Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WMB 33
Tidak terasa entar lagi akhir tahun,aku akan naik kelas disekolah,hari ini hari libur malam natal,aku dengan Indar main kestadion,Indar
menjemput aku dirumah sedangkan Wati sudah menunggu kami distadion tersebut.
Aku dengan Indar naik motor menuju stadion,
sampai disana kami cuci mata,karena Puput kampungnya jauh jadi kami tidak bisa jemput Puput untuk main.
Puput sudah akrab dengan kami sejak kami main kerumah tempo hari,kami ngobrol dengan tertawa sembari makan jajanan.
"Eh abang puput kapan datang ?!" ucap Indar saat duduk disebelah Wati.
"Kayaknya mau tahun baru lah Ndar " jawab aku sembari minum yang bersoda.
"Wah kssepianlah kau" Balas Indar sambil menjulurkan lidah.
" Woi-woi lihat tuh cowok ramai betul naik motornya ckckck" ucap Wati heran dan berdecis kagum.
Mata kami bertiga fokus kearah depan melihat segerombolan cowok nongkrong diarena sebelah,stadion ini sangat luas dengan padang rumput yang besar.
"Haloo cantik ..!" Salah satu sepeda motor menuju ketempat kami nongkrong.
"Ahk kau bang Midan !, sudah lama enggak ketemu bang?, kemana saja?,motor baru kau ya bang " ucap Wati saat berdiri didepan cowok tersebut.
"Baru pulang abang dek dari batam,ada sikit uang jadi beli motor baru deh " sahut Midan dengan nyengir.
"Oh kenalkan ini bang kawan-kawan aku " ucap Wati melihat aku dan Indar yang duduk santai.
Aku dan Indar berkenalan dengan cowok yang bernama Midan tersebut,sebuah lampu motor menerangi kami ternyata itu motor Hamdani,Indar cepat-cepat pamit untuk kencan.
Wati juga tidak mau kalah dengan Indar yang sudah pergi kencan dengan Hamdani,aku diam saja mendengar mereka ngobrol.
"Bang ada kawan kamu enggak?,kita jalan- jalan " ucap Wati dengan antusias.
"Kemana dek ?" jawab Midan menaikan alis dan melirik aku sedari tadi.
"Kota yok,suntuk juga bang disini" Balas Wati dengan ide gilanya.
"Ahk jauh betul dek,motor abang masih baru takut ih,kalau enggak makan bakso saja kita yok" ajak Midan dengan senang.
"Boleh lah"
Balas Wati karena senang dapat makan gratis,
Wati memang dari dulu banyak kawan cowok ya ialah Wati pacaran dari sekolah sedikit pengalaman dari pada aku.
Setiba diwarung bakso kami makan Midan membawa salah satu temannya yang bernama Niko,Niko cowok tinggi dan manis,
sedangkan Midan cowok hitam manis,beralis tebal dengan tinggi badan sedang bukan type aku sih jadi biasa saja.
Selesai makan bakso kami gerak lagi untuk jalan-jalan,Wati sama Niko berdua diatas motor sedangkan aku dengan Midan kami keliling stadion.
Tiba-tiba Wati dan Niko hilang saat jalan beriringan mungkin mereka kencan aku juga tidak tau,aku jadi kesal karena bersama Midan saja berduaan diatas motor.
"Ahk sial aku jadi sama Midan berdua,ujung- ujungnya pasti begini,benci aku" Gumam aku dihati.
Wati emang play girls asal dapat makan dan barang- barang gratis dia mau saja jalan sama cowok,Wati tidak perduli cowok jelek atau tampan semua diembat Wati,sedangkan aku sangat pemilih.
"Dek kok diam?" tanya Midan dengan heran sembari membawa motor.
"Iyalah diam aku,abang saja enggak gonggong,jadi aku diam " Balas aku dengan biasa saja dan malas.
"Hahahaa betul juga,kemana orang itu ya?, bisa-bisanya nikung !" ucap Midan sembari tertawa renyah.
"Ya abang kalau sudah lama kenal Wati pasti tau lah kemana" Sambung aku yang berada dibelakang Midan tanpa melingkarkan kedua lengan dipinggang Midan.
"cowok hitam ini banyak kali cerita,sudah tau tanya lagi mungkin biar ada bahan cerita saja
buat cakap sama aku" Gumam aku sangat malas saat dengan Midan.
"Dek udah ada pacar?" ucap Midan yang masih membawa motor keliling stadion ini.
"Kalau sudah kenapa?,kalau belum kenapa?" Sahut aku dengan kernyit dahi.
"Oh abangkan tanya siapa tau Ehehe" Midan cengengesan seakan ada maksud tertentu.
"Cowok bandot ya begini,pasti tanya sudah ada pacar apa belum dasar kampret" Ejek aku berkata didalam hati.
"Aku sudah ada pacar bang,tapi aku enggak kayak dulu bang" ucap aku dengan terus terang.
"Maksudnya ?" Sahut Midan dengan menaikan alis sembari berfikir.
"Dulu aku sangat mencintai mantan aku,apa lagi sosok pria baik,mata aku buta karena itu lupa daratan,saking cintanya aku berbuat nekat trus,itulah aku " Aku jadi curhat tanpa sadar pada Midan.
"Biasa itu dek kalau baru kenal cinta,awalnya manis dan yakinlah kalau kita sering disakiti perasaan kita akan kebal,kita juga bisa kontrol nanti kau rasakan dek kalau semakin dewasa" jawab Midan seakan ceramah dimesjid.
"Betul juga ya bang,kalau abang sudah ada pacar?" Aku mulai nyambung dengan Midan bicara.
"Jujur sudah ada dek tapi dibatam,abang disini cuma seminggu,entar balek kesana" Sahut Midan tersenyum manis.
Nyatanya aku salah paham aku kira Midan hidung belang juga,ternyata dia dewasa,jujur lagi aku merasa bersalah berfikir buruk pada Midan.
"Dek kita teman-teman saja ya,tapi kita bisa mesra sedikitlah " ucap Midan berterus terang.
"Enak saja abang,entar cowok aku marah,aku enggak mau" kata aku dengan nyeplos.
Disaat aku mulai nyaman dengan bicara pada Midan,entah kenapa motor Midan berhenti ditempat sepi,lalu Midan main sosor hendak mencium aku,aku terkejut dan kesal pada Midan.
"Ahk enggk suka aku !!, enggak bilang abang main sosor saja " Aku mengusap mulut ini dengan rasa kesal dan jijik.
"Kirain adek suka maaf ya dek,iya enggak abang lakukan lagi dek,janganlah marah maaf ya" Midan jadi takut melihat wajah aku yang petak-petak karena emosi.
"Awalnya baik nyatanya sedikit ular,malah cium aku,cih bau banget mulutnya,aku mau muntah" Batin aku kesal sekali.
"Huek huek"
Aku serasa mual sekali karena aroma mulut Midan lengket dibibir aku,tanpa pamit aku berlari menjauh dari Midan,Midan terdiam dan berharap aku kembali lagi.
"Jijik betul ludahnya lengket dimulut aku" Dengan cepat aku mencuci muka ditoilet stadion.
"Wati awas kau ya,kau kasih aku cowok bau mulut menjijikan" Gumam aku dengan kesal.
"Dek,adek marah?"
Midan datang dengan berjalan kaki berada didepan toilet menunggu aku buka pintu.
"Enggak bang biasa aja, aku tidak apa" jawab aku sedikit menghargai saja.
Suara Midan tidak terdengar lagi aku malas keluar dari toilet ini, ingin sekali mengusir Midan dari hadapan aku,tapi itu tidak aku lakukan karena aku sadar kami ditempat ini hanya berdua.
"lama betul kau wati,aku udah bosan" Batin aku sembari membuka toilet stadion.
"Woi mana kalian ?!" suara Indar dari jauh mencari aku dan Wati.
" aku disini .!!"
Aku keluar dan berlari dari area toilet,akhirnya terlepas dari cowok mulut buaya itu.
"Baguslah kau cepat datang Ndar,aku mau muntah mencium nafasnya Midan" Batin aku masih serasa mual dengan bau mulut Midan.
Aku bertemu dengan Indar yang sudah turun dari atas motor Hamdani,Midan datang ternyata dia belum pulang,aku pura-pura biasa saja.
"Mana Wati?,Kok kalian duaan disini?" Indar berfikir keras kepada aku.
"Ahk kami pisah sama Wati " jawab aku dengan lirih melirik kearah Midan yang mematung.
"Ya sudah bang kami pergi dulu,Wati nanti taunya itu kami nunggu dimana" Ujar aku supaya Midan pulang saja.
"Oh ya sudah dek,abang pulang ya !" Midan memutar kunci kontak dan menyalakan motor lalu pergi meninggalkan aku dan Indar, sementara Hamdani sudah pulang sewaktu mengantar Indar.
Setelah Midan sudah tiada lagi,aku menceritakan kejadian tadi,sebenarnya malu cerita hal ini,tetapi aku lebih baik jujur pada Indar sahabat karib aku.
"Hahahaah,kok enggak kau kasih parfum dulu mulutnya " ucap Indar tertawa sampai sakit perut.
"Aku terkejut bodoh tiba-tiba aja dia cium aku, aih entahlah apes aku,bagus aku sama Raja badan sama Nafasnya harum" jawab aku teringat kekasih baru.
"Sekali-kali kau rasakan nafas buaya Hahaha" indar kekeh terus tiada henti.
"Suatu hari kau akan rasakan dapat cowok nafas bau itu gimana,sumpah enggak enak kali" Jawab aku sambil kesal karena Indar tertawa terus.
"Janganlah,nafas cowok aku wangi semua kok weekk " Indar menjulurkan lidah meledek aku terus.
"Wati kok lama ya?" sambung Indar lagi sembari berfikir.
"Sabar lihatlah aku bisa tebak,bentar lagi Wati pulang pasti bawa makanan gratis dan kantongnya pasti ada uang" Itu fieling aku dengan Wati.
"Iya memang aku akui anak itu jago miul cowok sampai melorot " ucap Indar kernyit dahi.
Sebuah motor melintas didepan kami ternyata Wati yang pulang diantar Niko, Wati cemberut saja saat turun dari atas motor.
"Hus Huss huss "
Wati kesal seakan mengusir Niko, Niko diam saja langsung tancap gas menghilang dari hadapan kami bertiga.
"Lah kenapa Wat?,dengaren enggak ada makanan?" ucap aku sembari heran.
"Ahk bokek rupanya,sial kali aku malam ini , anturan bisa jajan kita besok jalan- jalan siang" Wati kecewa sembari menopang dagu diatas Motor Indar.
"Beruntung Yunita dari pada kau Wat" ucap Indar meledek aku buat kesal.
"Wah bagus itu Yun,Midan baru pulang merantau dari batam pasti kau cair Yun" sambung Wati menjadi semangat.
"Matamu itu,kau lihat ini aku kena ludah buaya, masih nyengat bau ini dimulut cuih " Aku kembali mual lagi.
"Maksudnya?" heran Wati tidak nyambung dengan perkataan aku.
"Hahahaah"
Indar tertawa renyah buat Wati semakin bingung saja.
"Maksud Yunita dia dicium Midan enggak izin dulu main sosor saja,tapi ludahnya bau banget buat Yunita jadi mual" Indar puas menertawakan kesialan aku.
"Hahahhahahaha"
Wati tertawa terpingkal-pingkal disambung Indar juga tertawa,aku jadi ikut tertawa juga walau kesal.
"Zonk lah zonk,Wati enggak jelas kau " Ujar aku sambil manyun.
Kami melihat waktu sudah pukul sepuluh malam,karena libur kami dapat bonus bisa pulang lama.
"Kemana lagi kita ini?, disini udah sepi " ucap Wati bingung.
"Iya-ya kemana ya " ucap aku jadi garuk kepala bingung juga.
"Pulang ajalah besok lanjut lagi,aku udah ngantuk" Jawab Indar yang sudah malas jalan lagi malam ini.
"Ayo lah"
Kami memutuskan pulang saja kerumah masing-masing, Indar dan Wati mengantar aku sampai kedepan rumah,setelah mengantar aku mereka pamit,sampai dirumah seperti biasa pak Rahmat ngobrol dengan Ayah,bosan juga kasus aku dengan Wijaya tak kunjung tamat.
---------------------------------------------------------------------
*Malam tahun baru January tahun 2000*
Malam ini malam aku bertemu simata cokelat,aku menunggu dia depan rumah,Wati dan Indar tidak keluar hari ini, hanya aku yang janjian dengan Raja.
Hampir setengah jam aku menunggu Raja didepan jalanan aspal ini,saat aku menoleh kebelakang sebuah motor gede berhenti didepan aku.
" Sudah lama sayang,kangen nya aku" ujar Raja mematikan mesin motor dan memeluk aku dengan erat.
"Lumayan sayang" ucap aku melepas pelukan mesra Raja.
Pacaran jarak jauh mengajarkan aku artinya kerinduan,Raja sangat baik ini untuk kesekian kalinya kami kencan,lalu aku dan Raja pergi kesebuah persimpangan jalan untuk memadu kasih.
"Kita disini ya,kalau haus bilang saja sayang" ucap Raja mematikan mesin motor.
"Iya sayang" Jawab aku sembari turun dari atas motor.
Kami duduk dipersimpangan antara pohon karet dengan sawit,dibawah ada sebuah papan kecil,aku dan Raja duduk diatasnya.
"Ish kangen betul saya,sudah lama enggak jumpa " ucap Raja memeluk aku dengan hangat.
Aroma tubuh Raja sangat harum membuat aku nyaman dipelukan Raja,pria bermata cokelat ini sangat tampan hari ini, pakai sepatu,jeans panjang,kemeja merah sangat matching dengan warna kulit Raja yang putih.
"Abang kapan sampai?" ucap aku sembari menggenggam mesra jemari kanan Raja.
"Tadi sayang sore,oh iya sayang sudah makan?" Tanya Raja saat menatap aku dengan teduh dan penuh cinta.
"Sudah sayang,kalau sayang?" Tanya aku balik dan menatap kagum mata cokelat tersebut.
"Sudah sayang"
Raja perlahan membelai rambut aku dan menatap sendu diriku,aku terpesona dan malu lalu memalingkan Wajah tak kuasa dengan tatapan Raja.
" kenapa lihat trus nanti enggak bisa pulang lho!" Ledek aku padahal pipi ini memerah rona.
"Hemm kangen aja sama kamu,enggak pulang juga enggak apa asal sama kamu disini sudah senang" Raja mulai gombal dan membelai sayang rambut aku.
Perlahan jemari indah itu mendarat mengelus bibir aku,lalu aku memejamkan mata sembari merasakan kecupan bibir Raja yang lembut.Indah sekali malam ini berdua dengan Raja.
Kenapa aku bisa buka hati aku kali ini,apakah karena wajah Raja yang tampan saja,entahlah yang penting aku bahagia dengan Raja saat ini,Raja juga tidak meminta hal yang mesum atau yang tidak aku suka,dia sopan dan baik.
"Sayang udah jam berapa? "
Aku melirik arloji Raja ditangan kiri Raja.
"Jam sembilan lewat sayang,kenapa dek?"
Raja masih saja membelai mesra rambut aku seakan tidak capek.
"Yuk kerumah Wati sayang?"
Aku ingin sekali mengajak Raja kerumah Wati supaya Raja dekat juga dengan Wati.
" ayo"
Kekasih aku ini sangat penurut kemana saja aku ajak pasti dia tidak menolak,aku juga kagum pada Raja karena dia sangat sayang pada ibundanya.
siringo ringo
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.
Terimakasih 🙏