NovelToon NovelToon
Perjuangan cinta, Zahira!

Perjuangan cinta, Zahira!

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:61.6k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Kecelakaan yang terjadi pada Abian Reegan membuat sebagian ingatanya menghilang. Dan hal tersebut membuat Zahira harus berjuang mati-matian untuk membuktikan kepada Sang Suami, Abian bahwa dia adalah istrinya. Dia bahkan terpaksa menjadi pembantu di rumah suaminya sendiri untuk bisa membuktikan hal tersebut dan membuat Abian mengingatnya.

Dikelilingi oleh ibu dan adik tiri yang manipulatif membuat Abian semakin lupa siapa itu Zahira.

Bagaimana cara Zahira untuk membuat Sang Suami mengingatnya ketika ibu dan kakak tiri Abian menghadirkan cinta masa lalu pria itu? Dapatkah Abian mengingat tentang istrinya kembali?

Yuk, terus ikuti kisah rumah tangga Abian dan Zahira. Jangan lupa, like, komen, vote, dan giftnya.

Follow juga akun media sosial author
- IG: samudra_lee_19
- Samudra Lee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Kamu yakin?" tanya Abian memastikan.

Ernando mengangguk. "Saya yakin," jawabnya. "Ini berkas mengenai proyek yang ada di luar pulau jawa yang harus kamu pelajari. Semoga setelah membaca berkas ini kamu bisa ingat tentang proyek itu."

Ernando menyerahkan map kepada Abian. Isi map tersebut sebenarnya bukan berkas seperti yang asisten pribadi Abian itu katakan, melainkan beberapa lembar foto yang ia dapat dari orang-orang suruhannya.

Mata Abian berkaca-kaca melihat foto tersebut. Orang yang selama ini dia anggap sudah meninggal dunia, benar-benar masih hidup dan dalam kondisi sehat. Iya, meski penampilan papanya berubah 180 derajat, tetapi dia tetap bisa mengenali bahwa itu adalah papanya.

"Kita harus segera ke kantor untuk membahas semua berkas-berkas ini," ucap Ernando.

"Sebenarnya aku lupa dengan proyek yang kamu bicarakan, Er. Tapi, aku percaya kamu tidak akan mungkin membohongiku," jawab Abian. "Ayo kita ke kantor sekarang!"

Abian dan Ernando bangun dari tempat duduk masing-masing. Keduanya pun keluar meninggalkan ruang kerja Abian.

"Kalian berdua mau kemana? Sepertinya buru-buru?" tanya Devita saat berpapasan di ruang tamu. Ibu tiri Abian tersebut menatap curiga pada Abian dan Ernando.

"Kami akan ke kantor, Ma. Ernando bilang, aku memiliki proyek di luar pulau jawa. Aku sama sekali tidak ingat dengan proyek itu, jadi aku harus mempelajari proyek dari awal. Aku tidak mau ada kesalahan saat membahas proyek ini dengan para investor. Jadi, Ernando akan menjelaskannya secara rinci di kantor," jawab Abian panjang lebar.

"Kenapa tidak di ruang kerjamu saja? Kan bisa membahas itu disana. Bukankah Ernando sudah membawa berkas-berkasnya?" Devita menatap Ernando yang berdiri tepat di belakang Abian.

"Maaf, Nyonya Devi. Tapi, saya tidak membawa berkas komplitnya, sementar Abian ingin mengetahui perkembangan proyek itu secara menyeluruh. Makanya, saya meminta Abian untuk ikut ke kantor bersama saya," sahut Ernando.

"Benarkah? Kalau begitu coba aku lihat berkas di tanganmu tersebut." Devita mengulurkan tangannya untuk meminta Ernando menyerahkan map di tangannya.

Ernando dan Abian menelan ludah mereka masing-masing. Wajah keduanya menegang. Baik Ernando dan Abian takut kalau Devita akan mencurigai mereka

"Tapi, Nyonya... sebelumnya maaf. Berkas ini bersifat rahasia. Berkas ini hanya bisa dilihat oleh orang yang berkepentingan di dalam proyek tersebut." Ernando berusaha mengelak

"Rahasia? Hei, aku ini bukan orang lain. Aku ini ibunya Abian. Jadi, sudah sewajarnya aku mengetahui semua proyek yang sedang ditangani oleh Abian. Lagian, Abian kan hilang ingatan. Siapa tahu di membutuhkan bantuan," sahut Devita dengan emosi.

Ernando melirik ke arah Abian.

"Ma, bukan itu maksud Ernando. Tapi, jika Mama memaksa ingin melihatnya. Baiklah, aku akan izinkan." Abian ikut berbicara. "Er, berikan berkas itu kepada Mama!" suruhnya.

Ernando menatap Abian bingung. Namun, Abian meyakinkan asistennya itu untuk mempercayainya.

"Ini, Nyonya," ucap Ernando sambil memberikan berkas tersebut kepada Devita.

Devita tersenyum senang karena Abian lebih mendengarkannya dari pada Ernando.

Saat Devita hendak menerima berkas dari tangan Ernando, terdengar dering dari ponsel milik Abian.

"Hallo, maaf ini siapa ya? Oh... Pak Syahrul, maaf, Pak, saya lupa. Tidak kok, Pak. Kecelakaan? Iya, Pak. Saya memang pernah kecelakaan, tapi tidak begitu parah kok. Hanya cedera ringan. Berita di luaran sana cuma gosip, Pak. Tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Buktinya saya sehat wal afiat, Pak. Apa?! Bapak ingin saya menjelaskan tentang proyek itu secepatnya? Iya, Pak. Ada beberapa dokumen berada di kantor saya. Iya-iya, Pak. Saya akan langsung kesana." Abian mengakhiri pembicaraannya.

"Maaf, Ma. Aku dan Ernando harus ke kantor secepatnya. Gosip tentang kecelakaan yang menimpaku sudah menyebar. Jadi, aku harus menenangkan mereka dan berbicara seolah kecelakaan tersebut tidak pernah terjadi. Aku janji, begitu aku kembali dari kantor, aku akan menunjukkan semua berkas yang berhubungan dengan proyek tersebut kepada Mama," ucap Abian.

"Baiklah. Aku akan bersabar. Tapi, nanti malam kamu harus benar-benar menunjukan semua berkas itu kepada mama."

"Iya, Ma. Pasti," jawab Abian.

Ernando bernapas lega. Setidaknya dia tidak perlu berurusan dengan ibu tiri Abian tersebut hari ini.

"Kami pergi ke kantor dulu ya, Ma," pamiy Abian.

"Hm, sana! Mama juga sedang menunggu kabar yang lebih penting," jawab Devita. Wanita itu kemudian berlalu dari hadapan Abian dan Ernando.

"Ayo, Er. Kita pergi sekarang!" ajak Abian.

Keduanya segera menuju ke carport dan langsung naik ke dalam mobil milik Abian.

"Ayo cepat, Er!" seru Abian.

Namun, saat Ernando hendak menjalankan mobilnya, Abian melihat Zahira keluar dari dalam rumah dengan wajah yang terlihat panik.

"Tunggu, Er!" Abian menginterupsi. Dia keluar dari dalam mobil dan menghampiri Zahira yang sepertinya sedang menunggu taksi. Ernando ikut menyusul.

"Kamu kenapa? Kamu kelihatan panik, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Abian saat sudah berada di samping Zahira.

"Barusan, aku dapat kabar dari satpam di rumah bahwa telah terjadi penyerangan di dalam rumah. Beberapa pekerja mengalami luka-luka, termasuk ibu," jawab Zahira.

"Apa?!" Abian tentu terkejut mendengarnya.

"Kata Bik Lastri, sampai sekarang ibu belum siuman. Dan sekarang beliau sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Bik Lastri juga bilang, ada satu pekerja ibu yang dibawa oleh mereka," terang Zahira. "Satpam sudah melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib. Semoga pelakunya segera tertangkap."

Abian masih diam. Dia masih mencerna jawaban Zahira barusan.

"Er, apa jangan-jangan pekerja yang dimaksud itu adalah.... " Abian jadi tidak tenang. Satu sisi dia ingin menenangkan istrinya, tapi disisi lain dia juga mencaskan keadaan ayahnya.

"Aku akan coba menghubungi orang-orangku," ujar Ernando. Dia sedikit menjauh dari Abian dan Zahira.

"Hira, aku yakin Ibu pasti baik-baik saja. Dia pasti akan segera siuman." Abian mengusap punggung istrinya itu.

"Mas, kamu tidak salah sebut kan?"

Abian menatap Zahira bingung. "Maksudnya?"

"Barusan kamu manggil ibuku dengan sebutan ibu, bukankah dulu kamu selalu memanggilnya Bik Ranti? Apa ingatanmu sudah kembali, Mas?" Zahira menatap Abian.

1
Sulati Cus
👍🏻
Bahari Sandra Puspita
cerita yg bagus kak..
to the point dan g bertele-tele.. 🥰🥰🥰

makasih banyak udah mau namatin kisah ini..
walopun aku jg bukan reader yg baik buat kakak, tapi aku tetap mendoakan kakak semoga tetap sehat selalu..
terus semangat berkarya dimanapun kakak berada dan semoga sukses selalu.. 💪🏻😘😍🥰🤩

semoga masih mau nerusin cerita yg belum selesai..
atau bikin cerita baru sampai tamat apapun hasil yg diterima..
aamiin.. 🤩🤩🤩
Bahari Sandra Puspita
semoga masih mau meneruskan kisah Arman ya kak😍
Bahari Sandra Puspita
semangat kakak
Nsaa Indri
lanjut
Aghitsna Agis
memamangnya cuman angela ja yg bisa bkn oerusahaannya bangjrut bkm tahu siapa kel. abin juga bisa sehancyr hancurnya lanjut
Hafifah Hafifah
masih mau lanjut jadi pelakor.siabian bisa lebih sadis dari ini lho lw kamu sampai mengusik kehidupannya
Lestari Titi
nah kan terbongkar jg akhirnya, gimana Angela masih mau meneruskan niat busukmu itu
Nsaa Indri
angela mah penggangu bgt
Lestari Titi
angel minta dilempar ke laut hitam sehitam hatinya
Hafifah Hafifah
males deh si pelakor g sadar"
Aghitsna Agis
ini udah tamat apa blm ya
Wahyu Nengsih
sehat2 ya thor
Hafifah Hafifah
kayaknya si abian udah mulai menjalankan aksinya nih untuk membuat si ulat bulu berhenti ngejar"
Viela
kayakny ini bagian dr rencana zahira
Aghitsna Agis
kenapa abian syok lihat angela disana, bukankah abian lg main drama dan tahu ada angela disana dan seolah olah lg sm wanita lain sengaja lewat j karena ada angela, atau memang punya yg lain lanjut thor jgn jarang up thor mks
IG:samudra_lee_19: Kan hrs akting syok dong, klo gak pura-pura syok ketahuan sama si Angel dong 😌
total 1 replies
Titi lestari Tari
ank temennya bu ranti kali ya
eh tau ding takut salah nnti dikatain sok tau ma kak othor 🤣🤣🤣
Titi lestari Tari: waduuhhh
total 2 replies
Eni Istiarsi
jangan sampai usul Zahira menjadi blunder bagi dirinya sendiri
Aghitsna Agis
jgn nyese xahira kalau abian benrr2 jatuh cinta sm angel kalau mau pura2 deketen angel tapi dkt juga dengan yg lain tapi gimana kalau fipaksa sm orang tua angel untuk menikah hayoo gimana zahira apalagi abian dekt
Hafifah Hafifah
mungkin yg ketemu ama si armand disupermarket itu adiknya si angel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!