Diangkat dari kisah nyata yang sedikit dibumbuhi oleh tulisan karya Author dan mengganti nama tokoh didalamnya.
Kisah ini berawal dari rumah tangga Indra Wiguna seorang pengusaha kayu tersukses, usahanya telah diekspor sampai keluar negri, Indra Wiguna memiliki seorang Istri bernama Widiya Sari, seorang wanita yang cantik dan anggun.
Sebagai istri pengusaha sukses dia sangat dimanja oleh suaminya dan setiap keinginannya selalu dituruti.
namun pada suatu ketika konflik rumah tangganya terjadi dan Widiyapun menjadi membuka diri kepada setiap orang.
yok baca kisah selanjutnya dalam novel ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Al - Bantani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB - 33
Setalah Mister Chiang menyelesaikan mandi karena dia baru saja bangun dari tidurnya, Mister Chiang berjalan menuju meja makan yang sudah terhidang makanan yang dibeli oleh Ketty.
"Aku ada rencana buat kamu" kata Mister Chiang sambil mulai mencicipi makanan yang ada.
"Rencana apa itu?" tanya Ketty sambil melihati wajah Mister Chiang.
"Dua hari lagi akan ada barang yang masuk ke mari dari Singapura, aku harap kau bisa menjualkan barang kita seperti biasa" kata Mister Chiang sambil menikmati makanan kesukaannya capcai dan daging babi panggang.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungi temanku sebagai bandarnya" jawab Ketty yang hanya melihat Mister Chiang menikmati makannya.
Ketty sendiri membeli makanan lain yang sudah dia makan sejak bangun dari tidurnya, sebab Ketty tidak bisa memakan makanan yang sama dengan Mister Chiang.
"Iya, kalau bisa secepatnya" jawab Mister Chiang.
Kemudian Ketty mengambil ponselnya dan segera menghubungi temannya.
Tuuuutt... Tuuutttt....
Nada dering ponsel berbunyi.
Tidak berapa lama suara seorang lelaki menjawab dari seberang ponsel, "Ya Hallo...., ada apa sayang?" jawab Lelaki itu.
"Aku ada masuk barang, jika kau mau mengambilnya datanglah ke Batam tiga hari lagi" kata Ketty dengan tegas.
"Ok baiklah, jika begitu besok aku akan berangkat kesana" jawab si lelaki itu.
"Selanjutnya akan ku kabari" ujar Ketty dan dia segera menutup ponselnya.
"Bagaimana?" tanya Mister Chiang
"Iya, dia akan datang besok" jawab Ketty.
Mister Chiang hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak lama disini, besok aku akan berangkat ke Malaysia untuk melihat bisnis judiku disana" sebut Mister Chiang.
Usai makan di pagi itu Mister Chiang mengajak Ketty untuk berjalan-jalan menikmati suasana Kota Batam, mereka berkeliling dengan menggunakan mobil mewah.
Bisnis haram Mister Chiang dan komplotannya termasuk Ketty sampai sejauh ini masih aman-aman saja dan belum pernah Pihak Kepolisian mencium gerak-gerik mereka.
Itulah yang membuat Mister Chiang dan Ketty merasa bagaikan disurga dunia dengan segala fasilitas yang mereka dapat dari bisnis haramnya itu.
Setelah seharian mereka berjalan diluar, Mister Chiang dan Ketty kembali kerumah menjelang Maghrib.
Selesai mandi Ketty yang hanya menggunakan baju lingre dan tanpa pelapis dalaman keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang tidur, dimana Mister Chiang sedang tidur telentang.
Buah yang mirip pepaya panjang dang besar menggantung di kedua dada Ketty terlihat jelas, serta diujunya terdapat bulatan kecil mirip biji papaya yang berwarna hitam pekat.
Melihat keadaan Ketty seperti itu Mister Chiang tidak dapat menahan hasratnya, dia manarik tubuh Ketty keranjang dan segera menuntaskan permainannya.
Setengah jam kemudian mereka mengakhiri permainan itu, seperri biasa Mister Chiang mengambil serbuk putih barang haram dan segera memakai barang itu dengan memyedotnya dengan hidung.
Begitu juga dengan Ketty yang turut memakai serbuk haram tersebut.
Usai memakai serbuk itu, setelah reaksi dari serbuk itu bekerja pada bagian otak dan tubuh mereka, akhirnya merekapun melanjutkan aktifitas ranjang.
Malam itu benar-benar dibuat penuh gairah bagi mereka berdua, hubungan persenggamaan mereka ulangi setiap kali telah mereka telah menuntaskannya, dan tanla terasa hingga pukul lima pagi barulah mereka sama-sama terkulai lemas dan twrtidur.
......................
Matahari telah terbit dengan sangat menyengat, Ketty melihat jam yang ada diponselnya, waktu sudah pukul 10.45 wib.
Ketty bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya kemudian seperti biasa dia belanja ke Supermarket untuk membeli makanan.
Setelah pulang dari Supermarket dia melihat Mister Chiang sudah bersiap-siap untuk kembali ke Malaysia.
Ketty dengan segera memberikan hidangan makanan yang dia beli buat mereka santap bersama di pagi itu.
Mister Chiang yang memakan makanan kesukaannya, sedangkan Ketty memakan makanan khas Indonesia yaitu nasi Pecal.
Selesai makan Mister Chiang langsung bersiap untuk menuju bandara karena takut keterlambatan pesawat.
Ketty menghantarkan Mister Chiang ke Bandara untuk berangkat ke Penang Malaysia, dengan menggunakan pesawat yang berangkat pukul 14.10 wib Mister Chiang trlah meninggalkan Kota Batam.
Setelah pesawat terbang di udara Ketty segera meninggalkan bandara, namun sebelum dia masuk kedalam mobilnya suara ponselnya berdering.
Kriiiinngg.... Kriiinggg....
Ketty segera mengangkat telpon tersebut yang berasal dari seorang lelaki.
"Hallo sayang, aku udah tiba di Batam dan sekarang aku berada di Hotel Joy" kata lelaki itu.
"Oh ya, jam berapa kamu sampai?" tanya Ketty.
"Baru sekitar satu jam yang lalu, jika kau ingin datang silahkan, aku berada di lantai lima dan nomor kamar 522" kata lelaki itu lagi.
"Baiklah, kebetulan aku lagi dibandara, sebentar aku akan kesana" jawab Ketty dan langsung mematikan telponnya.
Ketty segera masuk kedalam mobilnya dan dia bergegas menuju Hotel tempat lelaki itu berada.
Setengah jam kemudian dia sudah tiba di halaman parkir Hotel Joy, Ketty segera memarkirkan mobilnya dan lamgsung masuk kedalam hotel tersebut.
Dengan menggunakan lift dia menuju ke lantai lima, lampu berwarna merah yang menunjukkan angka lima telah menyala, dan itu berarti Ketty berada di lantai tersebut.
Perlahan pintu lift terbuka, Ketty langsung berjalan menuju kamar nomor 522 itu.
Tok.. Tok..
Pintu kamar di ketuknya.
Tidak berapa lama pintu itu dibuka, dan tampaklah seorang pria tampan dibalik pintu itu.
"Hei, udah sampai kamu?" tanya si pria itu.
Ketty hanya tersenyum dan menaikan alis mata kirinya dengan tangannya yang bersadakap.
"Mari masuk?" ucap pria tersebut yang bernama Alexander.
Alexander Abraham nama aslinya, dia biasa dipanggil Alex, seorang bandar Narkoba terbesar yang saat ini berusia empat puluh tujuh tahun, namun diusianya yang hampir setengah abad, dia masih tampak gagah dan perkasa, kulitnya yang bersih dan wajahnya ditumbuhi jampang dan bulu-bulu halus di sekitar tangannya dan juga dadanya.
"Jam berapa kamu dari Medan?" tanya Ketty sambil duduk di tepi ranjang merah tak berlengan dan rok spen sebatas lutut berwarna merah, dia menyilangkan kaki kirinya diatas kaki kanannya.
"Aku tadi kebetulan dari kampungku di Karo pagi tadi langsung ke Medan dan tiket pesawat berangkat pukul dua belas siang" jawab Alex yang menggunakan celana panjang jeans warna putih kebiruan dan tanpa menggunakan baju, terlihat jelas bentuk tubuhnya yang atletis dan ditambah dengan bulu-bulu halus didadanya, beberapa tatto terlihat pada dada kirinya dan di kedua lengan tangannya.
Sambil meneguk sebotol air mineral Alex bersandar di tepi jendelankamar.
"Aku udah dua hari pulang kerumah untuk bertemu anak istriku, dan ada sedikit urusan pula mangkanya aku kembali kekaro" ucap Alex.
"Ada bisnis nih, besok barang sampai, beratnya tiga kilo" ujar Ketty sambil menyulut sebuah rokok kretek.
"Jam berapa?" tanya Alex.
"Nanti aku akan kabari kamu selanjutnya, yang jelas harganya udah seperti biasa dan kamu transfer separoh dulu ke rekeningku sekarang tanda jadi" ujar Ketty sambi menarik rokoknya dan asap putih segera keluar dari sudut bibir dan hidungnya.
Alex berjalan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ketty, "Aku akan kirim sekarang juga" kata Alex sambil dia mencium bibir Ketty
Ketty membalas ciuman itu dengan penuh gairah, "Maaf Lex aku tidak bisa untuk sekarang, aku capek" kata Ketty sambil melepaskan ciuman itu.
"Kenapa? Kan udah lama juga kita nggak melakukannya?" tanya Alex.
"Mister Chiang baru pulang tadi pagi, dua hari dia bersama ku, dan kau pasti tau apa yang dia lakukan jika sudah bersamaku" kata Ketty.
Alex tersenyum tipis, "berarti kamu udah capek karena diapakai dia, ya sudah tidak masalah, kapan-kapan kita bisa bermain-main" kata Alexander Abraham.
Alexander Abraham mengeluarkan ponselnya dan mengetikan beberapa tulisan pada layar ponselnya.
"Ok, aku sudah mengirimkan uangnya, bisa kau cek di rekeningmu" kata Alex.
Ketty segera membuka ponselnya dan melihat bukti traansfer di layar ponselnya.
"Ok, kalau begitu aku balik dulu" kata Ketty sambil berjalan menghampiri Alex dan mencium bibir pria itu dengan lembut.
"Besok aku kabari selanjutnya" kata Ketty dengan tersenyum menantang.
Ketty segera keluar dari kamar itu menuju parkiran mobilnya dan segera dia kembali kerumahnya sore itu juga.
💖💖💖💖💖💖
Terimakasih saya ucapkan kepada para pembaca yang telah membaca novel karya saya ini, novel ini banyak yang saya tambah dengan bahasa saya sendiri untuk dapat dinikmati oleh kalian, untuk itu saya berharap agar para pembaca sudi kiranya memberikan LIKE, Komen, Vote, hadiah maupun Subcribe untuk meninggalkan jejak di karya saya, dukungan anda saya sangat harapkan, terutama kritik dan saran yang membangun, agar karya saya bisa lebih baik dan menambah semangat saya berkarya, jika ada nama atau tokoh didalamnya yang sama itu hanya kebetulan saja, sebab nama dan tokoh dalam novel ini adalah hasil fikiran dari Author.
lanjut👍👍👍👍