Lelaki tampan berumur 18 tahun yang baru saja lulus SMA terjerat godaan wanita bintang film blue berumur 2 tahun diatasnya yaitu 20 tahun yang menjadi tetangga sejak sebulan lalu.
Di dalam mobil setelah malam prom perpisahan kelulusan, Jerome dan Ella melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya.
Pertama kali untuk mereka berdua bersama lakukan juga melepas keperjakaan pemuda. Namun berbeda dengan Ella yang sudah melepas keperawanannya sejak memutuskan untuk menjadi bintang film dewasa 3 tahun lalu. Tapi bagi Ella ini adalah pertama kalinya ia lakukan dengan pria yang ia sukai atau bisa dibilang mulai ia cintai.
Berlatar belakang di negara bebas United States of America - USA . Pergaulan bebas disana sudah tak bisa dihindari, kehamilan luar nikah pun marak terjadi namun tanggung jawab anak muda disana cukup bisa di apresiasi.
Note : tapi tidak untuk di tiru di negara kita yang berbudaya luhur dan menjaga etika pergaulan 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daftar Jurusan Dokter
Sarapan keluarga Jerome bersama Ella sudah selesai. Jerome siap siap di kamarnya untuk pergi ke Yale University dan Ella juga sudah kembali ke kamarnya sendiri dirumah sebelah untuk berganti pakaian karena ia akan mengantar Jerome.
Setelah siap, mereka berangkat bersama. Kali ini menggunakan mobil agak jadul milik Jerome dan pemiliknya pun menjadi supirnya.
"Kamu seperti pengikutku, El" celetuk Jerome sambil menyetir memulai percakapan.
"Of course! Aku akan mengikutimu kalau aku luanh. Tapi kayaknya ketika kita sudah kuliah, kita akan sibuk masing masing" ucap Ella.
"Ya pastinya. Fakultas kita berbeda, tapi aku bisa pastikan kita akan selalu bertemu setiap hari" sahut Jerome dengan senyum menoleh pada wanita disampingnya.
"Gimana caranya emang?" tanya Ella.
"Kamu tinggal bersamaku" jawab Jerome dengan senyum menyeringai.
"Wah , kamu makin nakal aja ya Jerome" sahut Ella membalas dengan senyuman menyeringai tak percaya jawaban Jerome bisa sebebas itu.
"Hahaha, maaf. Aku berfikir jika kita tinggal bersama lebih mudah untuk ke kampus bersama" ujar Jerome.
"Hmmm, aku tidak enak dengan orang tuamu. Sepertinya aku membuat kamu menjadi liar dan bebas" ucap Ella dengan sendu.
"Mereka sudah tau hubungan kita. Tadi pagi aja kita dikasih wejangan sevulgar itu kan, so mau gimana lagi. Aku menganggapmu kekasihku sekarang. Pacarku, apakah kamu menganggap aku sama?" tanya Jerome penuh harap.
"Hmmm gimana ya, aku udah jatuh cinta sama kamu. Ya mau gak mau aku jadi pacar kamu , Jer" jawab Ella sambil menatap Jerome dari samping.
Lagi lagi Ella terpesona dengan mata biru Jerome yang menoleh sesaat padanya.
"Kenapa kamu lihat aku begitu, El? Aku tampan ya?" tanya Jerome yang merasa ditatap dalam oleh wanita disampingnya.
"Kalau benihmu benar benar hidup dirahimku, aku harap dia memiliki mata biru milikmu, dia akan tampan atau cantik dengan mata milikmu" jawab Ella tak melepas pandangannya ke arah Jerome dan membuat pria itu menoleh padanya.
"Malah aku berharap, jika memang ada benihku di rahim mu , dia akan memiliki mata coklat yang sangat cantik seperti milikmu" sahut Jerome bergantian melempar pujian.
"Hmmmm hahahaa, seakan akan kita berharap kalau akan punya bayi secepat ini dengan sekali percobaan" ujar Ella sambil tertawa karena menyadari pembicaraan ini sangat lucu baginya saat ini.
"Haha, bener juga. Padahal ayah tadi udah ngingetin kita jangan sampai punya anak dulu karena masih muda dan mau kuliah, pasti repot" sahut Jerome yang ikutan tertawa juga.
"Entahlah Jerome, sepertinya bakal seru juga kalau punya anak diusia muda seperti saat ini. Aku ingin cerita, tapi kamu jangan marah atau merasa gimana ya. Aku harap kamu tidak jijik denganku setelah aku bercerita ini" ucap Ella.
"Aku tidak akan jijik denganmu Ella apalagi karena masa lalu mu. Aku sangat beruntung mendapatkan wanita secantik kamu" ujar Jerome sambil menoleh ke arah wanita disampingnya dan tersenyum.
"Oke , aku akan cerita. Ketika aku masih menjadi artis film begituan dan melakukan hubungan dengan lawan mainku, aku selalu meminum pil pencegah kehamilan. Aku takut kalau aku akan hamil dengan banyak pria itu. Aku berusaha meminum pil itu selama hampir 3 tahun setelah berhubungan. Dan ketika aku memutuskan untuk berhenti bekerja sebulan lalu, aku juga berhenti meminum pil sejak saat itu. Gak tau kenapa, saat ini aku tidak ingin meminum pil itu lagi. Aku hanya lelah meminum pil itu karena salah satu efeknya aku pasti pusing, timbul jerawat, kadang2 mentruasi ku juga terganggu. Jadi, Jerome kita bisa melakukan hubungan aman dengan kamu memakai kon**m ya" cerita Ella membuat Jerome tersenyum menatapnya.
"Iya, aku akan melakukan hubungan secara aman denganmu" sahut Jerome.
"Terima kasih, Jerome" ucap Ella terlihat lega.
"Aku yang berterima kasih karena kamu telah memberikan warna dalam hidupku" balas Jerome.
"Oh iya, aku belum cerita ya kalau aku jadi cowok populer di angkatanku sekarang karena bawa kamu kemarin di prom night hahaha" cerita Jerome sambil tertawa puas.
"Pastinya. Kan aku udah bilang, kamu akan jadi cowok populer" sahut Ella.
"Seharusnya aku bertemu kamu sejak lama, jadi aku tidak jadi siswa cupu yang" ujar Jerome.
"Malah aku suka kamu yang terlihat cupu dan lugu kayak awal kita ketemu , biar gak digodain cewek" ucap Ella.
"Hahaha. Aku sebenarnya bersedia terlihat cupu lugu lagi , tapi itu akan membuatmu malu nanti punya pacar kayak aku. Terus temen2 mu yg tampan di kampus pada deketin kamu, aku kalah dan diremehkan lagi. Jadi aku sekarang akan jadi cowok populer, tampan dan kuat agar bisa melindungi kamu dr godaan buaya darat selain aku" jelas Jerome.
"Boleh kalau mau mu seperti itu. Aku yakin banyak yg ndeketin kamu di kampus" pancing Ella mencoba melihat respon Jerome mengenai wanita lain.
"Aku akan biarkan. Selama ada kamu, hatiku tak bisa diisi orang lain" sahut Jerome percaya diri.
"Aku pegang kata katamu ya Jerome. Pokoknya aku tidak suka di selingkuhin. Sekali saja kamu menyakitiku dengan wanita lain, bye bye" ancam Ella.
"Kamu bisa pegang kata kataku, Ella" jawab Jerome.
Lalu mereka mengobrol ringan hingga sampai ke Yale University.
Jerome turun dari mobilnya sambil membawa berkas dan diikuti oleh Ella sampai mereka berjalan beriringan.
"Oh ya kapan kamu tes masuknya, El?" tanya Jerome sambil berjalan bersama Ella.
"Minggu depan ini" jawab Ella.
"Semangaat ya, kamu pasti bisa. Aku akan nganter kamu nanti dan nunggu sampai selesai" ujar Jerome sambil tersenyum kepada Ella.
"Thank you, Jerome" ucap Ella membalas senyuman lelaki disampingnya ini.
Dengan bermodalkan papan pentunjuk arah, akhirnya Jerome dan Ella menemukan tempat pengajuan berkas jurusan bagi beasiswa di Fakultas kedokteran.
Ternyata ketika menyerahkan berkas itu, Jerome diminta untuk melakukan tes tulis meskipun dia masuk melalui beasiswa Ivy League yang ia terima karena jurusan kedokteran bukan jurusan yang menerima anak beruntung yg mendapatkan beasiswa itu. Harus ditunjang dengan tes kecerdasan.
Jerome yang belum siap pun sedikit ragu namun Ella menyakinkan bahwa Jerome mampu.
"Kamu pasti bisa, tes tulis itu ringan Jerome. Otakmu lebih pintar dari soal soal tes itu. Semangat! Aku menunggumu di sini" support Ella.
"Hmm, baiklah. Semoga aku bisa lolos" sahut Jerome pasrah lalu ia masuk kedalam ruangan tes dan Ella duduk di kursi di luar ruangan tes.
Ella menunggu Jerome sambil membaca buku online soal hukum. Memanh wanita ini sungguh rajin dan pintar, kecintaannya kepada hukum membuat ia semangat belajar.
Tak terasa 1 jam Jerome melakukan tes, lalu ia keluar dengan membawa map hasil tesnya. Wajahnya terlihat kusut dan sedih.
Ella langsung berdiri dan menghampiri pria yang sudah menjadi kekasihnya itu.
"Bagaimana ? Wajahmu kok sedih gitu, Jer? Apakah hasilnya tidak sesuai keinginamu?" tanya Ella sedikit panik dan khawatir.
"Hmmm, hasilnya...." jawab Jerome menjeda kalimatnya membuat Ella makin tak sabar.
"Apaaa??? Kasih tau akuuu biar aku gak panik" minta Ella.
"Hasilnya... aku... LOLOS!!" seru Jerome dan mengubah ekspresinya jadi bahagia.
Ella langsung memeluk Jerome dan mengucapkan selamat.
"Selamaat, Jerome!!! Kamu memang hebat!!! Selamat menjadi calon dokter kesayanganku!" seru Ella ikut bahagia.
Jerome pun bahagia karena di momen berharga ini dia juga mendapatkan kekasih yang mendukung dia sepenuhnya.