sich kamu." Anjeli terlihat marah, dia menganggap Wati tidak sopan.

"Nyonya duduk yang tenang ya." ujar Wati seraya menyodorkan semangkok bubur dengan kerupuk.

"Penderita kanker otak dilarang makan yang berlemak dan mengandung kolestrol, ini demi kesehatan nyanyo." ujar Wati lagi.

"Rasain lo, makan tu bubur tanpa rasa." maki Wati dalam hati, seraya tersenyum.

"Tapi, mana ada gizinya, kalau cuman makan dengan kerupuk." ujar Anjeli mulai protes.

"Hanya untuk sementara nyonya, supaya pengobatan nyonya tidak sia-sia." ujar Wati lagi.

"Terima kasih ya Wati, kamu perhatian bangat dengan Anjeli." ujar Herman, merasa kalau Wati sangat tulus mengurus Anjeli.

"Ini sudah kewajiban saya pak." ujar Wati lagi.

Herman bersyukur punya asisten rumah tangga sebaik Wati, biasanya Wati hanya ditugaskan Azkia untuk mengajari dan menjaga Arta, soal membersihkan rumah dan memasak semuanya dikerjakan Azkia. Herman jadi rindu masakan Azkia.

Tak sampai sepuluh menit, Herman dan Arta sudah menyelesaikan sarapannya, sementara Anjeli hanya mengaduk-aduk buburnya, melihat tingkah Anjeli, Herman mengambil alih mangkoknya, kemudian menyuapinya. Dengan terpaksa Anjeli menelan buburnya.

"Habis makan bubur, minum jamu ini ya nyonya, ini ramuan herbal yang bisa membunuh sel kanker." ujar Wati sambil meletakkan gelas besar berisi ramuan di samping Anjeli, kemudian dia pamit mengantar Arta ke sekolah.

Wati berlalu sembari melirik wajah Anjeli yang menegang, pasti dia merasa mual dengan bau ramuan yang dibuat Wati.

"Selamat menikmati." batin Wati kemudian berlalu.

"Sudah bang, sudah kenyang."

"Sedikit lagi Anjeli, ayuk.. biar cepat sehat." kata Herman, terus mengangsur sendoknya. Anjeli terpaksa menurut.

"Abang! kalau mau berangkat ke kantor, pergilah!" kata Anjeli.

"Minum dulu jamunya, aku tak akan pergi sebelum kamu menghabiskan ramuan Herbal itu." ujar Herman, kemudian mengambil gelas berisi ramuan itu, menyodorkan ke mulut Anjeli.

"Ayuk terus, sedikit lagi." kata Herman memberi semangat, Anjeli menahan napasnya, agar tak mencium aroma tak sedap dari ramuan itu.

"Ramuan apa sich, kok aneh bangat rasanya." batin Anjeli.

Setelah Anjeli selesai sarapan, minum obat dan jamu herbal buatan Wati, Herman pun pamit pergi ke kantor.

"Abang pergi dulu ya." kata Herman seraya mengambil kunci mobilnya.

"Kalau ada apa-apa segera hubungi abang ya." ujar Herman lagi, dia berlalu masuk mobil dan meluncur.

"Ah sialan, kenapa Herman begitu dingin dan cuek padaku." Anjeli memaki-maki kesal. Dia tidak boleh membiarkan ini terjadi, percuma dia berada di rumah ini, jika tidak bisa mengendalikan Herman seperti dulu.

Lima manit kemudian Anjeli merasa ada yang mengaduk-aduk perutnya, Anjeli memegang perutnya yang sakit dan mules, berulang kali dia ke toilet, hingga tubuhnya merasa lemas tak bertenaga.

*****

Jangan lupa like, komen dan votenya ya readers

Terima kasih🙏🙏🙏

1
falea sezi
astaga kayaknya si semua novelnya peran cwek di buat bodoh semua pantes like dikit
falea sezi
kapok azab laki. tukang selingkuh
falea sezi
sibbangsat rani
falea sezi
Wati ne pembantu munafii
falea sezi
jijik laki. plin plan
falea sezi
masih boodh aja kau
falea sezi
bner g usah ngurusin anak pelakor
falea sezi
azkia gugat cerai deh jangan bodoh kau di jadiin baby sitter doank
falea sezi
azkia ne tololnya astaga cm di jadiin istri cadangan dia mau ya allah
Aulia Ananda
thor knp azkia dibikin sgt bod h jengkel aq thor
nand channel
gara2 si kuntilanak Anjeli kasihan Arta, anak sekecil itu di ombang ambingkan perasaan nya...
nand channel
ini yg goblok othor nya...segitu nya merendahkan azkia, ttp buat azkia menunggu lelaki sangat keparat itu, lelaki plinplan dan babgsat
nand channel
jijik mendengar herman sok berdebar2, lelaki plin plan dan mau enak mu aja
nand channel
wanita yang tak punya pendirian, wanita lemah
nand channel
baguslah azkia pergi dan mencari bahagia nya sendiri, pasti banyak yg mencintai nya
nand channel
yang benar aja thor, udah mau mati masih meluk2 suami orang, mau ditendang malaikat langsung ke neraka ntar...
nand channel
nohhhh...gak hanya gak di anggap sebagai istri di selingkuhin lg...pelihara terus bodoh mu azkia
nand channel
wanita lemah dan bodoh, menciptakan neraka sendiri di hidup nya...nikmatilah kebodohanmu bego.
udah gak dianggap suami, di rendahkan, di maki2, di sakiti, dikasari, di beri madu, jagain anak madu lagi...sempurna ketololan mu sbg wanita
nand channel
perempuan bodoh kau azkia
nand channel
ada ya manusia sebodoh azkia ini, nikmatilah penderitaan mu *bodoh*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!