NovelToon NovelToon
Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:435k
Nilai: 5
Nama Author: Jiriana

Setelah keluarganya bangkrut dan ayahnya meninggal, Olivia terpaksa bekerja di sebuah club malam demi membayar hutang mendiang ayahnya. Tidak disangka, di club itu dia bertemu kembali dengan pria bernama Vincent. Pria yang beberapa kali menolongnya, bahkan pernah menyelamatkan nyawanya tanpa sepengetahuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Direstui

“Aku akan memperkenalkanmu sebagai calon tunanganku.”

“Tunangan?” ulang Olivia dengan wajah bingung, “kau jangan bercanda, Cent.”

“Aku tidak sedang bercanda. Aku memang akan mengenalkanmu pada orang tuanku sebagai calon tunanganku.” Vincent memajukan sedikit wajahnya lalu menatap lekat mata Olivia, “dan mungkin nanti akan naik satu tingkat lagi mencari calon istriku.”

Calon istri?

Olivia mengerjapkan matanya beberapa lagi dengan wajah bingung. “Kau pasti mabuk, kan? Maka dari itu, bicaramu melantur ke mana-mana.”

Vincent hanya diam ketika Olivia memajukan wajahnya dan mengedus mulutnya dari jarak sangat dekat, “tidak bau alkohol.”

Olivia kembali mengendus untuk memastikan kalau Vincent benar-benar tidak mabuk, tapi ternyata Vincent memajukan wajahnya hingga bibirnya menyentuh hidung Olivia hingga membuatnya mematung.

“Kali ini hanya hidungmu, lain kali, kalau kau melakukannya lagi, aku akan langsung mencium bibirmu.” Vincent menjauhkan tubuhnya dari Olivia lalu membuka pintu mobilnya. “Cepat turun, orang tuaku sudah menunggu di dalam,” ucap Vincent seraya menoleh pada Olivia yang masih diam.

Olivia mengembalikan kesadarannya setelah Vincent turun dari mobil. “Baik.”

Beruntung Edric sudah turun dari tadi, jadi dia tidak melihat yang terjadi di mobil. Kalau sampai ada Edric di dalam mobil, Olivia tidak akan memiliki wajahnya lagi ketika berhadapan dengannya. Setelah tiba di mansion orang tuanya, Vincent memang langsung meminta Edric untuk turun karena dia ingin berbicara dengan Olivia dulu.

“Silahkan, Tuan Muda.”

Setelah pintu rumah dibuka oleh Edric, beberapa maid terlihat menyambut kedatangan Vincent di pintu dan menyapanya dengan sopan. Sebelum masuk ke dalam, Vincent melingkarkan tangannya di pinggang Olivia dengan mesra dan mengajaknya ke dalam. Perlakuan Vincent itu membuat Olivia terkejut sekaligus gugup.

“Selamat malam, Ma, Pa,” sapa Vincent dengan sopan saat memasuki ruang makan.

Kedua orang tua Vincent tersenyum lalu beralih menatap Olivia sejenak. “Kenapa kau baru datang?” tanya Ibu Vincent.

“Aku sibuk. Pekerjaanku sangat banyak, Ma.”

Vincent memang datang terlambat dari waktu yang sudah dia sepakati dengan kedua orang tuanya, maka dari itu, ibunnya bertanya.

“Duduklah.” Ayah Vincent mengarahkan tangannya ke kursi yang ada di sebelah kirinya.

“Duduk Sayang,” ucap Vincent sambil menarik kursi untuk Olivia. Perlakuan kecil Vincent itu membuat ibunya melirik sebentar pada Olivia.

“Terima kasih.” Olivia duduk dengan wajah canggung.

Sejak Olivia masuk bersama dengan Vincent, ibunya beberapa kali menatap ke arah Olivia seperti sedang menilai dirinya.

“Ma, Pa, kenalkan, ini Olivia yang aku ceritakan pada kalian. Dia kekasihku sekaligus calon tunanganku.”

Setelah Vincent memperkenalkan dirinya, Olivia menyapa kedua orang tua Vincent dengan sopan.

“Olivia, aku adalah ibu Vincent. Terus terang aku sangat terkejut saat dia bilang sudah memiliki kekasih. Selama ini dia tidak pernah bercerita apapun pada kami. Aku ingin mengenalmu lebih dalam, apa aku boleh bertanya mengenai dirimu?”

“Boleh, Bibi.”

“Apa pekerjaanmu?

“Dia bekerja di perusahaanku, Ma,” jawab Vincent.

“Sudah berapa lama kalian saling mengenal?”

“Sudah dua tahun,” jawab Vincent.

“Belum Terlalu lama rupanya. Lalu sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?”

“Sudah 1 tahun.”

“Bagaimana kalian bisa bertemu?”

“Kami tidak sengaja bertemu di pesta.” Vincent kembali menjawab pertanyaan ibunya.

Ibu Vincent merasa sedikit tidak senang karena anaknya yang selalu menjawab pertanyaan yang dia tujukan pada Olivia.

“Apa kau tahu kalau aku sudah menjodohkan Vincent dengan orang lain?” tanya ibu Vincent sambil menatap Olivia.

“Belum.” Meskipun terkejut, tapi Olivia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.

“Ma, kenapa kau mengungkit masalah itu lagi? Bukankah kita sudah sepakat kalau perjodohanku dengan Rose akan batal kalau aku mengenalkan kekasihku pada kalian?”

Melihat wajah kesal anaknya, ibu Vincent terlihat masih sangat tenang. “Mama belum menyetujui hubungan kalian. Mama hanya sepakat bertemu dengannya lebih dulu.”

Terdengar helaan napas halus dari Vincent. “Tidak mudah untuk masuk ke dalam keluarga kita, Cent. Kau harus ingat itu.”

“Ma, pelan-pelan saja. Ini baru perkenalan pertama. Jangan terlalu keras pada Olivia,” sahut Ayah Vincent dengan suara lembut namun tegas.

“Kita harus dulu asal usul keluarganya. Aku hanya tidak mau kalau menantu kita berasal dari keluarga yang tidak jelas.”

“Ma, Olivia adalah gadis berpendidikan dan lulusan luar negeri. Dia pintar, mandiri dan juga pekerja keras. Itu sudah cukup baginya menjadi menantu di keluarga ini,” sahut Vincent dengan tegas.

“Kriteria seperti itu banyak ditemui pada gadis yang pernah mama jodohkan padamu. Dia harus memiliki kelebihan selain itu.”

“Kelebihan yang dia miliki selain itu adalah bisa membuatku jatuh cinta padanya.”

Selama ini Vincent memang selalu menolak wanita-wanita yang ibunya pilihkan untukknya. Tidak ada satupun dari mereka yang Vincent sukai. Itu salah satu alasan yang membuat ibunya merasa kesal karena anaknya selalu saja menolak dijodohlan dengan anak dari teman-temannya.

“Aku mencintai Olivia, Ma. Aku tidak mau menikah dengan Rose.” Olivia diam-diam melirik pada Vincent. Apa yang Vincent katakan barusan tanpa sadar membuatnya berdebar.

“Cinta saja tidak cukup untuk membuatmu bahagia, Cent.”

“Tapi aku tidak bisa bahagia tanpa cinta, Ma.”

“Cinta bisa datang seiring berjalannya waktu. Buktinya mama dan papa, dulunya menikah karena perjodohan, tidak ada cinta diantara kami diawal pernikahan, tapi lihat sekarang, kami bisa hidup bahagia dan saling mencintai hingga kini,” ucap Ibu Vincent dengan bangga.

“Itu hanya berlaku untuk mama dan papa, tidak berlaku untukku,” ucap Vincent dengan tegas, “jadi aku tidak mau dijodohkan dengan Rose.”

Suasana semakin panas, keduanya tidak ada yang mau mengalah. Ayah Vincent terlihat hanya diam, bukannya dia tidak mau iku campur, hanya saja jika dia ikut menimpali, suasana akan semakin memanas. Sejujurnya, dia tidak pernah memaksa Vincent untuk menikah dengan Rose, Itu semua adalah ide istrinya.

“Dengan menikah dengan Rose, posisimu akan semakin kuat dan akan tetap berada di puncak.”

“Tanpa bantuan dari keluarganya, perusahaan kita memang selalu berada di atas. Aku bisa melakukannya sendiri, terbukti sampai sekarang tidak ada yang bisa menggeser posisi perusahaan kita yang selalu menjadi nomor satu.”

Ibu Vincent terlihat mulai kesal karena anaknya selalu membalikkan ucapannya. “Sebenarnya apa yang tidak kau sukai dari Rose? Dia memiliki Semuanya, Cent. Dia wanita yang sempurna untuk menjadi pendampingmu.”

“Tidak ada yang kurang dirinya, hanya saja aku tidak mencintainya.”

Suasana hening sejenak, kemudian terdengar kembali suara ibu Vincent bertanya pada Olivia. “Apa pekerjaan orang tuamu?”

“Kedua orang tuaku sudah meninggal,” jawab Olivia dengan sopan.

“Pasti berat untukmu hidup sendiri tanpa orang tua,” ucap Ibu Vincent, “jadi kau tinggal dengan siapa setelah kedua orang tuamu meninggal?”

“Dengan bibi dan pamanku.”

“Ketika ayahmu masih hidup, apa pekerjaannya?”

“Ayahnya termasuk pengusaha sukses, Ma. Mereka memiliki perusahaan keluarga,” jawab Vincent cepat.

Olivia menoleh pada Vincent dengan wajah terkejut. “Benarkah? Siapa nama ayahmu?” tanya Ibu Vincent lagi.

“Adrian” Olivia sengaja tidak menyebutkan nama panjang ayahnya karena takut kalau kedua orang tua Vincent tahu mengenai kasus ayahnya.

“Adrian?” gumam ayah Vincent dengan pelan.

“Apa Papa mengenalnya?” Ibu Vincent bertanya sambil menoleh pada suaminya.

Ayah Vincent berpikir sejenak nama yang terdengar tidak asing di telinganya. Nama Adrian memang tidak asing telinganya karena dia memiliki beberapa kenalan yang bernama Adrian.

“Papa tidak mengenalnya,”sahut Vincent sebelum ayahnya menjawab pertanyaan ibunya.

Ibu Vincent kembali beralih pada Olivia. “Jadi semenjak ayahmu meninggal, siapa yang mengurus perusahaan keluargamu?”

Jantung Olivia berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Dia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya, tapi kalau dia tidak menjawab, ibu Vincent pasti akan mencecarnya dengan pertanyaan lainnya.

“Perusahaan ayahku bangkrut.”

Meskipun tidak terlihat jelas, tapi Olivia sempat menangkap sorot mata terkejut dalam tatapan ibu Vincent. “Kenapa bisa bangkrut?”

“Ma, cukup.”

Ibu Vincent tidak memperdulikan perkataan anaknya yang memintanya untuk berhenti. “Apa yang membuat perusahaan ayahmu gulung tikar?”

“Maaf, Bibi saya tidak bisa memberitahukan alasannya,” jawan Olivia sopan.

“Kenapa?” desak ibu Vincent.

“Cukup, Ma!”

“Kenapa kau tidak bisa memberitahu alasanya? Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari kami?” cecar Ibu Vincent.

Olivia bungkam dan hanya bisa menatap ke arah meja untuk menghindari tatapan menyelidik dari ibu Vincent.

“Ma, aku bilang cukup!!”

Vincent tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat ibunya terus mendesak Olivia untuk menjawab pertanyaannya. Vincent tahu kalau ibunya sengaja mencecar Olivia untuk mempermalukannya di depan mereka semua.

Ibu Vincent beralih menatap anaknya saat mendengar nada bicaranya yang tinggi. “Kalau dia tidak bisa memberitahukan pada kami alasannya, coba kau yang jelaskan pada kami apa yang sudah terjadi dengan perusahaan ayahnya hingga bisa bangkrut?”

Vincent tidak berkutik dan tidak bisa berkata apa-apa. “Kenapa kau diam, Cent?”

Di bawah meja, tangan Vincent tanpa sadar mengepal dengan wajah yang terlihat sedang menahan amarah. “Maaf, Bibi. Vincent tidak tahu apa-apa mengenai permasalahan yang ada di keluargaku dan juga di perusahaan ayahku.”

Dengan wajah tidak senang ibu Vincent kembali berkata dengan anaknya. “Kau bahkan tidak tahu apa-apa mengenai keluarganya, tapi kau berani membawanya ke sini dan memperkenalkan pada kami sebagai calon tunanganmu. Apa kau sudah hilang akal?”

Ayah Vincent ikut bersuara mendengar istrinya yang sudah mulai meninggikan suaranya. “Ma, sudahlah. Mungkin Olivia memiliki alasan khusus kenapa dia tidak bisa memberitahukan pada kita mengenai yang terjadi di perusahaan ayahnya. Jangan bicarakan lagi masalah ini.”

Ibu Vincent beralih pada suaminya dengan tatapan tajam. “Papa jangan membelanya.” Kemudian dia beralih menatap anaknya. “Segera putuskan hubunganmu dengannya. Sampai kapanpun mama tidak akan merestui hubungan kalian berdua.”

Bersambung…

1
Edah J
kak author kesayangan ini😉
kapan atuh bikin karya lagi di sini kangeeen lho ku tunggu-tunggu😘
Riyana: Amiin. Terima kasih banyak, Kak. Semoga kakak dan keluarga sehat juga.
total 3 replies
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂 masih mau ngintip ya lagi bulan madu 🤭
Dyah Oktina
oalah...gitu to ceritanya... tiwas gemes ... sewot sama oliv...🤭.. keren deh ceritamu👍🏻😍😍
Dyah Oktina
lah blm sadar ya liv.. karenamu vincent jd kejam ta berperasaan
Dyah Oktina
ya kamu yg awalnya nyakitin vincent.. terima akibatnya
Dyah Oktina
kenapa kaget.. kan kamu yg sudah memutuskan & menghinanya.. ya terima lah akibatnya oliv
Dyah Oktina
kok...olivia jd gitu sih... jgn nyakitin vincent dong
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 axel .. emang dah bodoh 🤭
Dyah Oktina
katanya nyajaka nikah..kok masih d ajak jd kekasih.. 🤭
Dyah Oktina
kayaknya vincent anaknya tuan juan.
Dyah Oktina
eh... dah berani ya.. mau cium2 oliv..🤭
Dyah Oktina
visualnya keren2 thor..
Ramlah Usman
yah.. vincent nikah aja dengan jessica.
itu lwbih baik buat mu

jika olive pergi sja dari vcent nggak apa.. tapi cemuhan dan kta2 pedasnya siapa yg tidak sakit hti
Ramlah Usman
ngam la tu.. siapa yg mau kerjasama dgn mantan kejam. wlu oliv brmksud kebaikan untuk vincent tapi tetap itu la punca kebencian.. jadi nikmati aja risikonya LiV
Ramlah Usman
iya deh... harus nya kamu Sadar diri Oliv..
hnya kerna tekanan org lain sanggup hncurkan ht org yg sngt cinta sama.kamu.

ya kmu pantas solo aja deh
Ramlah Usman
ahhh... mama yg selfish
sda tua... masih jahil dgn anak2
vicent bukan org bodoh wlau tidak punya apap dgn kelebihan diri dia mampu untuk bermula semula
Ramlah Usman
vincent tegas d luar tapi Lemmaahhh la dengan pilihan hati nya.

tidak mampu bertegas dan mempertahankan pilihannya
pantas saja hubungan nya dengn siapa pun pilihan nya tidak berkesudahan...

lemmmaaahhh la /Smug/
Ramlah Usman
Luar biasa.. semua feeling mu ada d sni semua d aduk sekali dan sebati... setiap jalan ceritanya membuat kelainan pada emosi mu..dan jawapan nya ko tidak salah pilih novel dan penulisnya.. BACALAH
U CAN FEEL IT. LOVE THIS STORY
Ramlah Usman
wow so romatic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!