"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. yakinkan aku
Hari itu hanya Sarah gunakan untuk bermalas-malasan saja. pertempurannya bersama Andreas membuatnya malas untuk melakukan aktivitas.
drrrttt
drrrttt
ddrrrrtttt..
"mooooommyyy..." suara cempreng Cleo menggema di sebrang sana
Sarah menjauhkan sedikit handphone dari telinganya.
"ya sayang..."
"apa masih lama??"
"masih lama apa??"
"membuat bayi, apa masih lama bayinya terbuat???"
Sarah kaget dengan apa yang Cleo ucapkan barusan,
"cleey, siapa yang bilang mommy sedang membuat bayi??"
"Daddy dan Oma yang bilang"
haduuuuuuhh
Sarah menepuk kepalanya pusing. mempunyai mama dan suami yang satu frekuensi membuatnya harus berputar otak, bagaimana menjelaskan pada Cleo tentang 'membuat adik' yang di maksud.
"eeemmmm begini sayang, maksudnya.... adiknya masih lama jadinya.."
"jadi mommy dan dad juga masih lama menginapnya?? ooohhhh NOOOOOOOO..."
suara Cleo melengking hampir saja memecahkan gendang telinga Sarah.
Andreas yang kebetulan baru saja keluar dari kamar mandi langsung terkena tatapan maut Sarah. Sarah langsung menyodorkan handphone pada Andreas, agar dia yang menjelaskan pada Cleo.
"apa???"
"Cleo menanyakan apa adiknya sudah selesai di buat?? kau ini.. iiisssshh.. dia masih anak kecil Andreas."
hahhahahahhahahaha..
Andreas tertawa tanpa merasa bersalah
"yeeesss baby.."
"mana adikku?? Dady bohong, kata mom, adik bayi masih lama di buat."
"eeemmm, mungkin mommy ingin bayi yang banyak, mangkanya mom bilang masih ingin berlama-lama membuat bayi" mata nakal Andreas seolah berbicara pada Sarah.
Sarah yang masih kesal sontak mencubit perut suaminya itu.
"dengar princess, tidak mudah membuat bayi, dad dan mom harus berkonsentrasi dan harus sering berdua"
"kenapa?"
"karna bayinya akan malu jika banyak orang"
"apa seperti itu cara kerjanya"
"yaaaa.. Dady tak pernah bohong padamu sayang."
"okeeey, aku tunggu satu hari lagi. ada bayi atau tidak, kalian harus pulang. aku ingin tidur dengan mommy. aku tidak mau tidur dengan Opa lagi. dia ngorok keras sekali, seperti kodok"
hahahahhaahahaahhahhahahahaaha...
Andreas dan Sarah tertawa bersamaan. Sarah tak bisa membayangkan bagaimana wajah om Marius di bilang seperti kodok oleh Cleo.
" okey, tapi Dady juga ikut dengan kau dan mommy"
"nooooooo... just woman only"
Cleo mematikan sambungan telponnya sepihak.
Andreas menatap nakal kearah Sarah,
"apa???"
"kau ingin berlama-lama membuat bayinya?? apa tadi pagi kurang lama honny??"
"iiiisssshhh, mesum.." Sarah beranjak dari duduknya menuju kamar mandi, meninggalkan Andreas sendirian.
Bukan anderas namanya jika kehilangan akal, dia ikut masuk kedalam kamar mandi bersama Sarah dan memintah jatah siangnya di sana.
hari sudah menjelang sore. mereka melewatkan sarapan dan makan siangnya sekali Gus..
"kau menghancurkan jadwal makanku hanya dalam sehari." Sarah masih saja merajuk karna dia sangat lapar.
tak tanggung-tanggung Sarah menghabiskan satu piring spaghetti dan nasi goreng. namun sepertinya dia masih mengincar kue coklat dan buah-buahan di meja itu.
"makanlah yang banyak sayang, kau akan terlihat lebih menantang jika sedikit berisi."
"lalu jika aku gemuk?? bagaimana??"
"aku ga akan membiarkanmu keluar rumah, karna kau akan terlihat sexy jika gendut"
Sarah tersenyum mendengar perkataan Andreas.
"semoga saja rasa mu tak berubah jika tubuhku berubah"
"nooooooo,, aku bukan tipe laki-laki seperti itu. karna aku sadar, aku lah orang yang membuatmu gemuk" senyum Andreas membawa kehangatannya untuk Sarah.
Sarah tau betul rasanya kehilangan. dia tidak ingin kehilanganmu suaminya untuk ke dua kali.
"semoga saja"
"kau masih belum yakin denganku sayang??"
"bukan begitu.. hanya saja kau tau bukan, aku di khianati orang yang sangat berpengaruh di kehidupanku. dan itu sangat menyakitkan. aku tak ingin jatuh untuk kedua kalinya." Sarah tersenyum getir. kue coklat itu terasa pahit. seakan manisnya hilang saat dia mengingat masa lalunya.
"boleh aku meminta sesuatu padamu?" pinta Sarah pada Andreas.
"apa pun yang kau mau"
"bisa kah kau meyakinkan aku setiap hari?? anggaplah ini terapi atas traumaku."
hahhahahahhahahaha
"jangankan setiap hari, setiap detik pun akan aku lakukan honny. coz you are my everything"
Sarah tersenyum lega, setidaknya dia bisa bersandar pada Andreas saat ini
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu