Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.
Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KRS² #33
Pesta perayaan kelahiran 2 cucu kaisar negara Ming dilakukan, banyak rakyat biasa, para pengusaha dan juga menteri yang datang untuk mengucapkan selamat kepada kaisar, ratu, permaisuri dan juga putra mahkota.
Bukan hanya mereka saja yang datang, beberapa raja dan pangeran dari negara lain pun turut datang untuk mengucapkan selamat. Mereka juga membawa banyak hadiah dari negara mereka masing-masing.
Perayaan kali ini adalah perayaan yang terbesar yang diadakan oleh yang mulia kaisar di dalam istana kerajaan itu.
Karena selain perayaan atas lahirnya dua cucu mereka, yang mulia kaisar juga akan mengumumkan nama serta memberikan gelar kepada kedua cucunya.
"Terima kasih untuk semua yang telah datang pada perayaan kelahiran kedua cucuku, aku kaisar dari negara Ming akan memberitahu nama kedua cucuku dna juga memberikan gelar kepada mereka berdua. Cucu laki-laki ku yang bernama Zhang Jian Heeng, aku memberikan dia gelar sebagai pangeran Shing, aku berharap pangeran akan selalu membawa kejayaan bagi negara Ming kita, dan Zhang Jian Ying, sebagai putri Mei (di baca mey), aku berharap putri akan selalu membawa keberuntungan bagi negara dan kerajaan ini." Ucap kaisar dengan suara lantang di depan para tamu undangan dan rakyat negara Ming.
"Panjang umur yang mulia, panjang umur pangeran Shing, panjang umur putri Mei." Ucap semua orang serempak.
Permaisuri yang duduk di bagian lebih dalam aula mengangguk dan tersenyum bahagia mendengar apa yang telah kaisar ucapkan.
"Pangeran Shing, putri Mei. Aku berharap kalian akan menjadi anak-anak yang baik dan tangguh. Selalu sopan dan rendah hati kepada siapapun." Ucap permaisuri pada kedua anaknya yang berada di samping kanannya.
Xiao Wei begitu bahagia melihat permaisurinya tersenyum penuh suka cita.
"Selamat yang mulia, pangeran Shing dan putri Mei pasti akan menjadi anak-anak yang pintar dan kuat, seperti yang mulia putra mahkota dan yang mulia permaisuri." Ucap Xiao Wei.
"Terima kasih Xiao Wei."
Xiao Wei mengangguk.
Pesta yang begitu meriah dan penuh kebahagiaan berlanjut.
"Yang mulia kaisar, kami dari negara Chao memberikan hadiah kepada yang mulia kaisar juga kepada pangeran dan putri." Ucap pangeran dari negara Chao.
Tiga kotak besar berisi hadiah di bawa ke hadapan kaisar.
"Terima kasih atas kebaikan negara Chao kepada kami. Semoga kita akan selalu hidup damai bersama." Ucap kaisar.
"Tentu yang mulia."
Tiga kotak itu lalu di bawa kembali oleh pengawal, dan pangeran dari negara Chao kembali duduk.
"Yang mulia kaisar, kami juga membawakan hadiah untuk kaisar dan kedua cucu kaisar." Ucap seorang pangeran dari negara yang lainnya.
Beberapa negara memberikan hadiah yang cukup banyak bagi kaisar, pangeran, putri, juga putra mahkota dan permaisuri.
Semua orang tertawa bahagia di hari perayaan itu, semuanya menyambut pangeran Shing dan putri Mei dengan penuh kebahagiaan, begitu juga dengan Min'er dan Yun Xiao yang turut bahagia.
...----------------...
Sore harinya pesta berakhir, semua pelayan dan pengawal istana membersihkan aula istana kerajaan.
"Kalian, bawa semua hadiah ini ke istana putra mahkota dan permaisuri." Ucap kaisar kepada para pengawalnya.
"Ayah kaisar, ini adalah hadiah untuk anda. Hadiah pangeran dan putri sudah kami terima." Ucap permaisuri.
"Tidak apa-apa, aku akan merasa sangat bahagia jika mereka yang menerima keberkahan ini."
"Terima kasih atas kebaikan dan kebijaksanaan yang mulia ayah kaisar." Permaisuri membungkukan badannya pada kaisar.
"Berdirilah, kami yang seharusnya berterima kasih padamu. Karena kau telah memberikan kami kebahagiaan yang berlipat." Ucap ratu.
"Ibu ratu."
Ratu memeluk permaisuri dan penepuk punggung permaisuri dengan lembut beberapa kali.
"Terima kasih menantuku." Ucap ratu dengan lembut.
Permaisuri Jing tertegun saat mendengar ratu memanggilnya dengan sebutan menantu. Karena itu adalah kali pertama permaisuri mendengarnya secara langsung dari ratu.
"Ibu ratu."
Ratu mengusap punggung permaisuri.
"Baiklah, hari tidak lagi siang. Kalian kembalilah ke istana. Pangeran dan putri pasti sudah menunggu kalian berdua disana." Ucap ratu setelah melepaskan pelukannya pada permaisuri.
"Baik ibu ratu. Kami akan kembali lebih dulu."
Permaisuri dan putra mahkota pergi meninggalkan kaisar dan ratu setelah memberi hormat pada mereka.
"Dia benar-benar anak yang baik." Ucap ratu yang masih menatap permaisuri.
"Benar, ratuku. Dia sedikit mirip denganmu saat kau masih muda dulu."
"Benarkah seperti itu, yang mulia?"
"Benar. Mari, kita juga harus kembali ke istana."
"Baik, yang mulia."
Di istana putra mahkota, halaman istana telah di penuhi oleh hadiah dari para raja dan pangeran negara lian, juga ada dari rakyat negara Ming dan para menteri.
"Xiao Wei, tolong kau urus semua hadiah-hadiah ini. Dan untuk hadiah kain, kau bawalah ke penjahit untuk di buatkan beberapa pakaian pangeran dan putri." Ucap permaisuri pada Xiao Wei.
"Baik yang mulia, akan saya lakukan."
Permaisuri mengangguk, dia lalu berjalan masuk ke dalam kamar untuk menemui kedua anaknya yang masih setia menutup kedua mata mereka.
"Apakah pekerjaan semua bayi hanya tidur?" Tanya putra mahkota pada permaisuri.
"Tidak, yang mulia."
"Kalau begitu apa saja?"
"Minum susu, buang air kecil, buang air besar dan menangis."
Putra mahkota Zhang terdiam seraya menatap permaisurinya.
Permaisuri yang melihat putra mahkota seperti sedang bingung, hanya bisa tertawa.
"Yang mulia, mereka masih bayi. Dan mungkin belum bisa melihat kita, tabib Xue berkata jika mereka akan bisa melihat kita dengan jelas, setelah mereka berusia 2 bulan."
"Kenapa begitu lama, aku tidak sabar ingin di lihat oleh kedua anakku ini."
"Bersabarlah, yang mulia."
Putra mahkota mengangguk. Dia menyentuh tangan mungil pangeran yang tengah terlelap.
"Ibu ratu berkata jika wajah pangeran sangat mirip dengan ku saat aku masih kecil." Ucap putra mahkota.
"Benarkah?"
"Iya, tetapi ayah kaisar berkata. Jika putri yang lebih mirip denganku."
"Jadi, yang mulia akan memilih lebih mirip siapa?"
"Mirip pangeran maupun putri, keduanya sama-sama anakku. Aku tidak masalah jika mirip keduanya."
"Hahaha, jadi mereka tidak boleh mirip denganku?"
"Tidak, tentu saja mirip denganmu juga. Karena kau adalah ibu mereka."
Putra mahkota mengecup kening permaisuri.
"Yang mulia, saya mendengar jika para menteri masih mendesak ayah kaisar, perihal istana harem di istana ini." Ucap permaisuri.
"Benar, tapi kau tidak perlu memikirkannya. Karena sampai kapanpun aku tidak aakn pernah mengikuti keinginan mereka."
"Tapi bagaimana jika mereka terus mendesak ayah kaisar?"
"Sayang, aku sudah mempunyai sebuah rencana. Dan beberapa pengawal bayanganku telah bergerak. Aku pastikan mereka tidak akan lagi mendesak ayah kaisar."
"Yang mulia."
"Aku sudah berjanji dan bersumpah padamu, bahwa aku tidak akab membuat mu kecewa dan terluka. Dan aku akan melakukan apapun untuk mewujudkannya."
Permaisuri mengangguk "Baik, aku percaya pada yang mulia."
"Terima kasih sayang."
"Iya."
Mereka saling berpelukan seraya menatap kedua anak mereka yang tidur dengan lelap.
"Yang mulia, air untuk mandi telah siap." Ucap Xiao Wei dari luar kamar.
"Pergilah, aku akan menemani pangeran dan putri disini." Ucap putra mahkota.
"Iya."
Permaisuri lalu berjalan ke ruang samping dengan pelan.
"Yang mulia, say akan membantu anda membersihkan tubuh anda." Ucap Xiao Wei setelah permaisuri berada di ruang samping.
"Xiao Wei, aku baru saja melahirkan kemarin. Akan sangat menjijikan karena banyak darah yang keluar." Ucap permaisuri Jing.
"Tidak apa-apa yang mulia, saya tidak akan merasa jijik sedikitpun. Jadi saya mohon, biarkan saya membantu yang mulia untuk mandi."
"Baiklah. Maaf merepotkan mu Xiao Wei."
"Ini sudah menjadi tugas saya yang mulia, dan saya senang bisa melayani anda dengn baik."
Permaisuri mengangguk. Di bantu oleh Xiao Wei, permaisuri membersihkan dirinya.
"Yang mulia, menurur yang mulia. Saat pangeran dan putri besar nanti, mereka akan seperti apa?" Tanya Xiao Wei.
"Pangeran lahir lebih dulu dibandingkan dengan putri, aku berharap pangeran bisa selalu melindungi putri kelak."
"Iya yang mulia, saya juga berharap seperti itu. Seorang kakak yang akan selalu melindungi adiknya."
"Iya. Tidak seperti aku, yang tidak mempunyai kakak untuk melindungiku."
"Tetapi sekarang, yang mulia telah memiliki yang mulia putra mahkota yang akan selalu melindungi dan menyayangi yang mulia. Juga masih ada yang mulia kaisar dan yang mulia ratu disini."
"Iya, kau benar. Mereka telah memberikan perlindungan dan kasih sayang yang selama ini tidak pernah aku rasakan."
"Jadi, mohon yang mulia selalu berbahagia."
"Iya Xiao Wei, terima kasih."
Xiao Wei mengangguk, dia masih membantu permaisuri menggosok salah satu tangan permaisuri dengan lembut.
20 menit kemudian, permaisuri selesai membersihkan dirinya. Dia berjalan menuju kamarnya yang ada di samping kamar mandi.
"Yang mulia, anda masih disini?" Tanya permaisuri dengan terkejut.
"Tentu saja, aku harus menunggui kedua anakku disini. Aku takut mereka akan jatuh ke bawah."
Permaisuri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dua bayi baru lahir yang sedang terlelap, memangnya apa yang bisa mereka lakukan. Pemikiran putra mahkota benar-benar sangat hebat.
"Baiklah, terima kasih karena yang mulia telah menemani pangeran dan putri." Ucap permaisuri.
Putra mahkota tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari istrinya.
"Yang mulia, saya akan membantu yang mulia untuk berganti pakaian." Ucap Xiao Wei.
"Baik, aku a...."
"Letakan saja pakaian itu, aku yang akan membantu permaisuri berganti pakaian." Ucap putra mahkota memotong ucapan permaisuri.
Permaisuri menatap putra mahkota dengan tidak percaya. Karena ini adalah pertama kalinya putra mahkota menggantikan pakaiannya, tidak seperti permaisuri yang dulu sering menggantikan pakaian putra mahkota.
"Kenapa, apakah aku tidak boleh menggantikan pakaian istriku sendiri?" Ucap putra mahkota yang melihat permaisuri terdiam.
"Bukan seperti itu, hanya saja...."
"Tidak apa-apa, mulai sekarang aku akan membantu menggantikan pakaianmu, seperti yang pernah kau lakukan padaku."
"Tapi yang mulia...."
"Aku tidak ingin kau menolakku yang mulia permaisuri Jing."
Dengan bujukan putra mahkota, akhirnya permaisuri mengalah. Dan putra mahkota pun membantu permaisuri untuk mengganti pakaiannya.
Ini sedikit memalukan bagi permaisuri, namun dia tidan bisa melakukan apa-apa pada putra mahkota.
"Baiklah, ini telah selesai." Ucap putra mahkota yang telah selesai membantu mengganti pakaian permaisuri.
"Te.... terima kasih, yang mulia." Ucap permaisuri dengan gugup.
Putra mahkota tersenyum melihat wajah permaisuri yang merona karena malu.
"Aku akan meminta koki untuk menyiapkan makan malam." Ucap putra mahkota.
"Iya."
Putra mahkota keluar sambil tersenyum puas melihat istrinya tersipu malu.
"Yang mulia." Ucap Xiao Wei.
"Aaakh, dia membuatku sangat malu." Permaisuri menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Xiao Wei hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah permaisuri yang begitu lucu itu.
"Selama ini permaisuri tidak pernah mendapatkan perlakuan yang begitu lembut, dan permaisuri tersipu setelah ada yang melakukannya."
😭😭😭