NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: febyanti

Sarah harus menelan pil pahit, suami yang dicintainya malah menggugat cerai. Namun, setelah resmi bercerai Sarah malah dinyatakan hamil.

Kenyataan pahit kembali, saat ia akan mengatakan bahwa dirinya hamil, ia malah melihat mantan suaminya bersama teman wanitanya yang terlihat lebih bahagia. Sampai pada akhirnya, ia mengurngkan niatnya.

Sarah pergi dari kehidupan mantan suaminya. Akankah mantan suaminya itu tahu bahwa dirinya hamil dan telah melahirkan seorang anak?

Ini hanya sekedar hiburan ya, jadi jangan berkomentar tak mengenakan, jika tidak suka skip saja. Hidup itu harus selalu dibawa santai😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Wanita yang berusia tiga puluh tahun malah melamun, ternyata selama ini perkiraannya salah tentang mantan suaminya. Sampai-sampai ia tidak tahu kalau mereka sudah sampai di depan rumah bi Ami yang memiliki luas cukup untuk mobil terparkir di depan halaman.

Mendengar suara mobil, anak kecil yang berada di rumah bi Ami langsung keluar menyambut kepulangan orang tuanya. Sudah jam sepuluh malam, anak kecil itu belum tidur. Mata sudah sayup ia paksakan untuk tetap terbuka. Ia takut seperti kemarin saat ayahnya pergi setelah dirinya tertidur. Kali ini bocah itu tidak akan membiarkan papanya itu pergi lagi.

Sarah pun akhirnya turun dari mobil, disusul oleh Farhan. Wanita itu berkacak pinggang saat melihat anaknya belum tidur. Tidak biasanya anak itu masih terjaga.

"Kenapa belum tidur, hmm?" tanyanya sambil meraih tubuh anak itu.

"Nunggu Mama sama Papa pulang," jawabnya sambil menguap.

"Ish ...," desis Sarah. "Matamu sudah merah, ayo pulang dan kamu harus segera tidur," ujarnya lagi.

"Bi ...," panggil Sarah berteriak karena wanita tua itu sudah berada di kamar, mungkin sudah tidur. "Aku pulang," pamitnya. Sarah pun menutup pintu.

Sementara Farhan, pria itu masih berdiri karena Sarah tak mengajaknya walau hanya sekedar mengantarnya ke kontrakkan. Kontrakan yang terletak di belakang rumah bi Ami, melewati gang sempit.

"Papa ayo pulang," ajak Putra.

Sarah menoleh walau hanya sekilas, tapi pria itu akhirnya menyusul mengekor dari belakang. Saat tiba di kontrakkan, Sarah kesusahan saat akan mengambil kunci rumahnya yang ada di dalam tas. Farhan yang peka langsung mengambil alih anaknya yang hampir terlelap.

Sarah mengambil kunci lalu membukanya. Farhan pun ikut masuk untuk merebahkan anaknya yang tertidur. Setelah tubuh mungil itu direbahkan, Farhan berniat pulang. Namun, Putra kembali terbangun karena anak itu memang belum begitu nyenyak.

"Papa mau kemana? Papa jangan pergi, temani aku tidur di sini," ucap Putra.

"Aku akan pulang setelah Putra benar-benar tidur," kata Farhan seakan meminta izin.

Sarah tidak menjawab, wanita itu malah pergi ke dapur untuk memanaskan air, rencananyan ia akan mandi air hangat karena ini sudah terlalu malam untuk mandi air dingin.

***

Farhan menepuk-nepuk ****** anaknya supaya cepat tidur, tapi kenyataannya ia sendiri pun ikut tertidur. Mata yang memang sudah mengantuk dan tak bisa ditahan.

Sarah pun baru selesai mandi, ia lupa tidak membawa baju ganti.

"Aduh, bagaimana ini? Di dalam ada mas Farhan." Ia tidak mungkin ke kamar dalam keadaan hanya memakai handuk. Tak ada pilihan, ia pun memakai handuk kecil milik anaknya untuk menutup tubuhnya bagian dada. Perlahan, Sarah mengintip terlebih dulu.

Melihat mantan suaminya malah ikut tidur bersama anaknya. Ia pun akhirnya berani masuk dan mengambil baju cepat-cepat. Setelah baju didapat ia segera kembali ke kamar mandi dan memakai bajunya di sana.

Seusai itu, ia berniat membangunkan mantan suaminya. Namun, melihat kedua lelaki itu tidur dengan posisi salingbberpelukkan membuatnya tidak tega. Putra benar-benar membutuhkan sosok ayah, meski selama ini ia sudah berusaha menjadi ibu sekaligus ayah untuk anaknya. Tapi tetap saja akan terasa berbeda.

Akhirnya, Sarah membiarkan mereka tidur berdua. Sedangkan ia pergi ke rumah bi Ami dan akan bermalam di sana.

***

"Sarah, kamu kenapa tidur di sini? Apa Putra tidak mau pulang?" tanya bi Ami saat Sarah ke kamarnya dan sudah berada di tempat tidurnya yang hendak menarik selimut.

"Di rumah ada mas Farhan, Bi. Dia tidur sama Putra," jawab Sarah. Wanita itu merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.

Tapi, bi Ami malah kembali bertanya dan itu membuat Sarah membuka mata.

"Apa kalian tidak berniat rujuk? Putra membutuhkan sosok ayah, Sarah. Apa kamu tidak kasihan padanya? Pak Farhan belum menikah 'kan?" tanya bi Ami. Farhan sudah banyak cerita tadi saat mengantar Putra.

Sarah tak menjawab, ia malah memilih untuk tidur.

"Aku ngantuk, Bi. Aku tidur duluan."

Bi Ami pun tak lagi bertanya, meski sebetulnya ia juga tahu bagaimana perasaan Sarah. Sudah beberapa pria yang datang untuk melamar, tapi wanita itu selalu menolak. Karena ia yakin, rasa cinta kepada mantan suaminya itu masih besar. Tapi Sarah berusaha menutupi perasaannya.

Akhirnya, bi Ami pun tidur kembali.

***

Keesokkan paginya.

Hari ini Sarah libur bekerja. Dalam satu minggu ia menemukan libur dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Biasanya kalau dihari libur, Sarah akan beberes rumah dan mencuci baju.

Saat keluar kamar, Sarah baru tersadar bahwa di rumah bi Ami terdapat mesin cuci yang masih terbungkus dus.

"Bibi beli mesin cuci?" tanya Sarah.

"Tidak, bukannya itu milikmu?" jawab bi Ami.

"Ah, Bibi ni meledek. Mana ada uang beli mesin cuci, Bi? Jabatanku 'kan baru naik kemarin," kata Sarah.

"Kata kurir yang mengantar atas namamu."

"Salah alamat kali, Bi. Sudah ah, aku mau pulang. Cucian sudah menunggu," kata Sarah lagi sambil tertawa. Wanita itu pulang dari rumah bi Ami saat pukul setengah enam. Putra dan papanya pun masih tertidur nyenyak. Sarah mengintip, tapi menit berikutnya ia masuk karena hendak membetulkan selimut yang mereka kenakan.

Sarah melihat wajah kedua lelaki itu secara bergantian, lalu mencium Putra beberapa detik. Selepas itu ia segera pergi dan berkecimpung di dapur. Yang pertama, ia mencuci piring terlebih dulu, sambil merendam pakaian kotor. Lalu menyiapkan sarapan walau hanya membuat nasi goreng saja.

Saat memasak, aroma dari bawang yang digoreng itu menyeruak di ruangan. Karena ruangan itu menyatu sehingga tercium sampai ke kamar.

Farhan mencium aroma itu dan langsung terbangun. Ia pergi kearah aroma itu berasal. Melihat punggung Sarah dari belakang. Wanita itu mengenakan baju piama celana pendek, kaki jenjang wanita itu sangat sempurna.

Farhan jadi teringat masa-masa sewaktu dulu, di mana ia masih menjadi suaminya. Momen seperti inilah yang diinginkannya. Melihat istrinya memasak dan menyiapkan sarapan untuknya. Andai ini terjadi saat dulu, pikirnya.

Sarah pun selesai memasak dan meletakkan hasil masakannya ke piring. Saat ia membalikkan tubuh, ia melihat keberadaan mantan suaminya yang tengah melihatnya juga.

Mereka berdua menjadi kikuk, Sarah mencoba biasa saja. Meletakkan hasil masakannya di atas meja.

"Putra belum bangun?" tanya Sarah basa-basi menghilangkan kecanggungan.

"Belum, kamu masak apa? Aromanya enak sekali?" tanya Farhan kemudian.

"Hanya nasi goreng, kalau mau ambil saja aku mau bangunkan Putra dulu."

Penampilan Sarah pagi ini nampak biasa saja, rambutnya diikat asal. Tapi entah kenapa Farhan melihatnya begitu cantik, apa karena ia sudah tidak pernah melihatnya dalam keadaan seperti ini?

1
asy
dasar dokter gila
Siti Saodah
kaya nya ini jodoh si bar bar deh
Siti Saodah
🤣🤣bukan tongkat tapi itu itu ular cobra
Siti Saodah
nah semoga itu jodoh Ramdan
Siti Saodah
ini lah hebat nya ibu nya Farhan,,dia sangat cerdik,,,dari pada anak nya
Siti Saodah
si Farhan gak bisa bersikap dewasa banget ,,dulu di cerein gara gara manja,,dan dapat di hasut wanita lain,,sekarang giliran udah pisah dan dia udah mau nikah ma yng lain,,malah pengennrujuk gak punya pendirian
Siti Saodah
kalo Kemang Farhan cinta ma Sarah,,harus nya tidak usah banyak menuntut,,atau kalo memang pingin masakan istri kan bisa ngomong pelan pelan suruh belajar masak
Siti Saodah
apapun alasan nya jangan mau di ajak rujuk Sarah,,setida nya kasih pelajaran sedikit pada laki kaya gitu
Siti Saodah
semoga Sarah bertemu dengan jodoh yang lain,,jangan sampe balik lagi sama Farhan thor
Siti Saodah
harus nya kamu sudah tau waktu menikahi nya klo dia gadis manja,,lagian itu sudah kewajiban suami memanjangkan istri nya apalagi kalo suami nya mampu
Dewi Dama
saya sdh beberapa x baca movel..ini...
terimksh..thorrr...cerita nya bagus...
Febyanti: terimakasih selalu bolak-balik membacanya 😊
total 1 replies
Giantini
sudahlah Sarah lepaskan saja laki"pecundang ,GK tegas mcm Farhan tu..TK kn km mau makan cintanya Farhan LG..dasar bodoh
Giantini
klo Sarah mau diajak rujuk bener"bodoh dan telmi
Giantini
dasar perempuan bodoh mcm Sarah udah dicaraikan masih aja cinta mati..makan tu cinta Sarah gedek q klo baca perempuan nya GK punya harga diri
astro
muter muterrrr
Nurul Aeni
kayanya Akio jodohnya farah niiihh🤭
Henny Purwati
gusti
kui critoku
asli
Reader
yaah eee la kesel bagian ini, buat laki plin plan jumawa aja!? perasaan pecundang aja gt laki klo mau lamar/ ajak balikan, kek yg hrs 'meminimkan resiko' ditolak PENGECUT!Toxic, pengecut!
Maftu Chah
suamiku.....🤣🤣🤣🤣 di pinjam Mak othor
Suyatno Galih
bgni ni 2 tokoh di bikin bloon, tanpa bertanya buat kesimpulan sendiri jd sok tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!