NovelToon NovelToon
Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bae Lla

Dua hari sebelum pernikahan, kabar menyakitkan datang untuk Dera. Calon suami yang dia anggap baik dan begitu setia, kabur setelah meniduri anak orang.

Dia terpuruk, tetapi takdir berkata lain. Dera harus menikah dengan paman calon suaminya, demi menutupi aib keluarga. Ingin kabur, tetapi dia tidak bisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bae Lla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tidak ada Alasan untuk tak Mencintainya

Ibu sudah bangun dari tidur, wanita paruh baya itu meminta Dera untuk memanggil Daren. Mengangguk patuh, Dera berjalan keluar dari kamar ibu menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Dera melihat Daren sudah siap dengan pakaian kantor. Pria itu mengulas senyum melihat istrinya masuk, lalu berjalan mendekati.

“Ibu minta Om buat datang ke kamar Ibu,” ucap Dera. Daren mengangguk patuh.

“Baiklah. Sebentar lagi aku bakalan ke sana,” jawab Daren.

Dera berniat ingin kembali keluar, tetapi Daren mencengkram pergelangan tangan sang istri. Membuat Dera menghentikan langkah, menatap Daren dengan bingung.

“Bukan seharusnya panggil Om, diganti dengan yang lain?”

“Maksudnya?” tanya Dera bingung.

“Saya tahu kalau saya ini lebih tua dari kamu, tetapi bisa tidak kamu merubah panggilan. Saya tahu, mungkin panggilan ‘om’ memang lebih cocok untuk saya,” ujar Daren. Menatap dalam manik mata istrinya.

Dera bungkam. Merasa bersalah melihat tatapan Daren, dengan senyum terpaksa, Dera memegang lengan Daren.

“A-aku akan panggil Om dengan sebutan ‘Mas’,” cicit Dera, menunduk sambil memilin kedua tangan yang sudah terlepas dari lengan Daren.

“Lumayan. Terima kasih, ya?”

Jantung berdebar kencang, darah Dera mendadak berdesir saat bibir hangat menempel sebentar di kening Dera. Matanya mengerjap berulang kali, menatap tak percaya pada tubuh Daren yang sudah menjauh.

Perasaan apa ini?

**

“Ibu bahagia melihat kamu ada di sini. Oh, ya, kamu udah sarapan belum, Nak?” tanya ibu sambil memegang tangan Daren.

“Sudah, Bu. Ibu sudah makan?” Daren balik bertanya. Tak sedetik pun dia mengalihkan pandangan dari ibu Hamidah.

“Sudah. Dera yang menyuapi Ibu tadi.”

Ibu Hamidah terus menatap wajah Daren, beberapa kali dia mengusap rahang yang ditumbuhi bulu halus itu dengan lembut. Hamidah bahagia, prasangka buruk tentang Daren sudah terbuang jauh. Sekarang dia sangat bersyukur, karena putrinya berada dalam dekapan seorang Daren.

“Ibu sudah, Mas Daren mau berangkat kerja.” Dera yang sejak tadi hanya diam, membuka suara.

“Nggak apa, Der. Saya ... emm, aku berangkat sepuluh menit lagi,” potong Daren.

“Kamu ini tidak rela, ya, kalau Ibu berduaan sama Daren?” goda ibu. Dera melotot mendengarnya.

“Bukan gitu—“

“Hayo ... ngaku saja cemburu.”

Dera membuang wajahnya, wajahnya terasa panas mendengar godaan ibunya itu. Daren yang melihat, tersenyum geli. Sedangkan ibu masih terus menoel-noel tangan Dera, berusaha menggoda kembali.

“Ibu, sudah ...,” lirih Dera dengan kepala tertunduk.

“Hahaha.”

Mendengar tawa ibu, Dera merasa sangat bahagia. Tidak pernah ibu tertawa lepas seperti ini, dan hanya karena seorang ‘Daren’ ibu tertawa bahagia. Mungkin tak ada alasan buat Dera membenci Daren. Seperti kata ibu, dia harus berusaha membuka hati untuk suami dadakannya itu. Apalagi mengingat malam panas mereka, Dera merasa amat malu.

“Kamu kenapa senyum-senyum, Der?” Teguran ibu membuat Dera kaget. Sontak matanya mengerjap pelan.

“Emm, Dera izin ke dapur mau beres-beres,” pamit Dera. Secepat kilat dia sudah berlari meninggalkan Daren dan ibu.

Di dalam kamar, Daren masih tertawa lepas mendengar cerita tentang Dera kecil. Ibu sangat ceria ketika berucap, apalagi melihat tanggapan Daren.

“Berarti waktu kecil, Dera bandel banget, ya, Bu?” tanya Daren sambil menahan senyumnya.

“Cerewet juga. Sampai-sampai temannya tidak mau lagi bermain dengan Dera,” jawab ibu.

“Astaga. Kasihan sekali Dera. Pasti dia sedih.”

“Benar, Nak. Dera sampai menangis guling-guling karena tidak memiliki teman.” Daren dan ibu tertawa bersamaan.

Daren melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan, dia mengerjap sebelum bangkit dari duduk.

“Daren berangkat kerja dulu, ya, Bu. Daren janji, langsung ke sini nanti sepulang kerja,” ucap Daren sambil mengecup punggung tangan ibu.

“Kamu hati-hati di jalan, Nak. Jangan mengebut!” ingati ibu. Daren mengangguk patuh.

Keduanya tidak tahu, kalau ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka. Sudut mata Dera berair, segera dia mengusap dengan ujung baju yang dia pakai.

Tidak ada alasan untuk aku menolak mencintai Om Daren sekarang. Kalau semua hal kecil yang dia lakukan, bisa membuat ibu bahagia.

 **

Terima kasih dukungannya. Saya akan balas komen kalau sudah ada waktu luang. Terima kasih sekali lagi ☺️

 

1
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sesak bacanya thor
Nur Syamsi
klaw kita berbuat dg hati yg tulus maka hasilnya jg berbuah manis ....menang Zakiranya
Nur Syamsi
beda mmang klaw niat yg tulus dpda niat yg tulus....
Nur Syamsi
iya sebaiknya dijelasin semua ke Zakiranya spya dia Tdk salah faham, ap lagi ttg perjodohan yg papamu inginkan
Nur Syamsi
Arfannya jg hubungin Zakira dg kata" begitu pdhal sudah nikah, knpa bukan pd waktu belum tunangan,
Nur Syamsi
author jga bikin cerita anak kembarnya jatuh cinta ma lelaki yg sama, kita yg baca jdi sedih untuk Kiranya 😥😥😥
Nur Syamsi
ni ortu Arfan jga, Tdk nanya Arfannya siapa yg disukai anaknya...
Nur Syamsi
mencintai bukan berarti memiliki Dera, baiknya Krn Befannya cepat terus terang padamu droda terlalu berharap
Nur Syamsi
beda dg Pandu, liat Vera dorong motor langsung bantuin, si Bafennta cuma kesal diatas mobil
Nur Syamsi
si Elena jangan" dianya bibit pelakor hingga menkompori istri bosnya ...
Nur Syamsi
kasih Faren bahwa dia ngirim pesan padamu....
Nur Syamsi
judes bangat, nggak mikir apa siapa yg menolongnya dr rasa malu....Krn ditinggal calon mmpelai yg kabur
Okta Liska
dera kenapa karakternya kayak sombong blagu gitu
Ari Peny
thor dera kok gitu
Ari Peny
klo gk mau bilg aja gk usah nikah beres toh yg malu jg kamu dw knp malah nyakitin yg nolong sok kecantikan sombong amat jd gadis
Ari Peny
dero gk tau trimakasih pingin nabok aja
Syahril Ramadhan
Luar biasa
Sumarni Tina
selamat datang baby twins
R'vina
Luar biasa
Hera Dita
sumpah malunya luar binasa..../Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!