NovelToon NovelToon
Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Romantis
Popularitas:464.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lukman Kalbuadi

Mengisahkan tentang seorang remaja bernama Galang. Remaja yang bisa di bilang introvert kala di SMP. Ia bahkan sulit untuk menghapal nama teman-temannya.

Kini ia telah memasuki jenjang SMA. Ibunya kini memberi saran kepadanya untuk bisa lebih terbuka dan mendapatkan beberapa teman di SMA. Setelah mendengar nasehat ibunya, Ia pun bertekad untuk bisa mendapatkan beberapa teman.

Dengan berjalan waktu, ia pun nantinya akan mengenal yang nama cinta. Perasaan yang ia belum pernah rasakan saat masih di SMP. Akan tetapi, ia sulit menyadari bahwa ia sebenarnya sedang merasakan cinta. Ia selalu bertanya-tanya perasaan apakah yang sedang ia rasakan itu.

Namun seiring berjalannya waktu, ia pun perlahan-lahan akan mengerti perasaanya itu.

Selain itu di cerita ini juga akan ada kisah persahabatan, kompetisi, dan hal-hal seru masa SMA lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Kalbuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Keluh Kesah

"Hallo?" ucapku melalui telepon.

"Hallo Lang," balas Sofia.

"Iya, ada apa Sof malam-malam begini telepon?" tanyaku.

"Aku mau tanya besok Minggu kamu ada acara enggak? Kalau gak ada aku mau kamu dateng ke acara ulang tahun," jawab Sofia.

"Eh Minggu besok kamu ulang tahun?"

"Bukan, bukan aku kok hehe."

"Terus siapa yang ulang tahun Sof?"

"Ituloh kak Jonathan, kamu ikut ekstrakulikuler Sepak Bola kan? Pasti tahu kan kak Jonathan? Dia kan kapten tim Sepak Bola sekolah kita."

Aku terdiam sejenak mendengar apa yang diucapkan Sofia barusan. Mungkinkah yang ia maksud itu adalah kak Jo yang tadi aku lihat di kantin? Dengan kata lain laki-laki yang waktu itu berangkat bersamanya? Dadaku terasa sesak dan sakit. Seperti ada ratusan duri-duri yang sedang menusuk jantungku.

"Lang? Kenapa diam saja? Kamu bisa kan?" tanya Sofia lagi.

"Ma-maaf Sof, aku ada acara di sekolah adikku. Aku sudah berjanji pada adikku untuk datang menontonnya," jawabku pelan.

"Eh begitu ya, sayang sekali ya. Yasudah gak papa Lang. Aku tutup dulu ya teleponnya, selamat malam."

"Malam," jawabku lirih. Setelah itu Sofia langsung menutup teleponnya. Rasa sakit yang sempat memudar itu, kini seperti kembali lagi dengan lebih kuat. Mungkinkah Sofia dan kak Jonathan memang memiliki hubungan yang sepesial? Entahlah. Yang kutahu, tadi suara Sofia terdengar sangat bahagia saat membicarakan kak Jonathan.

***

Jumat 5 Agustus sepulang sekolah.

"Ben, San, besok Minggu kalian ada acara gak? Kalau gak ada mau datang ke acara kesenian di sekolahnya adikku gak?" tanyaku pada Ruben dan Ahsan.

"Wah sori Lang, kita udah ada janji dulu sama Sofia," jawab Ruben.

"Iya Lang kau agak telat ngomongnya haha," jawab Ahsan.

"Oh gitu ya. Yaudah gapapa," ucapku.

"Emang kamu engga diundang Sofia Lang?" tanya Ahsan.

"Diundang sih, tapi aku udah janji duluan sama adikku buat dateng nonton pentas seni di sekolahnya," jawabku lagi.

Setelah itu, kami pun pulang ke rumah masing-masing. Entah kenapa, perjalanan pulang kali ini terasa sangat sepi. Aku terus memikirkan tentang Sofia dan kak Jonathan.

Aku berjalan perlahan dengan perasaan gelisah. Jika benar mereka berdua berpacaran, apa tidak tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Dan yang lebih membingungkanku adalah kenapa aku merasa sangat gelisah ketika memikirkan tentang mereka berdua? Mungkinkah sebenarnya aku ini mencintai Sofia? Apakah ini yang orang-orang sebut dengan 'cinta'? Entahlah. Hanya saja, rasanya aku baru pertama kali merasakan hal seperti ini, jadi aku tidak terlalu paham apakah sebenarnya yang aku rasakan ini cinta atau bukan.

Saat aku akan melewati sebuah toko buku kecil yang menjadi langgananku, aku berpikiran untuk mampir dan mungkin akan membeli buku bila ada yang bagus.

"Kling," bunyi lonceng saat aku membuka pintu. Seperti biasa, nenek tua berkaca mata yang masih setia menjaga tempat ini. Dia terlihat sedang membaca sebuah buku yang cukup tebal. Tak ketinggalan secangkir teh di mejanya yang sepertinya selalu ia isi ketika sudah habis.

Aku berkeliling dari rak satu ke rak lain. Sebenarnya, aku masih belum tahu aku akan membeli buku apa. Aku hanya sepontan mampir di toko buku ini.

Saat aku berkeliling, aku mendapat ide buku apa yang harus aku beli. Karena aku sudah masuk ke ekstrakulikuler Sepak Bola, aku pun harus mengetahui dengan detail permainan tersebut. Untuk itu aku berpikiran untuk membeli buku tentang dasar-dasar bermain Sepak Bola.

Cukup banyak pilihan tentang buku bertema itu. Aku pun tidak kesulitan untuk memilih buku yang mana yang harus aku pilih. Setelah mendapatkan buku yang aku inginkan aku langsung membawa buku tersebut ke nenek tua penjaga toko untuk membayar.

Aku meletakkan buku yang tadi aku ambil di atas mejanya. Nenek tua itu lalu mengambilnya dengan perlahan tapi kuat. Ia lalu men-scan barcode yang ada di buku itu.

"72.000," ucapnya sambil membungkus buku tersebut dengan kantong plastik.

Aku lalu memberikan satu lembar pecahanan 100 ribu padanya. Ia mengambil uang kembalian dengan perlahan dan teliti. Ia pun lalu memberikan buku yang tadi ku beli bersamaan dengan uang kembalian.

"Terima kasih," ucapnya sambil tersenyum tulus. Aku hanya membalas senyumannya juga dengan senyuman yang sama tulusnya.

Lalu aku melanjutkan perjalananku menuju rumah. Mungkin nanti Hana akan cukup kecewa karena teman-temanku tidak ada yang bisa datang. Mereka lebih dulu membuat janji untuk datang ke acara ulang tahun kak Jonathan. Setidaknya aku sudah mengajak mereka.

Aku melihat langit yang cerah. Awan-awan putih seakan sedang terbang melayang di lautan biru langit. Aku penasaran apakah langit bisa mendengar keluh kesah manusia ya? Entahlah.

Aku lalu mempercepat langkahku. Di persimpangan jalan, aku tidak sengaja melihat Cindy sedang berjalan sambil menundukkan kepalanya. Ia terlihat sedang sangat sedih. Meskipun ia tidak bilang padaku, akan tetapi sorot matanya memberitahuku semuanya. Aku jadi teringat kembali pada hari Senin lalu saat aku melihatnya sedang menangis sendirian di taman.

Tatapannya kosong, ia seperti sedang berjalan tanpa tujuan. Aku sebenarnya ingin sekali bertanya padanya dan kalau bisa aku ingin membantunya, akan tetapi aku takut nanti aku dianggap orang yang suka ikut campur urusan orang.

Aku pun berhenti sejenak sambil mengamatinya dari jauh. Aku pun akhirnya memutuskan untuk mengikutinya dari belakang. Aku takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari arah jalan yang ia lalui, sepertinya aku sudah tahu kemana ia akan berjalan. Ia pasti akan berjalan menuju ke taman.

Benar saja, tak lama kemudian dia tiba di taman. Dia lalu langsung menuju pohon yang cukup besar lalu duduk menunduk di bawah pohon itu.

Suasana di taman ini saat ini cukup ramai. Banyak anak kecil yang sedang bermain dengan teman-temannya di area taman. Mereka bermain pasir, jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, dan masih ada yang lain.

Cindy tampak sekilas memperhatikan anak-anak yang sedang bermain itu dengan serius. Iya seakan sedang mengenang akan masa kecilnya ketika sedang bermain seperti mereka saat ini.

Kadang-kadang ia menunduk, kadang-kadang ia memandang langit. Akan tetapi sorot matanya selalu sama, mencerminkan kesedihan yang mendalam.

Aku pun mulai duduk di sudut taman yang cukup jauh dari Cindy. Sepertinya, ia masih belum mengetahui kalau aku mengikutinya. Kalau sampai ketahuan, mungkin dia akan menganggapku orang aneh atau penguntit atau semacamnya.

Suara angin di sore ini terdengar lebih berisik dari biasanya. Ada banyak keluh kesah yang dibawa oleh angin-angin ini. Mereka seolah seperti sedang membawa keluh-kesah dari setiap penduduk di kota ini.

***

Bersambung

1
Kang Nyimak
ngk punya adik nyimak
Munibah Munibah
masih blm jelas alur cerita nya
Munibah Munibah
hadir
senja
hiatus?
HeeeM
konsep cerita yang unik tor saya suka
Aiko_cchi
Ruben Ahsan emang yg paling lucu
Aiko_cchi
Yahh.... Galang gk disebut ya....😞
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Aiko_cchi
Wah....pasti seru tuh, main ke pantai bareng temen² terus liat sunset
oktabebee
lanjut lagi kak
Aerik_chan
Semangat berkarya kak...

"Pengantin Pengganti"
Aiko_cchi
Bener kata Hana, Ruben sama Ahsan emang lucu banget
Aiko_cchi
Cindy cemburu ya....
Aiko_cchi
Kok Risal gk dpt juara sih....
Aiko_cchi
17 September, sama kyk ulang tahun sekolah SMP gw
Aiko_cchi
Ahsan sama Ruben selalu bikin ketawa
Aiko_cchi
Es jeruk tanpa gula
Aiko_cchi
Gara² baca ini gw jadi kangen waktu gw masih sering main bola dulu, walaupun gw cewek gw itu suka banget main bola, dulu biasanya gw ikutan anak² cowok main di lapangan deket sekolah gw, anak cewek yg ikut juga bukan gw doang, ada beberapa temen gw juga yg ikut, tapi cewek² jarang main sampe selesai, paling² cuma setengah permainan doang, kecuali gw pastinya, gw selalu ikut sampe selesai, waktu SMP juga nilai olahraga gw pas materi sepakbola lumayan bagus, seimbang sama cowok²
Aiko_cchi
Puisinya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!