NovelToon NovelToon
Ibuku Selingkuhi Calon Menantu

Ibuku Selingkuhi Calon Menantu

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Selingkuh / Tamat
Popularitas:90.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Kisah seorang ibu yang menjodohkan anaknya dengan paksaan, meskipun ibunya tau bahwa Cintya tidak pernah mencintainya.

Namun, sebagai bakti seorang anak kepada orangtua, Cintya mau di lamar laki - laki yang tidak pernah ia cintai.

Disisi lain ternyata ibunya juga mencintai laki - laki pilihan dia yang akan dijodohkan dengan anaknya yang bernama Cintya.


Sesuatu yang di paksakan pasti akan berakhir dengan tidak baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Bab 33.

"Yaudah ky, aku pulang dulu yah, makasih banyak loh."

Cintya pulang sendiri dengan motor butut ayahnya. Meskipun motornya biasa saja, tetapi Cintya tiddak gengsi.

Tiba - tiba Roni menelpon Cintya. Tas nya yang mini bergetar, Cintya berhenti sejenak untuk mengangkat telfon dari Roni

"Hallo, kenapa yah....?"

Ucap Cintya seperti sedang bertelepon dengan orang asing.

"Kamu lagi dimana Cin...? Aku mau ke rumah kamu, ada sesuatu yang mau aku kasih ke kamu."

Tanya Roni sambil menata kemeja pendek yang dia pakai untuk bertamu di rumah Cintya.

"Aku masih di sekolah nih masih lama pulangnya."

Jawab Cintya. Padahal dia sudah sampai di jalan, dan beberapa menit lagi akan sampai di rumah.

Roni memandangi dirinya di depan cermin yang menempel pada lemari yang ada di kamar.

"Sudah rapi."

Dia menyisir rambutnya dan menyemprotkan parfum sebanyak mungkin agar tercium segar oleh Cintya.

"Mendingan aku ke rumah dia sekarang, soalnya mendung, bentar lagi hujan kayaknya."

Ucap batin Roni.

Tak lama kemudian dia mengeluarkan motor miliknya dan segera pergi ke rumah Cintya.

"Aduuuuh ngapain sih dia main ke rumah, bikin aku makin bete aja deh. Malas banget pulang ke rumah. Tapi bentar lagi hujan kayaknya, Yaudah lah aku pulang dulu deh, gak bawa jas hujan lagi."

Ucap batin Cintya. Dia melanjutkan berjalan dengan motor butut ayahnya.

Karena rumah Roni dengan Cintya dekat, jadi hanya butuh beberapa menit saja untuk sampai di rumah Cintya.

Roni mengetuk pintu, dan di bukakan oleh Bu Sarah.

"Ehh Roni, ayo masuk, bawa apa sih kamu. Kamu itu selalu bawa apa - apa deh kalo kesini."

Ucap Bu Sarah sambil mempersilahkan duduk.

"Aku cuma bawa sesuatu buat Cintya, bentar lagi kan dia masuk sekolah kan. Aku bawain tas sama sepatu buat dia."

Jawab Roni sambil menaruh sesuatu diatas meja.

Tiba-tiba suasana mendadak hujan. Cintya belum sampai di rumah.

"Yahh hujan, Cintya mungkin berteduh di jalan. Aku ambilkan teh anget dulu yah buat kamu."

Ucap Bu Sarah.

"Tidak perlu bu, nanti saja kalo Cintya datang, jadi bisa ngetes bareng."

Jawabnya sambil mengedipkan mata, sebuah isyarat genit untuk calon ibu mertua.

Roni membuka lebar kedua tangan-Nya, dia siap memeluk Bu Sarah untuk menghangatkan tubuhnya.

"Mumpung Cintya belum pulang mending kita menikmatinya sebentar saja."

Bisik Roni di telinga Bu Sarah.

"Aku takut Cintya tau, pasti dia marah besar kalo dia tau tentang kita."

Kata Bu Sarah.

"Yasudah sebentar saja sambil liat - liat Cintya."

Bu Sarah akhirnya mau menyerahkan dirinya untuk Roni.

Bu Sarah mendekati tangan Roni yang terbuka lebar untuk Bu Sarah.

"Nah gitu dong, kan enak, hujan - hujan begini pasti Cintya lagi dijalan berteduh di rumah orang atau di depan toko, gak mungkin kan dia melaju saat hujan, yang ada nanti Hp sama berkas dia basah dong."

Ucap Roni sambil menikmati dekapan Bu Sarah.

"Kan bisa di taruh di box motor."

Jawab Bu Sarah.

"Ahh sudahlah, aku ingin. Hal seperti ini tidak mungkin bisa aku dapatkan dari Cintya. Ibu tau sendiri kan, dia belum cinta banget sama aku, sepertinya perlu beberapa abad lagi untuk bisa mendapatkan hati Cintya."

Kata Roni.

Tak di sangka ternyata Cintya membuka pintu di saat mereka berdua sedang berpangku - pangkuan.

"Kalian....!!! Ngapain kalian...!! Ko kayagitu."

Ucap Cintya dengan nada kesal.

Sifat asli ibu Sarah dan Roni akhirnya terlihat oleh Cintya, Bu Sarah mencoba mengelak, dia berkata bahwa itu tidak seperti yang dia kira, dia hanya tak sengaja jatuh ke pangkuan Roni saat hendak melihat jendela.

"Cin tolong percaya sama Ibu, ini cuma kebetulan saja, tadi ibu tuh mau buka goreng, terus kakinya ke sampar sama kaki Roni."

Alasan Bu Sarah.

"Mau alasan apa lagi.? Kan Roni bisa geser, masa gak malu sih kayagitu, padahal kalian itu calon mantu dan calon mertua. Ternyata benar apa kata tetangga kita."

Ucap Cintya sambil memangku tangan di bawah dadanya.

"Kamu jangan nudu sembarangan yah, dia itu udah banyak bantu keluarga kita, dan kamu begitu timbal baliknya sama Roni...?"

Kata Bu Sarah dengan keras.

"Saya tidak pernah meminta apapun dengan dia, dia aja yang ngasih dan memaksa."

Jawab Cintya.

Cintya masih dalam keadaan basah kuyup karena tersiram air hujan.

Cintya masuk ke kamar dan mengambil handuk untuk mandi.

"Kemana Cintya..?"

Tanya Roni.

"Dia mandi kayaknya. Gimana kalo kamu masuk ke dalam. Kamu perkaos saja dia, buat dia hamil, dengan begitu kamu akan cepat menikah dengan dia."

Saran Bu Sarah terhadap Roni.

"Ide yang bagus."

Jawab Roni dengan semangat.

Roni benar - benar mendatangi Cintya yang sedang berada di kamar mandi, karena kamar mandi dia pintunya terbuat dari kain, jadi dengan mudah Roni bisa masuk.

Benar - benar ibu yang kejam. Tega sekali melakukan itu pada anak kandungnya sendiri, seperti sudah hilang kemarahan di otak Bu Sarah.

Roni masuk dan langsung menerpa Cintya, tapi untung saja Cintya berhasil kabur dari kamar mandi dan segera masuk ke kamar tidurnya lalu mengunci pintu kamar.

"Sialan..!! Cepat sekali dia lari, sepertinya dia sudah pernah belajar ilmu bela diri."

Batin Roni merasakan hari ini sangat sial.

Cintya sangat ketakutan, dia menelpon tetangganya yang bernama Bram, yang saat itu bertemu Bu Sarah di depan hotel dengan Roni dan mengirimkan foto itu ke Cintya.

"Bram, tolong aku, bawa aku lari dari rumahku, Roni mau nodai aku, dan aku gak mau Bram. Cepat bawa aku lari lewat jendela."

Ucap Cintya dengan sangat panik, dan nada pelan agar tidak terdengar oleh Bu Sarah dan juga Roni.

"Baiklah saya akan segera kesitu, kamu yang sabar yah, aku ambil motor dulu."

Jawab Bram dengan tergesa - gesa.

Dia langsung mengambil motor dan menjemput Cintya.

Jarak dari rumah Bram dan Cintya hanya sedikit saja, hanya dengan 2 menit Bram telah sampai di depan jendela kamar Cintya.

"Ayo cepat turun."

Ucap Bram.

Cintya membawa tas ransel yang berisi barang yang dia gunakan setiap hari.

Dia segera turun dari jendela dan pergi bersama Bram. Cintya meminta Bram untuk berhenti di taman, karena dia ingin bercerita tentang apa yang terjadi dengan Cintya sekarang.

"Bawa aku ke taman yah Bram. Plasenta aku mau cerita banyak sama kamu."

Ucap Cintya.

Bram bersedia saja melakukan apa yang diinginkan oleh Cintya, karena dari dulu dia juga kagum sama Cintya, hanya saja dia tak berani mengatakan karena mereka berdua itu tetangga, pasti langsung di gosipkan kalo Bram nembak Cintya, apalagi kalo Cintya tidak menerima Bram, dia takut jaraknya akan semakin jauh dengan Cintya.

"Saya akan antar kamu kemanapun kamu mau, asalkan kamu suka dan bisa tenang ketika bersamaku."

Jawab Bram.

"Makasih yah. Ayo cepat, kita gak punya banyak waktu lagi."

Ucap Cintya dengan gugup, mereka berdua pergi dari rumah Cintya.

"Sialan...!!! Anak ibu kabur."

Ucap Roni.

"Kamu kejar dong, masa gak bisa sih."

Ucap Bu Sarah memaksa.

"Pintu kamarnya dia kunci, Mana bisa aku masuk."

Jawab Roni lagi.

"Dobrak dong pintunya, gimana sih kamu ini."

Bu Sarah memaksa lagi.

Dengan perasaan kesal akhirnya Bu Sarah memanggil Cintya yang dikira masih ada di dalam kamar, padahal Cintya sudah pergi bersama Bram, tanpa mereka tau.

"Gak ada suara. Jangan - jangan dia kabur. Tapi sama siapa dan dimana dia kabur, kok cepet banget. Coba aku cek dari luar samping rumah."

Bu Sarah mengecek kamar Cintya lewat jendela yang bisa dilihat dari luar.

"Ternyata memang benar. Dia kabur. Aduh gimana ini. Kacau deh semuanya."

Ucap Bu Sarah merasa kesal.

Roni dan Bu Sarah kini menjadi saling menyalahkan satu sama lain. Akhirnya Roni pulang dari rumah Cintya.

Bersambung...

1
Sweety_R🌽
kukira blm tmt kn blm nikah sm daniel kak
Sweety_R🌽
bnr2 ibu jht
Sweety_R🌽
smg pk hadi plg memergoki bu sqrah msh ehem ehem sm roni biqr trbongkar smuqny dn prtunangan roni gagal cintya jd brjdoh sm daniel
Sweety_R🌽
bu sarah sdh gila
Rhesinta Saipul
yach id tamat aja😞
mariammarife
Lho udh tamat lg toh,azab untuk Bu sarah nya mana ko ngga ada terus kelanjutan hubungan Cinthya & Daniel jg gmna...?
ini novel terlalu dipaksak kan ya ....?
Listyowati Khoiroh
singkat Amat
Ayi
lhoo tmat yaah Thor??
Widi
Kenapa pak Hadi gk dikasih tahu kalau istri nya selingkuh sama calon mantu? biar ada efek jera nya, harus nya jujur aja
endang rahayu
bagusssss.... semoga ada extra part ya buat novel ini
endang rahayu
Yeayyy, akhirx... km bebas nentuin hidupmu cyn....mkasih p.hadi, mm bram & buat kk othorrx, tengkiyuu ya udah buat cerita ini
mariammarife
setelah sekian purnama baru up cerita nya jg dah lupa aku🤦
Anonim
Thor jangan lama2 donk up ya
Desi Hafiz
suka banget padahal baru baca
Puja Kesuma
ayah citya bodoh mau aja percaya istrinya... padahal iatrinya udah dipakek roni
mariammarife
Semangat Cintya 💪
Puja Kesuma
terbongkarkan oleh cintya kelakuan roni dan ibunya..
ghada saputra
ibunya sudah tidak waras saking seringnya makan pisang Roni.
mariammarife
Seganas-ganas nya harimau ngga akan menerkam anak nya sendiri lha ini si Bu Sarah mlh menyuruh Roni memperkosa Cintya ,dasar ibu gendeng,edan dsb nya.
Widi
Gila bu sarah, masa nyuruh selingkuhan nya perkos@ anak nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!