Clara Blues Pras seorang putri dari kerajaan Dewa Matahari yang dimana Clara selalu diabaikan oleh ayahnya yang seorang raja. Ibu tirinya yang merupakan seorang ratu selalu berkeinginan untuk membunuh Clara dari kecil sampai dia dewasa. Tapi Clara yang selalu mendapatkan siksaan dari orang terdekatnya memutuskan untuk berubah dan memilik untuk menikah dengan seorang pewaris dari kerajaan Utara. Apa kehidupan Clara dan pasangannya akan damai?Apa saja perjalanan yang selama ini yang dilalui oleh Clara sampai dia bisa memiliki kekuatan yang dia sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBP 33 REVISI
Martin hendak pergi untuk melihat kondisi para ksatria yang terluka. Tapi Martin bertemu dengan Baned yang saat itu ingin jalan-jalan menenangkan dirinya. Baned yang melihat Martin seperti tergesa-gesa menghampirinya.”Martin apa yang sedang terjadi kamu ingin kemana?,”ucap Baned.
“Ke gerbang masuk melihat ksatria. Mereka terluka kerena seragan monster,”ucap Martin dengan singkat. Baned yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Martin hanya pergi bersamanya saja. Setelah sampai keduanya melihat jumlah ksatria sudah terluka dan ada juga yang terkena racun. Baned melihat ke arah lain dimana pintu masuk terbuka monster sudah ada didepan pintu.
“Apa yang terjadi disini?,”ucap Martin.
“Maaf tuan monster ini datang dengan jumlah banyak para ksatria sudah menghentikan sebagian tapi masih saja datang terus menerus,”ucap Bawahan. Setelah melihat kondisi ini Martin segera bergerak membantu ksatria yang lain.
“Biar aku bantu?,”ucap Baned yang menawarkan bantuna. Martin hanya menganggu saja setelah mereka keluar dan terlihat tidak ada monster digaris pintu masuk. Martin menyuruh ksatria yang lain masuk dan menutup pintunya. Setelah menerima aba-aba dari Martin, Baned yang juga ikut membantu mengalahkan monster mengikuti instruksi dari Martin.
Pintu tertutup semua monster masih ada di depan pintu.”Sebenarnya kenapa mereka bisa ada disini?,”ucap Martin.
“Kurasa ada yang memicu mereka tuan,”kata Derek. Martin yang mendengar itu berpikir dengan kondisi apa yang tejadi dia harus bisa tenang. Apa lagi ksatrianya juga terkena racun dan banyak dari mereka yang terluka. Di sisi lain Goro dan Clara yang bersama sedang membicarakan informasi yang diminta oleh Clara.
Tapi Clara mendengar ke ributan dari luar membuat dia ingin melihat dari teras. Tapi tidak disangka saat Clara sudah membuka pintu teras anak panah datang ke arahnya. Clara terkejut dengan anak panah itu hanya bisa mengela sedikit. Goro yang melihatnya segera menghampiri Clara.
“Nyonya anda tidak apa-apa?,”ucap Goro yang sudah ada disampingnya.
“Aku tidak apa-apa hanya tergores kecil saja. Tapi kenapa tikus ini datang disaat seperti ini, aku hanya ingin hidup dengan nyaman tapi tidak aku sangka akan sesulit ini,”ucap Clara.
Tepat dihadapan mereka sudah muncul pembunuh yang jumlahnya cukup banyak.”Nyonya biar aku saja yang membunuh mereka?,”kata Goro yang menghadang pembunuh itu untuk mendekat ke arah Clara.
Tapi pembunuh itu meremehkan mereka berdua. Clara hanya bisa tersenyum dna mengizinkan Goro untuk melawannya. Tapi dengan syarat jangan terlalu keras untuk mereka dan jangan membuat kebisingkan. Clara yang tidak ingin ada yang tahu tentang pembunuh yang datang ke tempat itu membuat dua orang itu khawatir.
Apa lagi Clara yang melihat dibalik dari pembunuh itu masih ada kejadian yang tidak terduga sedang datang ke wilayah utara. Goro yang sudah berhadapan dengan mereka membuat satu persatau orang bisa lepas dan berhadapan dengan Clara.
“Mati kau,”ucap pembunuh. Belum sempat dia menghenuskan pedang pembunuh itu sudah jatuh ke lantai tanpa Clara berbuat apa-apa. Awalnya Goro sangat gelisah dengan Clara, tapi melihat pembunuh yang datang ke arahnya bisa ditaklukan oleh dia bisa membuat Goro tenang.
“Kurasa aku tidak usah mengkhawatirkan dia,”kata Goro yang kembali fokus dengan didepannya. Setelah pembunuh itu ditangkap dan di ikat oleh Goro Clara mulai bertanya kepada mereka apa maksud kedatangan mereka ke utara. Tapi mereka dengan keras kepala tidak mau menjawab hanya bisa diam saja.
Tapi setelah Clara memberikan bubuk racun kepada mereka hanya ada cacian maka hinga mereka merasakan sakit baru mereka mengatakan mereka datang untuk membunuh Clara atas perintah ratu Erlaka.
“Lalu monster yang datang itu apa ulah dari kalian,”ucap Clara dengan tajam.
“Itu benar, tapi percuma saja jika kamu terus menyelidiki kami. Kamu juga akan mati kedinginan di utara bukan,”ucap pembunuh yang terbahak-bahak.
“Apa itu benar aku akan mati, bukan kalian yang akan mati oleh ratu Erlaka karena kalian gagal ya,”ucap Clara dengan santainya. Tapi siratan mata Clara sangat tajam dan dingin membuat Goro dan pembunuh yang levalnya renda merasakan hawa yang dipancarkan oleh Clara.
“Kenapa apa kamu takut denganku, tapi aku hanya duduk diam menuggu kalian membuka mulutnya,”ucap Clara yang tersenyum dingin.
“Apa yang ingin kamu ketahu dari dari yang kamu katakan tadi. Aku akan jawab semua sebelum kontrak itu menjalan ke tubuhku,”ucap pembunuh.
“Sebenarnya tidak ada sih tapi jika kamu maksa aku ingin tahu. Apa kalian yang membunuh ibuku saat dia melahirkan aku?,”kata Clara.
“Aku tidak tahu apa yang kamu katakan,”ucap pembunuh itu yang dengan seketika mati ditempat karena kontrak jiwa sudah dilanggar oleh pembunuh itu.
“Mereka sudah tewas,”ucap Clara yang bersandar melihat ke atas dia berkata kepada Goro untuk membereskan semua pembunuh itu. Setelah selesai dia minta untuk pergi membantu memusnakan para monster. Suruh Delen untuk mengirimkan pasukannya ke wilayah utara dengan diam-diam agar tidak terbongkar.
Goro yang sudah mendapatkan tugas segera pergi dari tempat Clara sambil membawa pembunuh yang sudah mati di tepat.”Ratu Erlaka kamu masih ingin membunuhku, sampai kapan kamu akan tetap mengincar nyawaku,”ucap Clara.
Setelah Goro pergi Kal datang dengan wajah cemasnya.”Nyonya,”ucap Kal tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke dalam.
“Kal kenapa kamu kembli lagi, apa yang sudah terjadi dengan kamu,”kata Clara saat melihat ke arahnya.
“Nyonya ada apa dengan ruangan ini. Apa yang sedang terjadi di sini, dimana Goro bukan dia bersama anda tadi,”kata Kal.
“Dia sedang bersih-bersih tadi ada tikus yang datang sekalian saja aku suruh dia melihat kondisi digerbang dan memanggil pasukan Delen untuk membantu secara diam-diam. Tapi Kal kenapa kamu datang ke sini ada apa?,”ucap Clara.
“Nyonya monster dengan jumlah banyak menyerang wilayah kita. Para ksatrai terluka dan ada juga yang terkana racun. Karena jumlah yang banyak penawar masih kurang. Saya datang ke sini untuk menyampaikan itu saja,”kata Kal.
“Kata kamu ksatrai terluka dan terkena racun. Apa sudah menemukan obat penawarnya?,”kata Clara.
“Untuk sekarang masih belum ada kabar Nyonya. Saya akan mencari tahu dulu apa yang mereka butuhkan,”ucap Kal.
“Baiklah Kal, jika ada yang bisa kita bantu berikan kepada mereka saja. Ini adalah wilayahku juga,”ucap Clara. Kal hanya menganggu saja dan segera pergi meninggalakn Clara sendiri.
Di tempat lain Erman dan Goto yang sedang terkepung mencari tempat untuk mereka bisa melawan para monster.”kenapa mereka datang dengan jumlah banyak?,”ucap Goto yang sedang bertarung dengan monster yang datang ke arahnya.
“Aku juga tidak tahu, yang penting kita harus segera kembali untuk melaporkan kepada tuan tentang ini semua,”ucap Erman yang juga berhadapan dengan monster. Setelah mereka mendapatkan celah untuk kabur mereka segera berlari dimana Erman dan Goto menjauh dari para monster.
Tapi tidak disangka monster itu mengikuti keduanya. Apa Erman dan Goto bisa lolos dari kejaran para monster dan bagaimana dengan utara sekarang ini yang kedatangan monster dengan jumlah banyak?.
seperti bahasa yg di translate aja..
ok lah bye...skip🤭🤭