NovelToon NovelToon
Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:777.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hary As Syifa

“Permisi...paket....”

Hayooo siapa yang tidak senang mendengar suara abang kurir nganterin paket?

Semua pasti senang kan dengar suara abang kurir berteriak dari depan rumah buat nganterin paket?

Sama halnya dengan seorang gadis berusia 23 tahun bernama Keyla.

Saat mendengar suara abang kurir berteriak mengantarkan paket, dia senang bukan kepalang. Tapi bukan karena paket itu yang membuatnya senang, melainkan keberadaan abang kurir nya.

Wah, ada apa nih antara Keyla dan abang kurir?

Penasaran?

Yuk, baca lanjutan kisahnya di novelku yang berjudul “Cinta Abang Kurir".

ig : @tulisan.jiwaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hary As Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Informasi dari Widya

Keyla keluar dari kantornya jam 5 sore. Hari itu Shaka tidak dapat menjemputnya pulang karena sedang banyak kerjaan. Jadi, Keyla pulang dengan menggunakan ojek online.

Tanpa sepengetahuan Keyla, ada sebuah mobil yang mengikutinya sejak ia keluar dari kantor sampai tiba di depan rumahnya. Ya, itu adalah mobil yang dikendarai oleh Juan.

Juan berhenti beberapa rumah dari rumah Keyla. Ia terus memperhatikan hingga Keyla masuk ke dalam rumah. Ia pun yakin, Keyla pasti tinggal disana sekarang.

Juan memperhatikan rumah yang dimasuki Keyla barusan. Sangat kecil. Beda sekali dengan rumah milik Hendry atau milik orang tua Keyla. Bahkan rasanya apartemennya saja lebih besar dari rumah Keyla itu.

Sedang serius memperhatikan Keyla, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri mobil Juan. Awalnya Juan menyangka wanita itu akan menegurnya karna parkir sembarangan. Tapi ternyata wanita itu malah numpang berkaca di mobil Juan.

Juan menggelengkan kepalanya. Dia merasa aneh dengan sikap wanita yang sedang berkaca itu. Kemudian ia teringat akan sesuatu. Lalu ia menurunkan kaca mobilnya sehingga wanita itu terperanjat dan salah tingkah.

“Ma-maaf, Mas. Kirain tadi nggak ada orangnya. Hehehe,” ucap wanita tadi sambil tersenyum kaku menampakkan deretan giginya. Wanita itu rupanya adalah Widya.

“Tidak apa-apa. Saya tidak masalah,” jawab Juan dengan ramah karena ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada wanita itu.

“Oke, Mas. Sekali lagi maaf, ya. Saya pergi dulu,” ucap Widya.

“Eh, sebentar, Nona. Boleh saya bertanya sesuatu?” tanya Juan kemudian.

“Nona? Saya Widya. Panggil Widya saja,” koreksi Widya.

“Oh, baiklah. Widya, boleh saya tanya sesuatu? Apa kamu tinggal di perumahan ini juga?”

“Iya, Mas. Saya udah lama tinggal disini. Itu rumah saya dari sini kelihatan yang warna ungu muda,” jawab Widya sambil menunjuk arah rumahnya.

“Oh, jadi kamu tinggal disana, ya? Kalau rumah yang cat biru muda itu rumah siapa?" tanya Juan menunjuk ke arah rumah yang dimasuki Keyla tadi.

“Yang mana, Mas?” tanya Widya mengikuti arah yang ditunjuk Juan.

“Yang biru muda, pagarnya warna hitam,” jawab Juan.

“Oh, itu rumah Mas Shaka,” jawab Widya.

Shaka? Siapa Shaka? Tanya Juan dalam hati.

“Mas temennya Mas Shaka, ya?” tanya Widya yang mulai kepo.

“Hmm...iya. Saya temannya. Apa dia tinggal sendiri disana? Saya teman waktu sekolah dulu. Sudah lama tidak bertemu dengannya,” jawab Juan berbohong.

“Nggak, Mas. Dia sekarang tinggal sama istrinya. Kalau nggak salah namanya Keyla. Mereka baru nikah. Nikahnya nggak ada resepsi, Mas. Nikah di kantor agama aja kayaknya.” Mulai jiwa gibahnya keluar.

“Oh, begitu. Baiklah kalau begitu terimaksih informasinya, ya.”

“Sama-sama, Mas. Sekali lagi maaf ya tadi udah ngaca sembarangan,” ulang Widya.

Juan mengambil dompetnya lalu mengeluarkan beberapa uang pecahan seratus ribuan untuk diberikannya pada Widya.

“Apa ini, Mas?” tanya Widya menatap heran uang seratus ribuan yang ada di tangannya.

“Uang terimakasih saya sudah menunjukkan dimana rumah teman saya,” jawab Juan.

“Nggak usah, Mas. Saya ikhlas kok.” Mulutnya begitu, tapi uang itu masih berada di tangannya tanpa dikembalikan.

“Tidak apa-apa. Lumayan buat beli skincare.”

Mendengar Juan menyebut kata skincare, Widya langsung menyimpan uang itu dengan cepat di saku celananya.

“Oke deh, kalau Mas maksa. Makasih ya, Mas.”

“Iya, sama-sama. Saya duluan.”

Juan pun menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu. Ia sudah berhasil mengantongi informasi dimana tempat tinggal Keyla saat ini.

Widya mengeluarkan lagi uang yang diberikan oleh Juan tadi. Wawww, lumayan dapat sejuta! Tapi tiba-tiba Widya merasa keheranan. Kenapa pria tadi malah pergi dan tidak mendatangi rumah Shaka?

“Ah, bodo amatlah! Yang penting dapet tambahan buat skincare,” seru Widya dengan girang.

Bersambung......

 

1
Rahmaniar
suka ceritanya bagus 👍👍
nobita
happy ending... makasih buat kakak author yg tercinta... karyanya sangat luar biasa apikk... semoga sukses dan sehat selalu...
hary as syifa: terima kasih kak 🫶
total 1 replies
nobita
ngakak... gpp Kay.... menggoda suami sendiri... malah di wajibkan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Keren banget ceritanya 👍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Akankah Hendry berjodoh dengan Silvy? bagus tuh 😃😃
nobita
ya ampun hari patah hati se Rt...?? kalau sini sihh hari patah hati para readers berjamaah
nobita
istri mas Saka... istri dadakan maksudnya
nobita
hhmm nekat juga nih Kayla... kurir di jadikan sasaran
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Lucu banget sih Keyla 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Wuah Saka akhirnya jatuh cinta juga nih🤭 😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Hai Thor, aku mampir nih di karyamu ini. Keren 👍👍
Umi Syafaah
Luar biasa
Nuri 73749473729
shaka sebenarnya Sultan itu... kita lihat saja pasti benar sultan
arzetti azra
Luar biasa
Realme Sebelas
merinding
Isan Idol
lanjut kak
Puput Riani
episode ini sunggu menyedihkan😭😭
Cen Li
syukurlah
Cen Li
strategi hebat
Cen Li
keadaan berbakik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!