NovelToon NovelToon
The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:273.8k
Nilai: 5
Nama Author: Seojinni_

Qin Yue, agen elit paling mematikan dari dunia modern, mati dalam misi. Ia terbangun di tubuh Putri Feng Xiuying—gadis cantik, lemah lembut, dan terkenal bodoh seantero istana.

Tapi dunia akan segera tahu bahwa kelinci mungil ini kini bertaring.

Pedangnya lebih cepat dari lidah bangsawan istana, dan kelicikannya bahkan bisa mempermainkan para pejabat tua.

Hanya satu orang yang tak bisa ia taklukkan. Jenderal Han Ziyu, pria dingin berjulukan "Serigala Salju."

“Ayo bertarung!”
“Maaf, aku tak melawan kelinci,” katanya dingin.

Tapi ketika kelinci itu mulai menggoda pangeran lain, serigala itu menggeram pelan.

“Kelinci milikku... tak boleh bermain di kandang rubah lain.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seojinni_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Racun Gu (1)

Xiuying menoleh, tersenyum sopan begitu melihat Wu Zeyan.

“Yang Mulia Putra Mahkota.”

Suaranya halus, nadanya tepat — tanpa berlebihan, sekadar formalitas yang diucapkan sebagai bangsawan.

Wu Zeyan menatapnya sejenak, lalu mengangkat gelas anggurnya.

“Putri Bai, bolehkah aku bersulang?”

Xiuying menunduk sedikit. “Suatu kehormatan, Yang Mulia.”

Gelas mereka beradu ringan. Anggur itu manis dan hangat—terlalu hangat. Xiuying menelan perlahan, tapi pandangannya mulai buram.

Rong Yi yang berdiri di belakangnya segera maju selangkah.

“Putriku—”

Xiuying menggeleng pelan, tetap mempertahankan senyumnya. “Tidak apa-apa. Hanya sedikit mabuk.” Nada suaranya tenang, tapi sedikit lebih lembut dari biasanya.

Wu Zeyan menurunkan gelasnya, matanya tak lepas dari wajah Xiuying.

“Putri Bai. Kau tampaknya kurang sehat.”

Nada suaranya rendah tapi berwibawa. Ia menoleh pada Rong Yi.

“Bawa dia ke ruang istirahat di sayap timur. Pastikan tidak ada yang melihatnya seperti ini.”

Rong Yi menunduk dalam. “Baik, Yang Mulia.”

Xiuying menatap Wu Zeyan sesaat sebelum berpaling, pandangannya datar namun masih berisi kesadaran penuh.

“Terima kasih, Yang Mulia.”

Wu Zeyan mengangguk tipis. Hanya itu.

Namun saat Xiuying berlalu, ia masih menatap punggungnya yang menjauh di antara tirai dan lentera.

Bahkan dalam keadaan seperti itu, ia masih bisa menjaga dirinya…

***

Rong Yi menuntun Xiuying keluar dari taman dengan hati-hati. Begitu mereka sampai di ruang istirahat, ia segera membantu tuannya duduk.

“Putriku… bagaimana keadaanmu?” suaranya bergetar cemas.

Xiuying menarik napas berat, keringat dingin membasahi pelipisnya.

“Yi... Tubuhku terasa panas,” ujarnya pelan, suara masih tenang meski napasnya berat.

Rong Yi membungkuk cemas. “Bukankah kau sudah minum penawar sebelum pesta dimulai?”

Xiuying menahan diri, jemarinya mencengkeram kain rok. “Aku selalu meminumnya. Di istana, kita tidak tahu permainan kotor apa yang akan mereka lakukan.”

Ia menarik napas dalam, matanya bergetar sesaat. “Tapi efeknya kali ini… lebih kuat dari yang kuduga.”

Rong Yi menatapnya ngeri. “Putriku. Mungkinkah ini racun langka yang dilarang kekaisaran?”

Xiuying tersenyum kecil, samar tapi menusuk. “Jika itu benar, artinya penawarnya hanya ada di tangan Kaisar.”

Ia mengangkat pandangan, menatap Rong Yi dalam-dalam. “Yi, pergilah. Minta penawar itu sebelum terlambat.”

Rong Yi menatapnya ragu. “Tapi jika aku meninggalkanmu sendirian—”

Tatapan Xiuying berubah tajam. Senyumnya dingin, mengandung perintah yang tak bisa dibantah.

“Yi, apa kau meragukanku?”

Tanpa menunggu jawaban, Xiuying mengambil belati di lengan bajunya dan menusuk pahanya sendiri. Darah merembes cepat, tapi ia hanya mengerang pelan, menahan napas.

“Putriku!” seru Rong Yi terkejut.

Xiuying memejamkan mata sebentar, suaranya rendah tapi tegas.

“Cepat pergi! Rasa sakit ini cukup untuk membuatku tetap sadar sementara.”

Rong Yi menunduk, wajahnya pucat tapi patuh.

“Baik, Putriku.”

Ia berbalik, menutup pintu dengan hati-hati sebelum melangkah cepat menjauh.

Kesunyian turun bersama aroma darah di udara. Xiuying bersandar di tempat tidur, matanya masih menyala jernih di balik napas yang tersengal.

Aku tidak akan membiarkan sejarah ibuku terulang.

Siapa pun yang berani menyentuku… akan kubuat menyesal.

Tiba-tiba—

Krek.

Pintu terbuka perlahan. Dan seseorang masuk dengan langkah ringan.

***

Riuh di Aula Kekaisaran

Aula megah mendadak hening begitu Feng Tianshu melangkah masuk.

Langkahnya tenang, namun setiap denting sepatu terasa bergema di dada semua orang. Para bangsawan serempak menunduk, tak seorang pun berani mengangkat pandangan.

Wu Yao segera maju, wajahnya tersenyum lembut seolah angin musim semi tiba.

“Selamat datang, Kakek,” ucapnya ringan, tapi mata yang bening itu menelusuri seluruh aula, mencari sesuatu.

Feng Tianshu hanya menatap dingin.

“Wu Yao,” suaranya berat dan tegas, cukup untuk membuat udara di ruangan terasa menegang. Sekali tatapan matanya menyapu, semua kepala kembali menunduk.

Wu Yao menoleh, senyum tipisnya berubah menjadi licik.

“Tunggu… mengapa aku tak melihat Putri Bai? Bukankah ini pesta untuknya? Ia seharusnya hadir disini!”

Bisik-bisik segera menjalar di antara tamu bangsawan. Kaisar mengernyit, menatap ke arah Permaisuri penuh arti.

Langkah lembut terdengar dari sisi aula—Shen Lanyue muncul, wajahnya teduh namun penuh makna.

“Oh, Aku juga belum melihat Pangeran Keempat hari ini. Mungkinkah… mereka berdua sedang bersama?”

Desas-desus seketika meledak. Tatapan sinis dan rasa ingin tahu menyebar seperti api di padang kering. Semua orang tahu soal pertunangan yang dibatalkan, dan itu menambah bara pada setiap bisikan.

Lalu, dari ujung aula—Rong Yi datang. Langkahnya mantap, sorot matanya tajam menembus kerumunan.

“Putriku sedang beristirahat. Jangan mencurigainya,” ujarnya datar tapi penuh tekanan.

Wu Yao tersentak. “Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu di hadapan Kaisar? Apa kau tidak tahu sopan santun?”

Permaisuri mengangkat kipasnya, senyum samar terukir di bibirnya.

“Didikan keluarga Bai benar-benar buruk… Bahkan seorang pengawal berani melawan istana.”

Beberapa bangsawan menahan senyum, suasana makin panas.

Namun Rong Yi tetap tegap, matanya tidak bergeming sedikit pun.

“Aku hanya menjalankan tugasku. Menjaga Putri Bai adalah perintah langsung dari keluarga Bai dan istana—aku tidak akan mundur.”

Wu Yao hendak membalas, tapi sebelum sempat membuka mulut,

“Cukup!”

Suara Kaisar menggelegar. Tangannya menghantam sandaran kursi naganya hingga bergema di seluruh aula.

Semua orang terdiam. Bahkan kipas Permaisuri pun berhenti di udara.

“Diam,” ulang Kaisar dengan nada tajam. “Tak seorang pun boleh bicara tanpa izinku.”

Suasana menegang. Baru saja ia hendak memerintahkan Rong Yi untuk melanjutkan penjelasannya—

“Yang Mulia!”

Seorang pelayan berlari masuk, wajahnya pucat pasi.

“Maafkan hamba! Ada keributan di ruang istirahat sayap kiri istana!”

Suasana sontak bergetar. Semua kepala menoleh—sayap kiri? Mungkinkah Xiuying beristirahat di sana?

Rong Yi membeku sesaat, lalu wajahnya menegang. “Yang Mulia, itu tempat Putri Bai berada.”

Bisik-bisik kembali pecah. Kaisar tanpa sadar bangkit dari duduknya, namun sebelum ia melangkah, Rong Yi segera berlutut di hadapannya.

“Yang Mulia, sebelum pergi kesana… mohon, berikan hamba penawar racun Gu.”

Seluruh aula terdiam. Beberapa bahkan menahan napas.

Kaisar menatap Rong Yi, pandangannya perlahan berubah—dari keterkejutan menjadi kegelapan yang tak terbaca.

Suara yang akhirnya keluar dari bibirnya begitu dalam dan berat.

“Apa yang kau katakan barusan… racun Gu?”

1
Shela Pereira
tunguuuu kenapa pangil PUTRIKU
seharusnya kan TUAN PUTRI
ITU BIKI KITA JADI BINGUN

jadi kukira rong yi itu putru nya adal fengxiuu

gituuu
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
biasanya m c-nya nggak ada yang bisa diam
baru ini nemu MC yang pemalas🤣
Atoen Bumz Bums
aku terhura🫠
>AY<
dua kata gak sii
>AY<
lah, dia menyesal begitu saja kah?
>AY<
jadi ayah kandung nona bai siapa?
>AY<
🤣🤣🤣
>AY<
ya ampun, kocak 🤣🤣
>AY<
ya setuju
Ai
iyakan pewaris sifat xuiying si bungsu taotao plek ketiplek ibunya🤣🤣🤣sekalinya Up mlh tamat.. gmn klo aku kangen xuiying thor sepanjang Novel author yg aku baca plng suka karakter xuiying, santuy, nyeleneh tapi hebat apalagi soal menjatuhkan mental lawan lewat kata2, bahh tiada bandingannya 🤣🤣🤣xuiying the beat dan jendral han beruntung memilikinya🤣🤣🤣🤣...pengen nya masih lanjut trs ini thor/Sob/
Ai: /Sob//Sob//Sob/author aku blm ikhlas pisah sama xuiying😀ditunggu next novel my thor😍 klo bisa dilanjutin itu kisahnya 3 bocil keramat 🤭😄
total 2 replies
Ai
disaat banyak bawang tiba2 3 bocil keramat datang.... sptnya taoto adlh reinkarnasinya xuiying 🤣🤣🤣mereka plek ketiplek sama 😄
Ai
kok mengandung bawang semua sch thor/Sob//Sob//Sob//Sob/msh berharap mereka masih hidup disuatu tempat berdua dan bahagia sampai waktunya bisa bertemu Bay xuiying.. hny author yg bisa mengabulkannya 🤭
Ai
akhirnya Bay xuiying muncul lagi tp ada bawangnya 😄aku kira ibunya msh hidup dan bisa kumpul bareng xuiying dan ketemu para bocil keramat 🤭
Machsunatul Istianah
selalu kangen Bai xiuying dan Han ziyu, trimakasih Thor untuk cerita yang bagus 👍👍👍
Evi Marena
novel yg luar biasa,walau jarang up tapi selalu q tggu 😘 semangat authorrr semoga ada ada novel baru yg tak kalah bagus dari ini
😘😘
Retno Palupi
cerita nya bagus dan menghibur
Retno Palupi
terima kasih othor cerita nya bagus, semangat buat cerita baru, pengen ada cerita dari ibu xuying dan ayah angkatnya
Retno Palupi
semoga jendral bahagia
Retno Palupi
akhirnya xu Ying tau wajah ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!