"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.
Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasti ada banyak Lelaki lain yang lebih menarik
Dewi menghampiri suaminya yang tengah duduk di balkon ruang keluarga.
"Kenapa Mas? Kayak bingung gitu.. ". Dewi bertanya karena Suaminya itu tampak memikirkan sesuatu.
"Ah yang? Nggak Papa.. Lagi pengin menghirup udara segar aja.. Sini duduk ".
Arya menepuk sofa sebelahnya, meminta istrinya duduk, sejajar dengannya.
"Masih bingung ya? Biasa ngadepin anak - anak, ini harus ngadepin karyawan.. Hehe". Dewi tertawa kecil. Arya hanya tersenyum. Walaupun hal itu memang benar adanya, namun kali ini, kebingungannya bukan tentang menghadapi karyawan. Ini tentang hal lain, yang mungkin bisa memicu konflik lagi, antara dirinya dan istri bahkan dengan mertuanya.
"Aku nggak bisa diandelin Ayah, Mas.. Jadi dia minta kamu yang ngurus, Maafin istrimu ini yaa.. Yang bisanya cuman minta duit ". Dewi menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Arya tersenyum, Dia membelai rambut isterinya. Bibirnya memang tersenyum, namun hatinya mengatakan banyak hal.
"Kamu di undang Dimas, Mas? ". Dewi mengingat sesuatu.
"Ha?.. Iya.. Mas ada diundang .. ". Jawab Arya sedikit gugup. Mendengar jawaban suaminya yang terdengar gugup, Dewi mengangkat kepalanya, tidak lagi bersandar di pundak suaminya. Dewi menatap suaminya, dalam. Sepertinya suaminya itu bukan bingung karena pekerjaan, tetapi karena undangan dari keluarga Dimas.
Dewi sedikit kecewa, karena suaminya itu tidak bisa lepas dari keluarga Dimas. Dia pikir Suaminya itu memilih resign dari Guru, dan meneruskan usaha ayahnya yang berada di kota ini agar tidak lagi berhubungan dengan keluarga Dimas. Walaupun dia paham betul, seberapa dekat suaminya itu dengan orang tua Dimas, termasuk dengan Anak bungsu keluarga itu.
"Pergilah, Mas.. Tidak usah bingung begitu, Aku tidak apa - apa ".
Dewi tidak tahu kalau Ayah nya memberikan syarat untuk tidak lagi bertemu Eve pada Arya, jika Arya mau mempertahankan Rumah Tangganya.
Hari itu, Dewi melepaskan Arya pergi ke undangan keluarga Dimas, Dia tidak ingin suaminya itu menjauh dari Keluarga yang memiliki andil di kehidupan Arya, Suaminya. Sepertinya Dia harus memiliki hati seluas samudera untuk suaminya itu.
"Kamu tidak ikut suami mu? Ibu mendengar obrolan kalian tadi ".
Dewi yang baru balik badan untuk masuk ke rumah, sedikit kaget. Pasalnya Dia pikir, Ibunya berada di belakang.
"Ayah mengizinkan Arya kembali ke kamu, dengan janji bahwa dia tidak akan menemui Perempuan muda itu.. Tetapi kamu malah membiarkan suamimu pergi sendiri ke kandangnya? ". Ucap Ibunya Dewi panjang lebar.
Dewi baru mengetahui fakta itu. Suaminya berjanji tidak akan menemui Eve? Dan Menyanggupinya? Dewi terharu dengan pengorbanan suaminya. Dia yang dipilih oleh Arya dibandingkan hal lain. Padahal Dewi tahu, Mengajar adalah nyawa Arya. Namun suaminya lebih memilih dirinya.
"Dewi yakin Ma, Mas Arya tidak akan mengkhianati Dewi..".
"Kamu yakin ke suamimu, tapi bagaimana dengan gadis itu? Ibu tidak habis pikir, masih anak - anak begitu, tapi niat sekali mau merebut Lelaki yang sudah jelas - jelas mempunyai istri ! Astagaa... ! ". Ibu Dewi menggeleng, tak habis pikir.
Awalnya, Ibu Dewi mengira bahwa wanita itu adalah rekan kerja Arya di sekolah, namun saat suaminya mengatakan bahwa wanita itu adalah murid arya, adik sahabat arya, yang usianya bahkan belum genap tujuh belas tahun, Ibu dewi begitu takjub. Bagaimana bisaa? Menantunya itu memang tampan, tapi untuk sampai terjerat begitu, Arya tidak masuk kriteria. Pasti ada banyak Lelaki lain yang lebih menarik.
"Sudahlah Bu.. ". Dewi mengelus lengan Ibunya.
"Jangan kabur - kabur lagi jika suamimu ada masalah. Kalau kamu saja bisa setenang ini, harusnya kamu bisa menyelesaikan sendiri waktu itu. Dan pasti bayimu masih ada ! ". Ibu kesal dengan anaknya ini. Waktu itu terlihat seperti orang frustasi. Sekarang suaminya sudah di depan mata, Mereka sudah bercengkerama seperti biasa, malah dibiarkan pergi menghampiri masalah.
Ibu langsung pergi setelah memarahi Dewi. Sementara Dewi menghela nafasnya. Ibunya sangat benar. Harusnya sekarang Dia ikut suaminya ke acara keluarga Dimas. Mencegah agar masalah yang tempo hari hampir menghancurkan rumah tangganya tidak terjadi lagi.
Namun, dengan adanya fakta bahwa Arya resign atas permintaan Ayah, itu berarti masalah antara dirinya dan Arya sebenarnya belum benar - benar selesai. Hanya tertunda. Arya berada disini pun belum tentu karena suaminya itu memilihnya.
Ada sudut hatinya mengatakan bahwa biarkan suaminya menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Dewi ingin suaminya meyakinkan Eve bahwa hubungan Arya dan Eve adalah sesuatu yang mustahil.
Dewi ingat, dulu, saat Dia masih menjadi pacar Arya, Eve pernah mengatakan sesuatu,
'Kak Arya baik banget ke Aku, Kak Dew '. Ucap Eve kala itu. Dewi ingat gadis belia itu berbinar saat mengatakannya.
'Sebaik apa dulu kamu perlakukan dia, Mas?' . Dewi membatin. Pandangan matanya menatap jauh ke jalan dimana suaminya tadi pergi.
.
.
.
Ikuti terus kisah Eve ya 😍😘