Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.
Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.
Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.
"Kamu sangat indah Sherena ...."
Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.
Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?
Folow Ig author @Samar_Jenny1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyesal Telah Mengenalnya
Malam pernikahan itu Sherena menemui Erick. Mereka bertemu tanpa sepengetahuan dari papa Sita mau pun Sita. Saat pesawat yang akan ditumpangi mengalami delay Sherena segera menghubungi Erick untuk menemuinya di halaman rumah saat acara pernikahan sudah selesai.
“Erick, aku tahu ... kamu sangat marah padaku, karena selama ini aku pergi begitu saja,” ucap Sherena pada lelaki yang berwajah dingin dan kaku itu yang berdiri di sampingnya itu.
Suasana hening dan hawa dingin menyeru di sekeliling mereka. Sherena terus saja menatap Erick yang diam seribu bahasa. Perempuan itu mengamati setiap inci anggota wajah Erick. Hidung mancung rahang kuat dan sedikit lesung pipi saat tersenyum. Sherena merindukan itu semua. Ia ingin mengangsurkan jari ke wajah Erick, tatapi begitu sadar kalau lelaki itu sedang marah ia segera menarik tangannya.
“Katakan apa yang ingin kamu katakan. Aku tidak mau di sini berlama-lama denganmu, perempuan murahan!” desis Erick, menatap Sherena sinis.
“Kamu boleh marah padaku, Erick. Tapi kamu harus tahu apa alasan di balik semua ini.” Sherena maju selangkah maju di hadapan Erick untuk menatap wajahnya. Tetapi lelaki itu segera memalingkan wajah tidak sudi melihatnya.
“Omong kosong!” cibir Erick memandang malas perempuan yang telah menyakitinya itu.
“Beberapa tahun yang lalu aku dipaksa menikah, Erick! Keluargaku sangat kekurangan uang, karena usaha yang dijalani ayah sedang bangkrut. Dengan tiba-tiba dia menjodohkanku dengan temannya, yaitu ayah dari Sita. Saat itu aku bingung, Rick. Pernikahan itu terjadi dengan cepat, sehingga aku tidak bisa mengabarimu, dan ... suamiku, dia menutup semua akses supaya aku tidak menghubungi orang-orang terdekatku, termasuk keluargaku. Percayalah, Erick. Kalau sampai saat ini aku masih mencintaimu, menginginkanmu. Walau aku menjadi istri dari lelaki tua itu, tapi aku enggak pernah memberikan tubuhku untuknya.”
Sherena menangkup wajah Erick, berjinjit mengecup dengan lembut bibir lelaki itu.
Erick terus saja diam tanpa membalas kata sedikit pun. Masih mencerna setiap kata-kata yang dikatakan Sherena.
“Bawa aku pergi, Erick. Selama ini Marcel selalu memperlakukan aku tidak adil, termasuk Sita. Sita juga selalu merendahkanku, karena aku sudah menjadi ibu tirinya, mereka semua jahat padaku, Erick!” Sherena mengeluarkan air mata supaya lelaki itu percaya padanya.
Malam itu Erick bimbang dia tak tahu, menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Ia segera menyuruh Sherena pergi dari hadapannya. Setelah itu segera mengemudikan mobil membawanya ke sebuah bar ternama di kota itu. Ia kehilangan kendali tenggak, setiap tenggak dihabiskan dalam sedetik. Hingga seorang weters datang membawa gelas bening berisikan minuman warna putih memberikan padanya, mengatakan kalau minuman itu bisa menetralisir mabuk karena akibat terlalu banyak menenggak minuman beralkohol.
Tetapi dalam hitungan menit ia merasakan hal aneh pada tubuhnya. Gelenyar panas terasa merambat dalam tubuhnya. Ia masih sadar belum kehilangan kesadaran, segera menghubungi anak buahnya untuk menjemputnya di bar itu dan membawanya pulang.
Pada saat pulang ke rumah ia tidak terkendali lagi. Oleh sebab itu, ia segera menyerang Sita karena tidak tahan merasakan panas pada tubuhnya. Ada sesuatu yang disalurkan, maka dari itu saat melihat kemolekan tubuh Sita ia tidak bisa menahannya lagi dan terjadilah kejadian malam itu.
Namun entah kenapa saat Sita memohon, menangis di bawahnya justru Erick dengan bodohnya menyebut nama Sherena.
Kini Sita marah padanya, memang itu wajar. Walau bagaimana pun di mana ada wanita yang mau disakiti seperti itu.
Erick kesal semua ini terjadi karena keluarga Sita. Kalau saja Marcel tidak menikahi Sherena, perempuan itu pasti akan menjadi miliknya saat ini. Sita harus membayar semua kesalahan yang dilakukan oleh papanya.
Erick tidak akan tinggal diam. Selain mengambil Sherena ternyata mereka merencanakan sesuatu, yaitu membuat Sita menikah dengannya. Ini pasti sandiwara mereka semua, ia tidak terima kalau diperlakukan seperti itu.
***
Menatap Sita di bawah balutan selimut Erick tampak kesal. Bagaimana mungkin dia sedang bicara tapi tidak didengar. Sita memang tidak pernah menghargainya sebagai seorang suami.
Memangnya siapa dia? Hanya meminta uang darinya. Lalu menolak untuk ditiduri, saat ini Erick benar-benar geram ia tidak terima diperlakukan seperti itu.
“Apa kamu masih marah?” tanyanya mengintip wajah Sita dari belakang.
Sita tidak menjawab, ia tidak suka dengan cara Erick meminta maaf. Setelah kesuciannya direnggut begitu saja, dengan mudah mengucapkan maaf tanpa di dasari dengan ketulusan.
“Baiklah, kalau kamu tetap diam. Aku mau pergi ke kantor, obatnya ada di atas nakas, jangan sampai tidak meminum obat itu, karena kamu harus melayaniku saat aku menginginkan tubuhmu. Kamu masih ingat bukan? Jumlah uang yang aku berikan untuk orang tuamu sangat banyak. Aku tidak mau membuang uang percuma. Tanpa ada imbal baliknya,” ucap Erick membenarkan kancing lengannya seraya menatap ke arah Sita.
Mendengar semua itu Sita tidak terima. Kenapa Erick tiba-tiba berubah seperti ini? Bahkan dia yang menawarkan uang itu dengan suka rela. Tapi sekarang kenapa lelaki itu mengungkitnya?
“Aku enggak mau melayaniku, Erick! Aku enggak mau disentuh olehmu! Soal uang yang kamu berikan aku akan membayarnya, Setelah semua hutang-hutangku ter bayarkan aku minta ceraikan aku!” Sita yang terduduk itu menatap Erick dengan mata menyala-nyala.
Erick tersenyum miring tampak mencemooh. “Kamu bilang mau mengganti semua uangku? Sombong sekali, sedangkan kamu saja saat ini bekerja denganku, apa yang ingin kamu banggakan, selain tubuhmu? Bahkan tubuhmu aku sudah merasakannya, jika ingin menjualnya.”
PLAK!!
Sita refleks menampar Erick saat kata-kata vulgar keluar dari mulut lelaki itu. Ia tidak terima jika diperlukan seperti ini, ia tidak terima.
“Kamu berani menamparku, Sita?” Erick menggeram kedua alisnya menyatu, sedangkan tangannya mengepal.
“Kamu memang pantas mendapatkan itu Erick! Aku sangat menyesal karena sudah memilih lelaki sepertimu, untuk menyelamatkanku dari segala masalahnya yang menimpaku! Tetapi apa yang kamu lakukan sekarang, Erick? Kamu merendahkanku, kamu menghinaku.” Mata Sita menyorot tajam ke arah Erick seraya berkaca-kaca.
sukses
semangat
mksh
keren