Dikhianati istri di malam pertamanya, membuat Jayden Alfred menutup rapat pintu hatinya untuk seorang wanita.
Istrinya meninggalkannya karena mengetahui sesuatu yang begitu fatal dalam diri Jayden.
Namun, semua itu berubah saat Jayden bertemu dengan Jingga, gadis berkacamata yang menjadi Dokter pribadinya.
Siapa sangka, jika Jingga adalah gadis masa kecilnya yang dulu selalu mengungkapkan cinta kepadanya.
Dapatkah sang duda keren ini menaklukan hati Jingga? atau malah sebaliknya?
Dan hal fatal apakah yang ada pada diri Jayden hingga dia harus mempunyai Dokter pribadi seperti Jingga?
-------------
Sebelum kepoin si Jayden, mampir dulu yuk di karyaku "My Little Wife"
Karena cerita ini akan sambung menyambung sama seperti ikatan cintamu pada mantanmu 😂🤭.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya bestie 😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak ada jatah!
Melihat keadaan Bella yang sudah babak belur dengan wajah penuh luka cakaran dan lebam serta rambut yang acak-acakan membuat Jayden tidak tega.
Tapi Jayden juga tidak bisa seratus persen menyalahkan istrinya karena memang inilah yang dia tunggu, Jingga cemburu padanya.
"Sayang, cukup! Apa yang kamu lakukan?!" Jayden berusaha menarik lengan Jingga dan memisahkan mereka berdua.
Bugh!
"Ouh shitt!" pekik Jayden saat aset kebanggaannya kena bogeman mentah dari sang istri yang sedang emosi.
Niat Jingga ingin memberikan pukulan terakhir pada Bella malah tepat mengenai sesuatu di antara paha Jayden.
"Jangan menghentikan aku atau malam ini dan seterusnya kamu tidur di luar! Tidak ada jatah dan celup-celup!" ancam Jingga seraya menjambak rambut Bella dengan kesal. Sungguh wanita itu sudah tidak bisa membendung kemarahannya lagi.
"Sebenarnya, apa yang terjadi padaku. Kenapa aku jadi semarah ini saat melihat Jayden bersama wanita lain. Bukankah ini bagus, aku bisa bebas dan segera berpisah dengannya," gumam Jingga namun hanya dalam hati.
Setelah puas bermain dengan Bella yang saat ini sudah tak sadarkan diri, Jingga beranjak lalu merapikan pakaiannya yang terlihat kusut.
Untung saja Jingga jago bela diri, berbeda dengan Bella yang teryata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya.
Zayn yang melihat itu semua mengedipkan matanya berulang kali. Ia benar-benar tak menyangka seorang Jingga yang terlihat lemah ternyata melakukan sesuatu di luar dugaannya.
"Kenapa diam saja, Zayn! Cepat bawa Bella ke rumah sakit," teriak Jayden mengejar Jingga yang sudah berlari keluar meninggalkan dirinya.
"Cih, dia sendiri yang membuat masalah kenapa aku yang kena sasaran," cibik Zayn. Dengan malas ia membopong tubuh Bella dan membawa nya keluar dari sana.
"Sayang, tunggu! Dengarkan dulu penjelaskan ku."
"Jangan mengejar ku, Kak! Aku mau sendiri!" Jingga terus berjalan tanpa memperhatikan kalau di depannya ada mobil yang melintas dengan kencang dan mengarah padanya.
"Sayang, awas!" teriak Jayden berlari mengejar sang istri.
Ckit!
Brak!
***
***
Di sisi lain, Daniel sedang menerima seorang pasien wanita yang sejak tadi membuatnya kesal. Datang hanya untuk konsultasi tentang masalah percintaannya yang gagal karena dikhianati.
"Tunggu, Kak aku belum selesai. Sebentar saja, aku ingin kamu memberiku saran," ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Tasya, adik kandung Jingga.
"Kalau kamu datang kemari hanya untuk berkeluh kesal sebaiknya pergi sekarang! Aku sedang sibuk Tasya!" Daniel mengambil beberapa alat medisnya dan beranjak. "Pergilah ke psikolog, ruangannya ada di sebelah ruangan ku dan katakan padanya kalah kau sedang putus cinta!"
Tasya menjejakkan kakinya kesal, padahal gadis itu ingin sekali dekat dengan Daniel. Apalagi saat ia tahu kalau Daniel sudah putus dari kakaknya. "Dasar sok jual mahal! Padahal jelas-jelas aku yang menyukainya terlebih dahulu tapi malah kakak yang mendapatkan cintanya. Malang sekali nasibmu Tasya," gerutunya seraya mengambil ponselnya menghubungi seseorang.
"Mom, es batu itu sama sekali tidak tertarik padaku! Aku malas merayunya seperti ini. Lebih baik aku mundur saja dan menerima cinta Lucas," ucap Tasya pada seorang wanita.
"Sayang, bersabarlah. Terus dekati Daniel. Mom yakin dia akan luluh dan mencintaimu nanti." wanita tersebut berusaha meyakinkan Tasya.
"Tapi, Mom aku sudah tidak tertarik pada--"
"Tidak ada penolakan atau Mom akan melakukan sesuatu pada perusahaan ayahmu!" ancam wanita tersebut.
Tut!
Belum selesai Tasya bicara wanita itu sudah mematikan sambungan ponselnya.
"Argh! Kenapa jadi seperti ini sih!" Tasya mengacak-acak rambutnya frustasi.
jingga juga bodoh