Hai gusy, harap maklum ya novel ini masih banyak typo, karena masih dalam tahap revisi, revisi lambat!
Seorang guru beladiri perempuan termuda yang masih berumur 19 tahun di kota X terpaksa dieksekusi hukum mati, karena dituduh sudah menjual informasi tentang perguruan mereka, dia adalah guru beladiri termuda sepanjang sejarah perguruan mereka, siapa sangka setelah dihukum mati perempuan itu memiliki kesempatan kedua untuk hidup, sayangnya dia bertransmigrai ke dalam tubuh seorang gadis SMA yang cupu dan kerap sekali dibully.
Saat sudah berada di dalam tubuh gadis cupu itu, gadis itu di hadapan dengan dua masalah di dua tempat yang berbeda.
Bersamaan dengan itu Laura bertemu dengan seorang guru muda yang mungkin bisa membantu dirinya keluar dari beberapa masalahnya.
Penasaran dengan kisah Laura? kuy kepoin hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Tingkat Level
Bismillahirohmanirohim.
"Ayo siapa yang mau maju lebih dulu?" guru Han melihat satu persatu muridnya.
"Saya pak." ucap salah satu murid guru Han.
Guru Han pun tersenyum pada murid tersebut. "Ya sihlakan."
Orang tadi segara maju mendekati guru Han yang sudah berdiri disebuah alat untuk melihat level siapapun saja yang menggunakannya.
Tidak ada satupun orang yang bisa berbuat licik, level setiap orang akan terlihat dengan jelas saat mengukur level ditiang level yang memang sudah disediakan.
Semua orang merasa tegan dengan keadaan sekarang. Mereka semua masing-masing memikirkan sudah berada dilevel berapakah diri mereka sendiri.
Berbeda dengan Laura dia merasa cemas, takut levelnya diluar batas, sementara dirinya masih tergolong junior, jika keberadaannya di dalam tubuh Liana.
Berkali-kali Laura menghela nafas, sampai membuat anggota kelomoknya itu merasa heran dengan ketua mereka.
"Lo kenapa dah, Li?" akhirnya Ardi memberanikan untuk bertanya.
"Kagak, gue taku aja level gue rendah, heheh." tentu saja Laura berbohong.
"Bersiap."
Semua murid guru Han itu langsung memperhatikan guru Han dan satu murid yang pertama maju.
"Kamu siap?" tanya guru Han pada murid itu.
Dengan yakin murid laki-laki tersebut menjawab. "Siap guru Han."
"Oke, aku suka keberanian dan kepercayaan diri kamu. Sebelum itu tolong sebutkan kamu berasal dari kelompok mana? Lalu siapa namamu anak muda?"
"Saya dari kelompok plat Ular berkepala naga, guru Han. Nama saya Ferdi."
"Aku mengerti, baiklah Ferdi silakan pukul tiangnya." suruh guru Han.
Semua orang perhatiannya tidak teralihkan dari tiang pergukur level, saat Ferdi dari kelompok plat Ular berkepala naga memukul tiang level. Hampir semua orang menahan nafas mereka sejenak, kala tigak level Ferdi mulai terlihat.
Tingkat level menujukan level Ferdi berada dilevel 10. "Selamat Ferdi kamu lolos, sihlakan bari disebelah kanan saya dulu." suru guru Han.
"Baik guru Han."
Saat Ferdi akan berjalan kesamping guru Han, tatapnya tidak sengaja bertemu dengan Bara, keduanya menatap sengit satu sama lain.
'Lo lihat Bara, bahkan gue lebih dari lo.' sombong Ferdi dalam hatinya.
"Karena tadi yang pertama memulai tes kelompok plat Ular bekepala naga, maka diteruskan, sampai 6 orang sudah selesai. Silakan mau untuk bagian kelompok Ular bekepal naga.
5 orang sisanya maju bersama.. "Siapa namamu?"
"Okta guru Han."
"Silakan Okta." setelah mendapat izin dari guru Han, Okta langsung memukul tiga leve.
"Selamat Okta kamu berada dilevel 9."
"Yes!" Okta rasanya senang sekali.
"Selanjutnya."
Tiggal 4 orang satu persatu mereka semua maju. 3 orang dari kelompok plat Ular berkepala naga masih dileve 6 dan 7, mereka gurur. Tapi kelompok itu beruntung karena memiliki 4 orang yang lolos, dua dilevel 10, dua lagi dilevel 9 dan 8.
Akhirnya kelompok Ular naga selesai. "Selanjutnya kelompok kuda hitam putih." suruh guru Han.
Kelompok yang guru Han sebutkan itupun satu persatu dari mereka yang memukul tiang level. Hanya 3 yang lolos itu saja berada dilevel 9 semua.
"Selanjutnya." ucap guru Han lagi, kali ini yang maju kelompok Mawar 3 warna.
"Gue bosen kapan sih giliran kita." keluh Bara, sambil dia melakukan hal yang tidak jelas sama sekali.
"Makanya tadi lo maju, biar kita pertama." sambung Ardi.
"Lo nyuruh gue?"
"Udah nggak usah ribut, fokus aja liat mereka ada dilevel berapa." lerai Laura, dia mentapa jengah Ardi dan Bara.
Mereka kini kembali fokus pada kelompok Mawar 3 warna. "Sihlakan Hani."
"Baik guru Han."
Tiang tingkat level menujukan Hani berada dilevel 11. "Luar biasa Hani, kamu paling tinggi level diantara yang lain. Yang sudah mencoba tingkat level.
"Terima kasih guru Han." guru Han mengangguk.
"Selanjutnya."
"Saya Dika guru Han." ucapnya langsung memukul tiang level.
Semua orang tampak kaget saat Dika berada dilevel 12, setelah Hani, Dika kembali membuat semua orang kagum.
"Sepertinya kelompok plat Mawar 3 warna itu hebat-hebat semua." bisik Vian pada Ferdi.
"Kita harus bisa deketin mereka, banyak keuntungan yang bisa kita dapat, kalau kita menjalani hubung baik dengan kelompok mereka."
"Benar apa yang kamu katakan Ferdi, tapi aku penasaran dengan level kelompok Rajawali emas, terutama ketua mereka." sahut Okta, sambil melirik sinis pada Laura.
Kelompok plat Mawar 3 warna hanya satu yang tidak lolos, itu saja dia sebentar lagi akan menembus level 8. Dari 6 orang. Dika berada dilevel 12, Hani berada dilevel 11, tiga orang lainnya berada dilevel 9 dan sepuluh.
"Selanjutnya 2 kelompok lagi, apakah dua kelompok ini akan melebihi dari kelompok Mawar 3 warna dan Ular berkepala naga?"
"Silakan maju untuk kelompok Rajawali emas." mereka semua berbondong-bondong maju ke depan, Laura memberikan ruang pada Anggota kelompoknya lebih dulu.
Bara yang pertama. Seett!. "Selamat Bara kamu ada dilevel 10." ucap guru Han, Bara sangat senang sekali mendengarnya.
Lalu setelahnya Ardi. Seet, seet!. "Ardi berada dilevel 11."
"Hah! Kenapa level lo lebih tinggi dari gue." ucap Bara tidak terima, dia berkata kali Ardi sudah berdiri disebelahnya.
"Syukurin aja, lagipula lo udah dilevel 10 masih bisa kejar level Ardi." sahut Laura.
"Siap ketua." Laura tak menanggapi.
Selanjutnya Edwar. Dia berada dilevel 10 juga, sama seperti Bara.
Lalu Rama berada dilevel 13, semua orang terkejut mengetahui ada yang lebih tinggi lagi levelnya dari pada Dika.
"Asekk ada master dikelompok gue." senang sekali Bara. Rama tersenyum menanggapinya.
Kini giliran Tora. "Tora berada dilevel 9, selamat." ucap guru Han.
Saat ini Tora berada dipaling rendah level mereka, tinggal melihat Laura apakah dia akan melampaui mereka semua, atau bahkan tidak lulus. Tapi ingat masih ada satu kelompok lagi yang belum melihat level mereka, yaitu kelompok Naga hitam putih.
Hanya tinggal Laura, jika Laura berada dilevel 10 atau 8 maupun 9 itu artinya hanya kelompok Rajawali emas yang semua anggotanya lulus dipenentuan level.
"Liana sekarang giliran kamu." kata guru Han membuat semuanya penasaran Liana ada dilevel berapa.
Laura memukul tiang level tak terlalu kerasa, rasanya nafa semua orang sekaan terheti ketika Laura memukul tiang level.
Bukan hanya para murid, guru Han saja penasaran Liana berada dileve berapa. Awalnya tiang level tak begerak, tapi setelah itu... "Selamat Liana kamu berada dilevel 13 menuju level 14." semua orang sampai tercengang dibuatnya.
'Syukurlah tak berada jauh dari Rama.' batin Laura.
'Gadis ini, apakah dia?' ucap guru Han dalam benaknya..
Kelompok ular berkepala naga sangat tidak menyukai kelompok Rajawali emas.
Giliran kelompok Naga hitam putih, hanya dua orang yang tidak lolos, sementara yang lolos berada dilevel 8, 9 dan 10