Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.
Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.
Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
...***************...
Di perkebunan buah dan sayur di kampung Flores.
Zefanya memakai caping dan menyirami tanaman buah dan sayur yang ada diperkebunan tersebut bersama pamannya.
"Naya! Apa kamu masih ingat dengan Denis teman masa kecilmu itu?" Tanya pamannya sambil menyirami sayuran.
"Denis anak dari Pak Ridwan itu kan paman?" Jawab Zefanya dengan balik bertanya sambil menoleh kearah pamannya.
"Benar! Kemarin paman tidak sengaja bertemu dengannya dan dia menanyakanmu! Dia baru saja kembali dari kota B karena sedang cuti!" Jawab pamannya sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Oh begitu!" Ucap Zefanya dengan tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya menyirami tanaman sayurannya.
"Kamu tau Naya? Denis itu seorang dokter spesialis kandungan di salah satu rumah sakit terbesar yang ada di kota B!" Ucap pamannya dengan bangga menceritakan anak dari temannya sekaligus tetangganya.
"Wah hebat ya paman!" Jawab Zefanya juga merasa bangga dengan teman masa kecilnya itu.
Denis adalah teman masa kecil Zefanya dikampung. Denis setelah lulus SMA ia pindah ke kota B dan tinggal bersama paman juga bibinya disana untuk melanjutkan pendidikannya di universitas terbaik disana difakultas kedokteran hingga sampai lulus S2 dan ia telah dinobatkan menjadi dokter muda spesialis kandungan yang ditempatkan di rumah sakit terbesar dikota B.
Dan ia baru kembali kekampungnya ini dua hari yang lalu karena mengambil cuti setelah beberapa tahun tidak pulang kampung.
"Naya!!" Seru seseorang dari pinggir jalan samping kebun.
Zefanya pun menoleh kearah arah suara yang memanggil namanya dan tersenyum.
Pamannya juga menoleh dan tersenyum kepada seseorang yang memanggil keponakannya.
Seseorang itu kemudian melangkah mendekati Zefanya dengan tersenyum.
"Nak Denis!" Seru pamannya Zefanya menyapa Denis yang tadi ia ceritakan kepada Zefanya.
"Paman Surya!" Balas Denis dengan ramah dan tersenyum.
"Kamu Denis??" Tanya Zefanya masih memandangi Denis yang terlihat jauh berbeda saat dulu berteman dengannya.
"Iya aku Denis! Kenapa? Kamu tidak percaya ya? Aku semakin tampan ya..hehe!" Ucap Denis menggoda Zefanya dan tertawa.
"Wah kamu benar-benar Denis ya? Iya, kamu semakin tampan saja..hahaha!" Ucap Zefanya sambil tertawa dan menepuk lengan Denis.
"Kamu apa kabar Naya? Kamu juga semakin cantik! Aku benar-benar tidak percaya!" Ucap Denis dengan tersenyum menatap Zefanya.
"Dasar gombal! Aku baik! Kamu apa kabar? Katanya sekarang kamu sudah sukses menjadi dokter spesialis kandungan ya? Hebat sekali!" Ucap Zefanya merasa bangga dengan temannya dan kembali menepuk lengan Denis.
"Aku hanya mengatakan apa adanya! Aku juga baik! Ya, aku adalah seorang dokter kandungan dan aku baru punya kesempatan untuk mengambil cuti lalu pulang kampung setelah sekian lama!" Jawab Denis dengan tersenyum menatap Zefanya.
Paman Zefanya hanya diam dan mendengarkan perbincangan mereka dengan tersenyum sendiri sambil terus menyirami tanaman buah-buahannya.
...***************...
Di salah satu hotel berbintang di Singapura milik Steve.
Abrisam dan Clara berjalan bersama memasuki ruangan meeting yang telah disiapkan oleh Steve.
"Hello Sam! How are you brother? Aku tidak menyangka kita bertemu disini dan akan menjalin kerja sama!" Seru Steve dengan riang dan merentantangkan tengannya untuk memberi pelukan setelah melihat Abrisam datang menemuinya.
"Hallo Steve! I'm fine seperti yang kau lihat sekarang! Bagaimana kabarmu?" Jawab Abrisam dan bertanya balik sambil menerima pelukan Steve lalu menepuk bahunya sekilas kemudian melepaskan pelukannya.
"Aku juga baik dan sangat baik setelah melihat wanita cantik yang bersamamu itu..hahaha!" Jawab Steve sambil melirik kearah Clara dan tertawa sambil menepuk lengan Abrisam.
Abrisam hanya tersenyum tipis dan tidak memperdulikan ucapan Steve yang memuji kecantikan sekretarisnya.
"Oya, dia sekretarisku namanya Clara!" Ucap Abrisam memperkenalkan Clara kepada Steve.
"Ehm..Hay Pak Steve, aku Clara sekretaris Pak Sam!" Ucap Clara sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya dengan sopan.
"Hay cantik, jangan memanggilku Pak, aku belum setua itu!" Balas Steve sambil meraih tangan Clara kemudian mengecup punggung tangan Clara dengan lembut dan mengedipkan sebelah matanya.
Clara langsung merona dan terpesona diperlakukan seperti itu oleh Steve.
"Beruntung sekali Bosmu ini selalu dikelilingi wanita cantik sepertimu!" Lanjut Steve setelah melepaskan tangan Clara dan melirik Abrisam.
"Oya dan ini sekretaris pribadiku namanya Rebecca!" Ucap Steve kembali memperkenalkan sekretarisnya yang tak kalah cantik dan sangat sexy.
"Hallo..senang bertemu dengan anda!" Ucap Rebecca dengan lembut dan tersenyum manis mengulurkan tangannya kearah Abrisam.
Abrisam menjabat tangannya dengan wajah tanpa ekspresinya dan tidak mengucapkan apapun lalu melepaskan jabatan tangannya kembali.
*Dia sangat tampan tapi s*ombong sekali dia! Baru sekali ini ada laki-laki yang begitu dingin dan tidak memperhatikanku!
Gumam Rebecca dalam hati sambil menatap Abrisam merasa terpesona oleh ketampanan Abrisam.
"Hay, aku Clara!" Sahut Clara dengan ramah kepada Rebecca.
"Oh Hay..senang juga bertemu denganmu!" Jawab Rebecca sambil menjabat tangan Clara.
"Bisa kita mulai meeting nya Tuan William?" Tanya Abrisam dengan wajah dinginnya sambil duduk menyandarkan punggungnya disofa.
"Oh..of course, silahkah!" Jawab Steve kemudian duduk dan mulai fokus dengan meeting nya.
Beberapa saat kemudian mereka telah selesai membahas kontrak kerja sama dan telah menyepakati kontrak kerja sama mereka.
Kemudian Abrisam dan Clara segera pamit undur diri setelah makan siang bersama mereka.
...***************...
Di apartemen tempat tinggal Barra.
Iqbal baru saja selesai makan siang setelah tadi ia memesan makanan melalui Johan.
"Kemana dia? Kenapa masih belum kembali juga?" Gumam Iqbal bertanya kepada dirinya sendiri menunggu Barra yang belum juga kembali sejak semalam.
"Panjang umur kau! Baru saja aku memikirkanmu dan kamu langsung datang! CK!" Ucap Iqbal sambil menyeringai menatap Barra.
"Hoaaahmm..aku masih mengantuk! Semalam aku dibuat gila olehnya!" Ucap Barra sambil menguap dan menjatuhkan tubuhnya disofa panjangnya diruang tv.
"Sepertinya semalaman kau bermain bola! Berapa kau mencetak goal?" Tanya Iqbal sambil duduk disofa sebelah.
"Entahlah sampai berapa kali! Dia benar-benar berhasil menguasaiku semalaman!" Jawab Barra sambil memejamkan matanya.
"Hahaha..kamu ini payah sekali!!" Ucap Iqbal mencibir sahabatnya.
"Eh tapi, bagaimana kalau sekali-sekali kita memperkenalkan Sam dengan teman-teman wanita kita?" Lanjut Iqbal dengan menyeringai memberi ide tak senonoh kepada sahabatnya.
Barra hanya diam tidak menjawab ide dari sahabatnya yang katanya pangeran cinta itu. Ia merasa sangat lelah dan mengantuk karena semalaman suntuk hingga pagi bemain bola dengan wanitanya.
"Sialan!! Rupanya sudah tidur dia!!" Ucap Iqbal saat melihat Barra yang hanya diam saja ternyata sahabatnya sudah terlelap sangat pulas.
Iqbal pun menghela nafasnya dan bangkit dari tempat duduknya. "Sebaiknya aku ke restoran saja!" Gumamnya smabil meraih kunci mobil dan jaket miliknya dan bergegas pergi meninggalkan apartemen Barra.
...***************...
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈