Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan 2
Rasanya baru kemarin Celia mendengar pernyataan dari Alex. Sejak hari itu, dia tidak pernah menghubungi Celia atau mampir ke Small Paradise. Celia merasa kehilangan seorang teman, atau dua lebih tepatnya. Jude hampir tidak pernah membalas pesannya. Berbeda dengan adiknya, yang setia mengunjunginya meski kakinya dibalut gips.
"Ke mana gipsmu? Apa kakimu sudah sembuh total?"
"Belum sepenuhnya. Tapi kata dokter sudah bisa dilepas. Asal aku berhati-hati, tidak akan ada masalah."
"Mengapa tidak menunggu beberapa hari lagi?"
"Bisa gila aku. Dua bulan itu waktu yang kelewat lama untuk memakai gips. Lagipula aku ingin les menari tango."
"Apa? Tango?"
"Iya, tango, jenis tari yang seksi itu. Mengenakan gaun merah, sepatu hak, lalu berputar dan berakhir seperti ini."
Victoria memberi contoh wanita yang menekuk punggungnya ke belakang sementara si pria memegangi pinggang dan tangannya.
Celia bisa melihat maksud hati Victoria. "Kamu naksir salah satu peserta atau guru tarinya?"
"Salah satu peserta. Kami tidak sengaja bertemu saat melepas gips. Kami mengobrol banyak lalu dia mengajakku bergabung ke klub tango."
"Kakimu belum sembuh total, apalagi tango memakai sepatu hak."
"Aku bisa telanjang kaki saat menari. Kata dokter tidak apa asal aku tidak berputar, berjinjit atau berlari."
Nothing and nobody can stop her from doing everything she wants.
"Bagaimana kabar kak Alex? Apa dia baik-baik saja?" Victoria tahu dia ditolak karena Celia tidak pernah terlihat bersama Alex sejak hari itu.
Celia mengangkat bahu, tanda tidak tahu. "Dia tidak pernah menghubungiku atau mampir kemari. Dia seperti menghilang ditelan bumi."
Lebih tepatnya ditelan kesedihan, alias patah hati.
"Kapan-kapan mampirlah kemari bersama gebetanmu itu. Aku ingin melihat dan menilai pria yang berhasil menarik perhatianmu."
Victoria langsung antusias menunjukkan fotonya. "Ini orangnya. Bagaimana menurut kakak?"
Jika dibandingkan dengan Jude, tentu saja Jude lebih tampan meskipun keduanya blasteran bermata abu dan tinggi menjulang. "Apa kabarnya kak Jude? Mengapa dia jarang membalas pesanku? Apa dia sibuk bekerja?"
Victoria terpaksa berbohong. Sudah cukup satu anak keluarga Larkin yang dikenal mengalami penolakan.
Victoria berpapasan dengan seorang pria tinggi dan tampan saat hendak keluar. Dia menghampiri Celia dan memeluknya. "Aku bawakan nasi cumi kesukaanmu. Ayo makan bersama."
Celia senang sekaligus sebal kekasihnya datang mengunjunginya di jam makan siang yang ramai. Setiap wanita mencuri kesempatan untuk menatap Kevin, termasuk karyawannya.
"Kamu populer sekali, sayang. Wanita di sini tidak berhenti menatapmu."
Kevin tertawa dan tawanya semakin membuatnya terlihat tampan. "Jangan marah, sayang. Aku bisa apa. Apa aku harus pakai topi, masker, kacamata, dan hoodie ala artis korea tiap datang kemari?"
"Tahu ahhh." Celia pura-pura merajuk.
"Aku pinjam kamar mandimu dan ini." Kevin mengambil buku menu, membukanya di bagian tengah lalu menutupi wajahnya.
Bagaimana aku bisa marah padamu, jika kamu begitu tampan dan manis.
Handphone Kevin bergetar beberapa kali, tanda seseorang sedang menghubunginya. Celia melihat nama Danar S tertera di layar. Siapa Danar S? Mengapa aku merasakan sesuatu yang aneh dengan nama itu?
Kevin kembali dengan menutupi wajah. "Tenang saja, tidak ada yang bisa menatapku."
Dia duduk di samping Celia dan membentangkan buku lagi. Wajah mereka dan apa yang mereka lakukan di balik buku tidak dapat dilihat dari luar. Setelah beberapa saat, lipstik di bibir Celia menipis dan bibir Kevin berubah kemerahan.
"Tadi ada yang menghubungimu. Kulihat namanya Danar S."
Kevin mengecek handphonenya. "Oh Danar ya? Dia teman futsal. Mungkin ingin membicarakan soal jadwal latihan berikutnya."
Celia mengangguk. Ternyata teman futsal, pantas aku tidak mengenalnya, tapi perasaanku masih terasa aneh dan tidak tentram.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂