NovelToon NovelToon
Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Mafia / Cintapertama
Popularitas:342.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara aida

Semua orang bertanya-tanya, siapakah gadis dengan gaun pengantin di pinggir jalan yang menyita perhatian itu?

Afsheena Daisy, gadis cantik keturunan Pakistan-korea yang gagal dalam pernikahannya.Karna sang kekasih yang menjadi mempelai pria-nya mencintai wanita lain, yang ternyata adalah sahabatnya.

Sakit hati dan juga malu membawa Sheena pergi ke sebuah bar, hingga di sana dia bertemu dengan seorang leader mafia bernama Jayden Alexander.

Banyak hal terduga saat Sheena bertemu Jayden Alexander, termasuk tentang masa lalu mereka berdua yang ternyata saling terhubung, apa itu? yuk ikuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari alamat panti asuhan

"Tuan, saya ijin pergi." Sheena berdiri dengan mengeratkan tas selempang guna menghilangkan kegugupan yang menderu. Hari ini sudah ia putuskan ia harus menyelidiki semuanya sampai tuntas. Semua misteri ini, tentang asal-usulnya, juga keluarga aslinya, ia ingin mengetahui semuanya.

"Kemana?" Jayden bertanya tanpa menolehkan pandangan pada gadis itu, posisinya ia sedang di kursi gantung dekat balkon, menatap layar monitor laptop membaca email yang Dava kirimkan sebelumnya. Bersantai bukan berarti ia tak bekerja.

"Saya ... " mata Sheena berkeliaran tak tentu arah, "Kenapa tuan kepo?"

Brakk! Jayden menutup layar monitor dengan begitu kencang hingga bunyi yang di keluarkan membuat Sheena terkejut. Pria itu membalikkan wajah, menatap Sheena begitu lekat.

"Tentu aku harus tahu, kenapa? kau ingin kabur dari sini?"

"Tentu saja tidak!" Sheena menjawab cepat. "Kita sudah mendatangani perjanjian, aku tak mungkin melanggarnya."

Sejak insiden tadi pagi, pria itu seperti menjauh darinya, bahkan sarapan tadi, Jayden tak ingin duduk satu meja dengannya, bahkan tak pernah mau menatapnya. Sebegitu fatalnya kah kesalahan Sheena tadi?

"Terserah, kau boleh pergi sesuka hati mu. Tapi ku sarankan untuk kau kembali, karna aku tak ingin repot-repot mencari mu." Jayden kembali membuka layar monitor dan mengalihkan pandangannya pada Sheena.

Deg! entah kenapa, perkataan Jayden barusan seperti menyentak harga dirinya. Sheena semakin mengeratkan genggaman pada tali tas selempang miliknya.

Sheena mengigit bibir bawah, "Baiklah terima kasih, akan ku usahakan tidak akan merepotkan mu."

...****************...

Sheena berjalan ke arah pagar dengan menghentak-hentakkan kaki, entah kenapa dia menjadi kesal sekarang. Sejak kejadian Jayden yang menghempas tangannya dengan kasar tadi pagi, Sheena mungkin kedepannya akan sulit berbicara dengan pria itu, Padahal setahu Sheena pria itu jarang-jarang ada di mansion, namun melihat sifat aslinya ketika marah, Sheena rasa lebih baik jika pria itu jarang pulang saja.

"Karna aku tak ingin repot-repot mencari mu," Sheena mengulangi perkataan Jayden dengan nada nyeleneh, meledek.

"Dasar pria tak berperikemanusiaan, tidak tahu kah jika hati wanita itu serapuh kaca? yang bisa saja pecah dengan kata-kata kasar seperti itu?" Sheena terus saja mengeluarkan uneg-uneg nya, sampai tidak sadar sebuah mobil masuk seraya mengeluarkan suara klakson yang memekakkan telinga.

"Astaga!" Sheena buru-buru saja menepi dengan mengambil nafas kuat-kuat. Kaget.

Mobil itu berhenti tepat di sampingnya, kaca mobil terbuka, lalu muncul lah seraut wajah pria yang memakai kaca hitam.

Sheena menatapnya selama sepersekon detik, lalu pria itu membuka kaca matanya, "Hei, kau gadis aneh, kau mau bunuh diri ya? kenapa jalan ke tengah? kau tahu aku mengklakson mobil ku lebih dari tiga kali."gerutu pria itu tiba-tiba membuat Sheena mengerut alis.

"Ya, maaf aku tidak tahu." Sheena memperhatikannya, pria ini ... baiklah, Sheena tak mengatakan dia tampan, namun mungkin memenuhi standar sebagai pria keren, tapi kenapa sifatnya sangat mengesalkan.

"Hei, hei,ada apa dengan tatapan itu?" pria itu menunjuk wajahnya.

"Kenapa? ada yang aneh?"

"Kau baru saja menatap ku dengan melongos, kenapa? kau tersinggung dengan ucapan ku hah?"

"Apa sih,pria aneh." Sheena tak memperdulikannya lagi, lebih memilih melanjutkan perjalanannya.

"HEI, KAU GADIS ANEH!" Pria itu tiba-tiba berteriak kencang.

"HEI, KAU!" Sheena tak memperdulikannya, ia berjalan ke luar gerbang. Sengaja tak meminta pak Harto untuk mengantarnya, karna ini adalah urusan pribadi.

Lelaki yang berdiri di samping mobilnya itu berkacak pinggang, merasa sangat kesal. "Sial! bisa-bisanya dia mengabaikan ku!"

Nafasnya memburu, dengan darah mendidih yang siap naik ke otak. Tak habis pikir, padahal banyak wanita di luar sana yang meminta perhatiannya, tapi kenapa yang satu ini malah mengabaikannya.

"Kayanya dia pembantu baru di rumah Jayden, songong banget tuh perempuan, penampilannya juga gak kaya pembantu, ck,ck!" pria itu berdecak sebal, lalu memilih masuk ke dalam mobilnya kembali.

...----------------...

Sheena memakai taksi untuk kendaraannya. Sampai taksi melaju, ia menjadi bingung, kemana tujuannya sekarang? Haissh, dia sampai lupa di mana alamat panti asuhan itu? Dia lupa bertanya kepada ayahnya.

Sheena ingin menelpon, tapi akhirnya ia urungkan. Ia tak ingin menganggu ayahnya saat ini, ataupun keluarganya dulu. Sheena sadar keputusannya untuk pergi dan mencari jati dirinya adalah keputusan besar. Itu berarti ia tak boleh lagi menganggu keluarganya untuk urusan ini.

Selama ini Jayden memberikannya kartu kredit yang katanya no limit, tapi Sheena tak pernah memakainya lagi jika bukan karna urusan berbelanja. Untuk keperluannya sendiri Sheena mempunyai kartu kredit sendiri, di dalamnya terdapat uang tabungan Sheena selama ini, juga tambahan dari ayahnya.

Jika di bilang, hidup Sheena selama ini serba dalam kecukupan. Ayahnya adalah seorang juragan tanah, mempunyai kekuasaan di daerahnya, secara materi yang tak pernah kesusahan, pun soal kasih sayang, meskipun bukan darah daging mereka, Sheena tak pernah merasa di anak tirikan, justru sebaliknya ayahnya sangat menyayanginya pun dengan ibunya, mempunyai adik lelaki yang begitu menyayanginya, hidup Sheena sungguh sangat beruntung.

Namun karna ia mengetahui fakta jika dia hanya anak adopsi, Sheena jadi bertekad untuk mencari kedua orang tua aslinya, tentang asal-usulnya, itulah sebabnya ia sampai berani mengambil jalan ektrim, dengan tinggal bersama pria yang baru di kenalnya kemarin sore, demi menyelidiki siapa dia sebenarnya. Karna rasa penasarannya yang begitu kuat.

Kenapa orang tua aslinya membuangnya ke pantai asuhan?

Apa salahnya?

Tentang mimpi kecelakaan yang selalu berulang tapi dia tak mengingat seluruhnya.

Yang paling penting, tentang seorang bocah laki-laki yang selalu hadir di mimpinya.

Daniel. Siapakah dia? Sheena ingin tahu. Sheena ingin menghilangkan beban pikiran yang selama ini menghantuinya.

"Mbak, mbak." Seruan sang sopir di depan, membuyarkan lamunan Sheena.

"Eh, ya? Sheena tersadar. Ia melamun cukup lama.

"Ini sebenarnya kita mau kemana? gak ada tujuan jelas."

Benar? sebenarnya dia mau kemana?

"Jalan terus aja pak, nanti saya kasih tau alamatnya."

Dari kaca depan sang sopir hanya mengangguk, meski begitu Sheena tahu tatapan aneh supir padanya.

Hening beberapa saat, Sheena sedang mengetikkan pesan pada Rasti, sahabatnya, di ponsel.

(To: my bestie)

[Ras, kamu tahu gak soal panti asuhan yang namanya "Terimakasih bunda" ]

Send.

Di lihatnya ceklis dua abu-abu itu menjadi biru. Rasti sedang mengetik.

[Panti asuhan "Terima kasih bunda"? aku gak pernah dengar Sheen, kenapa? itu petunjuk baru ya?]

Balasan dari Rasti segera ia baca. Rasti sudah tahu jika dirinya adalah anak adopsi, karena hanya pada Rasti lah tempatnya untuk mencurahkan isi hatinya. Rasti juga sudah tahu jika kini ia tak tinggal lagi di rumah, tapi tinggal bersama atasannya, Rasti bahkan menjadi orang yang menangis sangat kencang saat perpisahan mereka.

"Kamu jaga diri baik-baik ya, janji kamu bakal terus hubungin aku, kalau perlu kasih alamat atasan mu biar aku bisa sesekali berkunjung."

Sheena tersenyum mengingat perkataan Rasti terakhir kali, sebelum akhirnya mereka tak bisa bertemu lagi, dan hanya bisa mengobrol lewat Via internet.

Sheena mengetikkan balasan untuk Rasti.

(Iyah, aku baru saja menemukan foto usang panti asuhan di kotak pemberian ayah, bisa jadi panti asuhan itu adalah tempat ayah mengadopsi ku, siapa tahu lewat dari sana aku bisa mencari tahu tentang asal-usul ku.)

Centang abu-abu dalam sekejap menjadi biru, tak butuh waktu lama Rasti segera mengetikkan balasan. Ah, sahabatnya ini memang selalu ada untuknya, Sheena bersyukur.

( Sheen, kayanya aku tahu deh di mana itu.)

Sontak saja Sheena membelalak membaca pesan Rasti, segera saja ia mengetikkan balasan untuk sahabatnya itu.

(Di mana?)

1
KaylaKesya
yeahhhhh❤️ mantap Thor😘
Cinris
❤️❤️❤️❤️❤️❤️⭐⭐⭐⭐⭐👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍⭐👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😃👍❤️❤️❤️❤️❤️🧡🧡🧡🧡🧡😆❤️❤️🧡❤️🧡❤️🧡❤️
Sayu Melly
wah si rasty teman laknat rupanya 😁😁
Sayu Melly
pelaku kecelakaan orang tua jaeden pasti kakek yudis kan thoor
Titin Itin
lnjuuuuy thooooor jangan lama up nya yaa
Maris Francis
Semangat Thor lanjut👍
Shusi Susanti
up lgi lah thor
Arif Witanto
bagus
Zaidah Abd Hamid
kenapa senyap jer ..xde idea lgi ke
Lilisdayanti
semoga cepet terungkap 😔😔tapi Kasian juga si andre,,mati ngenes,,
Lilisdayanti
ada seorang ibu yg seperti itu,,😡😡gila
Lilisdayanti
aqu baca ulang lagi,,itu hari aqu baca baru setengah,, habis ITU berhenti dulu,,pas aqu baca lagi aqu lupa jalan Ceritanya 🙈🙈🙈🙈 yaaahh akhirnya aqu ngulang deh 😂😂😂😂😂😂😂
Mia Yuliari
sudah sebulan ya ga up... apa kabar othor??? sehatkah???
A..S..J
ayok author d lnjutin lg dah aq ,.❤ biar tau kpn tman ya
Lulu Vanessa
sabar vin..dr pada km jd obt nyamuk mending sm aku aja😆😆😆
Saras Wati
kasian wendy trauma nya teringat kembali😯
ririn
semangt thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
syukur cpt dyg kamu bg... jan di tgl kn lg bg💪🥰😘
🇦 🇵 🇷 🇾👎
asek💪🥰😘
ririn
semangt upnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!