NovelToon NovelToon
LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Membalas dendam / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:13M
Nilai: 4.7
Nama Author: MING2

"Aku bersumpah akan kembali membalas kalian semua nya..!"
teriak Panglima Wen Zhong sebelum kepalanya terbang keudara, lalu jatuh menggelinding diatas tanah.
Seberkas sinar merah melesat keluar dari tubuhnya, terbang kembali ke kerajaan Yue.
Sinar merah tersebut masuk kedalam perut besar seorang wanita yang sedang berteriak kesakitan karena hampir melahirkan.
Bertepatan dengan hilangnya sinar merah tersebut kedalam perut wanita itu, maka lahirlah putra wanita tersebut ke dunia, "Nyonya kamu melahirkan seorang putra yang sangat tampan.." ucap seorang wanita paruh baya yang membantu wanita itu melahirkan.
"Namanya siapa nyonya ?"
tanya wanita paruh baya itu.
"Guo Yun,.." jawab wanita itu lemah.
Bagaimana kisah hidup Guo Yun selanjutnya yang merupakan titisan panglima Wen Zhong, siapa panglima Wen Zhong, ? siapa musuh yang membunuhnya ? penasaran apa yang di alami panglima tersebut ? ingin tahu lebih banyak dan lebih detil silahkan ikuti cerita ini.
Selamat membaca, terimakasih NT.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI TOLONG ZHONG YU

Melihat Guo Yun berbelok, otomatis seluruh pasukan yang di pimpinan nya, ikut berbelok.

Menyadari hal itu Guo Yun sambil berlari berteriak,

"Selain Li Ba, yang lain mundur,..!"

"Ajudan Cui bawa mereka semua tinggalkan tempat ini..!"

Ajudan Cui sempat meragu, tapi teringat pesan atasannya, tanpa banyak bicara, dia segera memimpin pasukan nya bergerak mundur

Sementara itu pasukan yang sedang membawa tawanan sangat terkejut

Saat mereka melihat Guo Yun.

berlari cepat seperti terbang, datang menghampiri mereka.

Dari jauh Guo Yun sudah melepaskan pukulan Tangan geledeknya.

"Blarrr,..!!"

Pasukan kerajaan Song yang sedang mengiring tawanan, Langsung terpelanting kesegala arah, saat terkena hantaman pukulan geledek Guo Yun.

Sebelum mereka sempat berdiri, Guo Yun sudah kembali melepaskan beberapa totokkan satu jarinya, kearah kedua orang yang sedang menggotong tubuh Gongsun Li.

Guo Yun dengan gerakan cepat langsung menyambar tubuh Gongsun Li dari tangan mereka,

Dia langsung memondong nya di bahu, lalu berlari cepat meninggalkan tempat tersebut.

Li Ba yang datang menyusul, membantu menghajar siapa pun yang berani melakukan pengejaran.

Pasukan tawanan, yang melihat kesempatan ini, mereka segera merampas senjata pasukan kerajaan Song.

Lalu mengikuti Li Ba bergerak mundur mengejar kearah Guo Yun.

Tindakan Guo Yun dan Li Ba tentu mengundang kemarahan Raja Huan, yang langsung memberi perintah.

"Tangkap kedua bocah sialan itu, hidup ataupun mati..!"

Perintah raja Huan, langsung membuat beberapa jendral segera memacu kuda mereka melakukan pengejaran, sambil memberi perintah ke pasukannya untuk melakukan pengepungan.

Guo Yun dan Li Ba bahu membahu berusaha menerobos kepungan, mencoba mendekati benteng kota Xia.

Tapi akhirnya langkah mereka terhenti, mereka tertahan di bawah kepungan pasukan kerajaan Song yang sangat banyak.

Di tubuh Guo Yun sudah terlihat penuh luka, ada beberapa anak panah menancap di punggung paha dan betisnya.

Hal ini membuat pergerakannya mulai melambat dan melemah, ditambah dengan Gongsun Li masih berada dalam pondongan nya.

Hal ini membuat Guo Yun terlihat semakin berada dalam posisi sulit.

Li Ba kondisinya masih cukup baik, meski dia terlihat mulai letih, tapi kondisinya masih jauh lebih baik dari Guo Yun.

Nasib sebaliknya terjadi pada para tawanan perang yang ikut melarikan diri.

Kini di antara mereka tidak ada satupun yang masih tersisa, mereka semua sudah tewas di bawah hujanan senjata kepungan pasukan Song.

Di saat situasi sedang kritis, tiba-tiba pintu gerbang kota Xia terbuka, Zhong Yu terlihat keluar dari dalam benteng kota Xia, membawa rombongan pasukan elite nya.

Zhong Yu membawa pasukan berkuda nya menerobos kepungan, membuka jalan darah, agar Guo Yun dan Li Ba bisa mundur kedalam benteng kota Xia.

Melihat kesempatan ini, Guo Yun tentu tidak mau membuang kesempatan.

"Adik Ba,..! segera mundur,..bawa dan selamat kan dia..!"

ucap Guo Yun, sambil melempar tubuh Gongsun Li kearah Li Ba.

Setelah itu dia sendiri menerjang dengan pedang walet emas, menggunakan jurus jurus Cui Mo Cien Fa ( Pedang pengejar iblis ), menyerang siapa pun yang mencoba mendekati Li Ba.

Li Ba terpaksa melemparkan salah satu gada nya kearah para pengepungnya.

"Brakkkk,..!"

lima orang pasukan Song terpental, mereka langsung tewas tertimpa gada beratnya Li Ba.

Li Ba sendiri setelah melempar gada nya, dia menyambut dan memanggul tubuh Gongsun Li, yang masih juga belum sadarkan diri.

Li Ba sambil berlari dia langsung melompat keatas punggung seekor kuda, yang penunggangnya, terlempar dari atas punggung kudanya, akibat terkena hantaman gada Li Ba.

Penunggang kuda yang sial itu adalah salah satu jendral kerajaan Song, yang sedang berusaha mengatur barisan mengepung Li Ba.

Jendral bernasib sial itu sebelum tubuhnya jatuh keatas tanah, nyawanya sudah melayang.

Seluruh tulang dadanya remuk, terkena hantaman gada Li Ba,

Tombak di tangannya yang sempat di gunakan menahan serangan Li Ba juga sudah patah menjadi dua.

Li Ba sendiri langsung memacu kuda tersebut melewati pengepungnya, bergabung dengan pasukan Jendral Zhong Yu, lalu kembali kedalam kota Xia.

Guo Yun bergerak ganas dengan pedang walet emas, bercuitan kesana kemari.

Kemanapun pedang nya bergerak, pasti ada prajurit kerajaan Song yang roboh dengan leher hampir putus.

Meski kondisi Guo Yun sudah tidak prima, tapi jurus jurus mematikan dari Cui Mo Cien Fa, tetap saja sangat ganas.

Setelah berhasil membunuh puluhan orang dengan Cui Mo Cien Fa, Guo Yun pun melayang ringan keatas punggung kuda Jendral Zhong Yu.

Mereka berdua berboncengan satu kuda, masuk kembali kedalam kota Xia.

"Huff,..!"

Tiba-tiba sebelum kuda tunggangannya bersama Zhong Yu, memasuki pintu gerbang kota Xia, terdengar keluhan dari Guo Yun.

Guo Yun yang kembali menerima dua anak panah satu di punggung satu di dekat tengkuk.

Membuat dirinya langsung kehilangan kesadaran, tapi sepasang tangan Guo Yun yang melingkar di pinggang Zhong Yu, beruntung masih sempat di pegang oleh Zhong Yu.

Sehingga Guo Yun terhindar jatuh dari atas punggung kuda.

Zhong Yu dan Guo Yun adalah orang terakhir yang berhasil masuk kedalam gerbang pintu kota Xia, sebelum Pintu tersebut tertutup kembali.

Zhong Yu langsung membawa Guo Yun ke kemah pengobatan, untuk di rawat luka lukanya.

Guo Yun dan Gongsun Li di rawat di kemah terpisah, Guo Yun di kemah khusus pria.

Sedangkan Gongsun Li di rawat di kemah khusus wanita.

Gongsun Li siuman lebih dulu, saat kedua matanya mulai bisa terbuka.

Dia mengedarkan pandangannya, untuk melihat kesekitarnya,

Perlahan lahan sambil memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing, Gongsun Li, menatap kearah seorang perawat yang berada tidak jauh dari nya.

"Ini tempat apa ?"

"Aku ada di mana..?"

"Ehh kamu sudah siuman syukurlah,.."

ucap perawat itu lega.

Saat melihat Gongsun Li berusaha untuk bangun, perawat itu menahan bahunya dan berkata,

"Nona jangan khawatir, nona sekarang ada di kemah perawatan medis kota Xia."

Karena merasa kepalanya masih sedikit pusing, Gongsun Li menuruti perawat itu kembali berbaring.

Sambil berbaring dia kembali bertanya ke perawat tersebut,

"Bagaimana aku bisa ada di sini..?"

tanya Gongsun Li heran, karena seingatnya dia.

Terakhir kali dia terjatuh kedalam sungai yang gelap, setelah berjuang beberapa saat, akhirnya dia menelan air cukup banyak dan semuanya jadi gelap.

"Ohh kalau soal itu, setelah kondisi nona membaik, nona bisa menanyakan kepada pria yang membawa mu kemari.."

ucap perawat wanita paruh baya itu ramah.

"Di mana pria itu ?"

tanya Gongsun Li cemas, dia berpikir mungkin itu Ching Ke.

"Ohh dia ada di depan kemah, sejak nona dia bawa kemari, tidak sedetik pun dia meninggalkan depan kemah ini..'

Gongsun Li mencoba turun dari ranjang perawatan, saat dirasa pusingnya sudah hilang dan semua dalam keadaan baik baik saja.

Sambil memberi hormat dia segera berkata,

"Terimakasih bibi,.. aku permisi mau lihat lihat keluar.."

"Nona yakin baik baik saja..?"

tanya perawat itu sedikit khawatir.

"Aku sangat baik,.. terimakasih bibi.."

ucap Gongsun Li sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu, silahkan saja.."

ucap perawat itu sambil tersenyum ramah.

Gongsun Li buru buru keluar dari dalam kemah, tapi saat di lihatnya siapa yang sedang duduk tertidur di depan kemah.

Gongsun Li menjadi terkejut, dia buru buru berjongkok di sebelah Li Ba, menepuk pundaknya dengan pelan dan berkata,

"Adik Ba bangunlah.."

1
Dadang Supriatna
bukan tolol lagi ... dasaaaar belelegug siaaaah .. skip ckup sampai disini ..
Getiir
ceritanya makin aneh
Alwa fikriah
ceritannya seru banget, di baca berulang ulang juga tetep seruu
Rusdi Bintang
stop baca ceritanya gak masuk akal..masa iya perang antar kerajaan yg mempertaaruhkan puluhan ribu harus dipimpin oleh seorg murid akademi yg luluspun belum trus apa gunanya seorg jendral👎
Rusdi Bintang
novel seperti ini yg berlatar belakang kerajaan dan pendekar mungkin di sadur ulang dari komik khoping hoo dan khu Lung
Rusdi Bintang
mcnya terllalu bucin sama gongsun Li padahal mc udah tau kalo sicewek sukanya sama ching ke,mc gak punya harga diri sama sekali🤭
teguh andriyanto
serah lua aja deh, Piter jg elu, guwoblock jg elu..
teguh andriyanto
MC lemah
teguh andriyanto
MC nya yang mana sih?🤣🤣 kalahan terus
Zulkifli Ab
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Uchy
Guru Zhuangzi BoTole,,,, Bodoh dan Tolol,,,, jelas-jelas Guru Song dan Guru Ping yg mengejar dan menyerang Li Ba di depan Kediamannya,,, malah Li Ba yg di segel dan di hukum...
Percuma Zhuangzi mengajarkan kebajikan,,, jika diri sendiri ngga bijak... Tolollllll polllll.
Wan Trado
hebat yaa cara menghitung cepatnya 🤣
Wan Trado
bukankah kudanya sudah mati masuk perangkap di lembah merak api..??
Uchy
Aku berharap Li Ba yg memiliki busur Kumala dan jadi teman seperjuangan Guo Yun nantinya....
Wan Trado
harusnya biarkan kalah, pingsan dan tertawan, sehingga MC nya tetap punya nilai dimana readers
Wan Trado
bersila didasar sungai..??
Wan Trado
sistem yg kemudian menjadi berlangsung sampai sekarang
Wan Trado
cikal-bakal monopoli perdagangan
Wan Trado
serigala sangat menjunjung tinggi hirarki, jadi tidak ada perebutan kekuasaan, yg ada pergantian jika pemimpinnya sudah tua, tidak seperti singa..
Wan Trado
dijaman itu orang padang belum buka restoran, baru warung mungkin.. 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!