NovelToon NovelToon
Scandal Cinta Majemuk

Scandal Cinta Majemuk

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Austin 'tak peduli. Dia mencintai Jasmine. Walaupun perut wanita itu membuncit di usia hampir trimester tiga kehamilannya. Tidak ada yang salah dengan hubungan keduanya. Jasmine tak bersuami. Kehamilannya adalah hasil tragedi penculikan yang justru menimbulkan simpati di hati Austin.

Tapi bagaimana jika suatu waktu, pria yang melakukan penculikan itu tiba-tiba datang.
Akan bagaimana hubungan mereka ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Si beku sudah lebih dari mencair rupanya."

Begitulah kata yang keluar dari mulut Andrew, usai sepasang kakinya turun dari dalam mobil yang dikendarainya. Pria itu berdiri tegak bersidekap tangan, menyapukan tatapnya pada bangunan dua lantai--perpaduan antara hunian, bengkel, dan juga kafe milik Austin, yang mungkin ... juga miliknya.

Austin yang lebih dulu keluar dari mobil kakaknya itu tersenyum kecut menanggapi. "Gua bahkan udah jadi samudera!" Ia membalas seraya berjalan melewati tubuh kembarannya. Menanjak tangga yang terpahat di kiri bangunan untuk memasuki kediaman di lantai dua.

Andrew mengekor di belakangnya seraya tersenyum-senyum.

"Tar!" panggil Austin setelah dua kakinya menjejak ke dalam rumah.

"Kuuuuukkk!!" Tara menyahut konyol panggilan Austin dari dalam kamarnya.

"Kamu manggil siapa, Ozt?" Andrew ingin tahu. Kini edaran pandangnya menyapu sekeliling isian rumah.

"Asisten presiden," sahut Austin sekenanya.

"Dia bener-bener sudah berubah," batin Andrew, lalu memulas senyuman--antara takjub, senang dan juga bangga. Si datar itu kini menjadi kelokan penuh kejutan, kenangnya masih tak percaya.

"Elu abis dari ma--" Katup mulut Tara mengerem spontan. Tangan kanannya nampak melayang dengan menggenggam sisa gigitan kue yang tengah dikunyahnya. Dengan mata melotot terserang pemandangan ajaib, Tara menatap Austin dan juga pria di sampingnya melalui bola mata yang ia gilir kiri dan kanan. "Ini mata gua siwer, apa si Bule beneran membelah diri?" tanya hatinya sinting.

Menyadari itu, Austin maju mendekatinya. Sedang Tara masih belum bergerak sama sekali. "Elu abis ditabok kompeni?!" tanya Austin tak kalah konyol seraya menoyor kening Tara hingga terhuyung ke belakang.

Tara mengerjap, lalu menegakkan tubuh. Kembali ia menatap Austin, lalu memiringkan kepalanya meraih jarak pandang pada Andrew yang masih berdiri diam bersidekap tangan di belakang Austin. Telujuknya ia arahkan pada Andrew dengan raut tolol. "Bule ...." Lalu beralih pada Austin dan menaruh telunjuknya di kening sahabatnya itu. "Ini bule juga?"

"Jihh, si pe'ak! Ngapain sih, lu?!" Austin menepis telunjuk Tara di keningnya.

Andrew nampak terkekeh-kekeh tanpa suara menanggapi ekspresi konyol Tara.

Semakin dilanda kebingungan, Tara bahkan mengucek pasang matanya hingga berulang kali, kemudian mengedip-ngedipkannya, memastikan bahwa tak ada yang salah dengan penglihatannya saat ini. Hingga ...

"De-demiiiittt ...!!"

"Woooyyy!" Austin meneriakinya ketika Tara berbalik badan dengan cepat lalu kabur terbirit-birit.

BRUGGG!

Suara bantingan pintu dari dalam kamar Tara.

"Ada demit di mana, Bang Tara?!" Nimas datang tergopoh menghampiri. Dan yaa ...

Gadis itu pun ikut mengulang kelakuan Tara beberapa detik lalu. Dan akhirnya pingsan sesaat kemudian.

"Nim!" Austin kembali berteriak. Disongsongnya cepat tubuh Nimas yang telah tergeletak di lantai di dekat lorong menuju dapur.

Andrew ikut membantu mengangkat gadis pengasuh itu ke atas sofa.

Frustrasi sudah Austin menyikapi kelakuan-kelakuan tak lazim penghuni rumahnya. Ia berkacak sebelah pinggang, sedang tangan lainnya ia tugaskan untuk memijat kening. "Harusnya gua miara ultramen aja, bukan Sopo Jarwo kayak mereka!"

 ----

"Salah lu sendiri gak pernah cerita apa pun soal idup lu sama gua!" Tara membeliak. Ia keluar dari kamarnya setelah mendengar pengakuan keras Austin dari balik pintu, ketika tadi dikiranya salah satu wujud Austin adalah makhluk halus. Dan pengakuan Austin sukses mengejutkannya setengah mati.

Seulas senyuman miring ditujukan Austin pada Tara, kini. "Karena gua mau lahir kembali sebagai pribadi baru di tempat ini, di negara ini."

"Apa itu artinya kamu gak mau pulang lagi ke Amerika?" Andrew yang duduk di seberang sofa, menyela bertanya.

Pandangan Austin sontak berbalik ke arahnya. "Gua gak pernah bilang gitu."

"Trus?" cecar Andrew.

"Gua bakal berkunjung ke sana kalo udah berhasil nyatuin Lily sama ibunya."

Tara dan Andrew serempak melengak.

"Lily ...?" Andrew menatap Austin dengen kening berkerut penuh tanya.

"Iya! Dia anak gua!"

Satu kejutan lagi didengar Andrew dari mulut Austin. Lima tahun berpisah nyaris membuatnya tak mengenali pribadi adik kembarnya itu. Ia jelas gagal paham dengan semua berita yang diserap kepala. Austin menjungkirbalikan segala sesuatunya di atas normal.

"Gua ambil Lily," Tara memutuskan demi menjawab segudang tanya di kepala Andrew. "Biar lu bisa kenalan sama ponakan cantik lu!" Ia mulai bangkit lalu melenggang meninggalkan tempat itu menuju kamar Lily yang letaknya di sisi paling kanan belokan menuju serambi.

Satu kata pun rasanya sulit diucapkan Andrew sebagai komentar. Sampai akhirnya setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk bertanya, "Kamu ... udah nikah, Ozt?"

Austin melengak ke arahnya, lalu menjawab tanpa ragu, "Belum."

Andai hanya terbuat dari bahan serupa telur ayam, jantung Andrew mungkin sudah meledak terpecah-pecah. "Lalu, maksud ka--"

"Ini Lily, And!"

Sejurus pandang Austin dan Andrew sontak teralih pada Tara yang berdiri di hadapan keduanya, bersama Lily dalam gendongan. "Sorry, agak lama. Nimas ganti popoknya dulu tadi."

Austin berdiri mengambil alih Lily dari tangan Tara. "Hallo, Sweety. Sorry, tadi waktu di mall Daddy tinggal," ucapnya seraya mengecupi pipi gembul putrinya yang mungkin dibangunkan paksa Tara dari tidurnya.

"Iya, bapak laknad!" seloroh Tara. "Gua ampe kewalahan bawa segala rupa. Gaury gua suruh bantu, malah mabur!"

Austin mendelik. "Susah sekali doang gak bikin lu mati!" katanya seenak udel. Kini Lily dibawanya untuk duduk. "Oke, Sweety. Itu Uncle Drew.” Ia mengarahkan tangan kanan Lily pada Andrew.

Memang terlalu aneh bagi Andrew. Tapi mengingat usia Austin juga hampir menanjak angka tiga puluh, sama hal dirinya, maka keberadaan Lily cukup pantas dan bahkan lebih manis terasa dalam hatinya. Diterimanya telapak tangan mungil milik Lily dengan senyuman. "Hai, Manis. Mau ya, Uncle gendong?"

Austin menyerahkan putrinya pada Andrew tak segan. "Dia anak lu juga mulai sekarang!"

"Udah masuk prioritas," kata Andrew tanpa berpikir. Sembari ditimang-timangnya bayi cantik itu penuh kasih. "Manisnya ponakan Uncle."

"Iyalah, maknya aja manis gula-gula," ujar Tara. Pria itu mulai sibuk dengan camilan kacang di dalam toples yang dipeluk di depan perut. Kedua kakinya naik tertekuk di atas sofa.

"Memangnya di mana ibunya?" Andrew merasa tertarik untuk bertanya tentu saja. Austin memiliki anak tanpa menikah. Asumsi di kepala telah berjejal perihal kelakuan adik kembarnya. Antara Austin menghamili kekasihnya, atau ... melalui sedikit pemaksaan tanpa cinta, begitu kesimpulan dalam pikir Andrew.

"Dia udah sama laki-laki lain!"

"Whaaatt?!!" Tara terperanjat. "Kok gua baru denger?!"

Sedangkan Andrew hanya menyikapi dalam diam. Jelas ada cinta di mata Austin untuk wanita itu, asumsinya.

"Lu tahu pun kagak bakal bantu apa-apa juga!" Austin membalas Tara.

"Jihh, seenggaknya gua bisa cariin cewek baru buat bikin lu move on," kata Tara bersikap sok iyak.

"Otak lu semaput?!" hardik Austin seraya menoyor kening Tara. "Gaury aja tinggal gua ji-lat seenak jidat! Yang laen tinggal gua dadah-dadahin, langsung nemplok," selorohnya sombong. "Lagak lu nyariin gua, buat lu sendiri aja blon ada hilal ampe ni ari."

"Etdah! Emang gua kalo ada cewek musti lapor-laporan sama lu?!"

"Wajip. Biar gua puas kata-katain!"

"Bangsat!"

1
engkoz83
harus kahhhhh..seperti ini thor...
engkoz83
tuhhhh..ketemu Andrew dehhh... kacauuuuuuu
engkoz83
ihhh...bakalan amburadullll deh klu ketemu Andrew
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe..biar gk flat, Kak.

btw, mkasih udah maraton baca karya2 aku.
sehat selalu, Kak🥰
total 1 replies
Yudith Lahay
Good
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: makasih, Kak.
kaget aku, novel sepi ini tiba2 ada yg baca😄
total 1 replies
Emak Femes
𝚠𝚊𝚊𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚒 𝚊𝚞𝚜𝚝𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚘𝚗𝚞𝚜2 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚊𝚊𝚊
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kgk, Mak.
mengcapek
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
hari di hafal luar kepada ya ozt bahwa Sanya perempuan itu maha benar 😃 walaupun salah tetap maha benar karena bakalan garing hari² Lo kalo mode ngambek nya udah keluar
Emak Femes
entah kenapa masih kebayangnya si ozt sama.jasmine dah mak
Emak Femes
satu kata
yasalaaaaaaammmmm
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Wkwkwk.

kenapa, Emak?
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
dasar bule songong tak ada romantis² nya ngelamar anak orang sejam yang lalu aja udah hampir buka paha artinya kalo jebol tadi tuh gawang sembilan bulan kedepannya udah punya adek tu si Lily versi Deddy songong
🌺💐H@5#🌺💐: 🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
🌺💐H@5#🌺💐
udah kentang harus banyak ngeles lagi gimana gk lapar coba?🤭😃😃 ngeles juga butuh tenaga kaliii wkwkkkk
Emak Femes
sepertinya elu kena karma Le...
skrg jan celap celup lagi
halalin satu Le trus elu celup smp mampus 🤣🤣🤣
Emak Femes
hadeeeeh
tobat napa Le Le
kok malah khilap
pusing eke
Emak Femes
hahahaha dunia nya selebar daun kelor
🌺💐H@5#🌺💐
menang banyak di bule songong adek rival mo di embat juga
🌺💐H@5#🌺💐
udah baca nya tegang tegang eh . malah next 😔😔kentang kentang
🌺💐H@5#🌺💐
hilal bahagia dah hampir muncul seperti nya 😊 berdamai dengan diri dengan keadaan memaafkan takdir menjalani hidup seperti air yang mengalir pasti bahagia sudah menanti
🌺💐H@5#🌺💐
sebetulnya damai itu indah tapi beda pemikiran yang kadang membuat nya menjadi rumit semoga Jasmine juga sepemikiran dengan niat ozt
🌺💐H@5#🌺💐
wiihhh bisa eror otak nya Jasmine njalani takdir hidup nya...oh tidak!!! jika kita yang dihadapkan dengan masalah seperti ini bisa apa coba... jangan ditanya tentang sabar tentang ikhlas entah lh
..
🌺💐H@5#🌺💐
da ellahh....apa musti Jasmine pindah lagi ke pelukan pria lain ape ya...aku rasa cinta yg udah di patri Ke Ben gak akan sama kwalitas nya dengan ke Andrew kalo Ben menolak Jasmine ...yg ada Jasmine bisa gila beneran kalo tau yg niduri waktu di enggres itu malah pria yang pernah nyulik dia
🌺💐H@5#🌺💐
inget Ben Abang Lo baru tiba tengah malam dari enggres.. kapan Lo terakhir vc ame jas mikir pura2 aja tanya ke resepsionis mana tau ada nm Andrew sebagai tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!