NovelToon NovelToon
Mas CEO I Love You

Mas CEO I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Persahabatan / Romansa
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: triani

Aluna, 23 tahun, adalah mahasiswi semester akhir desain komunikasi visual yang magang di perusahaan branding ternama di Jakarta. Di sana, ia bertemu Revan Aditya, CEO muda yang dikenal dingin, perfeksionis, dan anti drama. Aluna yang ceria dan penuh ide segar justru menarik perhatian Revan dengan caranya sendiri. Tapi hubungan mereka diuji oleh perbedaan status, masa lalu Revan yang belum selesai, dan fakta bahwa Aluna adalah bagian dari trauma masa lalu Revan membuatnya semakin rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Mantan tunangannya

Revan sampai di depan sebuah klub malam milik salah satu sepupunya yang usianya sebaya dengannya, namanya Rommy.

"Akhirnya, Lo datang juga." sambut pria dengan gaya sedikit selengekan itu, sangat berbeda Dnegan Revan yang cenderung dingin dan misterius.

Revan tidak menjawab, ia memilih duduk di sofa, ruang VVIP itu tampak sepi, hanya mereka berdua di dalam ruangan itu.

"Gue traktir minum, Lo sudah lama nggak ke sini. Bini Lo galak ya?" cerocosnya sembari menyodorkan sebuah botol anggur yang masih berisi penuh.

"Gue nggak minum." jawab Revan singkat sembari menyandarkan punggungnya, melipat salah satu kakinya di atas kaki yang lain.

Jelas perkataan Revan berhasil membuat Rommy mengerutkan keningnya, beberapa Minggu lalu, pria yang baru saja mengatakan tidak minum hampir setiap malam datang untuk minum. "Wanita seperti apa yang sudah berhasil membuat si Revan ini berubah!?" ucapnya penasaran. Revan belum pernah sekalipun mengenalkan istrinya ke kerabatnya. Hanya ada kabar menikah tanpa ada acara pengenalan atau pesta pernikahan.

"Apa yang Lo tahu tentang Raysa?" tanya Revan dan kembali berhasil membuat Rommy menoleh heran.

"Hahhh, Lo ternyata masih penasaran sama dia, gue pikir Lo udah lupa setelah Lo nikah. Mau dikemanakan bini Lo."

Revan berdecak, melempar tatapan kesal pada Rommy, "Jangan banyak omong.katakan saja!" perintahnya seperti biasa.

Rommy pun akhirnya ikut duduk, ia memilih duduk di sofa kecil, sama seperti yang di lakukan Revan, ia duduk menyandarkan punggung dan menyilangkan kakinya, menatap Revan dengan tatapan yang masih penasaran, "Kemarin gue denger, Raysa balik ke indo. gue pikir ia bakal cari Lo setelah sampai. Jadi gue tanya sama Lo, kayaknya dia bakal mengembangkan karirnya di sini."

"Jangan ceritakan apapun soal gue sama dia, kalau dia datang ke sini." ucap Revan sekali lagi membuat Rommy tercengang , ia cukup tidak tahu dengan jalan pikiran sepupunya itu.

"Lo nggak ingin Raysa tahu Lo udah nikah?" tanya Rommy, "Kenapa? Lo masih berharap bisa kembali sama dia?" lanjutnya.

Revan mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku di ruas jarinya terlihat jelas, "Gue tidak mau dia menggangu istri gue." ucap Revan dengan tegas kemudian berdiri dari duduknya.

Ia berjalan menuju ke arah pintu, hendak meninggalkan ruangan itu, tapi saat ia berdiri sekitar lima langkah dari pintu, tiba-tiba pintu terbuka dari luar, seorang wanita cantik dengan penampilan elegan, dress berwarna hitam tanpa lengan membalut tubuhnya yang tinggi dan seksi, rambut hitamnya tergerai sebahu dengan anting panjang yang menghiasi telinganya, senyumnya merekah begitu melihat Revan di sana.

"Hallo Revan," sapanya dengan ramah, "Lama tidak bertemu, bagaimana kabar kamu?" tanyanya dan Revan tidak langsung menjawab, ia memilih berbalik menatap Rommy yang jauh di belakangnya.

Sepertinya Rommy cukup mengerti maksud dari tatapan Revan, ia pun hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.

Revan pun kembali menatap wanita cantik di depannya, tapi ia tidak mengatakan sepatah kata pun.

"I miss you so much, can I hug you? (Aku begitu merindukanmu, bolehkah aku memelukmu?)” ucap wanita itu lalu berhambur hendak memeluk Revan. Tapi dengan satu tangannya, Revan menghindari wanita itu.

"Maaf. Kita tidak sedekat itu sekarang." ucap Revan kemudian memilih mengusap tangannya yang baru menyentuh tubuh wanita itu.

"Revan, I still love you, why are you avoiding me? (Aku masih mencintaimu, kenapa kamu menghindatiku)?"

Revan tersenyum meremehkan, "Jangan berharap lebih pada sesuatu yang sudah kamu lepaskan." ucap Revan kemudian berlalu begitu saja meninggalkan ruangan itu, bahkan ia tidak peduli saat wanita itu memanggilnya berkali-kali.

***

Aluna baru saja turun dengan lift, saat kakinya mulai melangkah keluar dari gedung perkantoran itu, ia langsung bisa melihat sahabatnya tengah duduk di beton pembatas jalan. Aluna pun mempercepat langkahnya menghampiri sang sahabat.

"Udah lama ya?" tanya Aluna dan berhasil membuat sahabatnya itu mendongakkan kepalanya. Melihat sahabatnya yang datang, Tifani pun segera berdiri dan memeluk Aluna.

"Gue kangen tahu nggak sihhhh," ucap Tifani sebari memeluk Aluna.

"Jangan lebay deh. Ada apa sih?" tanya Aluna, biasanya Tifani melakukan hal seperti ini saat ada sesuatu yang tidak beres.

"Kita jalan dulu deh, gue traktir di kafe Deket taman." ucap Tifani sambil menarik tangan Aluna, membawanya menghampiri motornya, membantu mengenakan helm di kepala Aluna. Kemudian ia sendiri juga memakainya.

Aluna dna Tifani sudah duduk di atas motor, kini motor melaju memecah jalanan yang cukup ramai di jam pulang kerja, hingga akhirnya Tifani menepikan motornya di depan sebuah kafe kecil yang berada di seberang taman.

"Ayo masuk." ajak Tifani dan Aluna hanya bisa pasrah mengikuti sahabatnya.

Seperti biasa, Tifani benar-benar seperti tidak kehabisan tenaga, ia begitu lincah kesana kemari memesan minuman kesukaan mereka berdua dan beberapa cemilan.

"Ada apa?" tanya Aluna tiba-tiba saat mereka mulai menikmati camilan yang sudah datang.

Tifani mengerutkan keningnya, "Gue memang nggak bisa deh nutupi sesuatu dari Lo." keluh Tifani dan Aluna tersenyum.

"Kita memang udah di ciptakan sepaket, jadi nggak bisa di pisah-pisah." ucap Aluna kemudian, "Jadi katakan sekarang."

Tifani menghela nafas, ia menyeruput minumannya kemudian menatap Aluna, "Tadi pagi gue baru saja scroll berita, pas nggak sengaja gue lihat ada berita terhangat pagi ini."

Aluna mengerutkan keningnya, "Sejak kapan Lo suka sama gosip?" tanya Aluna sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya. Sahabatnya itu sama sekali tidak menyukai gosip.

"Tapi gosip ini beda. Ini menyangkut laki Lo."

"Pak Revan?" tanya Aluna memastikan dan Tifani menganggukkan kepalanya.

"Lo kenal nggak sama Raysa Elenora?" tanya Tifani dan berhasil membuat Aluna kembali memutar otaknya, mengingat nama itu.

Itu nama yang dia sebut di telpon sama Revan tadi siang kan? Batin Aluna.

"Kenapa dengan nama itu?" tanya Aluna berusaha bersikap wajar.

"Dia itu mantan tunangan pak Revan, laki Lo." ucap Tifani dan berhasil membuat Aluna terdiam. Tifani pun melanjutkan ucapannya, "Kemarin ia melakukan konferensi pers, ia mengatakan jika kepulangan kali ini selain untuk melanjutkan karirnya di sini, ia juga akan melanjutkan rencana pertunangannya dengan pengusaha muda, Revan Aditya."

Aluna terkejut sekaligus merasakan jantungnya sakit, tapi ia mencoba untuk tetap tersenyum di depan sahabatnya,

"Itu hanya gosip. Nggak usah banyak di pikirin." ucapnya menenangkan sahabatnya, tapi lebih tepatnya menenangkan perasaannya sendiri tang sedang bergemuruh begitu ramai.

Bersambung

Happy Reading

1
Entin Fatkurina
lucu tifani dan bastian.
Entin Fatkurina
lanjut kak tri.
Entin Fatkurina
tetap semangat berjuang revan.
Nur Adam
lnjyt
Entin Fatkurina
lanjut kak tri.
Entin Fatkurina
tetap semangat revan.
Nur Adam
lhut
Entin Fatkurina
selamat berjuang revan, semangat semangat semangar.
Nur Adam
lnju
Entin Fatkurina
kamu nggak bisa lepas dari tifani, bastian😅😅😅😅😅
Entin Fatkurina
kemana ya aluna, lanjut kak tri.
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Entin Fatkurina
lanjut kak tri.
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Entin Fatkurina
semoga aluna cepat ketemu, lanjut kak tri.
Nur Adam
lnjur
Entin Fatkurina
semoga cinta mengalahkan segalanya.
Nur Adam
lnju
Entin Fatkurina
lanjut kak tri.
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Nur Adam
lnju
Entin Fatkurina
aku nyesek, bacanya.
Tri Ani: sama kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!