NovelToon NovelToon
Sentuhan Cinta Aura

Sentuhan Cinta Aura

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:954k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Follow akun Ig : @yoyotaa_

Aura Kia Deaveny (25) berkerja sebagai wanita bayaran untuk memberikan cinta dan perhatian pada kliennya. Ia melakukan itu untuk bertahan hidup dan membiayai sekolah adiknya.

Narendra Putra Kavindra (29) seorang CEO dari Kav Corp, perusahaan keluarganya. Ia adalah laki-laki yang terkenal dingin dan kejam pada karyawannya. Fakta menariknya, ia adalah pria yang tidak percaya adanya cinta karena pengalaman pribadinya yang selalu gagal dalam hal percintaan.

Di suatu hari keduanya dipertemukan oleh semesta. Lalu bagaimana kisah mereka? Akankah Aura berhasil membuat Rendra percaya cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Makan Malam Bersama

Ketika sudah sampai di dalam, hanya Naya yang ada disana. Sementara yang lainnya sedang mandi di kamarnya masing-masing.

"Ma, tadi aku tidak sempat mampir ke rumah Aura, dan karena itu Aura tidak berganti baju. Tolong pinjamkan baju Ela!"

"Ayo ikut Tante." Naya langsung menarik tangan Aura ke kamar anaknya. Di depan pintu kamar Ela, aura menunggu Naya membawa pakaian.

"Ini pakailah, semoga pas di tubuhmu ya. Oh, iya gantinya di kamar Rendra saja. Kalau mau sekalian mandi juga gapapa. Soalnya di kamar yang lain ada orangnya."

Naya mengantar Aura ke dalam kamar Rendra. Kamar Rendra bernuansa gelap. Semua benda yang ada di kamar Rendra warnanya dominan abu-abu tua, hitam, navy dan warna gelap lainnya.

"Kalau sudah selesai, nanti langsung turun saja. Tante kembali ke bawah ya."

Aura pun mengangguk. Ia melihat-lihat apa saja yang ada di kamar Rendra. Tak ada satu pun foto yang terpajang disana. Kamarnya benar-benar simple. Berbeda dengan aslinya yang agak ribet apalagi soal pekerjaan maunya sempurna.

Karena merasa tubuhnya agak lengket, Aura pun memilih untuk mandi saja. Di kamar mandi, ia mencium aroma maskulin dari Rendra.

"Hah! Ini pertama kalinya aku mandi di kamar laki-laki."

Aura mulai melepas kain yang membungkus tubuhnya. Kemudian melakukan ritual mandinya. Selesai mandi, Aura turun ke lantai bawah dan langsung membantu Naya yang sedang memasak di dapur.

"Eh, eh, kenapa malah membantu? Kau kan disini sebagai tamu. Lebih baik duduk diam saja," ucap Naya.

"Aku merasa tidak enak Tante."

"Sudah, tidak perlu merasa tidak enak begitu. Sana duduk saja di ruang tamu! Ela sepertinya sudah selesai mandi. Kalian saling berkenalan saja, sambil menunggu Rendra juga selesai mandi di kamar kakaknya," ucap Naya.

Aura sedikit ragu untuk pergi karena benar-benar ingin membantu Naya. Tapi Naya terus menolak bantuan darinya. Alhasil, ia pun berjalan ke ruang tamu dan benar saja Ela sudah duduk disana. Aura agak sedikit bingung dan canggung untuk memulai obrolan dengan Ela. Tapi ternyata perasaan itu terbantahkan begitu saja ketika Ela menyapanya duluan dengan ramah.

"Aura sini duduk! Aku ingin bertanya banyak hal padamu," ucap Ela sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya.

Aura pun duduk di sebelah Ela.

"Kau benar pacaran dengan Rendra, si pria menyebalkan itu?" tanya Ela.

Baru saja akan menjawab, Ela malah bertanya tanpa henti.

"Kau tidak salah memilih pasangan kan, Au? Kau tidak dipaksa untuk berpura-pura menjadi kekasihnya kan? Kalau iya, putuskan saja! Orang secantik dan sebaik dirimu terlalu sempurna untuk Rendra. Aku tidak ingin kau mati muda karena harus meladeni sikap Rendra. Sebelum janur kuning melengkung, lebih baik kau pikirkan baik-baik tentang pilihan pasanganmu itu. Aku tidak ingin kau menyesal di kemudian hari. Pokoknya pikirkan saja baik-ba ... "

Rendra menoyor kepala Ela dari belakang karena ia selalu saja menjelekkan dirinya di hadapan orang lain.

"Bagus! Lancar sekali kau menjelek-jelekan aku!"

Ela mendengus kesal karena ditoyor kepalanya.

"Tuh kan, apa aku bilang Au! Rendra itu tidak ada romantis-romantisnya. Yang ada tiap hari kau akan pusing karena tingkahnya. Lihat! Pada kembarannya saja bersikap kasar begini, bagaimana pada istrinya nanti!" ucap Ela terus memprovokasi Aura karena takut Aura hanya dijadikan kekasih pura-pura.

Lagi-lagi Rendra menoyor kepala Ela. Ia benar-benar ingin sekali melakban ataupun memotong lidah kembarannya itu.

"Ish! Rendra!" kesal Ela sambil berteriak.

"Aduh! Kalian berdua jangan bertengkar! Malu sama Aura!" teriak Naya dari dapur karena mendengar teriakan Ela yang melengking itu.

Sementara si pembuat ulah, malah berdiri dengan wajah yang datar. Seolah tidak merasa bersalah akan adanya lengkingan suara Ela.

Aura yang melihat itu malah terkekeh pelan. Ia sadar bahwa dua orang di hadapannya ini mengekpresikan kasih sayang mereka dengan cara seperti itu. Dengan bertengkar, keduanya semakin dekat.

Waktu terus berlalu, akhirnya semua berkumpul di meja makan, sambil berbicara ringan.

"Aura, benar kau kekasihnya Rendra?" tanya Richard yang agak tidak percaya.

"Iya om," jawab Aura.

"Bukan karena paksaan kan?" tanya Richard lagi.

"Tidak om."

"Rasanya aneh sekali, anak om yang satu ini move on terlalu cepat. Kemarin-kemarin saja masih tidak mau punya pacar," ucap Richard lagi.

"Oh, jadi papa mau aku selalu mengambil perhatian mama tiap hari? Selalu minta disiapkan ini itu pada mama, dan berujung papa yang ditelantarkan," ledek Rendra pada papanya.

"Eh, tidak boleh. Kau kan sudah punya pacar sekarang. Segera putuskan saja tanggal pernikahannya. Biar papa yang mengurus semuanya."

"Uhuk ... uhuk ..."

Tiba-tiba Aura terbatuk ketika mendengar kata pernikahan. Yang pada kenyataannya seminggu ke depan pun mereka sudah akan putus. Mana mungkin akan terjadi adanya pernikahan. Papanya Rendra terlalu berpikiran jauh.

"Papa sih! Mereka kan masih baru pacaran, jangan bicarakan pernikahan dulu," ucap Naya kemudian memberikan segelas air putih untuk Aura.

"Cih! Dasar laki-laki tidak peka!" gumam Ela yang bertuju pada Rendra.

"Ah, maaf ya Au. Om hanya terlalu antusias saja ketika tahu Rendra sudah punya pacar setelah menjomblokan diri selama setahun. Apalagi sekalinya dapat pacar yang paket sempurna begini. Harusnya kan tidak boleh disia-siakan, iya kan, El?"

Richard meminta dukungan dari Elnan. Elnan pun mengangguk.

"Iya om. Tidak apa-apa."

Selesai makan malam, Aura duduk di taman ditemani oleh Rendra melihat tanaman bunga di terangnya cahaya lampu dan bulan.

"Bunga-bunganya bagus sekali."

"Ini semua mama dan oma yang menanam," ucap Rendra sambil menatap lurus ke depan.

"Tapi, kenapa oma mu tidak ada di rumah?" tanya Aura yang penasaran karena tidak pernah melihatnya.

"Oma memutuskan untuk tinggal di Paris ketika usiaku 25 tahun."

"Ah, begitu rupanya. Pantas saja tidak terlihat."

"Kau beruntung sekali punya keluarga yang begitu menyayangimu."

"Iya aku memang beruntung," ucap Rendra dengan senyuman.

"Aku terkadang merasa iri padamu. Apalagi melihat interaksi antara kau dan papamu. Aku tanpa sadar menginginkan hal itu juga dengan ayahku," ucap Aura lirih kemudian menarik napasnya dalam-dalam mengingat hubungannya dengan sang ayah yang tidak sedekat Rendra dengan papanya.

"Helaan napas mu sepertinya terasa berat sekali. Kenapa?" tanya Rendra penasaran.

"Tidak apa-apa," jawab Aura yang tidak mau bercerita.

"Jika suatu hari kau ingin berbagi cerita. Cerita lah, aku akan mendengarnya sebagai pendengar yang baik. Seperti dirimu yang selalu melakukan itu padaku. Ayo masuk ke dalam! Udara dinginnya mulai menusuk ke dalam tulang-tulang ku!"

"Cih! kau terlalu melebih-lebihkan kalimatmu!"

Rendra terkekeh kemudian menarik tangan Aura untuk masuk ke dalam rumah. Tanpa sadar keduanya selalu menikmati waktu berdua dan sudah mulai nyaman satu sama lainnya. Seolah-olah tidak ada kata pura-pura di dalamnya.

*

*

TBC

1
Asih Sulastri
Luar biasa
Alif
utangnya lho brp, klo sehari klienya lbh dr 2 pndapatan apa gk ratusan jt sebulan, msuk aklah thor kok katanya hidup seadanya, terkecuali utangnya puluhan milyar barulah percaya
Dyah Oktina
Tinggal bilang k mama naya..pasti d ijinin kla mau ikut suami
Azmi Riyadil: Kak kl ceritanya elnan berjudul apa kak?? 🙏😊
total 1 replies
Dyah Oktina
Luar biasa
LENY
Yg nendang Aura hrs nya dihajar lagi sebelum ke penjara
LENY
syukurlah Rico sdh mati kl tdk mati masih terus berbuat jahat gak ada kapok nya.
LENY
Cerita apa yg sesungguhnya terjadi
LENY
Hrs nya Meira cerita sama salah satu kel Elnan mereka kan baik2 semua.
LENY
Sena tdk ubah nya pelacur tidur sama pelanggan nya 😥🙈bukan cuma sama Ansel aduh.
LENY
ANSEL DAN SENA LBH BEBAS KELAKUANNYA BEDA SAMA AURA YG MASIH MENJAGA KEHORMATANNYA
LENY
LAGI KERJA BEGITU PASTI RESIKO NYA KAYAK BEGINI 🙈🙈MENEMANI LAKI2 BEJAT
LENY
TUH KAN RESIKONYA SEREM NNT AURA DIAMBIL KESUCIANNYA. BIAR AJA RENDRA BAYAR UANG GANTI RUGI NYA.
LENY
BERHENTILAH JADI WANITA BAYARAN AURA KASIHAN KEL RENDRA NNT DIHINA ORANG. KAMU HARUS MENGHARGAI RENDRA DAN KEL NYA CARI PEKERJAAN YG LBH TERHORMAT RENDRA PASTI MEMBANTU KAMU. GAK RELA DAN GAK PANTES JADI WANITA BAYARAN BERHENTILAH AURA
LENY
Kaila wanita matre jalang ih untung ssh putus
LENY
Mami Lena perannya kayak mucikari ya kasarnya. 🙏🙏Aduh smg Aura segera berhenti jd wanita bayaran.
LENY
PEKERJAAN AURA TINGGI RESIKO DAN BNUK NEGATIF NYA MENDING CARI KERJAAN LAIN YG AMAN DI RESTO ATAU APA AJA DRPD MENEMANI LAKI2 BERSUAMI YG BLM TENTU SEMUA BAIK. BISA AJA KETEMU YG BEJAT DIPERKOSA SEREM
LENY
MAAF YA THOR WANITA BAYARAN DISINI APA SAMA DGN PELACUR MAAF BANGET YA KONOTASINYA JELEK BANGET
Junita Makakombo
Kecewa
Junita Makakombo
Buruk
Cia Sanu
selalu keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!