Demi untuk membalas budi pada seorang kakek yang menyelamatkan hidupnya, Viola rela menggantikan cucu si kakek yang masih belia untuk menjadi wanita penebus hutang- melayani lelaki yang membayarnya dengan harga yang tidak murah.
Tidak disangka Raja -CEO Playboy yang suka gonta-ganti wanita jatuh cinta pada wanita yang melayaninya malam itu.
Apakah Raja akan berhasil hidup bersama dengan wanita yang sudah mencuri hatinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 33
Raja tersenyum senang, sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi dirinya untuk mendapatkan Veo. Namun, belum ada sepuluh detik Raja tersenyum, Veo sudah bertingkah lagi.
"Rena adik iparku, apa kau yakin dengan apa yang kau katakan ini?" Vio kembali mengajukan pertanyaan untuk Rena.
"Apa maksudmu, Kak Vio?" Rena mengerutkan dahinya.
Veo berjalan mendekati Rena dengan infus yang masih menempel di tanganya. "Tidak ada maksud apa-apa, hanya saja kemarin kau datang ke rumahku bersama sepupumu itu lalu mengatai aku kalau aku ini adalah wanita murahan, dan wanita yang pantas menjadi istri kakakmu Raja adalah sepupumu ini bukan?"
Raja membulatkan matanya dengan sempurna mendengar kalau Rena adiknya melabrak Vio.
"Apa?! Rena apa ini benar-benar? Kau melabrak Vio dan mengatakan kalau yang pantas bersanding denganku hanya Zenita? Apa-apaan ini, Rena?!"
Glek!
"Abang ... Rena tidak melakukan apa-apa, Bang! Abang jangan percaya begitu saja. Aku tidak datang ke rumah kak Vio, aku baru kenal kak Veo baru hari ini. Bagaimana aku bisa datang ke rumah kak Vio?!" pekik Rena berkilah tidak mengakui apa yang dikatakan Vio tentang dirinya.
Veo tersenyum melihat pandainya si Rena bersilat lidah. Tidak ia sangka Rena gadis yang baru saja lulus kuliah itu pandai memutar balikkan fakta. Ia yakin semasa sekolahnya Rena jadi tukang Cepu sana sini. Selain itu dia juga gadis yang suka fitnah dan menuduh orang dengan seenaknya sendiri.
"Rena ... Jika kamu terpaksa menerimaku, aku tidak apa-apa kok ... Aku tidak ingin Rajendra terpaksa menikah denganku. Aku masih bisa mencari pemuda lain yang mau menjadi ayah dari anakku. Mereka yang mendapatkan aku tentunya dapat bonus kan, tidak hanya dapat mamanya tapi juga dapat anaknya. Jadi kita tidak pusing memikirkan punya anak lagi atau tidak, bebas untuk membuat anak setiap hari. Eeeh ... Maaf, jika terlalu berlebihan!" Vio menutup mulutnya dengan kelima jarinya.
Raja merasakan sesak hatinya, ia tidak bisa membayangkan jika Veo disentuh oleh lelaki lain. Apa yang menjadi miliknya tidak boleh dimiliki oleh orang lain. Apalagi mendengar kalimat Veo yang terakhir, membuat anak setiap hari. Raja tidak bisa menahan diri lagi.
"Tidak, Vio!! Rena apa-apaan kau! Aku peringatkan sekali lagi jangan pernah ganggu kehidupan pribadiku! Jika tidak, jangan pernah menganggap ku kakak lagi, semua fasilitas yang aku berikan padamu aku ambil semua! Tinggalkan kota ini dan kembali pada ibumu itu!" teriak Raja dengan suara menggelegar.
Blaarr ....
Hangus sudah harapan Rena, namun bukan Rena jika ia tidak bisa mengolah kata, yang abu jadi putih, yang putih jadi hitam. Hanya menunggu waktu saja semuanya akan kembali ia kuasai lagi.
"Abang, maafin Rena. Rena tidak bermaksud bilang seperti itu. Baiklah, Rena minta maaf. Rena bersedia abang hukum apapun, akan tetapi jangan pernah Abang usir Rena! Rena tidak mau hidup bersama mama lagi. Rena tidak suka ditekan dan selalu kena marah mama! Rena benci mama, Bang. Rena lebih baik di sini saja. Rena bersumpah tidak akan mengganggu hubungan Abang dengan siapapun lagi!" ucap Rena bersimpuh di depan Raja sambil mengangkat dua jarinya untuk bersumpah.
"Hmm ... Pintar sekali rubah kecil itu. Tapi tidak asyik jika ia buru-buru pergi dari kota ini. Aku akan membuatnya tahu siapa Veo sebenarnya! Setelah mengurus rubah kecil ini, aku akan mengurus Roy dan istrinya itu. Tunggulah kalian semua, Veo akan kembali lagi!" gumam Veo bertekad merubah dirinya dan melakukan balas dendam pada orang -orang yang sudah menyakiti dirinya.
Veo pun mendekat ke arah Raja, lalu dengan tangan lentiknya ia mengusap dada bidang lelaki itu dengan lembut. "Raja, jangan begitu. Walau bagaimanapun, ia adalah adikmu. Jangan membuatnya bersedih karena harus hidup sendiri di jalanan. Sebaiknya kau maafkan dia, dan kita akan memulai hubungan kita lebih baik lagi. Bagaimana?" Veo menatap Raja dengan manja.
Hati Raja seketika berbunga-bunga, kupu-kupu indah keluar dari dada lelaki itu. Baru kali ini Raja merasakan apa itu bergetar, bahagia, dan sebuah emosi yang sangat sulit ia ungkapkan hanya karena seorang wanita.