NovelToon NovelToon
Skripsi atau Resepsi

Skripsi atau Resepsi

Status: tamat
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:299.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nabila Diva

Siapa bilang jadi mahasiwa tingkat akhir itu menyenangkan?setiap saat ditanya progresnya sudah sampai mana?skripsi sudah sampai bab berapa?

Jika banyak anak SMA yang ingin cepat-cepat kuliah,maka bagi Kayana Amira(21 th) jika ia bisa memutar waktu kembali ia akan memilih untuk mengulangi masa SMA nya sekali lagi.

Bukannya ambisius dan memaksakan dirinya untuk mengikuti kelas akselerasi,dan sekarang Kayana harus terjebak dengan Adrian Pramudya (25 th), sosok senior galak, yang entah bagaimana semesta mempertemukan keduanya kembali,kini Adrian sudah naik pangkat menjadi Dosen muda dikampus nya dan yang lebih parah lagi pria itu ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing nya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila Diva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 - First Date (2)

"Kenapa?" Tanya Kayana yang risih karena sedari tadi Adrian menatapnya dengan lekat.

"Cantik banget pacar saya." puji Adrian tersenyum manis.

"Gombal." balas Kayana sambil tersipu.

"Minum es terus!" komentar Adrian saat lagi-lagi Kayana memesan es teh padahal cuaca cukup dingin hari ini.

"Haus." sahut Kayana pendek lalu kembali menyeruput minumannya.

"Mau ngedate kemana,Na?" Tanya Adrian yang sibuk melahap cake dihadapannya, sepertinya Adrian terpengaruh oleh hobi makan-makan Kayana dan sekarang dia sedang memakan potongan cake nya yang kedua.

"Na?" Respon Kayana dengan kening berkerut.

"Biar panggilan nya beda,kan saya pacar kamu. Masa manggil nya tetep Kay,ga beda dong sama temen-temen kamu,atau kamu mau saya panggil sayang?-" goda Adrian mengedipkan sebelah matanya. Dan Kayana pun mendengus pura-pura kesal meskipun sebenarnya didalam hati dia demen juga.

"Jadinya mau ngedate ke mana Na?" Tanya Adrian yang sedang mengecek ponselnya,mencari-cari tempat date yang sekira nya 'proper' buat mereka.

Kayana pun langsung bergidik geli "Jangan manggil Na deh pak,aneh." Respon Kayana.

"Oke..jadi kamu maunya dipanggil apa?" Tanya Adrian santai lalu meletakkan ponselnya diatas meja.

"Panggil kayak biasa aja pak." sahut Kayana.

"Gausah panggil-panggil bapak deh,lagi banyak orang. Saya malu." protes Adrian,tiba tiba terdengar sewot.

"Nggak bakalan ada yang sadar juga loh." ujar Kayana menunjuk keadaan sekeliling, semua pengunjung sedang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Saat ini mereka sedang berada disebuah cafe yang baru saja membuka cabang di Jakarta, katanya sih ini salah satu cabang cafe yang lumayan terkenal di Korea dan melihat prospek bisnisnya yang cukup bagus ownernya memutuskan untuk membuka cabang di Indonesia.

Karena nuansa dan interior cafe ini yang cukup instagrammable, banyak sekali muda-mudi yang mendatangi tempat ini dan tentu saja sebagain besar pengunjung  akan memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto ria sebanyak-banyak nya, dan gaperlu ditanya lagi kan cafe ini dipilih atas rekomendasi siapa?

"Katanya Lee min-ho pernah kesini pak." tunjuk Kayana pada bangku yang terletak disudut kafe.

"Lee min-ho siapa,saya gakenal." balas Adrian mengangkat bahunya cuek.

"Loh,Bapak gatau? Padahal bapak mirip Lee min-ho loh?" Respon Kayana heboh sembari menunjukkan gambar oppa-oppa korea diponselnya.

"Sama-sama pria,benafas dan hidup dibumi,terus kalian seumuran juga.Umur bapak 24 Kan?" Tanya Kayana yang sedang asyik mengscroll-scroll ponselnya.

"25,masuk 26 tahun depan." Koreksi Adrian.

"Idiih tua banget,saya saja baru ulang tahun ke-21 empat bulan yang lalu." ejek Kayana.

"Tapi buktinya kamu suka kan sama yang dewasa kayak saya?" Tanya Adrian dengan nada sombong.

"Iyasiih hehe." kekeh Kayana,nggak bisa membantah.

"Tapi gantengan bapak kok,dimata saya.Suer." ucap Kayana dengan nada serius sembari mengacungkan kedua jarinya.

"Tapi bapak tau kan kalau saya rabun." tunjuk Kayana pada bingkai kacamata nya, kemudian tertawa ngakak dan Adrian pun hanya mendengus kesal pura-pura ngambek

"Senyum kamu-" ujar Adrian terpotong.

"Kenapa?" Tanya Kayana dengan dahi berkerut.

"Senyum nya buat saya saja ya,kamu seenyum nya pas sama saya aja. Saya gamau cowo-cowo diluar sana jadi suka sama pacar saya." goda Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya genit.

"Apasih? Gombal banget!" Balas Kayana sedikit ketus lalu menyeruput minumannya malu.

"Pak." panggil Kayana pelan.

"Jangan panggil bapak!" Protes Adrian.

"Panggil nama bisa kan?" Tanya Adrian.

"Tapi nggak sopan pak,kita kan nggak seumuran." protes Kayana balik.

"Saya nggak gila hormat kok.You can call me whatever you want,tapi jangan panggil bapak. Kita nggak lagi dikampus." protes Adrian.

"Yaudah,saya panggil om ya." sahut Kayana mulai usil,dan langsung saja pipinya yang berisi itu dicubit gemas oleh Adrian.

"Aww" Kayana mengaduh sembari mengelus-elus pipinya pelan.

"Nanti pipi saya melar!" Protes Kayana sebal.

"Biarin." sahut Adrian menjulurkan lidahnya.

"Kalau kamu tetep manggil saya bapak,nanti saya-" ujar Adrian menggantung.

"Nanti apa?" Sela Kayana menunggu jawaban Adrian tak sabaran.

"Nanti saya cium." kata Adrian asal.

"Ih...nggak muhrim tau!" Cubit Kayana pada perut Adrian yang ternyata sekeras batu.

"Jangan cubit-cubit perut saya,susah ngebentuknya." seru Adrian lalu menepis pelan tangan Kayana.

"Jangan cubit-cubit pipi saya juga!" Serang Kayana balik.

"Kenapa?Nggak muhrim?Mau saya halalin?" Goda Adrian dengan ekspresi lempengnya membuat Kayana jadi gregetan.

"Nyebelin deh!" Balas Kayana sebal.

"Tapi kamu sayang kan?" Goda Adrian lagi sembari menaik turunkan alisnya.

Adrian kesambet apasih?!

***

Setelah berdiskusi panjang mengenai rencana date hari ini,akhirnya mereka memutuskan untuk menonton salah satu film horror yang sedang booming dibioskop.

Setelah memarkirkan mobilnya dengan mulus di parkiran sebuah mall, mereka pun turun lalu berjalan bersisian menuju bioskop.Karena ini merupakan 'date' pertama mereka,jadi keduanya sama-sama canggung  dan berjalan sedikit berjauhan.

Adrian pun menyadari bahwa Kayana tampak tak nyaman berjalan sendirian "Saya pegang tangan kamu boleh?" Tanya Adrian meminta izin.

Sebenarnya dari tadi dia sudah berinisiatif untuk menggenggam tangan Kayana,namun disaat yang bersamaan dia juga nggak mau bertindak terlalu implusif yang membuat Kayana tidak nyaman nantinya.

"Boleh." balas Kayana.

Setelah diberi izin, barulah Adrian mendekat lalu menggenggam tangan nya erat.Dia meremas tangan Kayana sedikit saat menyadari wanita tersebut tampak tidak nyaman karena beberapa pasang mata secara terang-terangan menatapnya.

"Saya kelihatan aneh ya pak?pakai baju ini?" Tanya Kayana tidak pede,kemudian dia melepas aksesoris gelang yang melekat ditangannya.

"Engga kok,cantik. Gausah dilepas." larang Adrian lalu memasangkan kembali gelang tersebut ditangan Kayana.

"Terus kok orang-orang pada liatin saya?" Tanya Kayana tak nyaman.

"Justru karena kamu cantik banget,makanya mereka pada ngelihatin kamu. Saya jadi males ke bioskop kalau kamu nya secantik ini nanti orang-orang pada suka,kita pulang saja ya?" Tanya Adrian jenaka.

"Jangan dong,saya kan pengen nonton." balas Kayana kembali sewot.

"Yaudah kita jadi nonton,cuek saja ya gausah dipeduliin kalau ada yang lihat-lihat." ujar Adrian santai.

"Jalan nya jangan jauh-jauh dari saya-" kata Adrian lalu menarik Kayana mendekat ke arahnya.

"Saya takut bapak malu." ucap Kayana nggak pede.

"Kenapa saya harus malu?" Tanya Adrian balik.

"Soalnya kalau kita jalan berdua sudah kayak angka sepuluh." Adrian pun nyaris tertawa mendengar ucapan polos Kayana barusan namun dia berusaha menahannya saat melihat wajah sendu Kayana.

"Saya suka nya yang gemuk-sehat-bahagia kayak kamu, udah deh jangan mikir yang aneh-aneh." Balas Adrian lalu merangkul bahu Kayana untuk mendekat ke arahnya.

"Mau nonton apa jadinya?" Tanya Adrian sesampainya mereka dibioskop. Kayana pun tampak menimang-nimang sambil memperhatikan jejeran poster yang terletak di dinding bioskop.

"Yang ini kayaknya bagus deh pak." tunjuk Kayana pada sebuah poster film horror.

"The Nun?" Tanya Adrian.

"Iyaa."

"Gajadi nonton the con-jurig?" Tunjuk Adrian pada salah satu poster film horror Indonesia.

"Engga..saya lupa kalau kemarin sudah nonton bareng Lisa dan Bagas " jawab Kayana.

"Nonton nya bertiga?Bukannya berdua." Tanya Adrian kaget dan Kayana pun merespon dengan kening berkerut.

"Hmm..Saya lihat kalian berdua dibioskop waktu itu." ucap Adrian sambil berdehem canggung.

"Nontonnya bertiga tapi Lisa baru nyusul setelah pulang magang,beli tiketnya emang berdua." Jelas Kayana.

"Dari mana tahu?-" tanya Kayana dengan tatapan curiga,meskipun sebenarnya dia sudah tahu dari Bagas kalau mereka berpapasan dengan Adrian sewaktu memesan tiket dibioskop.

"Waktu itu saya nemenin sepupu saya,nonton Dilan terus ya lihat kamu." jawab Adrian.

"Ooh.. nggak cemburu kan?" Tanya Kayana sembari memperhatikan orang yang lalu lalang.

"Sedikit." gumam Adrian pelan,nyaris berbisik.

"Btw,saya nonton bareng mereka kan minggu kemarin,berarti kita papasan nya sebelum ketemu dilab dong?" Tuduh Kayana seketika merasa cocoklogi dengan kemarahan Adrian sewaktu dilab.

"Iya." jawab Adrian pelan

"Jawab jujur deh pak,jangan-jangan saya dimarahin kemarin karena bapak ngerasa cemburu sama Bagas dan mikir nya kami lagi ngedate gitu?" Tuduh Kayana lagi dengan alis naik.

"Engga lah,saya gamungkin se-nggak profesional itu." elak Adrian dengan nada tersinggung.

"Terus?" Tanya Kayana dan Adrian pun menatapnya balik.

"Terus apa?"

"Terus kenapa marah-marah kayak kesambet begitu.Saya masih kesel loh ya kalau keingat kejadian itu." Jawab Kayana mendengus sebal.

"Hmmm..saya minta maaf, saya jadi marah-marah kekamu waktu itu karena saya cemburu." ujar Adrian mengakui,langsung saja Kayan mencubit pinggang Adrian keras.

"Aw!Kenapa pinggang saya dicubit terus sih?" Protes Adrian lalu mengelus-ngelus pinggang nya yang terasa pedih.

"Nyebelin banget soalnya." Kayana menatap tajam padanya lalu menggembungkan pipinya kesal.

"Tapi kamu suka kan?" Tebak Kayana, meniru ucapan andalan pria tersebut.

"Nah..itu tau." balas Adrian dengan senyum bangga.

Setelah memesan dua tiket serta popcorn jumbo dan dua gelas minuman ukuran large mereka pun memasuki bioskop lalu duduk dibangku yang sudah mereka pesan.

"Kamu nggak takut nonton beginian kan?" Tanya Adrian sembari meletakkan pop corn dan minumannya nya disebelah tempat duduk.

"Bukannya kebalik?" Tanya Kayana dengan nada mengejek.

"Nggak lah,saya mana mungkin takut nonton beginian." balas Adrian sombong.

"Kamu beneran ga takut kan?Kalau takut boleh nyender ke saya kok." lanjut Adrian enteng sembari menepuk-nepuk bahunya.

"Engga pak,bagi saya lebih seram waktu bapak jadi dosen penguji. Jadi kalau cuma film horror begini mah cetek." sahut Kayana ikutan sombong.

Setengah jam kemudian...

"Anj- " Refleks Kayana saat muncul adegan jumpscare yang pertama.

Adrian pun langsung memelototi Kayana "Kayana, kamu gaboleh ngomong kasar begitu! Disebelah kamu ada anak keci.l" omel Adrian.

"Eh..iya maaf." jawab Kayana memperbaiki posisi duduknya lalu menutupi wajahnya dengan tangan.

"Mau saya bantu tutupin?" Ejek Adrian lalu ikut meletakkan telapak tangannya didepan wajah Kayana.

"Nggak kelihatan pak!" Protes Kayana marah.

"Loh?emang nya kamu tutupin begitu kelihatan?" Tanya Adrian sangsi.

"Kelihatan,walaupun sedikit" balas Kayana lalu kembali fokus menonton film dihadapannya.

"Sini pegangan tangan saja sama saya,biar rasa takutnya berkurang" ujar Adrian modus lalu menggenggam sebelah tangan Kayana yang terbebas.

Tak lama kemudian...

"Anj-setan..monyet. Jumpscare nya ngagetin woy! Musiknya kenceng banget." kata Adrian heboh lalu menggenggam tangan Kayana erat-erat. Kayana yang duduk disebelahnya pun langsung terbahak,sebenarnya dia juga ketakutan tapi melihat komuk Adrian yang ketakutan ternyata jauh lebih menghibur.

"Pak." tegur Kayana sambil menowel lengan Adrian.

"Apa?" Balas Adrian lalu menoleh ke arah Kayana.

"Disebelah saya ada anak kecil loh!" Bisik Kayana jahil.

"Eh..iya maaf..saya khilaf." cengir Adrian merasa tak bersalah.

"Butuh sandaran ga,Sayang?" Bisik Kayana usil sambil tertawa kecil, tanpa basa basi Adrian langsung menyenderkan kepala nya dibahu Kayana. Karena perbedaan tinggi kedua nya yang cukup signifikan mau tidak mau Adrian harus membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Kayana.

Tak lama kemudian muncul lagi adegan menyeramkan,sontak saja mereka berdua sama kagetnya dan berpegangan erat saat muncul adegan jumpscare yang tak diduga-duga.

"Idih..serem banget! Mamah takut!" Rengek Kayana yang ketakutan

"Pak,pengen pipis pak." kata Kayana sambil nenarik-narik ujung baju Adrian.

"Tutup mata aja,Kay!" Titah Adrian yang sudah menutup mata sedari tadi.

"Gimana kalau tiba-tiba ada yang kerasukan pak?kemarin saya lihat diinternet katanya ada yang kerasukan waktu nonton film ini." bisik Kayana yang mulai overthinking.

"Ssttt..udah gapapa. Kan ada saya,walaupun saya ga jago ruqyah kalau semisalnya kamu kerasukan saya bantu puter surat yasin dari hp." balas Adrian lalu merangkul bahu Kayana erat.

Jadilah sepanjang film mereka berdua hanya saling menutup mata sambil sesekali mengobrol untuk mengalihkan rasa takut,karena ternyata mereka berdua sama penakutnya.

Setelah film selesai barulah Kayana bisa bernafas lega,bahunya terasa sedikit pegal karena Adrian dempet-dempet dengan nya seperti kukang.

"Pak,film nya udah selesai." panggil Kayana sambil menyikut lengan Adrian.

"Oh iya?" Tanya Adrian kemudian membuka matanya lalu melihat keadaan sekitar,benar saja ternyata lampu bioskop sudah kembali dinyalakan.

"Ih..om sama tante cemen banget sih. Nonton beginian aja takut,dasar prik!" Ejek bocil disebelah mereka sambil memeletkan lidahnya.Mereka hanya saling bertatapan satu sama lain saking speechless nya.

"Balik yuk." ajak Adrian setelah tersadar.

"Yuk." angguk Kayana yang masih sedikit pucat.

Kalau sama-sama penakut begini,seharusnya dari awal mereka gausah nonton film horror dong! Buang-buang duit!

1
Tamirah
Bahaya bangett dekat dengan tuh cewek, segera dihalalkan kalau kelamaan nnt iman nya jadi menipis.
Tamirah
Kay kamu itu wanita kok agresif banget,kok kebalik yg laki kalem yg wanita binal.... wesss angelllll..***
Tamirah
Thor kalau nyomot lagu sing genah,sembarangan aja...🤭🤭🤭🤭
Tamirah
Luar biasa gak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
iman nya kuat, kalau gak kuat segera dihalalkan kan, lebih enak halalkan dulu baru pacaran gak dosa brooo.
Tamirah
waduh perhiasan nya cantik banget.
Andai kata ada di dunia nyata tentu sebatas kalangan atas saja seperti para CEO Ceo atau milyader muda.
Tamirah
Masih lurus lurus saja Thor ceritanya, kepinginnya sih ayo ndang dilamar selak kesuwen.
Tamirah
Kocak habis gaya bahasa nya gak mboseni,ayo langsung dihalalkan tuh biar gak jadi bujang lapuk 😄😄😄😄
Tamirah
Demi tercapai tujuan untuk gaet calon istri memang kudu mengalah,banyak banyak pujian.Wanita senang dipuji.!
Tamirah
Mamanya Adrian heboh banget, Adrian aja yg pdkt belummm dapat sinyal dari pujaan hati....!
Cinta sejati perlu perjuangan bro.
Tamirah
Mungkin Kayana balas dendam karena dulu pernah ditolak.Dia menunggu Dosen nya termehek mehek.Kayana nya aja yg gak peka.
Tamirah
Kalau baca novel yg berlatar belakang kampus atau perkuliahan jadi ingat masa masa kuliah dulu.Apa lagi kalau sdh semester akhir. .waduh ..lelah pikiran lelah fisik kurang tidur.!!
Vivi Zenidar
Suka ceritanya..... ringan..... enak dibaca.... aq suka
Dyah Ika
Sangat...sangat ok...ceritanya bagussss g membosankan😍😍
mimief
bacanya senyum senyum sendiri euy
mimief
dah buru buruin aja lah
takut khilaf🤣🤣🤦
pangesticass
pie sichh
pangesticass
kangen tapi gengsi
pangesticass
ciee
pangesticass
harus ijhlas
pangesticass
rangkuman ? kamus kok ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!