NovelToon NovelToon
Istri Baru Dr. Fawwas

Istri Baru Dr. Fawwas

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Paksaan Terbalik / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Duda / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:665.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Turun Ranjang
Fawwas, seorang dokter ahli bedah tidak menyangka harus mengalami kejadian yang menyenangkan sekaligus memilukan dalam waktu yang bersamaan. Saat putrinya dilahirkan, sang istri meninggal karena pendarahan hebat.

Ketika rasa kehilangan masih melekat, Fawwas diminta untuk menikahi sang adik ipar. Dia adalah Aara, yang juga merupakan seorang dokter kandungan. Jelas Fawwas menolak keras, belum 40 hari istrinya tiada dia harus menikah lagi. Fawwas yang sangat mencintai istrinya itu bahkan berjanji untuk tidak akan menikah lagi.

Tapi desakan dari keluarga dan mertua yang tidak ingin cucu mereka diasuh oleh orang lain membuat Fawwas terpaksa menerima pernikahan tersebut. Terlebih, itu juga merupakan wasiat terakhir dari sang istri meskipun hanya tersirat.


Bagaimana Fawwas menjalani pernikahan nya?

Apakah dia bisa menerima adik iparnya menjadi istri dan ibu untuk putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IB 33: Fitnah Datang

Beberapa waktu yang lalu, Arsyad pulang atau lebih tepatnya keluar dari rumah sakit. Dia sungguh mengabaikan permintaan Nisya untuk datang ke ER.

Rupanya Arsyad menemui salah seorang kenalannya dalam dunia entertainment. Salah seorang wartawan lepas dibawa oleh temannya itu. Arsyad kemudian memberikan beberapa foto dan bukti mengenai perilaku Fawwas yang " kumpul kebo" dengan Aara adik iparnya sendiri.

" Apakah ini valid, Syad?" tanya teman dari Arsyad.

" Tentu saja, aku mendapatkan dari sumber terpercaya. Lihat lah mereka bahkan tinggal satu rumah. Nah, untuk lebih jelasnya lebih baik kau suruh wartawan mu itu membawa teman-temannya untuk mendatangi kediaman Fawwas. Ah iya, ingat satu hal, jangan munculkan nama ku. Kau paham kan maksudku?" jelas Arsyad.

Pria itu mengangguk paham, Arsyad jelas akan cuci tangan dari hal tersebut. Tapi pria itu tidak peduli. Berita ini adalah berita besar. Semua hal yang menyangkut keluarga Dewandaru, Klan Dwilaga, dan semua yang menyangkut keluarga itu adalah sesuatu hal yang luar biasa. Dan tentu saja akan menjadi sumber berita yang akan menaikkan rating salah satu platform berita, entah itu di media sosial maupun cetak.

Dan, di depan rumah Fawwas saat ini para wartawan itu berada. Beberapa kamera tersorot kepada Aara dan Neida. Beruntung Aara menggendong Neida menghadap ke arahnya sehingga mereka tidak bisa menyorot wajah Neida. Aar terlihat sangat marah saat beberapa mereka mulai mengambil gambar.

" Apa yang kalian lakukan di sini hah!" sinis Aara. Dia sungguh kesal dengan para tamu yang tidak diundang itu.

" Apakah Anda dan Dokter Fawwas berzina?"

" Mengapa Anda berada di rumah dr. Fawwas?"

" Apa sebelum istri dokter meninggal kalian sudah berselingkuh lebih dulu?"

" Apa kematian istri dokter ada sangkut pautnya dengan hubungan perselingkuhan kalian?"

" Bukankah Anda juga adalah seorang dokter? Apakah kalian menjalin hubungan di tempat kerja?"

Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para wartawan. Wajah Aara merah padam menahan marah karena fitnah yang mereka ucapkan. Ingin sekali dia meluapkan emosinya saat ini, tapi dia masih bisa menahannya karena Neida yang berada dalam dekapannya.

Rumah Aara dan Fawwas ini ada di sebuah komplek, dimana setiap rumah memang tidak menggunakan jasa security. Maka dari itu, mereka bisa menerobos masuk ke rumah Fawwas karena rumah mereka juga tidak berpagar. Rupanya keamanan gerbang depan tidaklah terlalu ketat. Bi Am bahkan kesulitan menghalau para wartawan yang menyodorkan mikrofon mereka ke arah Aara.

" Maaf saya tidak akan menjawab satu pun pertanyaan dari saudara semua karena Anda semua sungguh mengganggu ketenangan putri saya. Permisi!"

Brak!

Bi Am langsung menutup pintu rumah degan apat. Bukan hanya itu, wanita paruh baya itu juga berinisiatif untuk menutup semua korden jendela agar para wartawan itu tidak bisa melihat ke dalam. Aara menyukai ide dari Bi Am, ia yakin para pencari berita itu tidak akan pergi dengan mudah dari kediaman mereka.

" Bi, tolong bawa Nei ke kamar dulu ya."

" Bai Non."

Aara menyerahkan Neida kepada Bi Am, ia kemudian mengambil ponselnya dan mencari nomor Fawwas. Maju mundur Aara ingin menghubungi sang suami. Tapi ini bukanlah waktunya dia diam dan memendam semuanya sendiri. Fawwas jelas harus tahu bahwa ada keributan di rumah mereka." Semoga Kak Fawwas sedang tidak sibuk " lirih Aara.

Tuuut tuuuut

Percobaan pertama, telepon darinya tidak dijawab oleh Fawwas. Aara kemudian mencoba untuk yang kedua kalinya, akan tetapi masih sama. Ia berpikir bahwa mungkin saja Fawwas masih sedang dalam operasi. Ia paham betul bahwa Fawwas adalah dokter ahli bedah, maka pasti dirinya akan sangat sibuk. Namun, Aara mencoba untuk meyakini satu hal bahwa mungkin saja Fawwas akan menjawab panggilannya.

" Hallo Ra, Assalamu'alaikum, ada apa?" tanya Fawwas di seberang sana. Rupanya pria itu tadi sedang berada di kamar mandi jadi tidak tahu kalau Aara menelponnya.

" Waalaikumsalam Kak, aku pikir kakak sedang melakukan operasi. Kak, maaf kalau aku mengganggumu, tapi di depan rumah kita sedang ada keributan. Banyak wartawan yang datang, mereka ... ."

Aara menjelaskan setiap detail yang ara wartawan itu tanyakan kepada mereka. Fawwas mengepalkan tangannya erat, rasanya kepalanya mendidih saat ini karena saking marahnya. Baru kali ini dia begitu sangat marah selama hidupnya, keluarga nya diusir, jelas itu tidak membuatnya suka.

" Jangan keluar, diam saja di rumah. Aku akan segera pulang. Ingat, jangan pernah keluar dari rumah. Apa kamu mengerti?"

" Iya kak. Aku mengerti. Maaf sudah menganggu mu waktumu."

" Tidak. Tidak ada yang menggangguku. Kamu tidak menganggu, kita adalah suami istri. Maka dari itu sudah sewajarnya kita saling membantu dana menyelesaikan masalah bersama."

Aara sungguh lega, ternyata Fawwas memang sudah benar-benar menerima pernikahan ini. Awalnya Aara masih ragu, tapi mendengar Fawwas khawatir mengenai para wartawan itu, kini dia sepenuhnya yakin juga untuk menerima Fawwas sebagai suaminya.

Setelah mengakhiri panggilannya dengan Aara, Fawwas menghubungi seseorang yang tentu saja bisa ia mintai tolong untuk kondisi saat ini.

" Halo Nat, apakah boleh minta bantuanmu? Aku butuh beberapa orang untuk menjaga rumahku. Sepertinya ada orang yang ingin mengacaukan keluarga kecilku." Fawwas berkata secara to the poin. Dia tidak ingin bertele-tele dalam meminta bantuan dari keluarganya itu.

" Tentu saja paman kecil. Aku akan mengirimkannya segera, aah iya paman kecil seperti kau sedang jadi viral beberapa menit ini. Media sosial semua tengah mengabarkan tentang dirimu dan Aara. Aku rasa ini adalah ulah satu orang yang sama," papar Nataya. Dia adalah salah satu dokter juga di RSMH, putra dari sepupunya Dr. Radika Tara Dwilaga.

Fawwas langsung membuka portal berita online dan benar saja, berita mengenai dirinya sudah tersebar luas. Semua isi berita itu hampir sama dengan apa yang Aara katakan tadi.

" Bedebah, aku akan membungkam mulut dalang dibalik ini semua jika sudah ketemu. Berani-beraninya dia mengusik keluargaku!"

TBC

1
ayu cantik
suka
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Jumi Eko
bagus
Sulati Cus
cerita yg manis jg ringan
Ima Kristina
karya karya author memang selalu kerennn
Ima Kristina
loh kok sudah tamat saja sich belum puas rasanya kan adiknya Neida belum lahir Thor
Ima Kristina
hareudang hareudang hareudang
Ima Kristina
Benar kata APPA kunci keharmonisan rumah tangga adalah komunikasi yang baik
Ima Kristina
Pilihan terbaik adalah merelakan dan mengikhlaskan orang yang sudah meninggal karena tidak akan bisa balik ke dunia
Ima Kristina
Aku kasihan sama dokter Sanusi
Ima Kristina
Semangat Ara demi keluarga kecilmu terutama semi dirimu sendiri
Ima Kristina
Tujuan Ara pasti ke makam kakaknya Aira
Ima Kristina
Semangat Ara.... yakin kamu bisa sembuh dari traumamu
Ima Kristina
Dukungan keluarga terutama suami sangatlah berarti untuk Ara tapi tetap saja dalam diri Ara sendiri yang utama
Ima Kristina
Sakit psikis memang tidak tampak seperti sakit fisik tapi sakitnya luar biasa dan proses kesembuhannya butuh waktu yang lama
Ima Kristina
Makin kesini Fawwas makin perhatian sama Ara sebaliknya pun dengan Ara...co cweet
Ima Kristina
Semuga Arsyad segera menyadari kesalahannya
Ima Kristina
Pasti pil pencegah kehamilan yang ditemukan Fawwas
Ima Kristina
makin seru ceritanya Thorr menghibur banget pokoknya lanjut kakaaa
Ima Kristina
Jangan diberi ampun dokter Arsyad untuk jadi pelajaran
Ima Kristina
kalau kamu ingin selamat mendingan jujur saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!