NovelToon NovelToon
Draw In A Megical Fantasy

Draw In A Megical Fantasy

Status: tamat
Genre:Romansa / Action / Fantasi / Persahabatan / Romantis / Cinta Murni / Light Novel / Tamat
Popularitas:40.8k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Petualangan mereka dimulai saat melakukan Riset di sebuah desa terpencil.Mereka mengalami hal ajaib.
Tanpa pernah diduga mereka terjebak dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk mengupas rasa penasaran.
Mengapa mereka tiba-tiba memiliki kekuatan?,apakah untuk menumpas kejahatan?.


Petualangan yang penuh misteri menghadirkan persahabatan dan cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. Kembali Ke Fokus Utama.

"Dasar. Kenapa sekarang malah berbuat mesum"

Sepanjang jalan dari kamar menuju ruang depan Clara hanya mendengar omelan Reta akan kelakuan Sarah dan Haris barusan. Padahal menurut Clara tidak ada yang salah akan hal itu. Mereka berdua sepasang kekasih. Dan mereka juga tidak melakukan hal yang iya iya lebih dari hanya berciuman.

"Mereka pacaran, Re. Lagi hangat-hangatnya, sampai menyala kayak tadi" kata Clara.

Reta berhenti tepat diruang depan. Menatap pada Clara yang kini tersenyum padanya.

"Sama kayak kamu kan?. Lagi hangat-hangatnya. Sebentar sayang-sayangan lalu jauh-jauhan" dengan gaya ejek menye-menye Reta mengatakannya.

"Apa sih, Re" raut wajah Clara sudah cemberut.

"Udah jangan marah-marah. Sini ikut aku" suara itu memaksa masuk pada pertengkaran kecil Clara dan Reta.

Reta sesaat kaget karena kini ternyata dirinya diseret Rio keluar rumah. Meninggalkan Clara yang awalnya ingin menyusul Reta tapi tertahan oleh Langit.

Rio membawa Reta kehalaman rumah. Berhenti dan berdiri dibawah pohon yang dedaunan keringnya selalu Reta yang bereskan. Sepertinya ini salah satu pekerjaan rumah yang Reta mampu mengerjakan lebih baik dari pekerjaan lainnya.

"Kamu ngapain narik-narik aku kesini?" tanya Reta dengan masih mode ledak aktif dalam dirinya.

"Jangan marah-marah" kata Rio pelan.

"Mereka pacaran, biarkan saja. Suka sama suka"

Reta yang mendengarnya tersenyum sinis.

Apa tadi. Suka sama suka. Yang benar saja. Reta tampak menyugar rambut pendeknya. Kepalanya malah penuh dengan hubungan rumit sahabatnya.

"Sini duduk. Aku mau bahas sesuatu sama kamu"

Rio mengajak Reta duduk di bangku yang sepertinya sengaja dibuat dari corran, memanjang hampir dua meter. Berada tak jauh dari tepi pagar pekarangan rumah, disisi yang lain juga terdapat bangku yang sama.

"Mereka sepertinya tidak fokus. Akan sulit diajak untuk berdiskusi" kata Rio.

Reta hanya diam. Dia masih dalam setelan mengatur dirinya dengan tangan yang memainkan daun kering.

"Kasih mereka ruang untuk menyelesaikan urusan pribadi dulu. Mereka jadi sulit menaruh fokus untuk hal lain" kata Rio.

Rio menatap pada Reta yang duduk disebelah kanannya.

"Sahabat kamu. Sampai sekarang belum menyadari kekuatannya kan?. Karena dia belum fokus. Mungkin ada masalah dalam hubungan mereka, kita tidak tahu" jelas Rio.

Reta mendengar dan menutup rapat mulutnya kali ini.

"Jadi berdampak juga sama kamu. Kamu jadi belum tahu kekuatan mu" kalimat itu berhasil membuat Reta menatap balas Rio.

Benar yang Rio katakan. Sampai sekarang dirinya belum mendapatkan kekuatan. Apa itu karena Sarah belum mendapatkannya juga.

"Apa karena Sarah belum?" tanya Reta.

"Bisa jadi"

"Tapi yang lebih penting disini adalah kamu dan Sarah sudah mendapatkan, tapi bagaimana jika hanya belum menyadarinya?" kata Rio.

"Maksudnya?" Reta bingung dengan apa yang dikatakan Rio.

"Sarah bisa melihat rumah Paman itu. Aku rasa dia sudah mendapatkan kekuatannya. Mungkin ada sesuatu yang mengganggu hingga dia sulit merasakan atau mengeluarkan kekuatan itu sendiri" jelas Rio.

"Jadi aku belum mendapatkan karena Sarah belum menyadarinya?" tanya Reta.

"Sepertinya tidak. Jika menggunakan konsep bagi sembako, itu tidak berpengaruh pada mu. Kamu hanya tunggu giliran tanpa ada hubunganya dengan orang sebelum kamu. Apakah menerima atau tidak menerima sembako tersebut" Rio melihat jika Reta memutar bola mata saat mendengarkan penjelasannya.

"Kamu makin manis kalau gitu. Makin manis kalau cemberut. Dan makin manis kalau marah-marah" dengan wajah serius Rio mengatakannya.

"Pakkk"

"Auu. Sakit, Reta" Rio mengusap-ngusap lengannya yang barusan reta serang dengan ranting kayu. Entah sejak kapan ditangan Reta sudah ada ranting, padahal tadi daun kering.

"Makanya kalau ngomong jangan sembarangan" kesal Reta.

"Iya.. Iya.. Buang dulu itu rantingnya. Kamu selalu menyerang ku dengan alat bantu" kata Rio.

Reta menjatuhkan rantingnya, dan mendarat tepat dibawah kakinya.

"Yang jauh, Re. Lempar yang jauh, jangan disitu" Rio tidak terima. Reta bukan menyingkirkan tapi hanya meletakkan dibawah kakinya.

"Ngomong aja. Ngapain ngurus ranting" acuh Reta.

Rio jadi mendengus kesal pada Reta.

"Ayo ngomong!" kata Reta lagi.

"Iya.. Iya"

"Kamu juga harus fokus dengan dirimu sendiri. Jangan pikirin sahabat mu dulu. Mereka sudah ada pasangan masing-masing. Salah paham dan masalah kecil dalam hubungan itu hal biasa" kata Rio.

"Dari Langit sampai Haris mengetahui kekuatannya. Aku pikir, itu disaat kita berada difase sangat ingin mengetahui semua hal aneh ini. Tapi saat urusan pribadi mulai hadir kita kayak hilang arah gitu. Yah. Aku gak bilang kalau rasa suka atau cinta-cinta mereka hadir diwaktu yang tidak tepat. Tapi menurutku itu mempengaruhi kefokusan kita sendiri. Seperti kamu, yang lain yang jalin hubungan tapi kamu yang pusing" Rio terkekeh diakhir kalimatnya.

Melihat Reta diam saja. Rio memaksa menghentikan tawa kecilnya.

"Hey kamu dengar aku?" tanya Rio.

"Berarti, aku bisa jadi sudah punya kekuatan kan?" Reta menatap Rio.

"Menurut ku sih belum. Kamu tidak bisa melihat rumah paman itu. Makanya aku minta kamu fokus dan lebih perhatikan diri kamu sendri dulu. Urusan mereka kesampingkan. Mereka cuman butuh ruang dan waktu untuk saling menempel" kata Rio enteng.

"Plakk"

"Hehe, gak kena" Rio berdiri menghindari serangan Reta.

"Kamu kalau ngomong suka sembarangan" kesal Reta.

"Sembarangan gimana?, kan benar kalau mereka menempel lalu saling peluk masalah selesai" kata Rio nyengir.

Sesaat keduanya larut dalam cerita dan canda yang mereka punya, hingga tidak menyadari jika sudah ada dua orang yang mendekat.

"Kalian yang mencari rumah Pak Sut?"

Rio yang berdiri didepan Reta yang sedang duduk membalikkan badan disusul Reta yang beranjak dan kini berdiri disamping Rio.

"Ada apa ya Pak?" Rio bertanya pada dua pria yang ada dihadapan mereka.

"Ngapa kalian cari rumah Pak Sut? Ketemu rumahnya?"

"Kami tidak mencari rumah siapa-siapa" Rio memilih berbohong pada dua pria dihadapannya ini.

"Jangan bohong. Ada yang lihat kalian pergi kejalan kerikil. Kalian bertemu Pak Sut?" kini pria yang lainnya yang bersuara.

"Kami tidak bohong. Kami ingin ke lokasi air terjun tapi salah jalan" kata Rio.

"Awas kalau kalian sampai berbohong. Nyawa kalian dalam bahaya"

Dua pria tadi langsung meninggalkan Reta dan Rio.

"Apa maksud mereka, Yi?" tanya Reta.

"Kamu panggil aku apa?"

"Apa?" tanya Reta bingung

" Barusan kamu panggil aku apa?" perjelas Rio.

"Rio?"

"Bukan. Gak gitu tadi" kata Rio.

"Ri?"

"Bukan. Coba kamu ulang pertanyaan mu" paksa Rio. Entah apa yang terjadi pada Rio sekarang.

"Apa maksud mereka, Rio?" ulang Reta.

"Bukan Rio yang kamu bilang tadi" Rio tampak tidak terima dengan pengulangan Reta.

"Apaan sih. Gak jelas kamu tu. Itu mereka itu siapa?. Apa maksud mereka tadi?" Reta jadi kesal sendiri dibuatnya.

"Jawab dulu aku. Baru aku jawab pertanyaan kamu" kekeh Rio.

Memang sudah benar jika Rio ini diberi tabokan satu dua tiga kali.

"Emangnya aku bilang apa? Telinga kamu dengarnya apa?" kesal Reta.

"Kayak panggilan sayang gitu" enteng Rio menjawab.

Reta terdiam dan menganga dibuatnya.

"Kamu memang minta digeplak beneran yah" dengan cepat Reta mengambil kembali ranting untuk menyerang Rio.

Meski kali ini Rio lari menghindar, tapi Reta putuskan untuk mengejar. Hingga masuk kedalam rumah. Dua makhluk berinisial sama itu berlari mengitari ruang depan dengan diawasi empat pasang mata yang heran dengan kelakuan mereka.

1
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
LENY
SEMOGA DESA INI BISA BERSIH DARI SEGALA ILMU HITAM DGN MATINYA SALMA
LENY
PASTI SI NENEK LAMPIR SALMA😡
LENY
HARIS LAKI2 TG SANGAT TULUS BAIK SMG SARAH BISA MENCINTAI HARIS DAN MERELAKAN MELYPAKAN RIO😥
LENY
KASIHAN RIO😭😭
LENY
LANGIT YG DIKIRA PALING KUAT TERNYATA LEMAH PAYAH😡
LENY
CAKEP DAN CANTIK SEMUA❤
LENY
CLARA HRS NYA JGN MARAH DAN MENJAUHI LANGIT MALAH HRS SALING BANTU. SALMA ITU YG SESAT KATA PAK UT🙏
ᴍɪss_dew
jejak dlu di karya pertama kuin 🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: astaghfirullah 😭🤣🤣
tolong hentikan segera niatmu ini mameeerr/Curse//Curse//Curse//Facepalm/
total 1 replies
LENY
MASING2 PUNYA KEKUATAN SEKARANG👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: wahhh kakaknya mampir di cerita pertama author 😭😭
ini cerita tempat sumber belajar, sebuah harta karun tersembunyi mah ini😭😭🤣
maafkan segala keanehan dan kejanggalan dalam cerita ini ya🙏😭😭😭🤣🤣
total 1 replies
Ray Aza
truth or dare
Ray Aza
dia plg bucin dia jg plg lemah, bisa2nya dikuasai pelet. biasanya kl karakter kuat, setanpun akan susah mendekat. 😜😜😜
Ray Aza
ah... aq prnh disituasi spti ini... mlm2 msk hutan nyamperin tmn yg lg ospek di jurang jero. modal percaya sm dia yg menuntun tanganku menyusuri jln setapak. bnr2 gelap tnp penerangan sm sekali
Ray Aza
done
Tutuk Isnawati
Luar biasa
Nani Kurniasih
ditunggu sequel Rio &Reta
Nani Kurniasih
Luar biasa
Zerro007
pria supe💪💪
ayunia
terbesit nama yg tidak boleh disebutkan a.k.a lord voldemort🤭🤭
ayunia: uupps udah terlanjur 🤭🤭#ku mencintaimu kak
total 2 replies
ayunia
haahh wes tak kiro
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!