NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah

Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ikha dito

Masih sekolah dan menikah.
"Tidak ada angan sama sekali dalam pikiranku untuk melakukannya, apalagi menikah dengan laki - laki yang seusia dan tanpa cinta, haruskah aku menerima takdir yang telah Engkau tuliskan untukku ya Allah....", Tita Andriana.

"Harusnya aku menikah dengan gadis kecil impian gue, bukan cewek asal comot dari bunda. Dan lagi gue masih remaja, masih hura - hura, bukannya bertanggung jawab menghidupi anak gadis orang" Kennan Wijaya Atmadja.

Pernikahan di usia remaja yang masih labil akan ada banyak kesalahpahaman diantara mereka. Mampukah Tita bertahan dengan sikap Kennan yang dingin dan sulit ditebak. Ataukah Tita akan memilih ikhlas meninggalkan Kennan.....

Diusahakan sering update, dukung author dengan vote, like n komen ya...
Masih sering proses revisi.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Tengyu so much readers😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Episode Kesedihan Tita

Tita hanya mampu menangis dalam kesendiriannya. Tidak ada seorangpun yang bisa Tita ajak berbagi tentang rasa sedihnya, hanya kepada Allah Tita mengungkapkan keluh kesahnya.

Di saat dahi menyentuh sajadah, hanya pada saat itulah Tita merasakan ketenangan lahir maupun bathinnya. Tita berpasrah diri tentang ketentuan jalan hidup yang telah Tuhan tuliskan untuknya.

Tita hanya akan menerima segala takdir yang telah Allah tentukan kepadanya, sekalipun itu menyakitkannya.

Bukankah Allah maha membolak balikkan hati. Tita hanya perlu menunduk dan merayu Allah dengan doa -doa yang Tita ucapkan dengan tulus agar Kennan suaminya sedikit peduli kepadanya.

Yang terpenting Tita selalu berbuat baik kepada suami dinginnya itu meskipun sangat menyakitkan. Meskipun berkali - kali Kennan menyuruhnya untuk tidak peduli tapi Tita akan tetap belajar melaksanakan kewajibannya sebagai istri.

Setelah terpuaskan mengadu dan meminta kepada Allah sebagai Tuhan yang telah mengizinkan dirinya hadir ke dunia ini, Tita melipat mukena dan sajadahnya. Meletakkan pada ujung ranjangnya.

Tita melangkahkan kaki keluar balkon kamarnya. Kamar Kennan lebih tepatnya. Mengambil duduk pada single sofa yang biasa ditempati oleh Kennan saat menghindari berduaan dengan Tita di dalam kamar.

Setiap malam Tita tidak bosan menunggu kedatangan Kennan yang beberapa hari ini tidak pulang. Yah... setelah kejadian kennan mencekal pergelangan tangan Tita di sekolah, Kennan tidak pernah menampakkan batang hidungnya di rumah besar keluarga Atmadja. Mungkin sengaja menghindari Tita karena Kennan masih pergi ke sekolah seperti biasa.

Entah dimana Kennan menginap, Tita tidak ingin mengusiknya. Mungkin Kennan membutuhkan waktu untuk sendiri.

Untung saja Ayah dan bunda yang ada kepentingan ke luar negeri membuat Tita tidak perlu mencari alasan ketiadaan suaminya di rumah.

Tita harus mampu bertahan sesakit apapun demi orang orang yang menyayanginya.

Meski hawa dingin menusuk seolah menembus sampai ke tulangnya, tapi Tita belum ingin beranjak dari balkon. Tita memandangi langit malam ini yang sangat cerah berhiaskan kelap kelip cahaya bintang yang seolah mengejek kegundahan hatinya.

Malam ini hati Tita berkecamuk, banyak yang dipikirkannya.

Tentang sikap Kennan yang bukannya membaik tapi malah semakin dingin dan semaunya kepada Tita.

Sepertinya banyak pemikiran keliru membuat hubungan mereka semakin menjauh.

Memang Tita belum mencintai Kennan sepenuhnya, Tita sangat menyadari itu. Tapi sebagai seorang istri meskipun dirinya masih sangat muda, Tita ingin menjadi isteri yang baik. Setidaknya Tita ingin Kennan menerima pengabdiannya. Karena bagaimanapun Kennan telah mengucapkan ijab qobul atas namanya dan Tita berjanji akan mencintai siapapun lelaki yang telah Allah tentukan untuknya.

Whussssss.....

Sekali lagi hembusan angin yang sedikit kencang membuat tubuh Tita menggigil.

Ssssssssshhhh.....

Tita mendesis, mengeratkan dekapan tangannya diantara badan dan tekukan kedua kakinya. Meskipun single sofa di balkon ini besar dan mampu menenggelamkan setengah badannya namun Tita masih merasakan dinginnya semilir angin.

Tubuh Tita memang tidak mampu menahan dingin, sebenarnya Tita sangat membenci hawa dingin. Itulah sebabnya Tita tidak pernah mau menyalakan AC di dalam kamar Kennan.

Hal itu juga yang membuat Kennan selalu berakhir menguasai ranjang king sizenya saat sudah tertidur. Untung pada saat tidur Tita tidak melakukan banyak gerakan. Jika sudah tidur dengan posisi meringkuk sampai bangun tidur pun posisi itu tidak akan berubah.

Kalau saja di dalam kamar Kennan ada sofabed meskipun berukuran kecil, mungkin Tita akan memilih tidur di situ. Daripada Tita harus tidur nyempil di pinggir ranjang Kennan, dan selalu was was jika saja tanpa sengaja Kennan menendangnya.

Dadanya nyeri air mata mengalir begitu saja,Tita tidak tahu bagaimana memulai untuk memperbaiki hubungannya dengan Kennan.

Mengingat perkataan Kak Putra beberapa hari lalu membuat Tita tersenyum tipis. "Bagaimana caranya aku bisa memperbaiki jika Kennan malah semakin menjauh...."

...🍭🍭🍭🍭...

Ceklek....

Pintu kamar terbuka, sedikit mengintip dan akhirnya Kennan memasuki kamar yang beberapa hari ini telah ditinggalkan olehnya.

Meski langkahnya sangat berat, mau tidak mau Kennan kembali ke rumah untuk mengambil beberapa seragam sekolah yang harus digunakan untuk esok hari.

Lampu menyala terang tapi ranjangnya kosong bedcover masih terpasang rapi di atas ranjang seperti belum ditiduri oleh penghuninya.

Kennan melihat jam pada pergelangan tangannya, "Jam setengah 12, gadis itu belum tidur??Mungkinkah dia di kamar mandi?", Kennan bertanya membatin.

Kennan menutup pintu kamarnya pelan dan berjalan menuju lemari pakaian.

Whuss....angin dingin menerpa tubuhnya yang hanya berbalut kaos pendek hitam. Kennan mengusap lengannya yang sedikit merasakan hawa dingin, kemudian menoleh ke arah balkon yang tirainya sedikit berkibar menandakan bahwa pintunya masih terbuka.

Kennan melangkahkan kakinya mendekati pintu balkon terbuka.

"Hiss....dasar gadis ceroboh....", Kennan mendesis lirih.

Kennan menutup separuh pintu balkon.

Tunggu.....

"Apakah itu Tita", Kennan membelalakkan mata terkejut saat mendapati seseorang berkerudung pink meringkuk di atas single sofa yang biasa ia duduki.

Kena berjalan pelan, mendekatinya. Ternyata benar, itu Tita.

Sedikit menunduk memandang Tita yang sepertinya tertidur di sana.

Kennan berjongkok di depan Tita yang telah tertidur meringkuk di atas sofa yang hampir menenggelamkan tubuhnya di sana.

Sedikit ragu,,,, apakah gue biarin aja? Ah itu sangat tidak punya hati.

Akhirnya Kennan memasukkan kedua tangannya disela leher dan diantara tekukan kaki Tita. Memutuskan menggendong Tita dan menidurkannya di ranjang.

Dengan hati - hati Kennan melepaskan gadis itu agar tidak terbangun, namun karena sedikit berat Kennan terjungkal membuat dirinya sedikit menindih tubuh gadis itu.

Tita yang merasakan benda berat seperti jatuh di atas tubuhnya membuatnya tersadar dari tidurnya.

Perlahan Tita membuka matanya mendapati Kennan yang masih di sampingnya dan akan beranjak dari ranjangnya.

"Abang...." Tita bersuara serak khas bangun tidur.

Kennan terkaget melihat Tita membuka mata, namun tetap berdiri beranjak untuk pergi menjauh.

Tita yang merasa Kennan akan pergi lagi, segera terduduk meraih tangan kokoh itu.

"Bang....abang mau ke mana?", Tita bertanya seakan berharap untuk tidak ditinggalkan.

Kennan masih diam, berusaha menata hatinya untuk tidak menoleh ke arah gadis itu.

Tita berdiri, turun dari ranjang dengan masih memegang tangan kokoh milik suaminya dengan kedua tangannya.

Tita menipiskan jarak diantara keduanya, "Abang mau pergi lagi?.

"Bukan urusan lo gue mau kemana, tidurlah...", Kennan bersuara tanpa mau menoleh ke arah Tita.

Tita terdiam masih dengan posisi dibelakang Kennan sambil menahan lengan kokoh itu agar tidak meninggalkannya. Bagaimanapun Tita ingin memperbaiki hubungannya yang semakin menjauh padahal pernikahannya baru seumur jagung.

Tak tahu bagaimana cara memulainya, Tita hanya bisa menahan bulir bening untuk tidak jatuh membasahi pipinya.

Apa mau dikata meskipun sebelumnya Tita sudah menguras air mata itu sampai kering ternyata bulir bening itu mulai jatuh membasahi pipi yang sedikit tirus itu.

Tak ayal membuat Kennan mendengar isakan dari gadis yang telah dinikahinya beberapa bulan lalu itu.

Kennan menghela nafas panjang.

Kenapa jadi rumit begini, padahal Kennan hanya ingin mengambil seragam sekolahnya untuk sekolah besok.

🍨🍨🍨🍨

Like

Vote

Komen

Tambahkan favorit❤

Tengyu so much sudah mau mampir😍😍😍

1
Sultan Scout
Luar biasa
Asni
males mau baca ceritanya muter-muter gak jelas
Asni
ceritanya gak jelas ke mana alur nya
Asni
ceritanya bikin pusing aja gak ada ke jelassannya
Cantika Hamli
baguuusss
Yan Ti
sebenarnya bukan salah kennan juga yg selalu salah paham m istrinya tp yg salah authornya selalu bikin kennan salah paham mulu 😠😠
Juan Alfares
menurut aku ya, lebih enak dengernya manggil Abang dr pada mas, mungkin karena blm terbiasa aja ya😁
Juan Alfares
pas baca bab yg ini, bawaan nya pengen ketawa terus
Manoy Cagar
nyimak thorr,, kaya y seru nih
Sulistiyani Pbg
ceritanya seruu
Akbar Wae
itu si kenan ngapa gak ngerubah panggilannya sih gak so sweet deh bang ke, aturanya aku kamu gitu. .
Nur fadillah
Makasih Thor untuk.novelnya
..selalu sehat walat. sukses selalu dan terus semangat berkarya. .💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Bahagianya...😃😃
Nur fadillah
Kaciaaaan......oyang tuh...😃😃
Nur fadillah
Memang Om Alek nakal...🤣🤣🤣
Nur fadillah
jadi sedih ini Thor bikin mewek...,😭😭
Nur fadillah
Kok jadi sedih ya bacanya....hanyut bangey ehh....😣😣
Nur fadillah
Waduuuh...waduh....🤣🤣
Nur fadillah
luar biasa sudah bab 223... ndak terasa bacanya Thor...pokoknya Outhor josss gandos...😃😃
Nur fadillah
Nah lhooo...😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!