NovelToon NovelToon
Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:216.4k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Kisah dalam Novel ini hanya FIKSI belaka.


Saat menyelidiki pembunuhan yang terjadi pada ibunya empat belas tahun yang lalu, Bara Leonardo Handoko menemukan tekerkaitan pembunuhan ibunya dengan kejadian dua puluh tahun lalu, yaitu pembakaran rumah Cakra Handoko yang merupakan orangtua angkatnya.

Kejadian dua puluh tahun lalu itu, menyebabkan istri dan putri Cakra meninggal. Tapi, setelah menyelidik lebih jauh, Bara mengetahui bahwa ternyata putri Cakra masih hidup.

Dimanakah tuan putri?
Benarkah tuan putri masih hidup?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Cantik & Tampan

[20:00]

Bara sudah tiba di rumah Papanya sejak tadi sore. Saat tiba langsung bermain dnegan Klara, lalu saat Klara harus bersiap untuk acara makan malam keluarga, Bara pun mengobrol seputar pekerjaan dengan Papanya. Dan kini, ia baru saja selesai mandi.

"Sudah sangat lama aku tidak menempati kamar ini." Gumanya saat menatap dirinya di depan cermin besar yang tertata rapi di kamar yang dulu menjadi tempat tinggalnya saat pertama menjadi anak angkat dari seorang Cakra Handoko.

Drriiittttt…

Panggilan masuk dari Jehan.

"Ada apa Je?"

"Gue harus menyampaikan hasil tes DNA." Ucap Jehan yang baru saja keluar dari Laboratorium.

"Silahkan!" Ucap Bara.

Jehan membuka amplop coklat itu, ia mengeluarkan kertas yang menyatakan bahwa Wulan adalah putri kandung tuan Cakra.

"Wulan benar benar putri kandung tuan Cakra." Jehan mengatakan apa yang tertulis di kertas itu pada Bara.

Mendengar itu Bara hanya diam, ia menatap dirinya di cermin yang ada dihadapannya. Ekspresinya tampak datar dan biasa saja.

"Loe yakin hasil tes itu tidak di manipulasi?" Tanya Bara kemudian.

"Gue yakin. Ini real seratus persen tanpa adanya manipulasi." Jawab Jehan yakin. Karena memang tidak ada tanda tanda yang menunjukkan bahwa hasil tes itu dimanipulasi.

"Ok. Kalau begitu loe langsung saja datang ke sini. Papa pasti akan sangat senang melihat hasil tes DNA itu."

"Gue langsung kesana sekarang." Jehan pun langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah tuan Cakra.

Sementara Bara sudah mulai berganti pakaian. Ia hanya memakai kaos berkerah dan celana Chino tanpa ikat pinggang. Tampilannya sungguh tampak keren dan maskulin.

Drriiittt…

Panggilan masuk dari Profesor.

"Halo Prof!" Seru Bara yang langsung menjawab panggilan tersebut.

Ia diam, wajahnya tampak serius mendengarkan ocehan Profesor melalui sambungan telepon. Entah apa yang di katakan Profesor padanya, hingga hampir lima menit lamanya Bara hanya diam mendengarkan.

"Baik Prof. Meski saya sudah mendengar hasilnya langsung dari anda, saya akan tetap datang untuk menjemput hasilnya." Jawab Bara tampak kecewa.

"Saya akan ke sana sedikit terlambat." Lanjut Bara menjelaskan.

Kemudian ia mengakhiri pembicaraan itu. Lalu ia duduk sebentar dipinggir ranjangnya.

"Ternyata Wulan memang putri kandung Papa." Ujarnya.

Tok, tok…

"Kak Bara!" Seru Klara dari luar kamar setelah mengetuk pintu kamar Bara.

"Iya, sayang." Jawab Bara yang mulai melangkah mendekati pintu.

"Saatnya makam malam. Papa, mama sama kak Wulan sudah menunggu." Ucapnya.

Bara membuka pintu kamarnya dan melihat gadis kecil kesayangannya berdiri di depan pintu sambil tersenyum padanya.

"Wah, kakak sangat keren!" Puji Klara yang terpesona oleh tampilan maskulin kakaknya.

"Kamu juga sangat cantik dengan gaun pink ini." Puji Bara sambil meraih satu tangan Klara.

"Saatnya kita turun untuk makan malam, tuan putri Klara."

"Mmhh…" Klara mengangguk senang.

Mereka pun turun menuju ruang makan dengan saling bergandengan tangan. Tadinya Bara ingin menggendong Klara, tapi Klara menolak dengan alasan takut gaun dan dandanannya rusak.

Saat mereka tiba di ruang makan, Wulan menatap kagum pada Bara. Sementara Bara hanya tersenyum paksa padanya.

"Mari sayang duduk di dekat Mama." Karina menggamit Klara agar duduk di sebelahnya, supaya Bara bisa duduk bersebelahan dengan Wulan.

"Malam kak Bara." Sapa Wulan saat Bara duduk di sebelahnya.

Bara hanya mengangguk sedikit saja sebagai repos dari sapaan Wulan padanya.

"Aku sangat senang malam ini." Ujar Klara tiba tiba.

"Apa yang membuat putri bungsu Papa senang?" Tanya Cakra.

"Aku senang karena memiliki kak Wulan dan kak Bara yang sangat cantik dan tampan." Ujarnya terus terusan memuji kedua kakaknya.

"Kamu juga sangat cantik, Klara." Puji Wulan sambil tersenyum kearah Wulan.

"Anak anak Mama sangat cantik dan tampan, seperti Papa. Iya kan Pa?" Karina menatap Cakra meminta persetujuan.

"Iya dong." Jawab Cakra yang membuat Bara, Karina, Klara dan Wulan tertawa.

1
Yeti Cahyati
Luar biasa, aku sukaaakk
Amelia
❤️❤️❤️👍👍👍😊
Dewi Agustin
Luar biasa
Dewi Agustin
Lumayan
Natalia Luis Naik0fi
Itlah ke goblokan si Bara trllu prcya orng lain
Natalia Luis Naik0fi
Critanya brtele tele
mlhan buat si Bra trllu goblok
Natalia Luis Naik0fi
Yg bodoh it si Bara msa si penjhat lbih dri mrka
Natalia Luis Naik0fi
Penjahatn lbih pandai dri si Bara
si Bara trllu bodoh
Natalia Luis Naik0fi
Barah lmah bngat
wonder mom
klo bukan haknya tu pasti maruk
hersita maharani
Luar biasa
hersita maharani
Lumayan
paty
aneh sj ceritanya
paty
thor aneh sj ceritanya terlalu halu
paty
sdh diduga lg2 cakra dan bara dibodohi
paty
aneh sj hasilnya apa mkn campur tangan jayden
paty
apa mkn wulan nantinya jd jahat dia berharap jd anak cakra
paty
aneh sj thor masa 20 th pun cakra tdk bisa berbuat apa2, knp si yuda tdk diculik oleh cakra kok kesannya jayden sll menang
paty
apa mkn keyla anaknya pak cakra
Porman Siahaan
ceritanya bagus thor, trims ya
RahmaYesi: Sama sama kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!