"Aku hanyalah wanita biasa yang tak rela suamiku berpoligami"-Maryam Azzahra-
Poligami menjadi penyebab renggangnya ikatan suci pernikahan antara Maryam dan Faiz. Sampai suatu saat Damar Langit datang membawa getaran lain di hati Maryam yang membuatnya bimbang antara bertahan dan melepaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam Aneh
Sebagian besar wanita hamil pasti pernah merasakan yang namanya morning sickness. Beruntung Maryam tidak pernah disulitkan akan kehamilannya itu. Maryam hanya merasakan dorongan yang sangat kuat untuk menemui Langit tiap pagi. Aneh memang tapi begitulah kenyataannya, Maryam ingin bertemu dengan Langit. Begitupun pagi ini, ia sangat resah dan gelisah tak kala Langit masih belum datang juga.
Maryam sudah beberapa kali melirik jam di tangannya, hampir pukul 8 dan Langit tak kunjung tiba.
"Mar, kamu sedang menunggu siapa?" Anindya mencolek lengan Maryam.
"Mm, tidak. Aku hanya diam saja di sini. Ayo kita ke atas." ajak Maryam, Anindya pun turut mengikuti langkah Maryam.
Saat sedang mengerjakan file yang diminta Agnes, Maryam tidak bisa fokus bekerja. Ia hanya ingin bertemu dengan Langit segera. Maryam pun tak bisa menyembunyikan hasrat anehnya dan lantas memberitahukan Anindya akan hal itu.
Ia mengambil ponselnya lalu mengirimkan chat pada Anindya.
Maryam Azzahra : Nin, kenapa ya aku ko ingin sekali ketemu dengan Pak Damar. Bukankah aneh ya?
Pesan terkirim.
"Mar," panggil Anindya yang duduk di kubikel belakang. Maryam menoleh sambil mengacungkan ponselnya.
Bip.
Anindya Larasati: Kamu ngidam kali ya? Kamu mau ketemu Pak Damar? Aku kasih tahu beliau ya?
Maryam Azzahra : Jangan, Nin!
Anindya Larasati : Kenapa? Kasian loh bayi kamu.
"Nyesel aku ngasih tahu dia." sesal Maryam menutup wajah dengan kedua tangannya.
Anindya memutuskan sendiri menghubungi Willy dan memberitahukan jika Maryam ingin bertemu dengan Langit pagi ini juga.
Anindya Larasati : Maaf Pak Willy, apa Pak Damar berada di ruangannya?
Willy Denandra : Pak Damar? Pak Damar kebetulan tadi subuh sudah bertolak ke Singapur ada urusan bisnis. Apa ada sesuatu dengan beliau?
Anindya Larasati : Begini Pak, Maryam ingin bertemu dengan Pak Damar. Hanya ingin bertemu saja, mungkin dia sedang ngidam. Saya hanya kasihan saja takut bayinya kenapa-napa.
Willy Denandra : Ngidam?
Anindya baru sadar jika Willy belum mengetahui kebenaran Maryam hamil.
Ya ampun kenapa aku bisa lupa, kenapa aku memberitahukannya.
Anindya Larasati : Maaf Pak, masalah ini lupakan saja.
Willy Denandra : Tidak apa-apa, saya sudah tahu semuanya. Tidak ada yang disembunyikan Pak Damar dari saya. Saya pastikan semuanya aman. Saya akan menyambungkannya dengan beliau. Tunggu saja!
Anindya bersyukur Willy mau membantunya.
Mendekati pukul 10 siang, ponsel Maryam bergetar. Ada panggilan video dari nomor ponsel Langit. Maryam sampai tergugu dibuatnya.
Apa ini kerjaan Anin ya?
Suasana ruangan yang hening karena kesibukan tiap karyawan, membuat Maryam mencari tempat aman dan nyaman untuk menerima panggilan dari Langit. Senyumnya terbit begitu saja tak kala melihat Langit tengah tersenyum dan melambaikan tangannya pada Maryam.
Begitu menerima telepon dari Willy, Langit langsung menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menelepon Maryam. Sesungguhnya ia pun ingin bertemu dengan Maryam dan rencananya sore ini, Langit akan langsung kembali ke Jakarta.
"Apa kabar? Ada apa tumben pengen ketemu?"
Maryam sedang mencoba mengatur nafasnya, rasanya sangat sulit ia menjawab pertanyaan Langit yang sederhana.
"Baik Pak, tidak ada apa-apa. Maaf saya menganggu kesibukan Bapak. Saya kira Bapak sedang berada di kantor. Saya hanya ingin melihat Bapak saja, maaf Pak." Maryam mengemukakan keinginannya tanpa sedikitpun ditutup-tutupi.
Langit sedang tersenyum, manis sekali. Siang ini ia terlihat gagah dan tampan dalam balutan jas hitam double breasted yang membuat penampilannya begitu sempurna. Rambutnya di sugar ke belakang.
"Lo lagi ngidam? Ingat Mar, lo jaga kesehatan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan buat hubungi gue langsung!"
"Iya Pak, maaf sudah menganggu,"
"Tak masalah, gue sebenarnya masih mau lama-lama ngobrol sama lo. Tapi maaf gue lagi ditungguin yang lain buat lanjut meeting,"
"Ah, iya Pak. Tidak apa-apa, silahkan. Maaf saya sudah mengganggu waktunya,"
"Tidak apa-apa. Nanti kita lanjut ya, gue tutup."
Demi apa Maryam jadi aneh seperti itu, ngidamnya juga minta hal yang tidak pernah ia duga. Rasanya seperti hasrat yang tidak terbendung dan tidak bisa ia tolak. Maryam mengulas senyumnya sesaat, ia sudah lega. Keinginannya melihat wajah Langit terpenuhi sudah.
***
penasaran akan mamfir
rela harga diri diinjak2
klu org SDH dak suka kenapa masih memaksakan diri?
laki2 macam apa
ayo Maryam cerai aja cari laki2 yg mencintaimu