NovelToon NovelToon
Miss Coollant Tuan Sangkutang

Miss Coollant Tuan Sangkutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Fadila

Zafia Amita Estella wanita cantik yang dikhianati oleh kekasih dan juga sahabatnya. Zafia memutuskan untuk pergi jauh dari kedua orang yang telah mengkhianatinya, setelah mengetahui peristiwa perselingkuhan itu. Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang laki-laki. Ketika ia ingin melakukan perjalanan keluar negeri. Arbhy Yahya Arabica adalah laki-laki yang bertabrakan dengan Zafia. Semenjak kejadian itu, takdir seakan selalu mempertemukan keduanya. Namun ada sesuatu yang tidak di mengerti oleh Arbhy. Yaitu tentang Zafia yang berbeda. Apakah gerangan yang terjadi dengan Zafia? Mampukah Arbhy menemukan jawabannya?

"Jika Tuhan mengijinkan. Aku hanya ingin terlahir kembali ... Dengan ingatan yang berbeda. Aku ingin melupakan semua tentang Cinta, laki-laki dan juga hubungan yang pernah membuatku merasakan sakit yang terlalu dalam. Bila perlu aku ingin terlahir kembali tanpa memiliki rasa Cinta ...." => Zafia

"Wanita itu seperti anggur yang memabukkan ...." => Arbhy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. KELUAR DARI APARTEMENT

"Kalian awasi terus gadis dari keluarga Estell itu. Jangan sampai lengah. Ingat! Laporkan setiap informasi terbaru tentang gadis itu. Kalian mengerti?"

Arbhy berbicara dengan suara tegas kepada seseorang, yang dihubunginya melalui telepon seluler.

"Tuan Arbhy tenang saja. Kami akan menjalankan tugas kami dengan baik. Selama Tuan bisa memberikan kami uang. Maka urusan memata-matai, akan berjalan lancar." tegas seseorang diseberang sana dengan yakin.

Setidaknya jawaban orang itu membuat Arbhy sedikit lega. Meskipun harus meninggalkan Aussie sekarang juga. Karena Arbhy tetap bisa memantau pergerakan gadis yang dicintainya.

Ya, meskipun Arbhy harus banyak mengeluarkan uang. Semua itu tidak terlalu menjadi masalah. Kekayaan yang dimilikinya tidak akan habis. Hanya karena digunakan untuk menyewa orang-orang penguntit itu. Selama Arbhy bisa terus mengembangkan perusahaannya. Dengan pencapaian yang fantastis.

Sudah dipastikan, kehidupannya tidak akan jatuh bangkrut. Selama Arbhy bisa berjuang demi impiannya. Demi memenuhi keinginan gadis yang pernah dikencani olehnya.

"Kalian tenang saja. Asalkan pekerjaan kalian memuaskan. Maka kalian tidak akan kehilangan sumber uang."

Arbhy sekali lagi menegaskan kepada orang itu. Bahwa mereka harus sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaan.

"Baik, Tuan. Kami akan pekerja dengan baik." sahut lawan bicara Arbhy dengan serius.

"Baiklah kalau begitu. Selamat pagi dan selamat bertugas."

Arbhy segera mematikan sambungan teleponnya, setelah urusannya selesai.

Hah! Helaan napasnya terdengar lemah. Bukan karena kurang asupan makanan bergizi. Ataupun kurang cairan dan dehidrasi. Semua karena dirinya harus kembali ke negaranya. Otomatis jarak yang terbentang antara dirinya dan Zafia akan semakin jauh.

"Kita pasti akan bertemu lagi," gumam Arbhy. "Akan ku pastikan akan langsung menikahi mu. Ketika saat itu tiba."

Seulas senyum tipis tergambar di wajah pria muda itu. Arbhy merasa yakin pada dirinya. Jika gadis bernama Zafia itu adalah jodohnya.

"Apapun yang terjadi, kelak kamu harus kumiliki. Aku bersumpah untuk bisa mendapatkan mu!" tegas Arbhy, seakan sedang berhadapan dengan gadis incarannya.

"Apa sudah siap?" tanya Hamdani yang berdiri diambang pintu.

Arbhy menoleh, kemudian mengangguk.

"Kalau begitu, ayo!" ajak Hamdani seraya berbalik dan melangkah pergi.

Arbhy segera menarik kopernya dan menyusul kakak iparnya.

Sementara itu ditempat lain, Zafia dan Mayra hari ini sedang berkemas. Keduanya sepakat akan pindah tempat tinggal. Alasannya adalah supaya tidak lagi bertemu dengan makhluk lakn*t. Siapa lagi jika bukan mantan menjijikkan dan sahabat karibnya, Dulu!

Ya, Mayra dan Zafia akhirnya berembuk untuk pindah. Karena kejadian semalam. Mereka tidak ingin terus melihat ataupun bertemu dengan Ardian dan Arsha. Sederhananya, mereka muak pada pasangan itu. Lebih baik menjauhi sumber penyakit. Dari pada terus berpapasan dengan virus. Bisa-bisa mereka terjangkit wabah yang mereka bawa. Itu mengerikan.

"Zafia! Apa kau sudah selesai?"

Mayra berseru seraya menyambangi kamar Zafia. Tepat saat itu Zafia baru saja menutup resleting kopernya.

"Sudah. Kita pergi sekarang?" tanya Zafia.

"Ya. Sekalian mencari tempat untuk sarapan."

Mayra membantu Zafia menurunkan kopernya. Keduanya berjalan keluar dari kamar Zafia. Mayra menarik koper Zafia dan menyuruh Zafia berjalan lebih dulu.

Meskipun hati was-was karena takut bertemu dengan Ardian. Zafia tetap berusaha untuk bersikap biasa saja. Ralat, bukan takut lebih tepatnya malas. Ya, Zafia malas bertemu ataupun melihat wajah Ardian. Lelaki yang sangat memuakkan menurutnya.

"May, apa kamu yakin mereka belum bangun?"

Sambil berjalan keluar dari unit apartemen, Zafia bertanya kepada Mayra.

"Siapa? Manusia pengumbar syahwat itu, maksudmu?" tebak Mayra sembari berjalan.

Nada bicara Mayra begitu santai namun terdengar acuh.

"Kamu mengganti panggilan untuk mereka, May?" tanya Zafia terkekeh pelan.

"Ah, entahlah. Jika ku pikir-pikir mungkin masih banyak julukan yang cocok untuk mereka. Tapi, aku malas memikirkannya. Tidak penting."

"Ya, kau benar sekali, May. Tidak penting memikirkan mereka."

Zafia sependapat dengan Mayra.

"Tapi anehnya, kamu masih saja membicarakan mereka sedari tadi. Aku heran, apa kamu tidak rela putus dengan laki-laki itu? Katanya benci tapi masih membicarakannya."

Zafia mendengus mendengar ucapan Mayra yang terkesan sedang mencibirnya.

"Sudahlah jangan bicarakan mereka lagi."

Zafia dengan ketus menyahuti ucapan Mayra. Mayra menaikkan bahunya. Memilih mengikuti keinginan Zafia. Tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.

Bahkan ketika melewati unit apartemen Ardian. Keduanya dengan santai dan tenang terus berjalan. Sampai pada saat beberapa langkah lagi menuju lift. Seseorang memanggil salah satu diantara mereka.

"Zafia!"

Arsha nampak terburu-buru berjalan menghampiri.

"Sahabat karib mu," bisik Mayra.

"Dulu, May. Sekarang, kurasa bukan lagi." balas Zafia dengan suara pelan.

Gadis itu memasang wajah tenang ketika Arsha sampai dihadapannya.

"Ada apa?" tanya Zafia dengan suara datar.

"Kalian mau kemana?"

Bukan menjawab pertanyaan Zafia, Arsha justru mengajukan pertanyaan lain kepada gadis itu.

"Bukan urusanmu!" Zafia dengan ketus memberikan jawaban.

Arsha tersenyum masam mendengar jawaban Zafia.

"Ya, kamu benar. Memang bukan urusanku. Kemanapun kamu mau pergi. Tapi, apa kamu tidak ingin memberitahu Ardian? Dia pasti akan merasa kehilangan. Sementara dia belum sempat mengunjungimu. Tapi, kamu sudah pergi begitu saja."

Bukan terharu, Zafia malah tersenyum sinis ke arah Arsha. Ucapan Arsha sangat memuakkan di telinga Zafia.

"Aku tidak peduli pada lelaki itu. Dia milikmu sekarang. Sepenuhnya. Jadi, terserah saja mau kau apakan dia. Bukan lagi urusanku. Kau hanya membuang waktuku saja.

"Ayo, May. Kita pergi dari sini. Aku sudah lapar."

Tanpa memperdulikan Arsha, Zafia segera berbalik dan masuk kedalam lift. Mayra segera menekan angka tujuan mereka. Yaitu lantai satu. Mereka ingin segera pergi dari sana. Muak mendengarkan ucapan manusia munafik seperti Arsha.

Ting.

Pintu lift terbuka ketika sampai di lantai dasar. Mayra dan Zafia segera keluar. Mereka berjalan menuju basement tempat mobil Mayra terparkir.

"Aku jadi ingat Arbhy. Waktu kamu menumpang bersama di mobilnya waktu itu. Wajah laki-laki itu terlihat masam. Untungnya dia tidak tahu, jika kamu memiliki mobil sendiri."

Mayra membuat bagasi mobilnya. Memasukkan koper mereka di sana. Mobil Mayra terlihat mewah. Namun, Mayra tidak terlalu menonjolkan kesombongannya.

"Tapi, lelaki itu sangat mengejutkan. Bahkan kakak iparnya sampai kalang-kabut. Apalagi ketika tidak bisa menghubungi adik iparnya itu.

"Kau tahu ... wajahnya benar-benar menyedihkan. Dia terlihat frustasi. Sementara kalian berdua malah enak-enakan. Bermesraan."

Mayra mencibir sembari menutup kembali bagasi mobilnya. Gadis itu segera memasuki mobil di bagian kemudi. Disusul Zafia yang masuk di bagian penumpang sebelah Mayra.

"Siapa yang sedang enak-enak, May? Kami tidak melakukan apapun!" sergah Zafia mengelak.

"Ya,ya,ya. Tidak melakukan apapun. Setelah bergulat dengan saling menautkan bibir dan berbelit lidah. Sungguh aku terkesan," ejek Mayra.

Seketika wajah Zafia merona mendengar ucapan Mayra.

"Mayra ... jangan mulai!" des*h Zafia.

"Kalau aku tidak memulainya, bagaimana aku bisa menjalankan mobilnya? Nona Zafia!"

Zafia mendengus ketika Mayra dengan sengaja menjawab ucapannya, yang tidak sesuai dengan apa yang baru saja mereka bahas.

"Kau benar-benar menyebalkan!" umpat Zafia. Sementara Mayra terkekeh.

♡♡♡

Bersambung ....

1
The Lucky
haha dirimu kok doyan sama tua bangka nduk😂
The Lucky
Damiant jangan sok khawatir gitulah. sok menjaga perasaan putrinya. sebelum melakukan itu apa nggak kepikiran hal ini akan terjadi?!
The Lucky
gercep lah bhyyy. jangan mantau" terus. pepet aja langsung, sat set sat set gitu lhooo
The Lucky
weh, kepergok anak sendiri
The Lucky
semangat update thorrr
The Lucky
Langsung nikahkan saja putramu itu, Nyonya 🤭
The Lucky
ceritakan saja kelakuan adik iparmu itu pada ayahnya. Biar semangat dijodohkan mereka itu.😁
The Lucky
damiant ini definisi tua" keladi
Fitriyana Restu fadila: Makin tua makin menjadi 🤣🤭
total 1 replies
The Lucky
jangan diingatkan may. nanti dia kangen terus pingin ngulang lagi😅
Fitriyana Restu fadila: 😅😅😅 iya, ya mak. Khilaf yang menggoda. 🤭
total 1 replies
The Lucky
bapaknya Zafia sugar deddy 🙈
Fitriyana Restu fadila: Ho'oh
total 1 replies
The Lucky
hapus hapus hapus ardian dari otakmu🤭
Fitriyana Restu fadila: Apakah mungkin?
total 1 replies
The Lucky
kamu tidak perlu cemburu gitu, Zaf😌hempas aja tuh biaya darat ganti dengan pangeran kopi😉
Fitriyana Restu fadila: Hasek 😅😅😅
total 1 replies
Ryana
Romantis banget berasa kayak difilm-film
Fitriyana Restu fadila: 😁🤭 berharapnya sih begitu.
total 1 replies
The Lucky
wah, kira" siapa Zaf, hayo Zaf
Fitriyana Restu fadila: Hayo siapa?
total 1 replies
The Lucky
11-12 tuan estella sama ardian
Fitriyana Restu fadila: 🥲 Tuan Damiant, mak. Estell bapaknya Damiant. Kakeknya Estella/Zafia
total 1 replies
Farida Wahyuni
anaknya udah 2 aja, masih bisa bilang ga cinta? bukan ga cinta, mungkin sifat pembangkangmu lebih dominan, jadi apa yg dipilhkan orangtuamu selalu salah di matamu.
Fitriyana Restu fadila: Entahlah kk, aku juga bingung🥲
total 1 replies
The Lucky
Semoga Zafia tidak mendapatkan suami yang sama kek ibunya. kasian😌
Fitriyana Restu fadila: Semoga saja
total 1 replies
The Lucky
arbhy😂
The Lucky
pepet terus bhyyyy😂
Fitriyana Restu fadila: Gasken lah
total 1 replies
The Lucky
Ardian ini type" cowok lucknut 😏
Fitriyana Restu fadila: karakternya emang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!